Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Bagaimana cara Menghadapi Hipoglikemia Reaktif

Posted: 04 May 2015 08:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah keadaan dimana kadar gula dalam darah berada di bawah batas normal. Kadar gula dalam darah seharusnya berada pada kisaran 70 – 110 mg/dl.

sebagian besar kasus, tipe hipoglikemia seperti ini memunculkan berbagai gejala seperti rasa lapar yang berlebihan, bergetar, bingung, lemah, pusing, dan mengantuk. Hal ini terjadi sebagai akibat dari terlalu banyak hormon insulin yang mengalir ke darah setelah makan terlalu banyak karbohidrat.

Pada orang normal, hal ini seharusnya tidak menjadi masalah, tapi mereka yang menderita Hipoglikemia reaktif tidak mampu memproses glukosa yang baru saja di dapatkan dari makanan dalam jumlah banyak. Ada beberapa contoh dimana Hipoglikemia reaktif sulit untuk di diagnosa karena beberapa orang menunjukkan kondisi tersebut, tapi tidak berarti dia menderita Hipoglikemia reaktif. Sangat penting bagi mereka yang memiliki gejala Hipoglikemia reaktif untuk mulai menemui ahli kesehatan professional untuk mendapatkan saran yang tepat.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan Hipoglikemia reaktif seperti berikut :

  • Makanlah makanan ringan dengan jarak tidak lebih dari 3 jam
    Makanan ini harus Anda konsumsi dalam interval yang teratur agar tidak merasakan lapar.
  • Konsumsilah tipe makanan yang memilik kandungan protein yang lebih tinggi seperti buncis dan kacang polong
    Untuk alasan yang sama, konsumsilah buah-buahan berdaun dan sayuran karena serat akan membuat perut Anda terasa penuh. Pembakaran lambat dari karbohidrat kompleks akan melepaskan gula darah dan secara bertahap mencegah rasa lapar yang datang secara tiba-tiba.
  • Kurangi saja makanan yang mengandung gula dan bisa memicu hipoglikemia reaktif
    Dalam sebagian besar kasus, hal ini disebabkan karena mereka makan makanan manis ketika mereka lapar. Konsumsi gula yang tiba-tiba juga bisa menurunkan tingkat glukosa ke tingkat yang sangat rendah kemudian menyebabkan hipoglikemia reaktif.
  • Selalu bawa makanan ringan atau permen selama perjalanan panjang sehigga tidak merasa lapar dan mudah memakannya jika dibutuhkan.

    Hal ini akan mencegah rasa pusing dan bingung untuk sementara akan tetapi makan makanan ringan hanya setelah Anda merasakan gejalanya.

Latihan secara teratur adalah cara yang baik untuk meningkatkan gula darah dan membuat Anda sehat. Juga disarankan, kalau bisa hindari minum alkohol yang sangat buruk untuk semua kasus hipoglikemia. Cobalah untuk menjaga tingkat gula darah Anda pada tingkat normal untuk kehidupan yang sehat.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Apa Itu Hipoglikemia

Posted: 04 May 2015 05:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Akhir-akhir ini, semakin banyak orang menderita dari kondisi kesehatan yang disebut sebagai hipoglikemia. Orang yang memiliki kondisi ini sering mempunyai glukosa darah yang sangat rendah juga dikenal sebagai gula darah. Orang – orang yang dipengaruhi oleh kondisi ini merasa lemah dan merasa sulit untuk berpikir begitu fungsi normal mereka terhambat. Untuk lebih mempelajari tentang apa itu hipoglikemia, baca pembahasan berikut sehingga Anda dapat memiliki informasi lebih lanjut.

Apa hipoglikemia dan apa penyebabnya? Ketika hipoglikemia menunjukkan gula darah sangat rendah maka yang terkena akan sulit berpikir atau bahkan mengerjakan tugas – tugas. Beberapa kasus hipoglikemia yang berkepanjangan bahkan bisa mengancam nyawa karena dapat menyebabkan kerusakan otak. Setelah otak menerima glukosa yang kurang normal, fungsinya menjadi terpengaruh.

Glukosa sangat penting bagi otak agar berfungsi secara efektif. Hal ini dapat diamati bahwa orang yang mengalami kelaparan akan menemukan dirinya gemetar, kenyataan hal ini disebabkan bahwa gula sedang digunakan untuk memenuhi otak dari berbagai bagian tubuh.

