Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Pengobatan Kanker Jaringan Lunak
- Kanker Otot, Rawan Menyerang Anak-anak
- Waspada Penyakit Difteri Paling Membahayakan
- Bisul Boleh Dipecahkan Pakai Tangan?
- Mengenal Lebih Dekat Penyakit Emfisema
- Psoriasis, Penyakit Apa Sih?
- Mengapa Hipoglikemia Bisa Terjadi Pada Anak-anak
- Mengenal Lebih dekat Penyakit Scleroderma
| Pengobatan Kanker Jaringan Lunak Posted: 05 May 2015 08:00 AM PDT DokterSehat.Com – Kanker jaringan lunak adalah suatu tumor ganas yang berasal dari jaringan lunak tubuh, yang terdiri dari jaringan otot, tendon dan connective tissue. Kanker ini membuat sel normal pada jaringan tubuh berubah menjadi ganas dan abnormal. Kanker jaringan lunak termasuk kanker yang jarang ditemukan, namun penyakit ini biasanya menimpa anak-anak. Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun rentan terkena penyakit ini, sedangkan pada orang dewasa, yang beresiko terkena penyakit ini sekitar umur 45-50 tahun. Tumor jaringan lunak ini ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor ganas atau kanker pada jaringan lunak disebut sarcoma jaringan lunak atau Soft Tissue Sarcoma (STS). Tumor jaringan lunak biasanya sering ditemukan pada anggota gerak bawah yaitu sekitar daerah diatas lutut dan paha. Bagian atas badan mempunyai resiko yang lebih kecil, dan biasanya ditemukan pada daerah lengan, telapak tangan, dinding perut, kepala, leher, dada dan pada retroperitoneum (daerah dekat ginjal). Penyebaran sel kanker ini biasanya melalui pembuluh darah ke paru-paru, liver, dan tulang. Penyebaran sel kanker ini jarang menyebar melalui kelenjar getah bening. Gejala Gejala kanker jaringan lunak tergantung pada lokasi di mana tumor berada. Biasanya gejala kanker jaringan lunak berupa munculnya benjolan kecil mirip jerawat yang bila disentuh tidak terasa sakit. Jika benjolan terasa sakit itu artinya penderita mengalami perdarahan atau nekrosis dalam tumor, atau bisa juga disebabkan adanya penekanan pada saraf-saraf tepi. Tumor jinak jaringan lunak tumbuh secara lambat dan bila diraba terasa lunak. Penyebab Penyebab dari kanker jaringan lunak masih belum bisa diketahui dengan pasti, namun ada penelitian yang menunjukkan bahwa sindroma genetik dan faktor lingkungan bisa menjadi penyebab dari kanker jaringan lunak, yaitu : Beberapa sindroma genetik yang berhubungan dengan angka kejadian RMS :
Selain itu masih ada faktor lain yang bisa menyebabkan penyakit kanker jaringan lunak, yaitu :
Diagnosa Untuk memeriksa adanya kanker jaringan lunak, bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsi. pemeriksaan melalui biopsi aspirasi jarum halus (FNAB) atau biopsi dari jaringan tumor langsung berupa biopsi insisi yaitu biopsi dengan mengambil jaringan tumor sebagian sebagai contoh bila ukuran tumornya besar. Jika ukuran tumor kecil, dapat dilakukan biopsi dengan pengangkatan seluruh tumor. Jaringan hasil biopsi akan diperiksa oleh dokter patologi anatomi, dan dapat diketahui apakah tumor jaringan lunak yang jinak atau ganas. Pengobatan Tindakan pengobatan penyakit kanker jaringan lunak adalah melalui operasi, namun terkadang juga melibatkan radioterapi, kemoterapi dan terapi radiasi. Jika kanker jaringan lunak sudah mempunyai ukuran yang besar maka beresiko untuk kambuh lagi di masa mendatang. Maka dari itu biasanya setelah operasi, penderita harus sering memeriksakan diri untuk mengontrol adanya kemungkinan kekambuhan. Pencegahan
|
