Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Mengenal Lebih dalam Penyakit Kolera

Posted: 08 May 2015 08:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit kolera adalah Penyakit menular di saluran pencernaan yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi di sebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) pada saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat, akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi.

Penyakit kolera sempat menjadi penyakit yang lazim di Amerika Serikat pada tahun 1800-an sebelum adanya sistem sanitasi modern. Dan sekarang, wabah kolera masih menjadi masalah yang serius di sejumlah bagian dunia. Setidaknya ada 150.000 kasus dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia setiap tahunnya.

Kolera paling sering terjadi pada tempat-tempat dengan sanitasi buruk, padat penduduk, dilanda perang dan kelaparan.

Penyebab

Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae yang biasanya terdapat pada makanan atau air yang terkontaminasi oleh feses dari penderita kolera. Sumber-sumber bakteri ini umumnya ialah :

  • Es batu yang cara pembuatannya tidak bersih
  • Makanan dan minuman yang dijual oleh pedagan kaki lima
  • Sayuran yang disirami dengan air yang terkontaminasi feses manusia
  • Ikan mentah atau setengah matang dan makanan laut yang ditangkap di perairan yang tercemar limbah

Saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, bakteri yang masuk ke dalam tubuh kemudian melepaskan racun di dalam usus yang menyebabkan diare berat.

Siapa yang beresiko terkena kolera?

Siapapun bisa terkena kolera, namun sejumlah faktor tertentu dapat membuat Anda lebih rentan terkena kolera dan mengalami gejala-gejala kolera yang berat. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu :

  • Kondisi sanitasi yang buruk dan kurang persediaan air bersih, ini biasanya dialami di kamp-kamp pengungsian, negara-negara berkembang, dan tempat yang porak poranda akibat perang atau benana alam.
  • Kondisi kekurangan atau tidak adanya asam lambung di dalam lambung. Bakteri kolera tidak dapat bertahan hidup dalam lingkungan asam dan asam lambung sering berfungsi sebagai pertahanan pertama terhadap infeksi. Mereka yang memiliki tingkat asam lambung rendah termasuk anak-anak, orang tua, dan mereka yang sedang dalam menjalani pengobatan tertentu.
  • Tinggal bersama dengan penderita kolera.
  • Mempunyai golongan darah O. Untuk alasan yang belum jelas, orang dengan golongan darah O diketahui dua kali lebih rentan terinfeksi kolera.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, penyakit kolera bisa menimbulkan dehidrasi berat pada pasiennya. Dan kondisi tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kematian.

Penyakit Dan Kelainan Tulang Osteomielitis

Posted: 08 May 2015 05:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Osteomielitis adalah infeksi tulang yang biasanya disebabkan oleh bakteri, tetapi kadang-kadang disebabkan oleh jamur.

Jika tulang terinfeksi, bagian dalam tulang yang lunak (sumsum tulang) sering membengkak. Karena pembengkakan jaringan ini menekan dinding sebelah luar tulang yang kaku, maka pembuluh darah di dalam sumsum bisa tertekan, menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang. Tanpa pasokan darah yang memadai, bagian dari tulang bisa mati.

Infeksi juga bisa menyebar keluar dari tulang dan membentuk abses(pengumpulan nanah) di jaringan lunak di sekitarnya, misalnya di otot.

Penyebab

  • Tulang, yang biasanya terlindung dengan baik dari infeksi, bisa mengalami infeksi melalui 3 cara: Aliran darah
  • Penyebaran langsung
  • Infeksi dari jaringan lunak di dekatnya

Aliran darah bisa membawa suatu infeksi dari bagian tubuh yang lain ke tulang.
Infeksi biasanya terjadi di ujung tulang tungkai dan lengan (pada anak-anak) dan di tulang belakang (pada dewasa).

Orang yang menjalani dialisa ginjal dan penyalahguna obat suntik ilegal, rentan terhadap infeksi tulang belakang (osteomielitis vertebral). Infeksi juga bisa terjadi jika sepotong logam telah ditempelkan pada tulang, seperti yang terjadi pada perbaikan panggul atau patah tulang lainnya.

Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis juga bisa menginfeksi tulang belakang (penyakit Pott).

Organisme bisa memasuki tulang secara langsung melalui patah tulang terbuka, selama pembedahan tulang atau dari benda yang tercemar yang menembus tulang.
Infeksi ada sendi buatan, biasanya didapat selama pembedahan dan bisa menyebar ke tulang di dekatnya.

Infeksi pada jaringan lunak di sekitar tulang bisa menyebar ke tulang setelah beberapa hari atau minggu. Infeksi jaringan lunak bisa timbul di daerah yang mengalami kerusakan karena cedera, terapi penyinaran atau kanker, atau ulkus di kulit yang disebabkan oleh jeleknya pasokan darah atau diabetes (kencing manis). Suatu infeksi pada sinus, rahang atau gigi, bisa menyebar ke tulang tengkorak.

Gejala

Pada anak-anak, infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah, menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari, menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi. Daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri.

Infeksi tulang belakang biasanya timbul secara bertahap, menyebabkan nyeri punggung dan nyeri tumpul jika disentuh. Nyeri akan memburuk bila penderita bergerak dan tidak berkurang dengan istirahat, pemanasan atau minum obat pereda nyeri.
Demam, yang merupakan tanda suatu infeksi, sering tidak terjadi.

Infeksi tulang yang disebabkan oleh infeksi jaringan lunak di dekatnya atau yang berasal dari penyebaran langsung, menyebabkan nyeri dan pembengkakan di daerah diatas tulang, dan abses bisa terbentuk di jaringan sekitarnya. Infeksi ini tidak menyebabkan demam, dan pemeriksaan darah menunjukkan hasil yang normal.

Penderita yang mengalami infeksi pada sendi buatan atau anggota gerak, biasanya memiliki nyeri yang menetap di daerah tersebut.

Jika suatu infeksi tulang tidak berhasil diobati, bisa terjadi osteomielitis menahun (osteomielitis kronis). Kadang-kadang infeksi ini tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tidak menimbulkan gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun.

Osteomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau hilang timbul dari kulit.
Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk dari tulang menuju kulit.

Diagnosa

Diagnosis berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pada skening tulang dengan teknetium, area yang terinfeksi menunjukkan kelainan, kecuali pada anak-anak. Tetapi hal ini tidak akan muncul pada foto rontgen sampai lebih dari 3 minggu setelah gejala pertama timbul.

CT scan dan MRI juga bisa menunjukkan daerah yang terinfeksi.
Tetapi pemeriksaan ini tidak selalu dapat membedakan infeksi dari kelainan tulang lainnya.

Untuk mendiagnosa infeksi tulang dan menentukan bakteri penyebabnya, harus diambil contoh dari darah, nanah, cairan sendi atau tulangnya sendiri.
Biasanya untuk infeksi tulang belakang, diambil contoh jaringan tulang melalui sebuah jarum atau melalui pembedahan.

Pengobatan

Untuk anak-anak dan dewasa yang mendapatkan infeksi tulang melalui aliran darah, pengobatan paling efektif adalah antibiotik. Jika bakteri penyebabnya tidak dapat ditentukan, maka antibiotik akan efektif untuk melawan Staphylococcus aureus (bakteri yang paling sering ditemukan sebagai penyebabnya), dan pada beberapa kasus melawan bakteri lainnya.

Tergantung kepada beratnya infeksi, pada awalnya antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah), selanjutnya diberikan per-oral (ditelan) selama 4-6 minggu. Beberapa penderita bahkan memerlukan antibiotik sampai berbulan-bulan.
Jika infeksi bisa ditemukan pada stadium awal, biasanya tidak diperlukan pembedahan. Tetapi kadang-kadang suatu abses memerlukan pembedahan untuk mengeluarkan nanahnya.

Orang dewasa yang mengalami infeksi tulang belakang, biasanya akan mendapatkan antibiotik selama 6-8 minggu, kadang-kadang disertai dengan istirahat total. Mungkin diperlukan pembedahan untuk mengeringkan abses atau untuk menstabilkan tulang belakang yang terkena.