Bila melihat lebih dalam serta mengungkapkan apa yang menjadi penyebab hipoglikemia adalah telah adanya hubungan sensifitas tubuh terhadap insulin. Dalam kebanyakan kasus, hipoglikemia dikaitkan dengan diabetes yang mengapa harus mendapat perhatian medis yang tepat. Ingat bahwa hipoglikemia tidak memiliki rupa yang dapat mempengaruhi orang – orang dari semua umur atau budaya.

Gejala

Selain dengan melihat angka kadar gula dalam darah diatas, tentunya Hipoglikemia juga memiliki gejala-gejala yang spesifik dan sering dialami oleh penderitanya. Penderita hipoglikemia yang masih tergolong ringan hingga medium sering mengalami gejala seperti: pandangan tidak jelas atau kabur, sering merasa mual, kedinginan atau menggigil, sakit di kepala, berkeringat dingin, cepat merasa lapar, bingung dan mudah cemas sera detak jantung yang cenderung berdebar-debar.

Sementara itu, penderia Hipoglikemia yang telah parah terkadang mengalami gejala seperti : pingsan, kejang-kejang, koma atau tidak sadarkan diri dalam waktu yang lama dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Sariawan 4 Hari Masih Belum Sembuh Berbahayakah Itu?

Posted: 04 May 2015 02:15 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter,  saya sariawan dipinggir lidah kiri sudah 4hari belum sembuh, lidah saya juga berwarna putih terus padahal sering dimasukkan makan, bibir saya pun kering terus ada apa ya kira kira? Berbahaya kah dokter? Terimakasih

Ibu Monic

Jawaban Konsultasi

Kumur dengan air garam atau cairan untuk berkumur yang mengandung antiseptik. Dan perbanyak minum air putih dan makan buah serta sayuran yang mengandung banyak vitamin C. Trims

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Panduan Memahami Hipoglikemia Tanpa Diabetes

Posted: 04 May 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Hipoglikemia adalah kondisi kesehatan yang mempengaruhi seseorang ketika tingkat gula darah turun drastis dalam beberapa jam setelah makan makanan berat. Sensitifitas setiap orang pada jatuhnya tingkat gula darah berbeda beda, dan hal ini seringkali menyulitkan deteksi gejalanya. Seorang penderita hipoglikemia tanpa diabetes tidak mengalami gejala yang berbeda dengan hipoglikemia yang disebabkan oleh diabetes.

Hipoglikemia tanpa diabetes harus dirawat secara serius karena tingkat gula darah bisa turun sampai 60 miligram dan oleh karenanya hormon utama yang disebut epinephrine, disekresikan oleh kelenjar adrenal. Berbagai gejala seperti pusing, lapar, kebingungan, mudah marah, lemah dan sakit kepala akan dialami oleh si penderita. Tingkat gula darah yang rendah dan dikatakan kritis (sekitar 50 miligram) selanjutnya bisa menyebabkan kerusakan otak, sehingga kondisi ini harus selalu diawasi. Oleh karenanya, hipoglikemia tanpa diabetes harus mendapatkan perhatian medis yang tepat, yaitu menemui dokter untuk diagnosa dan perawatan yang benar.

Hipoglikemia tanpa diabetes memiliki dua kategori, yaitu :

  • Hipoglikemia reaktif (juga dikenal dengan hipoglikemia postprandial)
  • Hipoglikemia puasa (dikenal dengan hipoglikemia post absorptive)

Kedua kategori hipoglikemia tanpa diabetes ini memiliki gejala yang sama dengan hipoglikemia yang disebabkan oleh diabetes. Namun begitu, ada beberapa perbedaan antara kedua jenis hipoglikemia tanpa diabetes ini. Yang pertama, hipoglikemia reaktif datang dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan kaya akan karbohidrat. Disisi lain, hipoglikemia puasa bisa dipicu ketika seseorang tidak makan secara teratur dan menjadi sangat lapar. Gejala Hipoglikemia puasa bisa dialami oleh seseorang yang mencoba aktifitas fisik yang melelahkan.

Selain itu, perbedaan mendasar dari kedua tipe hipoglikemia tanpa diabetes ini adalah tingkat glukosa darah yang memiliki ciri masing masing bagi tiap tipe. Dalam hipoglikemia reaktif, tingkat gula darah turun sampai dibawah 70 miligram per decimeter darah, sedangkan pada hipoglikemia puasa, bisa sampai 50 miligram.

Hipoglikemia puasa berisiko bagi kesehatan Anda karena jika berlangsung lebih lama akan membutuhkan perhatian medis yang cepat. Tidak seperti hipoglikemia puasa, hipoglikemia reaktif bisa diredakan secara cepat dengan tablet glukosa atau segelas jus jeruk dengan gula. Pada kedua kasus hipoglikemia tanpa diabetes, ada dua faktor yang memicu munculnya hipoglikemia ini: alkohol atau beberapa obat-obatan yang diresepkan. Memang benar, hipoglikemia tanpa diabetes adalah masalah kesehatan yang membutuhkan saran yang tepat dari seorang professional dalam bidang kesehatan.

Apa Penyebab Tenggorokan Menjadi Berlendir?

Posted: 03 May 2015 11:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Ada sesuatu yang asing di tenggorokan tentu membuat Anda menjadi merasa tak nyaman, begitu pula dengan adanya lendir di tenggorokan, aktivitas Anda pun akan menjadi terganggu. Oleh karena itu, jika tenggorokan Anda berlendir, Anda tentu penasaran apakah yang menyebabkan lendir tersebut dapat muncul di tenggorokan Anda, bukankah begitu?

Ada orang yang bertanya mengapa dia setiap bangun pagi tenggorokan selalu ada lendirnya, lendir ini sejenis dahak yang menyangkut di tenggorokan Anda (Seperti ingus). Mungkin Anda berpikir jika Anda itu sedang sakit atau pilek, namun bagaimana jika ternyata Anda sehat-sehat saja namun tenggorokan tetap berlendir ketika pagi hari. Apakah dengan rutin minum suplemen dan vitamin dapat menghilangkan lendir pada tenggorokan Anda.

Cairan tubuh

Salah satu mengapa tenggorokan Anda bisa ada lendirnya yaitu karena masalah kekurangan cairan tubuh. Selain itu, juga ada beberapa penyebab lainnya mengapa tenggorokan dapat menjadi berlendir, yakni asap kendaraan, dan kebanyakan merokok, itu juga dapat menyebabkan lendir muncul pada tenggorokan Anda. Aktivitas tersebut memang bisa menyebabkan gangguan atau radang tenggorokan juga gangguan pada saluran pernafasan, dan juga mengakibatkan saluran pencernaan terganggu.

Menghilangkan lendir pada tenggorokan

Salah satu tips yang dapat Anda coba untuk membantu menghilangkan lendir di tenggorokan yaitu dengan minum air putih yang cukup, menghilangkan kebiasaan merokok, Anda dapat mencoba mengganti rokok dengan mengunyah permen karet, memang susah awalnya, namun lama kelamaan Anda tentu akan terbiasa dengan itu semua. Untuk kebiasaan minum air putih yang cukup, sebaiknya Anda minum air putih dalam waktu menjelang tidur dan juga setelah bangun tidur, selain itu sehari-hari juga harus terpenuhi, minimal dalam sehati Anda minum air putih sebanyak 800 mililiter. Selain itu juga Anda wajib mengurangi konsumsi minuman manis, minuman bersoda, dan juga minuman yang ada alkoholnya. Sebab itu semua juga tak baik bagi tenggorokan.

Disebutkan juga bahwa dengan mandi air hangat itu dapat menyebabkan lendir di tenggorokan hilang, dan Anda menjadi lebih mudah mengeluarkan lendir tersebut. Biasanya lendir itu akan berwarna hijau, karena memang ada bibit penyakitnya di lendir tersebut, terutama jika Anda sedang terserang flu pada saat itu. Cara menghilangkan lendir dengan mandi air hangat ini memang termasuk salah satu metode alami untuk membantu menghilangkan lendir di tenggorokan, juga di hidung. Jika memang lendir masih tetap susah hilang, Anda dapat mencoba konsultasi dengan dokter THT.

Rasa mual apakah karena lendir pada tenggorokan?

Mungkin Anda merasakan mual ketika terdapat lendir pada tenggorokan, dan Anda menjadi bertanya-tanya, apakah mual tersebut karena adanya lendir di tenggorokan Anda atau bukan. Jawabannya bukan, karena lendir di tenggorokan itu tak mengakibatkan rasa mual pada perut Anda. Lendir itu lebih mengarah ke gangguan tenggorokan yang gatal dan Anda menjadi tak nyaman makan dan minum, karena saluran tenggorokan ini tersambung dengan saluran pernafasan juga. Selain itu biasanya tenggorokan pun akan memerah. Jika Anda merasa mual, itu bukan karena masalah lendir ini, melainkan karena ada masalah pada asam lambung di tenggorokan Anda yang terlalu tinggi. Atau Anda sedang sakit maag. Untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak turun dan Anda tak mudah sakit, maka Anda sebaiknya meminum vitamin, dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Semoga Anda lekas sehat kembali.

Cara Mengobati Tenggorokan Berlendir

Posted: 03 May 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Terkadang jika tenggorokan tak sehat, dapat timbul lendir, di mana lendir di tenggorokan ini umumnya sulit dikeluarkan. Dan jika Anda minum air dingin, lendir dalam tenggorokan pun dapat bertambah banyak. Mungkin Anda juga pernah mengalami masalah tersebut namun bingung bagaimana cara menyembuhkannya?

Sebelum mengerti tentang cara menyembuhkannya, Anda juga harus tahu apa yang menyebabkan tenggorokan Anda menjadi berlendir. Tenggorokan ini merupakan percabangan saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Jika ada lendir dalam tenggorokan, lendir tersebut diproduksi alami oleh tubuh, dan digunakan untuk pelumas yang berfungsi melembabkan, serta merupakan salah satu dari alat pertahanan dari tubuh Anda, dalam menangkan aneka benda asing yang bisa mengganggu pernafasan.

Produksi lendir berlebihan

Yang terkadang menjadi masalah jika produksi lendir tersebut berlebih. Jika memang ini terjadi, berarti itu menunjukkan bahwa terdapat gangguan di saluran pernafasan Anda. gangguan tersebut salah satunya dapat karena adanya benda asing, sehingga timbul alergi, bisa juga karena gangguan dari bakteri, yang pada akhirnya mengakibatkan terjadi infeksi di saluran pernafasan Anda. Anda sebaiknya hindari terkena udara dingin dan minum minuman dingin apabila lendir pada tenggorokan masih ada, karena hal tersebut dapat menyebabkan lendir menjadi semakin bertambah banyak, dan tentu Anda tak ingin hal itu terjadi.

Warna ledir

Anda juga harus memperhatikan warna dan bentuk dari lendir di tenggorokan. Apabila lendir memiliki warna kuning kehijauan, itu tandanya Anda mungkin terserang infeksi saluran pernafasan, sebaiknya langsung menghubungi dokter THT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum infeksi bertambah parah.

Ciri-ciri lendir ditenggorokan

Biasanya lendir pada tenggorokan ini memiliki ciri sebagai berikut, lendir sulit dibuang (Dikeluarkan), dan berbentuk kental. Sementara untuk warnanya seperti yang sudah dibahas sebelumnya di atas. Biasanya lendir ini muncul saat pagi hari, atau ketika Anda berada di lokasi yang berudara dingin. Dan efek yang Anda rasakan secara langsung yakni jika Anda memakan bahan makanan yang memiliki bau tajam, contohnya saja bawang, bau dari bawang tersebut menjadi sulit hilang dari nafas dan mengganggu, itu karena berasal dari lendir yang ada di tenggorokan. Walaupun memang tak ada rasa sakit muncul, tetapi Anda menjadi sulit menelan, sebab kondisi mulut menjadi kering (Karena kekurangan air liur), selain itu tenggorokan pun akan menjadi seret.

Penyebab munculnya lendir ditenggorokan

Terdapat banyak sekali hal yang bisa menjadi penyebab munculnya lendir di tenggorokan, juga penyebab tenggorokan menjadi berdahak. Tenggorokan yang berdahak atau berlendir ini bisa disebabkan infeksi, iritasi, namun juga dapat disebabkan oleh alergi. Dan umumnya perokok aktif lebih sering memproduksi lendir apabila Anda bandingkan dengan orang yang tak memiliki kebiasaan merokok. Apakah Anda termasuk perokok? Maka mungkin penyebab mengapa tenggorokan Anda sering berlendir ketika pagi hari adalah karena kebiasaan tersebut, sebab ini erat kaitannya dengan saluran pernafasan. Dan Anda juga harus tahu saat muncul lendir apakah terasa sakit ketika menelan? Jika iya, maka kemungkinan terjadi infeksi lebih besar dibandingkan hanya muncul rasa sakit tanpa adanya lendir.

Cara menghilangkan lendir

Sebenarnya cukup banyak metode untuk menyembuhkan atau menghilangkan lendir pengganggu ini. Anda dapat membeli obat di Apotik. Dahak ini bisa dibantu diencerkan menggunakan obat minum. Selain menggunakan obat, Anda juga bisa memakai metode terapi uap. Sekian artikel tentang menyembuhkan tenggorokan berlendir, semoga bermanfaat.

Hal Yang Membuat Anda Sakit Dan Gagal Diet

Posted: 03 May 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Diet seringkali ditujukan untuk menurunkan berat badan, sedangkan hidup sehat itu adalah bonus. Konsep diet ini terbalik dan banyak orang yang menyadarinya namun tetap mempertahankan cara diet yang salah seperti ini.

Diet pada awalnya bertujuan untuk mengatur dan membenahi pola makan yang berantakan. Tujuannya adalah membuat gaya hidup kita lebih sehat dan biasanya, berat badan kita akan berangsur-angsur menemukan bobot idealnya.

Dalam diet, ternyata banyak orang yang sering melakukan beberapa kesalahan ini. Mari cek apakah Anda yang sedang berdiet, juga melakukan kesalahan di bawah ini :

  • Makanan yang dikonsumsi
    Bila Anda mengalami mudah lemas dan ngantuk atau lapar saat diet, jangan diabaikan. Bisa jadi hal tersebut adalah bahasa tubuh Anda karena metabolisme yang buruk.

    Metabolisme melambat karena seseorang seringkali memilih berlapar-lapar saat diet atau tidak mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah. Cobalah pola makan 6 kali sehari dengan variasi serat tinggi agar metabolisme tubuh terjaga dan tak mudah lapar.

  • Kurang ambisi
    Kadang dorongan untuk langsing dan sehat itu menggebu-gebu hanya di pikiran dan omongan, namun belum tentu perbuatan kita ikut konsisten. Bila Anda serius ingin melakukan diet, buatlah program rencana dan jalani dengan sungguh-sungguh.
  • tidak ada dukungan dari teman dan keluarga
    Banyak orang yang melakukan diet tanpa dukungan dari orang yang mereka kasihi, malah berakhir gagal. Meski hanya berupa support, hal itu penting untuk mewujudkan berhasilnya diet.

    Keluarga atau teman yang mendukung Anda biasanya bisa terbawa gaya hidup sehat seperti yang Anda lakukan. Namun bilapun tidak, sebuah dukungan bisa meringankan tekanan pikiran akibat diet yang sering terjadi pada orang-orang.

  • Salah fokus
    Kesalahan lainnya yang sering dilakukan oleh dieters adalah lupa mengenai tujuan diet sesungguhnya. Banyak orang yang berharap diet mereka mampu membawa pada berat badan yang mereka inginkan. Sehingga mereka menunggu jarum timbangan selalu ke kiri.

    Berat badan terpangkas belum tentu sehat bila Anda salah melakukan diet, Seringkali karena salah gaya dan pola makan, seseorang mengalami dehidrasi atau sakit lambung. Fokuslah untuk memperbaiki kesehatan, bukan sekedar turun berat badan.

  • Terlalu memforsir diri sendiri
    Kesalahan pertama adalah seringnya seseorang tidak sabaran dengan proses, sehingga mereka melakukannya dengan cepat. Akibatnya seringkali seseorang tidak makan, konsumsi obat pelangsing, diet super ketat yang sebenarnya membuat tubuh cepat menurun daya tahannya.

    Diet itu sebaiknya dijalani secara bertahap, yang penting adalah konsistensi pada komitmen untuk hidup sehat. Jangan sampai terlalu keras diet dan Anda berakhir di rumah sakit.

Advertisemen