Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Tanda-tanda Kelainan Mata Pada Anak

Posted: 11 Dec 2014 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Ada 500.000 anak menjadi buta setiap tahun, dan itu hampir sama dengan satu anak menjadi buta per menit.

Demikian terungkap dari penemuan World Health Organization (WHO) yang tertuang dalam Vision 2020 Action Plan 2006-2010, kondisi itu kian mengkhawatirkan lantaran minimnya pengetahuan orang tua seputar mata anak.

Mata anak-anak memiliki tahap pertumbuhan sendiri. Sistem penglihatannya berkembang pesat pada 18 bulan pertama, dan baru sempurna pada usia 5-6 tahun. Sebelum menjadi sempurna, mata anak terutama bayi prematur sangat sensitif dan rawan terhadap kelainan dan kerusakan.

Beberapa kelainan mata seperti katarak bawaan, kelainan refraksi seperti rabun jauh atau silindris, mata juling atau glaukoma bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Menurut Dr. Florence M. Manurung, SpM dari Jakarta Eye Center, Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat ditangani dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

Perkembangan penglihatan pada anak melalui tahappan berikut :

  • Pada saat bayi lahir bayi dapat mengenali terang dan gelap, dengan jarak pandang tidak lebih dari 30 cm.
  • Pada usia 4-6 bulan, pandangan bayi sudah bisa mengikuti objek yang bergerak.
  • Pada usia 7-8 bulan, bayi sudah dapat mengenali warna, kedua matanya sudah dapat berkoodinasi dengan baik untuk melihat suatu objek.
  • Pada usia 9 bulan jarak pandangnya sudah mencapai 3-4 meter.
  • Pada usia 4 tahun kemampuan melihat sudah sama dengan orang dewasa.

Tanda-tanda kelainan mata pada bayi dapat dikenali apabila ada kondisi seperti dibawah ini :

  • Pada minggu pertamanya, pandangan bayi menghindari cahaya.
  • Pada usia 1-2 bulan bayi belum menatap wajah ibunya.
  • Pada usia 3 bulan bayi belum dapat melihat tangannya dan belum merespon wajah ataupun objek yang akrab ditemuinya setiap hari.
  • Pada usia 6 bulan belum bisa membedakan mana wajah yang akrab dan asing.
  • Pada usia 9 bulan belum bereaksi pada gerakan yang tiba-tiba atau mencari benda yang hilang dari pandangannya.

Pada anak usia sekolah, tanda-tanda kelainan mata dapat dikenali melalui kondisi sebagai berikut :

  • Duduk terlalu dekat saat menonton televisi
  • Membaca buku terlalu dekat
  • Sering menyipitkan mata
  • Tidak mampu melihat objek dengan jarak yang jauh

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetes penglihatan anak :

  • Bayi
    Menggunakan mainan yang berwarna cerah dan menggerakannya di depan bayi, reaksi bayi terhadap benda dapat diamati dan membantu orang tua mengenali kualitas penglihatan mata bayi. Untuk pengetesan ini sebaiknya tidak menggunakan mainan yang berbunyi supaya orangtua dapat menilai apakah bayi benar melihat objek atau mengikuti objek karena bunyinya.
  • Anak
    Untuk balita, pengujian bisa dilakukan dengan cara bermain dan bercerita, meminta anak mengidentifikasi objek yang dimaksud baik berupa gambar maupun mainan.

Dengan mengetahui proses perkembangan penglihatan pada anak, mengenali tanda-tanda kelainan mata pada anak dan cara pengetesan penglihatan ada anak, orangtua dapat dengan segera berkonsultasi dengan para ahli untuk penanganan yang tepat.

Pentingnya Memeriksakan Kesehatan Mata Anak

Posted: 11 Dec 2014 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Seberapa pentingkah memeriksakan kesehatan mata anak?  Bagi sebagian keluarga akan menganggap hal tersebut hal yang penting akan tetapi ada juga yang berpendapat memeriksakan kesehatan mata anak adalah sesuai kebutuhan. Penting atau tidak penting bukanlah hal yang mesti diperdebatkan, namun kesehatan adalah sesuatu hal yang perlu diprioritaskan sebelum kesehatan akan menguras energi bahkan materi kita.