Jika infeksi tulang berasal dari jaringan lunak di dekatnya, pengobatannya lebih kompleks. Biasanya semua jaringan dan tulang yang mati diangkat melalui pembedahan, dan ruang kosong yang ditinggalkannya, diisi dengan tulang, otot atau kulit yang sehat.
Selanjutnya infeksi diobati dengan antibiotik.

Biasanya, suatu sendi buatan yang terinfeksi diangkat dan diganti.
Antibiotik diberikan beberapa minggu sebelum pembedahan, sehingga sendi buatan yang terinfeksi tersebut bisa diangkat dan digantikan oleh sendi buatan yang baru.
Kadang pengobatan bisa gagal dan infeksinya berlanjut, sehingga diperlukan pembedahan untuk menggabungkan sendi atau mengamputasi anggota gerak yang terkena.

Infeksi yang menyebar dari ulkus di kaki karena pasokan darah yang buruk atau karena kencing manis, sering melibatkan sejumlah bakteri dan sulit untuk diobati hanya dengan antibitotik saja, mungkin diperlukan pembedahan untuk mengangkat tulang yang terinfeksi.

Sering Merasa Sakit Perut Penyakit Apakah Itu?

Posted: 08 May 2015 02:45 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, akhir-akhir ini saya sering merasakan sakit di perut bagian kanan saya. Saya juga sering merasakan keram di bagian kaki kanan saya. Penyakit apakah itu dokter? Terimakasih

Ibu Gledia

Jawaban Konsultasi

Nyeri perut bawah pada wanita kemungkinan bisa berkaitan dengan saluran reproduksi, saluran pencernaan dan saluran kemih. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan langsung ke dokter. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Tips Memilih Lensa Kontak Yang Tepat !

Posted: 08 May 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Anda suka menggunakan lensa kontak? Apakah Anda memilihnya dengan tepat? Sebenarnya Anda tak dapat sembarangan menggenakan lensa kontak, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Apa saja itu? Perhatikan keterangan berikut ini!

Setidaknya ada 2 jenis lensa kontak berdasarkan tekstur, kedua jenis lensa kontak ini memengaruhi fungsi, kenyamanan, dan durasinya.

Soft lensa kontak

Lensa kontak jenis ini biasanya digunakan oleh mereka yang aktif atau gemar olahraga, teksturnya yang lunak membuat lensa kontak ini nyaman dan tidak mudah bergeser, karena sesuai dengan bentuk mata Anda. Oleh karena itu, tak jarang orang memilihnya dan cukup popular di Amerika Serikat.

Lensa kontak ini bukan untuk bergaya, melainkan membantu mereka yang memiliki gangguan mata, seperti yang dialami oleh penderita rabun jauh (myopia), rabun dekat (hyperopia), mata tua (presbyopia), dan kaburnya penglihatan (astigmatism).

Lensa kontak lunak (soft) ini juga memiliki beberapa jenis bergantung pada pemakaiannya, contohnya :

  • Lensa kontak yang digunakan untuk pemakaian harian, biasanya digunakan pada siang hari. Setelah itu, lensa kontak akan dibersihkan dan diberikan desinfektan pada malam hari. Untuk usia lensa kontak sendiri bergantung pada produsen yang membuatnya dan harganya tidak terlalu mahal.
  • Lensa kontak yang digunakan untuk durasi jangka panjang. Lensa kontak ini dapat Anda kenakan walau sedang tidur tanpa harus melepasnya. Namun, setiap seminggu sekali lensa kontak ini perlu dibersihkan. Hanya saja Anda tetap perlu berhati-hati jika menggunakannya pada waktu istirahat, karena masih ada resiko terjadinya infeksi mata.
  • Lensa kontak sekali pakai, lensa kontak jenis ini sangatlah mahal. Lensa kontak ini tidak memerlukan perawatan dan durasinya berbeda-beda—ada yang harian, mingguan, bahkan bulanan. Lensa kontak jenis ini biasanya digunakan bagi mereka yang sensitif terhadap cairan desinfektan dan jarang memakai lensa kontak.

