Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Akupuntur untuk Penderita Hipertiroidisme

Posted: 07 Aug 2014 04:08 PM PDT

DokterSehat.Com – Hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif) adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin. Hipertiroidisme secara signifikan dapat mempercepat metabolisme tubuh, menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba, detak jantung yang cepat atau tidak teratur, berkeringat dan gelisah atau lekas marah. Terdapat beberapa pilihan pengobatan dan umumnya berespon baik dengan pengobatan yang dilakukan.

Tiroid menghasilkan dua hormon utama, yaitu tiroksin ( T-4) dan triiodothyronine ( T-3), yang mempengaruhi setiap sel dalam tubuh. T-4 dan T-3 berfungsi untuk mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, membantu mengontrol suhu tubuh, mempengaruhi denyut jantung dan membantu mengatur produksi protein. tiroid juga memproduksi kalsitonin, suatu hormon yang membantu mengatur jumlah kalsium dalam darah Anda. Jumlah T-4 dan T-3 di atur oleh Hipotalamus hipofisis dengan melepaskan Thyroid Stimulating Hormone (TSH).

Penyebab hipertiroidisme

Biasanya tiroid melepaskan hormon jumlah yang tepat , tapi kadang-kadang menghasilkan terlalu banyak T -4 . Ini terjadi karena beberapa alasan , termasuk :

  1. Penyakit Graves
    Graves desease merupakan gangguan autoimun di mana antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh merangsang tiroid untuk menghasilkan terlalu banyak T-4 yang merupakan penyebab paling sering dari hipertiroidisme. Para ilmuwan tidak yakin apa yang menyebabkan penyakit Graves, meskipun beberapa faktor seperti genetik mungkin terlibat.
  1. Hiperfungsi nodul tiroid (adenoma toksik, gondok beracun multinodular, Penyakit Plummer)
    Bentuk hipertiroidisme terjadi ketika satu atau lebih adenoma tiroid menghasilkan terlalu banyak T-4. Tidak semua adenoma menghasilkan kelebihan T-4 , dan dokter tidak yakin apa yang menyebabkan adenoma mulai memproduksi terlalu banyak hormon T-4.
  1. Tiroiditis
    Kadang-kadang kelenjar tiroid dapat mengalami peradangan karena alasan yang tidak diketahui. Peradangan ini bisa menyebabkan kelebihan hormon tiroid yang disimpan dalam kelenjar bocor sehingga masuk ke dalam aliran darah. Kadang-kadang tiroiditis dapat terjadi setelah kehamilan (tiroiditis pasca-melahirkan).

Gejala dan tanda hipertiroidisme mirip dengan masalah kesehatan lainnya karena semua memiliki barbagai tanda dan gejala seperti :

  • Tiba-tiba berat badan menurun walaupun nafsu makan dan diet tetap normal atau bahkan meningkat.
  • Detak jantung cepat (takikardia) yang umumnya lebih dari 100 detak per menit, detak jantung tidak teratur (aritmia) atau jantung berdebar (palpitasi).
  • Nafsu makan meningkat.
  • Kegugupan, cemas dan mudah marah.
  • Tremor (tangan gemetar terutama terlihat saat memegang benda).
  • Sweating (berkeringat).
  • Perubahan pola haid.
  • Sensitivitas terhadap panas meningkat.
  • Perubahan pola buang air besar, buang air besar menjadi lebih sering.
  • Sebuah kelenjar tiroid membesar (gondok), yang mungkin muncul sebagai pembengkakan pada pangkal leher.
  • Kelelahan dan kelemahan otot.
  • Kesulitan tidur (insomnia)

Kiat dan tips

Berikut beberapa kiat dan tips melakukan terapi akupuntur untuk penderita hipertiroidisme sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu :

  1. Meridian limfe
    Menurut salah seorang praktisi akupuntur yang membuka praktek di kawasan Surabaya, dikatakan bahwa pengobatan hipertiroidisme dapat dilakukan dengan memberikan perangsangan pada titik limfe. Masih menurut sumber yang sama, dikatakan bahwa perangsangan titik limfe ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap peradangan atau inflamasi pada kelenjar thiroid yang dipicu oleh virus atau bakteri.
  1. Meridian jantung unsur api
    Titik meridian jantung unsur api ternyata juga berkaitan dengan pengaturan irama denyut jantung dan pergerakan persyarafan pada jaringan usus kecil dan besar. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, berlebihnya hormon tiroksin yang dilepaskan ke dalam aliran dapat mempengaruhi irama jantung dan pergerakan usus besar. Penggunaan jarum rangsangan kuat pada titik meridian ini berguna untuk menyeimbangkan dan menormalkan kembali refleks jantung dan usus.

Demikianlah beberapa melakukan terapi akupuntur untuk penderita hipertiroidisme yang bisa dipertimbangkan. Agar terapi pengobatan ini bisa semakin optimal, ada baiknya jika dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan, serta menjalankan pola hidup sehat dengan kesungguhan.

Jenis-Jenis Penyakit Pada Telinga

Posted: 07 Aug 2014 06:48 AM PDT

DokterSehat.Com – Telinga tidak hanya menyediakan kemampuan untuk mendengar, tetapi membantu keseimbangan tubuh ketika bergerak. Makanya, penyakit pada telinga akan memberi kita kesulitan dalam pendengaran, memberi rasa sakit bersama dengan rasa pusing yang memicu sakit kepala. Telinga memiliki banyak bagian berbeda termasuk Canal Telinga, Telinga Tengah dan Telinga Dalam, dimana syaraf mengirimkan sinyal suara dan perasaan yang berkaitan dengan keseimbangan ke otak.