Langkah tepat menjaga mata anak anda tetap sehat

  • Dengan memberi contoh dan mengedukasi anak Anda mengenai posisi membaca yang tepat. Posisi tersebut yaitu jarak mata dengan buku minimal atau lebih dari 30 cm, tidak membaca sambil tiduran (dalam posisi terlentang di kasur), membiasakan untuk mengistirahatkan mata setiap 30 menit setelah membaca, dan yang terpenting juga adalah memastikan bahwa cahaya yang digunakan untuk penerangan saat membaca adalah layak, sehingga mata tidak perlu bekerja ekstra untuk memvisualisasikan huruf-huruf atau gambar dalam bacaan tersebut.
  • Dengan membiasakan anak Anda mengenai tata cara menonton televisi dengan benar. Tata caranya yaitu saat menonton, posisi mereka harus berjarak minimal 2 kali diagonal layar televisi. Menonton televisi terus-menerus dalam waktu yang lama juga dilarang, karena saat itu kerja mata sudah terlalu berat. Selingi kegiatan menonton tersebut dengan kegiatan lain yang menyejukkan mata, seperti berjalan di taman atau memandang tanaman hijau selama sepuluh sampai lima belas menit. Pada ruangan tempat menonton televisi, idealnya penerangan juga cukup terang, dan tidak menyilaukan mata anak Anda saat menonton.

Kesadaran akan pentingnya memeriksakan kesehatan mata anak saja tidak cukup, namun anda juga harus mengontrol asupan gizi anak anda. Makanan yang baik bagi kesehatan mata anak anda adalah makanan yang mengandung vitamin A, B1, B2, C, dan E. Vitamin A secara khusus mengandung antioksidan, berfungsi mendukung pembentukan rhodopsin.

Rhodopsin adalah pigmen pada mata yang bersifat sensitif terhadap rangsangan cahaya, untuk membantu mata dapat menangkap proyeksi benda saat pencahayaan buruk (kurang cahaya). Makanan yang mengandung berbagai vitamin tersebut antara lain apel, labu, tomat, pepaya, jeruk, mangga, pisang, jagung, belimbing, wortel, dan berbagai sayur hijau.

Masalah mata yang berpotensi terjadi pada anak saat masa pertumbuhan

  • Ambliopia dapat disebut juga penyakit mata malas. Penyebab timbulnya ambliopia antara lain karena adanya perbedaan jatuh bias refraksi yang terletak di antara kedua bola mata, dan juga persilangan mata. Penyebab ini membuat fokus penglihatan pada anak menurun, walaupun anak tersebut sudah memakai media bantu melihat (kaca mata).
  • Retionoblastoma adalah nama penyakit tumor pada mata anak, yang dapat timbul selama 3 tahun pertama setelah anak terlahir, retinoblastoma yang sudah tergolong parah memerlukan tindakan operasi untuk meneruskan kemampuan penglihatan anak.
  • Kelainan refraksi adalah suatu penyakit dimana organ-organ dalam mata tidak mampu untuk memvisualisaikan bayangan benda yang terlihat dengan jelas dan benar. Untuk menghindari terjadinya kelainan ini lah, para orang tua harus menyadari pentingnya memeriksakan kesehatan mata anak.
  • Strabismus

Normalkah Detak Jantung Berdebar-debar

Posted: 11 Dec 2014 01:32 AM PST

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, detak jantung saya normal pas istirahat tetapi berdebar-debar pas berdiri terasa goyang, dada kiri dan kanan saya nyeri nafas berat dokter dan cepat lelah. Sudah pernah ke dokter spesial penyakit dalam dan cek EKG katanya normal kata nya cuma stres dan asam lambung, apa pengaruh asam lambung ke jantung dokter? kira-kira saya penyakit jantung tidak dokter?? Terimakasih

Salam

Bapak Harapan

Jawaban Konsultasi

Gangguan lambung sering dirasakan sebagai gangguan jantung karena gejalanya seperti sesak di bagian dada, panas di dada, dan lain sebagainya. Bila memang sudah diperiksakan dan hasilnya jantung anda normal, maka anda tidak perlu khawatir. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Enam Hal Yang Harus Dihindari Untuk Membantu Mencegah Penyakit Jantung

Posted: 11 Dec 2014 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Penyakit jantung ada beberapa jenis. Jantung koroner, kardiomiopati, gagal jantung, klep jantung bocor, pembengkakan jantung, lemah jantung, aritmia jantung, jantung rematik dan Infark Miokard Akut. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami salah satu penyakit jantung tersebut maka harus menghindari beberapa pantangan yang harus dihindari penderita penyakit jantung. Pantangan penyakit jantung ini harus dihindari dengan disiplin untuk mengurangi resiko penyakit jantung bisa jadi lebih parah.

berikut adalah enam hal yang harus anda kurangi atau hindari :

  • Merokok atau bergaul dengan perokok
    Merokok adalah faktor yang paling berbahaya bagi penyakit jantung, namun faktor resiko ini bersifat bisa dihindari atau dikendalikan. Berhenti merokok dan menghindari asap rokok akan menurunkan risiko penyakit jantung anda.

    Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Perokok pasif memiliki risiko terkena kanker paru dan jantung koroner hingga 20-30 persen dibanding orang yang tak terpapar asap rokok.