| Kanker Otot, Rawan Menyerang Anak-anak Posted: 05 May 2015 05:00 AM PDT DokterSehat.Com – Bunda tahukah Anda bahwa penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga meyerang anak Anda. Kanker yang biasa menyerang balita adalah kanker otot yang disebut dengan kanker Rhabdomyosarcoma. Dengan suara yang lantang, Sonia Rahayu asyik menyanyikan lagu Laskar Pelangi. Bocah berusia 11 tahun tersebut terlihat begitu bersemangat. Di balik keceriaannya, Sonia memendam rasa sakit dalam tubuhnya Dua tahun lalu, dokter memvonis bocah asal Pandeglang, Jawa Barat, tersebut mengidap kanker otot. Mungkin sedikit sekali orang yang tahu mengenai kanker otot. Karena kanker ini memang tidak begitu sering menimpa. Hal tersebut juga dikatakan Ketua III Pendidikan & Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Dr Sumarjati Arjoso, SKM. Angka kejadian kanker otot di Indonesia adalah 5 sampai dengan 9% dari semua kanker pada anak yang ada, ujarnya. Kanker otot yang dalam istilah kedokterannya disebut dengan rabdomyosarkoma. Kanker ini dapat menyerang otot di mana saja. Pada anak biasanya di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Kanker otot adalah sejenis penyakit tumor ganas yang menyerang otot-otot yang disebut rhabdomyosarkoma, ucap dokter ahli bedah onkologi Rumah Sakit Dharmais Dr. Denni Joko Purwanto Sp.B(K)Onk. Gejala yang mengawali penyakit ini berbeda-beda, tergantung letaknya. Pada rongga mata, dapat menyebabkan mata menonjol keluar, benjolan di mata. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di saluran kemih menyebabkan gangguan berkemih. Jika mengenai otot lurik anggota gerak, menimbulkan pembengkakan. Gejala klinis tergantung lokasi kanker tersebut tumbuh, ucap dokter yang juga praktik di Rumah Sakit Omni Alam Sutera,Tangerang. Denni mengatakan, keluhan utama yang sering timbul adalah benjolan yang umumnya tidak nyeri dan jika sudah lanjut tentu berhubungan dengan keluhan penekanan pada jaringan sekitarnya. Semua usia bisa terserang penyakit ini, ucap dokter lulusan Universitas Indonesia ini. Akan tetapi, rhabdomyosarkoma merupakan jenis sarcoma jaringan lunak yang sering ditemukan pada anak (SJLA) yaitu kurang lebih 60% pada SJLA di bawah 5 tahun dan kurang lebih 23 % pada anak 15-20 tahun, serta ditemukan sedikit lebih tinggi pada anak laki-laki. Mantan Kepala Divisi Hematologi FKUI/ RSCM Prof.Dr. Djajadiman Gatot SpA(K), juga mengatakan hal yang sama. Dia menyebutkan, kanker otot ini memang banyak menyerang usia balita. Walaupun belum diketahui secara pasti, mungkin saja hal tersebut terjadi karena aktivitas balita yang meningkat sehingga ada gangguan pada ototnya. Mungkin karena memang dasarnya sudah ada kanker otot, ditambah dengan aktivitas yang meningkat, maka tercetuslah kanker otot pada anak tersebut, ujar dokter kelahiran Jakarta,11 Agustus 1944 ini. Begitu pula pada saat usia remaja. Kanker otot ini juga banyak terjadi. Djajadiman menuturkan, mengapa umur balita dan remaja karena pada masa itulah pertumbuhan tulang cepat yang juga diperkirakan adanya perkembangan otot yang juga cepat. Sama seperti penyebab kanker lainnya, dr Denni menjelaskan, menurut data epidemiologi, kanker otot juga belum diketahui secara pasti penyebabnya. Kanker merupakan penyakit kronis yang dapat dikontrol dengan pengobatan yang baik. Modalitas utama adalah operasi dilanjutkan dengan ajuvan kemoterapi dan radioterapi, tutur dr Denni yang praktik di Rumah Sakit Karya Bakti, Bogor. Pengobatan operasi merupakan modalitas utama. Operasi pada anak dan orang tua pun sama tekniknya. Jika kanker ini menyerang anggota gerak, haruslah dengan tindakan limb sparring operation yaitu