Hard lensa kontak

Lensa kontak ini memiliki tekstur yang kaku, dapat menyerap udara, dan memberikan pandangan yang jelas. Lensa kontak jenis ini biasanya digunakan jika Anda tidak puas terhadap hasil yang diberikan oleh lensa kontak lunak. Karena dapat menyerap udara, lensa kontak ini dapat mengurangi infeksi mata.

Perawatan lensa kontak keras (hard) harus dilakukan dengan rutin dan memiliki kelemahan seperti; penyesuaian pandangan selama satu minggu, mudah bergeser dari posisinya, dan terkadang menyebabkan ketidaknyamanan pada mata.

Jika kondisi mata Anda tidak berubah pada saat pemeriksaan mata secara berkala, lensa kontak yang sesuai dapat digunakan sampai 2 atau 3 tahun.

Apapun jenis lensa kontak yang dipilih, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi mata Anda. Pastikan agar lensa kontak yang Anda kenakan aman dan nyaman. Tidak hanya memperbaiki penglihatan, lensa kontak yang baik dapat mengurangi terjadinya komplikasi pada mata Anda. Sudahkah Anda memilih lensa kontak yang tepat?

Bagaimana Cara Menghadapi Mata Tua Atau Presbiopi?

Posted: 07 May 2015 11:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Mata adalah jendela kehidupan, demikianlah yang sering dikatakan kebanyakan orang. Namun adakalanya jendela ini tidak sejernih dahulu, pemandangan yang terlihat berubah buram. Inikah yang Anda rasakan? Jika Anda berusia 40an tahun, waspadah terhadap gangguan mata tua (presbiopi).

Mata tua sering menimpa orang dewasa mulai dari usia 40 dan memburuk diusia 65 tahun. Gejala yang dirasa adalah kelelahan mata dan sakit kepala, khususnya jika Anda mengonsumsi alkohol atau berada pada ruangan yang redup. Ciri lainnya ialah jarak pandang yang lebih jauh saat Anda membaca, ini dapat menguntungkan jika Anda memiliki rabun jauh—karena Anda tak memerlukan kacamata untuk membaca.

Lalu apa penyebab mata tua? Mata tua terjadi karena mengerasnya lapisan pada lensa mata akibat proses penuaan, hal ini menyebabkan berkurangnya kelenturan pada lensa mata sehingga gambar muncul diluar titik fokus.

Jika Anda mengalami hal ini sebelum usia 40 tahun, ini bisa menjadi indikasi adanya penyakit lain seperti diabetes, mulitiple sclerosis, dan gangguan pada sistem peredaran darah. Beberapa obat-obatan seperti, antidepresan, antihistamin, dan diuretik juga dapat mengganggu kemampuan fokus mata Anda.

Apakah ada solusi yang dapat membantu penderita mata tua atau presbiopi ini? Setidaknya ada 3 cara yang bisa dilakukan, yaitu penggunaan lensa korektif, melakukan bedah retraktif, bahkan implantasi mata.

Jika memang sebelumnya Anda tidak memiliki gangguan mata, Anda masih dapat menggunakan kacamata tanpa resep yang dijual bebas, namun alangkah baiknya jika Anda tetap memeriksa kondisi mata Anda pada dokter sebelum mencobanya.

Kacamata baca yang dijual bebas biasanya memiliki skala pembesaran (Power) dengan ukuran terendah +1.00 hingga +4.00. Saat memilih kacamata pastikan ukuran skala pembesarannya sesuai dengan kondisi mata, setidaknya Anda harus merasa nyaman sewaktu membaca.