Semua bagian telinga berisiko pada trauma dan infeksi yang bisa menimbulkan kerusakan kecil atau besar pada telinga. Macam-macam penyakit telinga seperti apa saja yang harus kita diwaspadai?

Berikut beberapa penyakit telinga yang harus diperhatikan :

1. Tersumbatnya telinga oleh kotoran
penyakit pada Telinga bagian luar memiliki kelenjar yang menghasilkan minyak. Minyak ini berguna untuk mencegah air dan kotoran masuk ke dalam telinga. Biasanya, minyak bersama kotoran mengggumpal dan akan mengering. Selanjutnya, kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya. Namun, kadangkala kotoran telinga mengumpul terlalu banyak dan menyumbat telinga. Jika keadaan demikian, harus konsultasi dengan dokter.

2. Hilangnya pendengaran akibat pencemaran suara
Suara yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan telinga bagian dalam. Akibatnya, pendengaran dapat terganggu dan bahkan pendengaran hilang, rusaknya telinga akibat suara yang terlalu keras dapat dicegah dengan tidak mendengarkan dan menghindari sumber pencemaran suara atau menggunakan alat penutup telinga yang dapat mengurangi intensitas suara.

3. Tuli konduksi
Pada Tuli konduksi, telinga tidak dapat mendengar karena gangguan pada penghantaran getaran suara. Sebab-sebab gangguan ini antara lain :

  • penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen.
  • penebalan atau pecahnya membran timpani.
  • pengapuran pada tulang pendengaran.
  • kekakuan hubungan stapes pada tingkap oval.
  • Tuli saraf yaitu tuli yang disebabkan adanya kerusakan saraf auditori (saraf pendengaran).

4. Vertigo
Vertigo adalah penyakit atau kondisi dimana telinga bagian dalam mengalami gangguan sehingga terasa pusing dan ruang di sekeliling penderita terasa berputar sehingga pada kondisi seperti ini penderta merasa berputar atau melayang. Penyakit ini sangat berbahaya jika menyerang secara tiba-tiba. Kebanyakan para penderita vertigo terserang kondisi ini saat sedang stress dan kecapean. jadi penderita vertigo sensitif dengan yang namnay stress dan cape, karena pada kondisi stress jaringan saraf di otak mengalami overecting karena menerima pasokan darah dari jantung terlalu mendadak. Jika keseimbangan saraf ini terganggu maka akana menyebabkan beberapa komplikasi tidak hanya vertigo namun bisa juga hipertensi, jantyung koroner bahkan stroke. Penyebab penyakit vertigo adalah terganggunya saraf yang menghubungkan antara mata dengan otak, dan pergerakan mata secara abnormal (sering menggerakan mata dengan berlebihan). Gejala yang dirasakan sering merasa pusing, sering terserang pusing disertai perasaan melayang walau dalam keadaan mata tertutup sekalipun.

Pilihan lain untuk memperbaiki gejala vertigo adalah dengan mendapatkan suntikkan obat di telinga bagian tengah. Jenis obat yang digunakan antara lain :

  • Gentamisin
    Dokter akan menyuntikkan antibiotik beracun ke telinga bagian dalam dan selama prosedur ini Anda akan diberi anestesi lokal. Jenis obat ini dipercaya dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan dari serangan vertigo. Namun, setelah melakukan hal ini, kemampuan pendengaran Anda akan terganggu.
  • Steroid, seperti deksametason
    Dokter juga akan memberikan anestesi lokal kepada Anda sebelum menyuntikkan jenis obat ini. Bila dibandingkan dengan gentamisin,jenis obat ini kurang efektif. Namun, risiko efek samping dari obat ini lebih rendah dibandingkan dengan gentamisin.

Namun, bila vertigo tidak kunjung membaik dan semakin parah, operasi mungkin menjadi satu-satunya pilihan untuk mengobatinya. Jenis pembedahan dibagi menjadi beberapa macam, antara Prosedur kantung endolymphatic.

Jenis pembedahan ini dapat mengatur kadar cairan telinga bagian dalam. Selain itu, produksi cairan dapat berkurang, penyepan cairan lebih meningkat, dan vertigo pun daoat diatasi. Namun, ketika Anda melakukan hal ini, dokter akan menghilangkan sebagian kecil tulang yang berada di atas kantung endolymphatic.

5. Terasa ada tekanan dalam telinga
Orang yang mengidap penyakit meniere akan merasa ada tekanan pada telinga bagian dalam, gejala-gejala tersebut dapat timbul dengan tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi yang berbeda-beda, terutama pada awal penyakit. Misalnya, Anda mungkin akan mengalami vertigo yang lebih parah daripada gejala lain atau Anda lebih sering mengalami tinnitus daripada gejala lainnya. Namun, bisa juga gejala-gejala tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, lebih baik Anda langsung berkonsultasi ke dokter. Sebab, gejala-gejala tersebut mungkin dapat menimbulkan komplikasi, seperti gangguan berbicara, hilangnya kesadaran, kehilangan penglihatan, dan lain sebagainya atau bahkan menimbulkan penyakit lain yang lebih serius, seperti stroke, tumor otak, penyakit jantung, penyakit kardiovaskular, dan menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar.

Advertisemen