  • Mengkonsumsi lemak trans
    Lemak trans dibuat untuk memperpanjang umur simpan makanan yang dipanggang dan makanan ringan, lemak trans dapat meningkatkan tingkat LDL atau kolesterol jahat. Sumber utama lemak trans adalah margarin, makanan cepat saji, keripik, snack kesukaan anak-anak, donat, pie, dan lain-lain.

    Untuk benar-benar bebas dari lemak trans, jangan beli produk makanan yang mencantumkan kalimat partially hydrogenated dan shortening.

  • Menambahkan banyak garam
    Konsumsi makanan rendah garam dapat menurunkan tekanan darah. Menurut standar kesehatan, jumlah garam yang kita konsumsi setiap hari sebaiknya tidak lebih dari 6 gram. Akan lebih baik jika kita membatasi konsumsi garam dengan melakukan diet rendah garam.

    Hindari makanan yang banyak mengandung garam seperti keripik kentang, dan sebagainya. Jika anda tak tahan dengan rasa makanan yang terlalu tawar, boleh tambahkan bumbu lain seperti merica, bubuk cabai, bawang putih bubuk, dan sebagainya. Makanlah bahan makanan yang bebas garam misalnya buah segar, sayuran, ikan dan juga makan berkarbohidrat yang sehat , seperti beras merah atau oatmeal. Hindari makanan kalengan, pilih makanan dari bahan segar, karena makanan kalengan atau olahan mengandung garam hingga tiga kali lipat.

  • Menaikan berat badan
    Makanan olahan, makan dalam porsi berlebih, dan makan lebih sering dapat meningkatkan berat badan. Ahli kesehatan telah sepakat bahwa obesitas (kegemukan) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung.

    Pada pria dengan berat badan berlebih, meraka memiliki 15 persen peningkatan risiko gagal jantung. Sementara untuk wanita, risiko mengalami gagal jantung meningkat sebanyak 21 persen. Sedangkan pada pria dengan obesitas, risiko naik menjadi 75 persen dan 106 persen untuk wanita obesitas.

  • Menghentikan aktifitas fisik
    Resiko mengalami gagal jantung mengalami penurunan sebesar 21 persen pada pria yang berolahraga secara moderat dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan aktivitas fisik ringan. Pada wanita, olahraga moderat dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung sebesar 13 persen.

    Sementara itu, melakukan aktivitas fisik pada tingkat yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung sebesar 33 persen pada pria dan 36 persen pada wanita.

  • Menghentikan pengobatan
    Tidak ada orang yang ingin hidupnya dipenuhi dengan pengobatan. Jika anda terlanjur divonis penyakit jantung, pengobatan medis harus dilakukan. Konsultasikan dengan dokter tentang cara pengobatan yang cocok untuk anda.

Tiga Jenis Utama Gangguan Pada Jantung

Posted: 10 Dec 2014 10:00 PM PST

DokterSehat.Com – Penyakit jantung adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah penyakit yang memengaruhi kesehatan jantung. Istilah penyakit jantung kadang sering merujuk penyakit kardiovaskuler. Padahal, masih banyak penyakit lain yang juga termasuk dalam gangguan jantung.

Saat ini tampaknya belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit jantung, sehingga kita kita lebih ditekankan untuk melakukan pencegahan dan menerapkan gaya hidup sehat.

Berikut adalah tiga jenis gangguan yang umum menyerang jantung :

  1. Penyakit jantung koroner
    Penyakit arteri koroner atau Coronary artery disease (CAD) juga dikenal sebagai penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemik, dan membunuh lebih dari 7 juta orang di dunia setiap tahunnya. CAD merupakan akibat dari aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Dalam aterosklerosis, terjadi penimbunan plak pada saluran arteri. Plak terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat lainnya

    Menurut American Heart Association, CAD disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol darah dan trigliserida, tekanan darah tinggi, dan asap tembakau.

  1. Tekanan darah tinggi
    Tekanan darah tinggi adalah hasil dari jantung anda bekerja lebih keras dari biasanya untuk memompa darah keluar menuju arteri. Tekanan darah tertinggi ketika memompa darah keluar (tekanan sistolik) dan terendah di antara waktu memompa (tekanan diastolik). Semakin tinggi ukuran tekanan darah seseorang, semakin besar risiko orang itu terkena serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit ginjal, dan kerusakan mata (retinopati).
  1. Stroke
    Seseorang menderita stroke ketika aliran darah ke bagian otak tersumbat atau jika pembuluh darah pecah dan berdarah ke bagian otak, menyebabkan sel-sel otak mati. Lebih dari 15 persen orang yang mengalami stroke meninggal dalam waktu 30 hari. Dari orang-orang yang bertahan hidup stroke, 15 sampai 30 persen menderita beberapa jenis cacat tetap. Faktor risiko utama untuk stroke adalah tekanan darah tinggi dan merokok.