Anda juga dapat mengatur jarak baca mulai dari 35-40cm sewaktu mencobanya. Jika tidak tersedia ukuran yang cocok dengan kondisi mata, sebaiknya Anda memesan khusus dengan pilihan sebagai berikut :

  • Kacamata Trifocals ditujukan bagi mereka yang sering menatap layar komputer dan pandangan jarak menengah dengan kombinasi garis horizontal yang terlihat ataupun progressive bifocals.
  • Kacamata Bifocals dengan dua pilihan berupa garis horizontal yang terlihat atau tanpa garis, disebut juga progressive bifocals. Kacamata membantu jarak pandang Anda saat melihat kedepan dan memudahkan Anda membaca sewaktu melihat kebawah.
  • Kacamata khusus baca bagi mereka yang tidak memiliki gangguan mata

Selain kacamata adapula pilihan lain berupa lensa kontak yang berfungsi serupa dengan kacamata, misalnya; lensa kontak Bifocals, lensa kontak Monovision (lensa kontak untuk jarak jauh yang dipakai di mata dominan dan jarak dekat pada mata lainnya), dan lensa modifikasi Monovision (kedua lensa memiliki jarak pandang jauh, dengan modifikasi satu lensa bifocals pada mata yang tidak dominan).

Gejala Tipes Apa Saja Yang Perlu Dicermati

Posted: 07 May 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit tipes seringkali membuat penderitanya lemas tidak berdaya dan harus dirawat di rumah sakit. Ya memang gejala tipes kerap membuat penderitanya tidak sanggup melakukan aktivitas seperti biasa. Artikel ini akan membahas gejala-gejala tipes agar Anda bisa dibantu mengenalinya dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Terdapat dua jenis utama tipes, yakni tipes endemik dan tipes epidemik. Tipes epidemik gejalanya lebih berat dibandingkan tipes endemik. Banyak masyarakat Indonesia yang salah mengira bahwa tipes dan tifoid adalah dua penyakit yang sama. Meskipun tipes dan tifoid sama-sama menyebabkan demam tinggi, namun penyebab, penyebaran, dan patologi dari kedua penyakit ini berbeda.

Tipes disebabkan oleh salah satu dari 3 jenis bakteri: Rickettsia typhi , Rickettsia prowazekii, atau Orientia tsutsugamushi. Tipes yang disebabkan Rickettsia prowazekii merupakan penyebab tipes epidemik dan disebarkan oleh kutu di badan manusia. Bakteri Rickettsia typhi menyebabkan tipes endemik dan disebarkan oleh tikus atau kutu kucing.

Sedangkan bakteri Orientia tsutsugamushi menyebabkan tipes scrub yang banyak terjadi di Asia, Australia, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik. Bakteri ini disebarkan oleh kutu tungau. Binatang-binatang pembawa bakteri menularkan tipes dengan menggigit manusia, kemudian luka gigitan tersebut bisa masuk ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan bakteri berkembang disana.

Gejala tipes biasanya berkembang dalam jangka waktu satu sampai dua minggu setelah infeksi bakteri tipes terjadi. Gejala-gejala tersebut dapat bervariasi bergantung pada jenis infeksi tipes yang diderita.

Gejala tipes endemik mencakup: sakit kepala, demam tinggi (sekitar 40 derajat C), meriang, muncul bintik-bintik merah di dada dan perut, mual, muntah, dan diare. Beberapa orang juga mungkin menderita batuk dan nyeri sendi, perut, maupun nyeri punggung. Gejala tipes tersebut dapat berlangsung sampai 2 minggu dan akan mereda setelahnya.

Akan tetapi, gejala tipes epidemik bisa lebih parah daripada gejala-gejala tadi. Bintik-bintik merah dapat menyebar ke seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan kaki. Pasien tipes epidemik bisa jadi juga mengalami gejala-gejala tambahan seperti perdarahan dalam kulit, mengigau, kehilangan kesadaran, tekanan darah rendah, dan syok yang bisa berakibat fatal bahkan kematian.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan pada riwayat pasien seara klinis, pemeriksaan fisik, dan tes identifikasi jenis bakteri dengan biopsi bintik merah kulit, luka kulit, atau sampel darah. Penyakit tipes juga dapat didiagnosis setelah diobati dengan pemberian antibiotik.

Apabila Anda menduga sedang mengalami gejala-gejala tipes, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu dokter bisa melakukan diagnosis yang tepat dan memberikan pengobatan yang terbaik supaya penyakit tipes tidak bertambah parah. Jika tipes tidak didiagnosis dan terlambat ditangani, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal.