menyelamatkan fungsi ogan tersebut. Untung saja dunia medis begitu agresif mencari cara mengobati penyakit ini. Seperti penemuan alat-alat diagnostik baru seperti CT Scaning, MRI bahkan PET Scaning banyak membantu dalam hal diagnostik juga peran diagnostik histopatologi. Lebih lanjut dr Denni menuturkan, teknik operasi kemajuan kemoterapi, radioterapi juga banyak mengalami kemajuan. Bahkan, kini kemajuan biomolecular targeting therapy sedang dikembangkan. Kanker tentu bisa mengalami kekambuhan maupun metastasis jauh. Oleh karena itu, kontrol rutin merupakan salah satu upaya pencegahannya, paparnya. Karena penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, hal-hal untuk menghindari penyakit ini, pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan menghilangkan faktor-faktor risikonya. Hindari bahan kimia, pola hidup sehat, dan seimbang adalah kunci terhindar dari penyakit ini, pesan dokter yang pernah melakukan penelitian tentang Biomolecular & Research Cancer,di Tokyo Medical Dental University, Jepang, tahun 2008. |
| Waspada Penyakit Difteri Paling Membahayakan Posted: 05 May 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Difteri adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan demam tinggi, sakit tenggorokan dan kesulitan bernafas dengan selaput berwarna abu-abu yang melapisi bagian belakang dari tenggorokan sehingga menutupi saluran nafas. Difteri adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan demam tinggi, sakit tenggorokan dan kesulitan bernafas dengan selaput berwarna abu-abu yang melapisi bagian belakang dari tenggorokan sehingga menutupi saluran nafas. Ciri yang khusus pada difteri ialah terbentuknya lapisan yang khas selaput lendir pada saluran nafas, serta adanya kerusakan otot jantung dan saraf. Penyebab Penyebab penyakit difteri adalah jenis bacteri yang diberi nama Cornyebacterium diphteriae. Cara penularan penyakit difteri Difteri bisa menular dengan cara kontak langsung maupun tidak langsung. Air ludah yang berterbangan saat penderita berbicara, batuk atau bersin membawa serta kuman kuman difteri. Melalui pernafasan kuman masuk ke dalam tubuh orang disekitarnya, maka terjadilah penularan penyakit difteri dari seorang penderita kepada orang orang disekitarnya. Gejala
Akibat penyakit difteri Setelah melalui masa inkubasi selama 2-4 hari kuman difteri membentuk racun atau toksin yang mengakibatkan timbulnya panas dan sakit tenggorokan. Kemudian berlanjut dengan terbentuknya selaput putih di tenggorokan akan menimbulkan gagal nafas, kerusakan jantung dan saraf. Difteri ini akan berlanjut pada kerusakan kelenjar limfe, selaput putih mata, vagina. Komplikasi lain adalah kerusakan otot jantung dan ginjal. Pengobatan Pengobatan difteri tidak bisa dilaksanakan sendiri dirumah , segeralah di rawat dirumah sakit jangan sampai terlambat. Karena difteri sangat menular penderita perlu diisolasi. Istirahat total di tempat tidur mutlak diperlukan untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih parah. Fisioterapi sangat diperlukan untuk penderita yang sarafnya mengalami gangguan sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Tindakan trakeotomi diperlukan bagi penderita yang tersumbat jalan nafasnya, dengan membuat lubang pada batang tenggorokan. Pencegahan Difteri jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Berikanlah imunisasi pada bayi umur dua bulan sebanyak tiga kali dengan selang satu bulan. Jenis imunisasi ini termasuk dalam Lima Imunisasi Dasar Lengkap. Biasanya imunisasi ini berbarengan dengan imunisasi polio, hepatitis B. Sedangkan imunisasi Difteri tergabung dalam Imunisasi D P T atau Difteri, Pertusis dan Tetanus. Untuk bayi umur sembilan bulan dilengkapi dengan imunisasi Campak (Morbili) . Segeralah imunisasi anak anda di Posyandu, Puksemas atau pelayanan kesehatan lainnya. |