Terdapat 3 jenis utama stroke, yaitu :

  1. Stroke iskemik
    Stroke ini adalah jenis yang paling umum, terjadi lebih dari 80 persen dari semua jenis stroke. Selama stroke iskemik sebuah bentuk gumpalan, biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, yang menghambat pembuluh darah yang memasok darah ke berbagai bagian otak.
  1. Stroke hemoragik
    Jenis stroke ini akibat dari pembuluh darah yang pecah dan berdarah ke otak, ini biasanya jauh lebih merusak dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada stroke iskemik. Penyebab stroke ini adalah tekanan darah tinggi atau aneurisma (titik lemah pada dinding arteri yang seperti gelembung darah dan akhirnya bisa meledak karena tekanan).
  1. Transient ischemic attack (TIA)
    Jenis stroke ini sering disebut sebagai mini stroke karena hanya menyebabkan gangguan singkat aliran darah ke otak. Gejala TIA biasanya kurang dari 24 jam dan dianggap tanda-tanda peringatan, karena sekitar sepertiga dari orang-orang yang mengalami TIA akan menderita stroke di masa mendatang.

Waspada 8 Penyakit Menular Pada Balita

Posted: 10 Dec 2014 08:00 PM PST

DokterSehat.Com – Punya balita yang sakit pasti hati orang tua sangat tidak tenang, rasa gundah, sedih dan galau menjadi satu, bahkan banyak kasus jika balita kita sakit maka orang tua terutama ibu pasti juga merasakan sakit hati karena hati seorang ibu sangat peka dengan anaknya.

Ketahanan tubuh yang masih rentan dan kondisi lingkungan bermain yang beragam dapat menjadi penyebab si anak terserang penyakit menular, sakit memang tidak bisa dihindari oleh siapapun.

Ada beberapa jenis penyakit hanya menyerang sekali saja, setelah si anak menderita sakit dan sembuh, maka ia akan kebal terhadap penyaakit tadi, misalnya sindrom pipi merah. Setiap kali si anak sakit, sistem kekebalan tubuhnya akan bertambah kuat, sehingga anda tak perlu khawatir.

Namun, sangat baik jika anda membaca saran yang tepat untuk membantu anak anda menghadapi saat-saat buruk, ketika ia tertular penyakit. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda mengenali gejala umum penyakit-penyakit yang biasa dihadapi anak-anak dan membantunya sembuh juga, pastinya.

  1. Roseola infatum
    Roseola  Infantum adalah suatu penyakit virus menular pada bayi atau anak-anak yang sangat muda, yang menyebabkan ruam dan demam tinggi. Roseola biasanya menyerang anak yang berumur 6 bulan – 3 tahun.

    Penyebab
    Penyebabnya adalah virus herpes tipe 6 dan 7, virus disebarkan melalui percikan ludah penderita. Masa inkubasi (masa dari mulai terinfeksi sampai timbulnya gejala) adalah sekitar 5-15 hari. Biasanya penyakit ini berlangsung selama 1 minggu.

    Gejala
    Demam timbul secara tiba-tiba, mencapai 39,4-40,6° Celsius dan berlangsung selama 3-5 hari, meskipun demam tinggi, tetapi anak tetap sadar dan aktif. Pada saat suhu tubuh mulai tinggi, 5-10% penderita mengalami kejang demam (kejang akibat demam tinggi).

    Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga. Limpa juga agak membesar. Pada hari keempat, demam biasanya mulai turun.

    Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar maupun menonjol, terutama di dada dan perut dan kadang menyebar ke wajah, lengan dan tungkai. Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.

    Perawatan
    Usahakan anak banyak istirahat, turunkan demam dengan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan di kemasan).

    Komplikasi
    Bila suhu tubuh anak sangat tinggi, ia bisa mengalami kejang demam (serangan dapat terjadi bila infeksi virus disertai demam tinggi).

  1. Sindrom Pipi Merah (Parvovirus B19)
    Parvovirus B19 adalah virus yang umumnya, dan hanya menimpa manusia. Sekitar separuh orang dewasa pasti pernah terkena mungkin selama masa kanak-kanak atau remajanya.

    Gejala
    Dimulai dengan demam dan gangguan pernapasan. Ruam, seperti bekas tamparan, muncul di kedua pipinya. Setelah lewat dua sampai empat hari, barisan ruam menyebar ke tubuh, lengan dan kakinya. Selama beberapa hari sebelum ruam muncul, penyakit ini mudah menular. Si anaknya biasanya tidak terlalu sakit dan sakitnya akan membaik dalam 7-10 hari.