Ibu Hamil Akif, Tetap Aman Untuk Kehamilan

Posted: 07 May 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Ibu hamil sambil bekerja apalagi dengan membawa janin yang semakin membesar hingga mencapai 2 kg tidak menyurutkan semangat untuk sebagain ibu hamil. Bahkan berbagai aktivitas masih bisa dilakukan tanpa harus terhalangi dengan kondisi ibu hamil.

Seperti yang diungkapkan oleh dr.Boy Abidin SpOG(K) yang dilansir dari detikhealt bahwa tidak ada larangan untuk ibu hamil yang melakukan kegiatan seperti biasa. Bahkan ibu hamil silahkan untuk melakukan kegiatan selama dapat mengontrol diri sendiri. Ibu hamil dapat mengikuti bahasa tubuh sehingga apabila merasakan nyeri dan lemas sebaiknya jangan dipaksakan.

Hal ini berlaku pada ibu hamil yang melakukan perjalanan bahwa ibu hamil yang bepergian dengan menggunakan transportasi umum seperti pesawat terbang, mobil, kereta dan bus masih dapat dilakukan. Hanya saja pada usia kehamilan 12-32 minggu boleh dilakukan saat menggunakan pesawat terbang. Sedangkan untuk kereta api dan bis sebaiknya dibatasi pada usia 36 minggu.

Ibu hamil masih bisa tetap berolahraga bahkan diusia kehamilan ibu menjelang persalinan menurut Konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi yang bertugas di RS Mitra keluarga Kelapa Gading masih dapat melakukan kegiatan seperti berenang dan juga belly dance.

Terpenting dari pengalaman ibu hamil bahwa kondisi yang terjadi secara tiba-tiba dan membuat kondisi sakit ataupun ketika ibu mengalami keluhan yang tidak kunjung reda konsultasikan dengan dokter kandungan. Mengingat setiap ibu hamil akan memiliki kondisi yang berbeda-beda ketika menjalani kehamilan.

Terkait dengan ibu hamil yang berolahraga jalan cepat tidak perlu khawatir karena tidak akan memicu gangguan kondisi pada ibu hamil. Meskipun demikian kadang kali menjadi ancaman bagi ibu hamil yang mengkhawatirkan terjadinya keguguran.

Pada awal kehamilan memang seringkali ibu hamil menghadapi bercak di bagian celana dalam. Kondisi ini kerap dihubungkan dengan aktivitas ibu hamil yang terlalu cape. Sedangkan yang dikatakan oleh dr Hari Nugroho SpOG dari salah satu rumah sakit di Surabaya bahwa sekitar 20-40% ibu hamil mengeluh adanya flek pada tiga bulan pertama ketika ibu hamil.

Sehingga bagi ibu hamil yang mengalami flek di awal kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tidak saja dicurigai karena aktivitas ibu hamil ataupun kebiasaan jalan cepat ibu hamil melainkan dapat pula karena kondisi ibu hamil yang berbeda-beda.

Berbeda dengan keguguran karena seringkali mengalami pendarahan yang banyak selain itu disertai dengan keliarnya sebagian atau seluruh hasil konsepsi. Flek yang harus diwaspadai oleh ibu hamil adalah kondisi flek yang menandakan keguguran dan bahaya pada janin.

Dengan demikian bagi ibu hamil yang melakukan aktivitas sebaiknya seimbangkan dengan kondisi kehamilan anda. Mengingat setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda, beberapa ibu hamil masih dapat bertahan meskipun harus melakukan aktivitas seperti biasa akan tetapi untuk ibu hamil yang berisiko mungkin harus sedikit dikurangin.

Kondisi ini harus dikonsuktasikan dengan bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui kondisi fisik ibu dan janin serta kegiatan yang dilakukan anda setiap hari. Apabila ibu menemukan flek pada saat awal kehamilan dan berlanjut hingga beberapa hari bahkan darah hingga tidak kunjung berhenti maka harus dicurigai terjadinya masalah pada kondisi kehamilan anda. Segera pemeriksaan kehamilananda kepada dokter kandungan untuk mendapatkan pertolongan pertama pada kondisi kehamilan anda.

Advertisemen