| Bisul Boleh Dipecahkan Pakai Tangan? Posted: 05 May 2015 12:53 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, sudah 5 hari ini saya ada bisul di bagian punggung pas jalur tulang tengah dan sudah coba saya pecahkan dengan cara di tekan, dan yang terakhir mata nanahnya sudah saya keluarkan setengah. Mohon bimbingannya dokter apa yang harus saya lakukan sekarang? Teerimakasih Bapak Indra Mahessa Jawaban Konsultasi Berapa usia anda? Ada riwayat diabetes? Sebaiknya jangan sembarangan menekan luka atau bisul dengan tangan biasa karena bisa terjadi infeksi sekunder akibat tangan yang tidak steril. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Mengenal Lebih Dekat Penyakit Emfisema Posted: 04 May 2015 11:00 PM PDT DokterSehat.Com – Emfisema adalah penyakit kronis dan serius yang terjadi pada paru-paru dan ditandai dengan sesak nafas yang hebat. Kerusakan pada jaringan paru-paru dan hilangnya elastisitas paru-paru menyebabkan perubahan yang membuat sangat sulit bernapas. Dalam kondisi normal, udara memasuki hidung atau mulut dan perjalanan menuruni tabung udara (trakea) ke saluran udara utama (bronkus). Gejala penyakit emfisema kebanyakan orang dengan menderita penyakit ini adalah pria yang sudah berumur >50 tahun, yang telah menjadi perokok berat untuk sebagian besar hidup mereka. Namun, sekarang yang merokok bukanlah hanya para pria saja, wanita juga sudah banyak yang merokok. Dari sinilah penyakit ini dapat menyerang pada wanita juga. Perkembangan pada penyakit Emfisema bisa dikatakan sangat lambat. Karena biasanya penderita akan merasakan sesak napas selama kegiatan atau latihan, dan alasan inilah yang mendorong seseorang datang ke dokter untuk melakukan konsultasi. Emfisema datang secara bertahap biasanya setelah penderita merokok selama bertahun-tahun, penyakit ini baru dapat dirasakan. Jika sudah semakin buruk, ketika penderita melakukan hal kecil maka akan mengalami sesak nafas yang cukup hebat. Gejala
Penyebab
Pengobatan Berhenti merokok adalah pengobatan yang paling penting dan efektif untuk menangani gejala penyakit emfisema. Hanya dengan berhenti merokok dapat menghentikan perkembangan kerusakan paru-paru penyebab rokok yang dapat menimbulkan penyakit ini. Yang pastinya harus disertai dengan melakukan cek ke dokter terhadap jenis pengobatan pada penyakit ini, karena jika pengobatan tanpa dilakukan dengan tuntas (sampai sembuh), maka penyakit yang sebelumnya diderita akan semakin parah. Terapkan pola hidup sehat mulailah dengan tidak merokok, rajin olahraga (ringan), perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan perbanyak minum air putih dalam sehari. |
| Posted: 04 May 2015 11:00 PM PDT DokterSehat.Com – Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit yakni mengalami kelainan dalam pergantian kulit yang berjalan terlalu cepat sehingga mengakibatkan kulit bersisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Psoriasis biasanya muncul di tempat-tempat yang sering tertekan seperti lutut, atau siku. Sekitar 10–30% penderita psoriasis juga mengalami radang sendi. Biasanya, psoriasis muncul pada usia dewasa dan pada sepertiga kasus memang faktor keturunanlah yang berperan. Tapi, penyebab pasti psoriasis sendiri sampai sekarang belum jelas. Diduga penyakit ini ada kaitannya dengan