Advertisemen
Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut masih dirasa sangat rendah. Berdasarkan hasil survey, kejadian penyakit gigi dan mulut di Indonesia masih cukup tinggi (karies 52%, peridontitis 65%). Hal ini menunjukkan bahwa usaha untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada anak usia SD yang dilakukan pemerintah melalui program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) belum mencapai hasil yang memuaskan. Diduga hal ini akibat metode dan media penyuluhan yang dipakai selama ini kurang sesuai dengan psikologi anak yang disuluh, sehingga materi yang diberikan kurang menimbulkan ingatan jangka panjang.Mengingat anak usia SD sesuai perkembangan psikologis menyukai cerita atau dongeng, maka dimungkinkan untuk mengemas acara penyuluhan kesehatan gigi ini dalam bentuk cerita.
Theater boneka mungkin merupakan salah satu media yang patut untuk dicoba digunakan dalam usaha menanamkan pengertian kepada anak sejak usia dini. Cerita yang dibawakan melalui theater boneka bisa dikemas dalam bentuk cerita petualangan karena berdasarkan penelitian, pada usia SD anak menyukai cerita yang lucu atau memiliki elemen aksi dan petualangan.
Media teater boneka memungkinkan juga penyampaian penyuluhan dengan diiringi musik sebagai setting cerita. Melalui musik, anak dapat menyenangkan diri sendiri, menenangkan perasaan yang tidak nyaman serta menyalurkan emosinya dengan musik. Anak menyukai musik yang sederhana, ritme lagu yang lincah serta kata2 yang mudah dipahami.
Yang tidak kalah pentingnya adalah waktu penyuluhan. Anak usia SD biasanya hanya bisa berkonsentrasi penuh dalam waktu sekitar 20 menit.
Sumber; Ninuk Hariyani, Listyawati Setyo Palupi, Soedjoko. “Mengatasi kegagalan penyuluhan kesehatan gigi pada anak dengan pendekatan psikologi”.
Add Comments