    Perawatan
    Berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) untuk menurunkan demam, atau obati rasa gatalnya, setelah anak sembuh dari infeksi Parvovirus, biasanya dia memiliki kekebalan dan selanjutnya terlindung dari infeksi ini di kemudian hari.

    Komplikasi
    Penyakit ini bisa bermasalah bila kronis, karena dapat memicu anemia akut. Hindari kontak anak yang terinfeksi parvovirus dengan wanita hamil karena dapat menyebabkan keguguran.

    Pencegahan

  • Tidak ada vaksin atau obat yang bisa mencegah infeksi Parvovirus B19.
  • Sering mencuci tangan telah dianjurkan sebagai cara praktis dan baik guna mengurangi tersebarnya Parvovirus.
  • Menjauhkan orang-orang yang terkena dari tempat kerja, penjagaan anak, sekolah atau pusat lain tidak cenderung mencegah tersebarnya Parvovirus B19, sebab penderitanya pun bisa menulari sebelum gelegatanya timbul.
  • Wanita hamil tak perlu harus disuruh menjauhi tempat kerja yang terkena rebakan Fifth Disease berhubung dengan hal tersebut di atas. Apakah dalam hal ini harus menjauhi dulu tempat kerjanya adalah keputusan wanita itu sendiri setelah mempertimbangkanya dengan keluarga, dokter dan majikannya.
  1. Impetigo
    Impetigo adalah infeksi kulit yang sering terjadi pada anak-anak, sering disebut pioderma. Impetigo umumnya mengenai anak usia 2-5 tahun. Penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus atau juga Streptococcus hemolitikus.

    Impetigo terdiri dari dua jenis, yaitu :

    Impetigo krustosa atau kontagiosa (istilah awamnya, cacar madu) merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Ciri-cirinya, yaitu kemerahan kulit dan lepuh yang cepat memecah sehingga meninggalkan keropeng tebal warna kuning serupa madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya.

    Impetigo bulosa atau vesiko bulosa (cacar monyet atau cacar api) yang sering terjadi di ketiak, dada, dan punggung. Ciri-cirinya yaitu kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (seperti kulit yang tersundut rokok hingga dikenal dengan cacar api), berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kelainan ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.

    Gejala
    Anda akan menemukan bintil-bintil lepuh kecil di sekitar hidung dan mulut atau telinga anak Anda, yang akan pecah dan mengeras membentuk keropeng kuning kecokelatan. Penyakit ini bisa menular bila lepuh masih mengeluarkan cairan dan berkerak, sampai dua hari setelah pengobatan dimulai.

    Perawatan
    Antibiotik oral atau krim antibiotik yang diresepkan dokter.

    Komplikasi
    Efek samping jarang terjadi, tapi karena penyakit ini menular, keadaan ini perlu ditangani segera.

  1. Cacar air
    Merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Cacar air atau chicken pox disebabkan virus Varisela zoster. Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi) yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia 9 bulan keatas.

    Gejala
    Cacar air dimulai dengan kondisi tubuh yang tidak nyaman, muncul ruam dan terkadang suhu tubuh sedikit meningkat (di atas 37° Celcius). Setelah satu atau dua hari, muncul bintik-bintik warnanya merah dan menjadi lepuhan berisi air. Biasanya mulai muncul di tubuh, kemudian menyebar dan mengering menjadi kerak, yang nantinya mengering dan mengelupas. Anak mulai terinfeksi sejak satu atau dua hari sebelum ruam muncul, sampai semua bintik mengering dan mengelupas.

    Perawatan
    Biasanya anda tak perlu membawa anak ke dokter, kecuali anda tidak yakin apakah anak anda terserang cacar air atau bukan, atau anak Anda sangat tidak nyaman dan rewel. Berikan ia sebanyak-banyaknya cairan dan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan), untuk menurunkan suhu tubuhnya. Mandi dengan air suam-suam kuku dengan sedikit bikarbonat soda dapat membantu meredakan gatal.

    Atau, usapkan bintik-bintik dengan lotion calamine; bila ia terbangun di malam hari karena gatal, antihistamin juga dapat meredakan gejala (keduanya dapat diperoleh di apotik). Kenakan ia pakaian longgar yang terbuat dari bahan katun dan untuk sementara lepaskan popoknya untuk meredakan rasa gatal.

    Upayakan jangan sampai balita terinfeksi penyakit lain, sehingga terjadi komplikasi. Misalnya, jangan biarkan balita bermain di luar bersama teman-temannya dan hindarkan dia dari apa pun yang dapat membuat bintil-bintilnya pecah. Jika bintil pecah, kemungkinan terjadinya infeksi bakteri jadi lebih besar. Kalau sudah begini, balita harus diberi antibiotik bahkan kadang perlu di rawat di rumah sakit.