autoimun, yaitu terganggunya sistem imun tubuh oleh beragam hal, termasuk akibat beragam infeksi. Psoriasis merupakan penyakit kronis dan mudah kambuh. Artinya, berlangsung sepanjang hidup dan sampai saat ini belum ada pengobatan pastinya. Pengobatan yang mungkin berhasil baik pada seorang pasien belum tentu memberikan hasil serupa pada pasien yang lain. Penderita psoriasis akan mengalami serangan on and off dan yang bisa dilakukan adalah mengendalikan gejala, mengurangi keluhan. Penanganan sangat tergantung dari berat ringannya gejala. Satu dari sepuluh pasien psoriasis mengalaminya di usia kanak-kanak. Psoriasis yang diperoleh di masa ini cenderung menyebar ke seluruh tubuh dan selalu muncul kembali meski sempat menghilang. Pasien biasanya diberi obat untuk mengurangi rasa gatal. Di lain pihak, tidak jarang pasien mengalami tekanan psikologis, merasa rendah diri, dan frustrasi. Makanya, penting sekali untuk menerangkan pada anak bahwa psoriasis sama saja dengan penyakit lain. Penyakit bukan alasan untuk kehilangan rasa percaya diri. Si kecil pasti bisa mengatasi aspek psikologisnya, apalagi jika Anda sering berdiskusi dengannya. Dan siapa tahu, dalam waktu yang tidak terlalu lama, ada penemuan baru yang akan sangat membantu penderita psoriasis. |
| Mengapa Hipoglikemia Bisa Terjadi Pada Anak-anak Posted: 04 May 2015 09:00 PM PDT DokterSehat.Com – Satu kenyataan yang menyedihkan tentang hipoglikemia, tak seorangpun yang bisa menghindarinya, bahkan anak-anak bisa terpengaruh oleh hipoglikemia. Hipoglikemia pada anak-anak juga menunjukkan gejala-gejala umum seperti pusing, lemas, kelaparan, kelelahan, lekas marah dan sakit kepala. Ketika hipoglikemia terjadi pada anak-anak, orang tua tidak dapat membantunya karena gejala tersebut dikhawatirkan menyebabkan kesedihan. Setelah kadar gula darah turun di bawah 70 milligram per liter darah, anak bisa mengalami berbagai gejala yang terlalu banyak untuk mereka tanggung. Hal ini penting untuk dipahami beberapa kemungkinan penyebab hipoglikemia pada anak-anak sehingga mereka dapat ditolong. Sebagian besar, artikel ini akan menyajikan beberapa kemungkinan penyebab hipogliemia pada anak-anak, namun langkah yang paling ideal adalah memperhatikan nasihat dari dokter ahli. Kemungkinan penyabab hioglikemia pada anak Diabetes dan reaksi insulin Sudah banyak kasus pada anak-anak dengan diabetes saat ini yang dapat dikaitkan dengan konsumsi makanan manis yang berlebihan. Reaksi insulin dipicu ketika seorang anak merasa lapar karena melewatkan makan mereka atau lelah setelah bermain. Dalam beberapa kasus, seorang anak dapat memiliki banyak insulin dalam sistemnya sendiri sehingga memicu hipogikemia pada anak-anak. Hipoglikemia reaktif Hal ini dimungkinkan untuk hipoglikemia tidak ada kaitannya dengan diabetes, sehingga kasus ini dikenal sebagai hipoglikemia reaktif. Hipolglikemia reaktif pada anak-anak terjadi ketika mereka ketika mereka merasakan gejala ini dalam satu atau dua jam setelah makan makanan kaya karbohidrat. Gejala seperti kelaparan, lemah, pusing, dan kelelahan yang dirasakan oleh anak meskipun telah banyak memakan makanan beberapa jam yang lalu. Salah satu alasan utamanya adalah bahwa pankreas tidak bekerja dengan baik. Hipoglikemia neonatal Dalam kasus ini, bayi prematur istilahnya dipengaruhi oleh kondisi ini. Sayangnya, kondisi kesehatan yang menyebabkan kerusakan pada sistem saraf bayi yang dapat menyebabkan kematian. Gejala hipoglikemia neonatal berakibat buruk karena bayi dapat mengalami kesulitan bernafas atau kejang. Hipoglikemia pada anak-anak harus dipantau secara cermat oleh orang tua walaupun ada bantuan nasihat dari dokter mereka. Dengan cermat melihat apa yang anak-anak mereka makan, orang tua bisa membantu mencegah hipoglikemia pada anak-anak lebih dari satu cara. Selain itu, makanan harus diatur tiga jam terpisah sehingga gula darah pada tingkat normal dapat dipertahankan. Hipoglikemia pada anak-anak dapat dihindari jika orang tua bijak dalam memilih asupan makanan anak-anak mereka. |
