Advertisemen

Ilmu ortodonsia ternyata telah dikenal sejak jaman sebelum masehi. Dari beberapa bukti yang ada, beberapa ilmuwan sudah mengeluarkan beberapa teori yang sangat penting terhadap awal mula perkembangan ilmu ortodonsia.
Ilmuwan pertama yang memberikan komentar, pendapat ataupun teori yang berhubungan dengan deformitas pada daerah kraniofasial adalah Hipocrates (460 – 377 SM). Dia berpendapat, “Manusia dengan bentuk kepala yang panjang/lonjong, yang mempunyai leher pendek dan tulang kuat, mempunyai palatum yang kuat, gigi-gigi yang terletak tidak beraturan atau berdesakan, mereka menderita bau mulut dan sering sakit kepala”.
Ditemukannya fosil purbakala dari Yunani (300 SM) dalam kondisi rahang bawah yang menggunakan kawat emas untuk mengelilingi dan stabilitas pada gigi insisif rahang bawah pada orang dewasa dimana orang tersebut mengalami maloklusi dengan komplikasi penyakit periodontal.
Aurelius Cornelius Celcus (25 – 50 SM), merupakan ilmuwan pertama yang memberikan anjuran tertulis mengenai perawatan aktif, yang di dalam buku Medicinenya, memperkenalkan penggunaan tekanan jari untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur. Sorang dokter gigi dari Perancis, Bourdet, menulis buku dengan judul “ The Dentist Art”, yang merupakan referensi pertama yang penting untuk ilmu kedokteran gigi khususnya ortodontik.
Sejarah juga mencatat ada dua orang berbeda yang dipanggil sebagai “Bapak Ortodonsi”. Kedua orang itu adalah, Norma W. Kingsley yang menulis “Treatise on Oral Deformities”, dan J. N. Farrar dengan bukunya yang berjudul “A Treatise on The Irregularities of the Teeth and Their Correction”. Farrar merupakan orang pertama yang menyarankan penggunaan mild force dalam interval waktu untuk menggerakkan gigi.[jaj]
Ilmuwan pertama yang memberikan komentar, pendapat ataupun teori yang berhubungan dengan deformitas pada daerah kraniofasial adalah Hipocrates (460 – 377 SM). Dia berpendapat, “Manusia dengan bentuk kepala yang panjang/lonjong, yang mempunyai leher pendek dan tulang kuat, mempunyai palatum yang kuat, gigi-gigi yang terletak tidak beraturan atau berdesakan, mereka menderita bau mulut dan sering sakit kepala”.
Ditemukannya fosil purbakala dari Yunani (300 SM) dalam kondisi rahang bawah yang menggunakan kawat emas untuk mengelilingi dan stabilitas pada gigi insisif rahang bawah pada orang dewasa dimana orang tersebut mengalami maloklusi dengan komplikasi penyakit periodontal.
Aurelius Cornelius Celcus (25 – 50 SM), merupakan ilmuwan pertama yang memberikan anjuran tertulis mengenai perawatan aktif, yang di dalam buku Medicinenya, memperkenalkan penggunaan tekanan jari untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur. Sorang dokter gigi dari Perancis, Bourdet, menulis buku dengan judul “ The Dentist Art”, yang merupakan referensi pertama yang penting untuk ilmu kedokteran gigi khususnya ortodontik.
Sejarah juga mencatat ada dua orang berbeda yang dipanggil sebagai “Bapak Ortodonsi”. Kedua orang itu adalah, Norma W. Kingsley yang menulis “Treatise on Oral Deformities”, dan J. N. Farrar dengan bukunya yang berjudul “A Treatise on The Irregularities of the Teeth and Their Correction”. Farrar merupakan orang pertama yang menyarankan penggunaan mild force dalam interval waktu untuk menggerakkan gigi.[jaj]
Add Comments