    Komplikasi
    Dalam kasus yang jarang terjadi, cacar air dapat memicu penyakit ensefalitis (radang otak). Bila anak Anda menderita cacar air, pastikan ia tidak berada dekat ibu hamil di paruh pertama kehamilannya, dan tidak pernah menderita cacar air sebelumnya. Wanita hamil yang terserang cacar air dapat berisiko keguguran atau melahirkan bayi cacat. Wanita yang belum memiliki kekebalan tubuh dan akan segera melahirkan juga berisiko, karena bisa saja bayinya lahir dengan cacar air.

    Pencegahan
    Cegah dengan vaksinasi. Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun terkena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah.

    Vaksinasi biasanya diberkan pada usia satu tahun ke atas. Karena pada usia ini bayi sudah tidak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mancapai 97% dan dapat diulang saat balita berumur 5 tahun.

  1. Batuk rejan
    Penyakit yang disebut juga dengan batuk 100 hari ini merupakan salah satu penyakit infeksi pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, terutama di bawah umur 2 tahun. Batuk rejan juga dapat terjadi pada orang dewasa, tetapi tidak berbahaya. Menjadi lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak, balita, dan orang lanjut usia.

    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis dan terkadang oleh Bordetella parapertussis. Penularannya melalui batuk atau bersin penderita yang terinfeksi.

    Gejala
    Gejala awal batuk rejan mirip flu, dan setelah dua minggu ia baru mulai batuk. Bisa juga ia tersedak atau muntah dan terkadang napasnya berbunyi ketika menarik napas atau setelah batuk. Butuh waktu berminggu-minggu hingga serangan batuk mereda. Infeksi bakteri ini menyumbat lubang udara dengan lendir dan bisa berlangsung sekitar empat minggu sejak batuk mulai. Bila anak Anda terserang batuk terus-menerus dan dalam waktu lama, kunjungi dokter, untuk mendapat diagnosa dan mencegahnya menulari orang lain.

    Perawatan
    Berikan anak makanan yang mudah ditelan dan berikan banyak minum. Bantu ia mengeluarkan dahak dengan membaringkannya di atas pangkuan Anda lalu tepuk-tepuk punggungnya. Dokter juga akan meresepkan antibiotik.

    Berikan makanan bergizi yang mudah dicerna sedikit demi sedikit. Hindari makanan yang banyak mengandung gula pasir, pemanis buatan, dan gorengan.

    Komplikasi
    Dalam kasus yang parah, anak mungkin harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi oksigen dan pengobatan rehidrasi. Terkadang serangan batuk yang parah dapat menyebabkan radang di paru-paru dan membuat anak rentan terkena infeksi paru-paru. Infeksi sekunder, walaupun jarang, dapat memicu pneumonia dan bronkhitis. Hindari kontak dengan bayi lain yang berisiko terkena komplikasi.

  1. Rubela (campak jerman)
    Merupakan sejenis campak namun berbeda virus penyebabnya, hanya menyerang sekali seumur hidup. Meski virus penyebabnya berbeda, namun rubella dan campak (rubeola) mempunyai beberapa persamaan. Rubella dan campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit pada penderitanya. Rubella merupakan penyakit yang serius yang berpotensi menjadi suatu penyakit yang fatal yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.

    Gejala
    Rubela diawali dengan flu diikuti ruam berbintik-bintik, yang muncul dalam satu atau dua hari awalnya di wajah, kemudian sisanya di tubuh. Kelenjar di belakang leher akan membengkak. Virus rubela mulai menyerang sebelum ruam muncul, sampai setidaknya empat hari setelah ruam hilang. Belakangan ini, penyakit ini jarang ditemui karena anak biasanya sudah mendapatkan suntikan campak, gondongan, rubela, pada usia sekitar 12 – 15 bulan.

    Perawatan
    Berikan anak minuman dingin, kenakan ia pakaian tipis dan berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan di kemasan) untuk menurunkan suhu tubuhnya.

    Komplikasi
    Meskipun termasuk infeksi ringan pada anak, jauhkan anak dari wanita hamil di atas empat bulan atau wanita yang sedang berusaha hamil. Bila anak Anda berada dekat-dekat wanita hamil sebelum Anda mengetahui penyakitnya, beri tahu dia agar bisa secepat mungkin berkonsultasi ke dokter. Hal ini perlu untuk mengetahui apakah ia telah mempunyai sistem kekebalan, karena infeksi ini dapat menyebabkan bayinya lahir cacat.

    Pencegahan
    Bagi anak-anak balita, pada usia 15 bulan atau 12 bulan (jika ia tidak mendapatkan imunisasi campak), diberikan vaksinasi mumps-measles-rubella (MMR), untuk mencegah risiko tinggi yang membahayakan bagi kesehatan.

  1. Gondongan (mumps)
    Gondongan adalah penyakit infeksi virus akut yang mengenai kelenjar ludah (khususnya parotis). Penderita dapat menularkan penyakitnya sejak ± 7 hari sebelum timbulnya gejala penyakit sampai ± 9 hari sesudahnya. Penularan dapat terjadi melalui: percikan ludah (droplet infection), alat-alat makan dan minum yang dipakai bersama. Penyakit ini banyak menyerang anak usia sekolah dasar (antara 5-9 tahun). Penyebabnya adalah virus mumps dari family Paramyxoviridae.

    Gejala
    Gejala gondongan jelas, yaitu kelenjar yang membengkak dan lembek di bawah kedua telinga dan di bawah dagu. Anak Anda juga menderita demam, sakit kepala, mulut kering, sulit mengunyah dan menelan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini biasanya tidak berbahaya; infeksi dimulai sejak beberapa hari sebelum kelenjar membengkak sampai mengempes kembali. Akhir-akhir ini gondongan jarang terjadi lagi, karena biasanya anak sudah mendapatkan suntikan MMR pada usia sekitar 12 – 15 bulan.

    Perawatan
    Kompres anak dengan air suam-suam kuku untuk mengurangi demam atau berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) dan atau ibuprofen khusus bayi (bila usianya sudah di atas enam bulan cek usia yang dianjurkan pada kemasan). Berikan banyak minum tapi bukan jus buah, karena jus buah dapat memproduksi saliva, yang dapat menyebabkan rasa sakit. Tak perlu ke dokter kecuali anak Anda mengeluh sakit perut, merasa nyeri, atau ruam bertambah banyak.

    Komplikasi
    Walaupun jarang terjadi, gondongan dapat memicu penyakit meningitis atau ensefalitis (radang otak). Selain itu gondongan juga berisiko (walaupun kecil) mengganggu fungsi testis pada anak laki-laki.

    Pencegahan

  • Hindari kontak dengan penderita.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh.
  • Imunisasi (biasanya dalam bentuk imunisasi MMR).
  1. Campak (rubeola, campak 9 hari, measles)
    Merupakan penyakir menular pada balita yang hadir sepanjang tahun tanpa musim. Walau tertular hanya sekali, lakukan antisipasi agar anak tak sampai mengalami komplikasi. Penyakit campak atau yang lebih sering disebut tampek mudah sekali menular. Virusnya bisa hidup dan menyebar lewat udara. Penyakit campak, yang dalam istilah asing disebut measles, disebabkan oleh virus campak atau morbili atau measles virus (MV) dari family Paramyxovirus. Penyakit campak hanya menyerang sekali seumur hidup, bila waktu kecil anak sudah pernah terkena campak maka setelah itu biasanya dia tidak akan terkena lagi.

    Gejala
    Gejala campak diawali dengan flu berat, batuk keras, dan mata berair. Bercak putih di mulut (bintik Koplik) merupakan tanda awalnya. Anak Anda merasa tidak nyaman, demam tinggi, dan sulit melihat cahaya terang. Ruam akan muncul pada hari ketiga atau keempat, biasanya di belakang telinga, dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bintik-bintik akan memerah dan semakin banyak, tapi tidak gatal.

    Penyakit ini biasanya berlangsung sekitar seminggu. Campak sangat menular dan berpotensi menjadi penyakit virus serius, tapi biasanya jarang terjadi karena pada umumnya anak sudah mendapat suntikan MMR pada usia 12 – 15 bulan. Penyakit ini sangat menular sejak beberapa hari sebelum muncul ruam sampai lima hari setelah ruam lenyap.

    Perawatan
    Kunjungi dokter. Tak perlu membawa anak ke dokter karena kemungkinan dapat menularkan anak lain. Berikan banyak minum (air hangat dapat meredakan batuk) dan berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) untuk menurunkan suhu tubuh. Vaselin akan melindungi kulit di sekitar bibir. Basuh kerak pada pinggir mata, dan gelapkan kamar bila cahaya mengganggunya. Karena penyakit ini berasal dari virus, dapat diobati dengan antibiotik, tapi dokter Anda mungkin memberinya untuk infeksi sekunder.

    Komplikasi
    Infeksi telinga dan paru-paru, muntah dan diare dapat terjadi dua hari setelah ruam muncul. Penyakit ini juga berisiko kecil menyebabkan pneumonia atau ensefasilitis, gangguan pada paru-paru atau telinga.

    Pencegahan
    Lakukan imunisasi campak pada anak. Memang tidak dijamin 100%, tapi kalaupun sampai terjangkit virus campak, maka kondisinya tidak terlalu parah. Imunisasi bisa dilakukan dua kali. Pertama di usia 9 bulan, usia ini dipilih karena antibodi bayi yang berasal dari ibunya lewat plasenta sudah semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat imunisasi. Agar kekebalan tubuh anak semakin baik maka pemberian vaksinasi campak diulang di usia 15 bulan dengan imunisasi MMR (Measles, Mumps and Rubella).

Apa Itu Gangguang Rett?

Posted: 10 Dec 2014 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Gangguan Rett adalah gangguan genetika langka pada anak perempuan yang menyebabkan rusaknya interaksi sosial, kehilangan kemampuan berbahasa, dan gerakan tangan yang berulang-ulang.

Penyebab gangguan ini tidak diketahui dengan pasti, kebanyakan kasus disebabkan oleh faktor mutasi genetik yang terjadi secara tiba-tiba. Sampai saat ini masih terus dilakukan penelitian yang lebih mendalam penyebab dan pencegahan terjadinya gangguan ini.

Bayi dengan sindrom Rett pada awal perkembangannya terlihat normal, akan tetapi gangguan ini sebenarnya sudah dibawa sejak lahir, selama itu, gangguan berkembang lambat namun gangguan barulah akan tampak jelas pada usia anak menjelang 18 bulan kemudian. Gangguan yang muncul berupa fungsi motorik dalam menggunakan tangan, berjalan, berbicara, mengunyah dan bahkan adanya gangguan dalam bernafas.

Gangguan tersebut merupakan kemunduran dalam perkembangan, bayi dengan gangguan Rett pada awalnya terlihat normal layaknya bayi-bayi normal lainnya, gangguan tersebut mulai terlihat nyata ketika usia mencapai 5 bulan dan tahun-tahun berikutnya. Bentuk-bentuk kemunduran dapat berupa gerakan tangan menjadi tak terkendali, gerakan yang terarah hilang, disertai dengan gangguan komunikasi dan penarikan diri secara sosial. Gerakan-gerakan otot tampak makin tidak terkoordinasi.

Gejala kemunculan adanya gangguan Rett sifatnya sangat bervariatif antara satu anak dengan anak yang lainnya. Beberapa bayi kadang secara langsung menunjukkan adanya gangguan pada awal kelahiran, sementara lainnya beberapa bayi dapat diketahui adanya gangguan dikemudian hari.

Gangguan Rett atau Rett sindrom terdiri dari beberapa tahap gangguan :

  1. Stage 1
    Gejala gangguan ini dimulai pada usia 6 sampai 18 bulan usia bayi. Pada tahap ini bayi mulai menghindari kontak mata dan kehilangan minat pada benda-benda mainan. Pada tahap ini bayi mengalami keterlambatan dalam merangkak dan duduk.
  1. Stage 2
    Gejala gangguan dimulai pada usia 1-4 tahun. Beberapa gangguan yang muncul :
  • Kehilangan kemampuan untuk berbicara
  • Suka menggerakan tangan seperti sedang mencuci
  • Menangis atau menjerit tanpa adanya provokasi
  • Hambatan atau kesulitan dalam berjalan
  1. Stage 3
    Gejala gangguan dimulai berkisar antara usia 2-10 tahun. Meskipun gangguan gerak terus berlanjut, anak dengan gangguan Rett masih mengalami perkembangan perilaku. Beberapa gangguan lain pada tahap ini :
  • Sering menangis atau menjerit tanpa sebab yang jelas
  • Perilaku waspada
  • Permasalahan atensi
  • Hambatan dalam komunikasi nonverbal
  1. Stage 4
    Tahap gangguan ini merupakan lanjutan dari stage sebelumnya, gejala yang muncul pada usia relatif terutama pada ebilitas (kemampuan) mobilitas diri. Gangguan yang muncul berupa gangguan komunikasi, kesulitan dalam memahami bahasa, gangguan psikomotorik pada tangan. Penderita gangguan Rett terlihat lemah dan beberapa diantaranya didiagnosa mengidap scoliosis. Beberapa fakta, pada tahap ini terjadinya penurunan perilaku mengulang bermain-main jari-jari tangan seperti mencuci.

    Banyak pasien dengan gangguan Rett meninggal secara tiba-tiba pada saat tidur. Diperkirakan adanya kerusakan syaraf otak yang berhubungan dengan sistem pernafasan., kondisi ini disebut dengan sudden infant death syndrome (SIDS). Rata-rata usia pasien dengan sindrom Rett dapat bertahan hidup 40-50 tahun. Hampir keseluruhan hidup pasien membutuhkan pertolongan dari orang lain.

Advertisemen