| Mengenal Lebih dekat Penyakit Scleroderma Posted: 04 May 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Skleroderma adalah penyakit kronis yang diketahui merupakan simpanan kolagen yang berlebihan dan diderita oleh lebih dari 300,000 orang di Amerika. Skleroderma terjadi pada wanita 4 kali lebih banyak daripada pria. Menderita Skleroderma sistemik yang progresif disebut sebagai Sklerosis sistemik dan itu merupakan penyakit umum yang dapat berakibat fatal. Skleroderma kebanyakan akan mempengaruhi kulit dan diketahui akan memperkeras kulit menjadi menakutkan. Ini akan mengakibatkan warna kemerahan atau bentuk yang menakutkan. Akan ada banyak pembuluh darah yang lebih cenderung terlihat, dan ada otot dan lemak pembuangan yang akan melemahkan anggota badan dan mempengaruhi penampilannya ketika area infeksinya luas. Pada kasus yang serius, Skleroderma dapat mempengaruhi pembuluh darah. Itu sangat serius karena Skleroderma berada diantara 2 kasus. Hal yang paling penting diketahui adalah mempertimbangkan tingkat keterikatan internal yang sedang terjadi di bawah kulit dan keseluruhan area yang terkena penyakitnya. Seseorang mungkin saja hanya mendapat satu / dua area atau luka yang terinfeksi atau mungkin saja mempunyai banyak area infeksi yang besar. Banyak orang yang menderita Skleroderma mengalami gejala Raynaud yang merupakan gejala encok pembuluh darah yang mempengaruhi jari tangan dan kaki dimana tangan dan indera perasanya akan mengalami penurunan karena flu. Gejala Raynaud dan Skleroderma sistemik dapat mengakibatkan borok yang menyakitkan pada jari tangan dan kaki. Kalkinosis merupakan endapan dari kalsium disekitar pinggul yang umum pada penderita Skleroderma sistemik dan seringkali ditemukan di dekat siku, lutut, tulang sendi yang lain. Ada beberapa jenis utama Skleroderma, yaitu menyebar, terbatas, dan morphea atau lurus. Tipe pertama, Skleroderma menyebar merupakan penyakit sistemik. Ini merupakan bentuk yang terparah yang paling cepat menyerang dan membuat lebih banyak pengerasan kulit. Skleroderma menyebar akan menyebabkan kerusakan organ dalam seperti paru-paru dan sistem pencernaan makanan yang parah, yang sangat membahayakan nyawa. Jenis yang kedua, Skleroderma terbatas dikenal sebagai gejala CREST. CREST merupakan kepanjangan dari Calcinosis atau dikenal sebagai gejala Raynaud, Esophageal dysmotility Sclerodactyly dan Telangiectasia. Merupakan 5 gejala utama dari Skleroderma terbatas. CREST merupakan penyakit sistemik yang lebih ringan dan mempunyai proses yang lambat. Pengerasan kulit biasanya hanya terjadi pada wajah, tangan, dan organ dalam dimana prosesnya tidak terlalu parah. Penafsirannya akan lebih baik pada Skleroderma terbatas. Tidak ada obat untuk penyakit ini tetapi ada perawatan untuk beberapa gejalanya. Perawatan ini menggunakan obat-obatan untuk melembutkan kulit dan mengurangi pembengkakkannya. Terkena panas juga dapat membantu kebanyakan pasien. Anda harus bertanya kepada dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai kasus ini. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments