Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Mengenal Penyakit GBS

Posted: 12 Dec 2014 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Guillain barre sindrom atau penyakit GBS adalah gangguan dimana sistem kekebalan tubuh anda menyerang saraf anda, penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya. Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, jarang ditemukan pada manula. Lebih sering ditemukan pada kaum pria. Bukan penyakit turunan, tidak dapat menular lewat kelahiran, ternfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS. Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan.

Gejala GBS

Gejala awal antara lain adalah: rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar seusatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dan lain-lain).

Gejala-gejala awal ini bisa hilang dalam tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat diperiksa.

Gejala tahap berikutnya disaaat mulai muncul kesulitan berarti, misalnya: kaki susah melangkah, lengan menjadi sakit lemah, dan kemudian dokter menemukan syaraf refleks lengan telah hilang fungsi.

Penyebab GBS

Penyakit ini timbul dari pembengkakan syaraf peripheral, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang. Karena banyak syaraf yang terserang termasuk syaraf immune sistem maka sistem kekebalan tubuh kita pun akan kacau. Dengan tidak diperintahakan dia akan menngeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh ditempat-tempat yang tidak diinginkan.

Dengan pengobatan maka sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang syaraf dan bekerja sebagaimana mestinya

Diagnosa GBS

Diagnosa GBS didapat dari riwayat dan hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium, dari riwayat penyakit, obat-obatan yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi2 yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien GBS. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena GBS atau penyakit lainnya.

Pasien yang diduga mengidap GBS di haruskan melakukan test :

  • Darah lengkap
  • Lumbar Puncture
  • EMG (electromvogram)

Sesuai urutannya, test pertama akan dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi adanya GBS, dan selanjutnya.

Apa yang akan terjadi setelah test dilakukan?

Tanda-tanda melemahnya syaraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu, beberapa pasien melemah dalam waktu relative singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.Pasien kemudian memasuki tahap tidak berdaya dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarahan kepada keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien GBS.

Apakah GBS menyakitkan?

Ya dan tidak, pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat GBS. Terutama didaerah tulang belakang dan lengan dan kaki, namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah. Rasa sakit muncul dari pembengkakan dari syaraf yang terserang, atau dari otot yang sementara kehilangan suplai energy, atau dari posisi duduk atau tidur si Pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman. Untuk melawan rasa sakit dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk me-relokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit dapat datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita GBS.

Apakah pasien GBS membutuhkan perawatan khusus?

Pasien biasanya akan melemah dalam waktu beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensive sangat diperlukan di tahap-tahap dimana GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan tingkat kelumpuihan pasien maka dokter akan menentukan apa pasien memrlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.

Sekitar 25% pasien GBS akan mengalami kesulitan di :

  • Bernafas
  • Kemampuan menelan
  • Susah batuk

Dalam kondisi tersebut diatas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernafasan.

Berapa lama pasien dapat disembuhkan?

Setelah beberapa waktu, kondisi mati rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap wapada karena hanya 80% pasien yang dapat sembuh total, tergantung parahnya pasien bisa berjalan dalam waktu hitungan minggu atau tahun. Namun statistic membuktikan bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien parah akan menyisakan cacat dibagian yang terserang paling parah, perlu terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu akibat GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.

Adakah obat untuk peyakit ini?

Obat nya hanya ada 1 macam yaitu GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt – 4,5 jt rupiah /botol biasanya obat ini diinfuskan kepasien dengan jumlah yang dihitung dari berat badan, untuk lebih jelas nya tanya ke dokter, contoh kasus yang dialami Deya dengan berat badan pada saat sakit waktu itu 58 KG deya menghabiskan obat ini sebanyak 20 botol, ( 5 botol / hari).

HIV, Bisakah Beraktivitas Layaknya Normal

Posted: 12 Dec 2014 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – HIV adalah salah satu virus penyebab penyakit yang amat ditakuti saat ini, virus ini menyerang pada sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan penurunan daya tahan dan sistem imun manusia. jika sudah terserang HIV, bisakah beraktivitas layaknya normal. Tahap perkembangan virus HIV dalam tubuh manusia terjadi dalam beberapa tahap atau stadium. Dan hal ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan tentunya tidak dalam waktu yang singkat.

Ketika pertama kali menyerang tubuh, virus HIV ini akan dilawan dengan sekuatnya oleh sistem kekebalan tubuh manusia. dan memang, akan terdapat banyak sekali virus HIV yang mampu untuk dimatikan. Hanya saja, kemudian virus HIV ini akan kembali diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak lagi untuk mampu membawa sel darah putih dan sampai akhirnya akan mampu untuk masuk ke dalam darah. HIV, bisakah beraktivitas layaknya normal? Dalam tahap ini, tentu saja, si penderita HIV masih mampu untuk hidup layaknya orang normal. Virus HIV yang menyerang di dalam tubuh masih belum memberikan efek yang menunjukan bahwa si penderita telah terserang virus mematikan ini.

Bahkan, karena memang pada awalnya, sistem kekebalan tubuh mampu untuk mematikan virus HIV ini maka pada tes uji HIV, akan didapatkan hasil yang negatif. Hanya saja, virus ini akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri kembali. Barulah pada beberapa kurun waktu tertentu akan ditampakan gejala yang menunjukan seseorang telah diserang oleh virus HIV ini. misalnya dalam kurun waktu antara lima sampai sepuluh tahun, si penderita akan menujukan gejala karena memang sistem kekebalan  tubuh telah jauh menurun. Dan dalam tahap ini, tubuh telah tidak mampu lagi untuk melawan kuman penyakit yang ada di dalam tubuh, walaupun itu adalah kuman yang biasa dan dapat dihilangkan dengan cara mandi seperti biasanya.

Beberapa penyakit ringan sampai yang akut akan menyerang si penderita. Sebut saja mulai dari influenza, jamur, TBC atau bahkan beberapa jenis kanker dan juga kerusakan dari otak. Inilah bagaimana perkembangan dari HIV yang sudah menyerang seseorang. sehingga HIV, bisakah beraktivitas layaknya normal? Hal ini akan bergantung pada perkembangan virus itu sendiri dan juga penanganan yang dilakukan dalam mengatasi perkembangan virus ini.

Siapa Saja Yang Rentan Terinfeksi HIV?

Posted: 12 Dec 2014 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Bicara masalah HIV atau AIDS adalah bicara masalah penyakit menular yang hingga sampai saat ini belum ada obatnya, dan jumlah penderitanya juga semakin bertambah saja.  Bahkan bukan hanya di kota-kota besar saja, kini penderita penyakit tersebut juga sudah sampai masuk ke pelosok desa-desa terpencil.

Sebelum menjawab pertanyaan tentang siapa saja yang rentan terinfeksi HIV? Terlebih dahulu Anda harus mengetahui bagaimana HIV ditularkan? HIV bisa ditemukan dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi HIV, misalnya dalam darah, cairan seksual, dan ASI ibu yang terinfeksi. Meskipun begitu, penularan HIV akan mudah terjadi apabila jumlah virus yang terdapat dalam cairan sudah cukup untuk masuk kedalam aliran darah orang lain. Jadi, yang paling rentan terinfeksi HIV antara lain : istri dari suami yang positif HIV, anak dari ibu yang positif HIV, pengguna jarum suntik yang tidak steril, dan lain sebagainya.

Nah, sudah tahu kan siapa saja yang rentan terinfeksi HIV? Jika demikian, Anda tentunya harus tahu dan memahami dengan benar bagaimana seseorang bisa terinfeksi HIV, misalnya dengan cara :

  • Seks bebas tanpa pengaman dengan penderita
  • Adanya kontak darah dengan penderita
  • Menggunakan produk darah yang sudah terinfeksi, misalnya tranfusi, donor, dan lain sebagainya
  • Penggunaan jarum suntik, misalnya obat-obatan terlarang, tato, dan lain sebagainya
  • Proses kehamilan, persalinan dan menyusui dari wanita yang positif menderita HIV kepada anaknya

Meskipun penularannya cukup mudah, namun Anda tidak perlu serta merta menjauhi, mengucilkan atau bahkan mendiskriminasi penderita HIV, karena mereka tetaplah manusia yang memiliki hak hidup dan perlakuan yang sama layaknya orang normal. Untuk itu, Anda haruslah memahami, jika :

  • HIV tidak akan menular karena bersalaman, berpelukan, atau berbincang-bincang dengan penderita
  • HIV juga tidak menular karena gigitan nyamuk
  • HIV tidak akan menular melalui tempat atau sarana yang digunakan bersama dengan penderita, misalnya kolam renang, kamar mandi, tempat duduk, dan lain sebagainya.
  • HIV tidak akan menular karena paparan batuk atau bersin

Semoga informasi diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi Anda semua.

Sakit Kepala Yang Berkelebihan

Posted: 12 Dec 2014 12:48 AM PST

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saya vivi umur 22 tahun. Saya sering mengalami sakit kepala paling sering dibagian samping rasanya itu seperti ditusuk-tusuk jarum kadang disertai pusing. Terus saya juga sering mengalami keram dan mata rasa jari jari saya tidak dapat digerakan seperti stroke tapi itu berlangsung hanya beberapa menit, dan gejala ini sering saya rasakan tidak mengenal waktu dan terjadi pada sebagian tubuh saya.

Bahkan pernah terjadi pada seluruh anggota tubuh saya jari saya kaku, dan anggota tubuh saya mati rasa. Dan setiap minggunya saya seringg merasakan gemetar yang tidak beraturan. Akibatnya tubuh saya merasa lemas dan tulang kaki saya serasa ngilu. Sebagian orang mengatakan kalau itu pengaruh saraf. Mohon penjelasannya dokter, itu gejala apa? Terimakasih

Salam

Ibu Vivi

Jawaban Konsultasi

Kemungkinan memang berkaitan dengan persarafan anda. Sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis saraf. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

5 Kebiasaan yang Membuat Mata Sehat

Posted: 11 Dec 2014 10:00 PM PST

DokterSehat.Com – Anda pasti ingin punya mata yang sehat kan? Tapi pada kenyataannya kita sering melakukan kebiasaan buruk yang tanpa kita sadari bisa merusak mata kita. Contoh kecilnya adalah kebiasaan menatap gadget seperti ponsel, tab, dan laptop terlalu sering.

Mata adalah salah satu indera yang paling penting bagi manusia. Oleh sebab itu sangat perlu untuk mengetahui cara-cara yang dapat membuat mata lebih sehat. Dengan menerapkan pola hidup yang benar, secara tidak langsung mata juga akan lebih sehat dan lebih lama terhidar dari penyakit degenerasi.

Berikut 5 hal yang bermanfaat bagi mata :

  • Konsumsi sayuran dan buah berwarna merah dan oranye seperti tomat, strawberry, dan wortel. Kandungan vitamin A -nya yang cukup besar serta antioksidan didalamnya sangat bagus untuk melawan radikal bebas. Disamping itu nutrisi yang terkandung didalamnya sangat baik buat kesehatan mata.
  • Hindari sinar matahari yang langsung mengenai mata, terutama pada siang hari. Memakai kacamata UV akan sangat membantu mengurangi intensitas sinar matahari yang masuk ke mata, bisa juga menggunakan topi dengan pinggiran lebar.
  • Menjaga kestabilan kadar gula dalam darah juga akan sangat membantu. Terutama pada penderita diabetes akut, meningkatnya kadar gula akan membuat pandangan mata menjadi kabur. Pada kasus yang ekstrem dapat menyebabkan kebutaan.
  • Tidur yang cukup akan membuat mata lebih sehat. Seperti juga organ yang lain ada saatnya bagi mata untuk benar-benar rileks, tidur 6-8 jam akan membuat mata terasa lebih segar dan sejuk. Sehingga terhindar dari apa yang disebut dengan belek-an atau keluarnya kotoran mata pada saat terbangun dari tidur.
  • Membaca di bawah sinar yang cukup, seringkali tanpa sadar orang  membaca di ruangan yang redup, Hal ini memaksa mata bekerja lebih keras yang mengakibatkan syaraf-syaraf mata menjadi lebih tegang. Kebiasaaan yang dilakukan beulang-ulang akan berakibat mata menjadi minus dan silinder.

Selain 5 hal diatas masih ada beberapa kebiasan lainnya yang membuat  mata lebih sehat, salah satu diantaranya adalah rajin mengkonsumsi sayuran dan buat berwarna merah dan oranye. Buah dan sayuran jenis ini kaya akan vitamin A dan antioksidan yang sanagt diperlukan oleh mata, sayangi mata dengan melakukan aktivitas yang benar. Semoga artikel ini membantu untuk mempunyai mata yang lebih sehat.

Mengatasi Mata Juling pada Si Kecil

Posted: 11 Dec 2014 08:00 PM PST

DokterSehat.Com – Strabismus atau Mata Juling adalah salah satu gangguan mata. Bila mata bekerja normal, kedua bola mata akan bekerja sama dalam memandang suatu objek, sesuai dengan perintah otak. Tetapi apabila mata juling, kedua bola mata tampak tidak searah dan tidak memiliki kesatuan titik pandang. Sehingga mengakibtakan kedua mata akan memandang suatu objek menjadi ganda atau dua bayangan

Mata juling bisa terjadi baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satu faktor penyebabnya adalah faktor bawaan, seperti kelainan otot atau saraf mata atau kelainan refraksi mata. Sedangkan faktor yang disebabkan karena penyakit antara lain karena satu mata menderita katarak, adanya kelainan refraksi, stroke yang menyebabkan bagian otak yang mengendalikan pergerakan mata terganggu. Mata juling juga merupakan gejala adanya kelainan otak, seperti cerebral palsy, down syndrome, hydrocephalus, tumor atau kanker otak.

Kita sering mendengar mitos bahwa juling pada bayi nantinya akan normal sendiri. Ini adalah mitos yang salah. Bayi berusia 0-4 bulan seringkali koordinasi pergerakan matanya belum bekerja sempurna, namun keadaan ini umumnya akan berhenti seiring dengan perkembangan usia bayi. Tetapi jika setelah usia bayi 4 bulan gejala mata juling ini menetap, segera periksakan anak ke dokter mata untuk memastikan apakah anak mengalami mata juling dan harus diambil tindakan.

Untuk mengatasi mata juling pada si kecil, bawalah si kecil ke dokter. Dokter akan melakukan terapi yang sesuai setelah mengetahui penyebab kasus mata juling. Pada kasus mata juling yang merupakan faktor bawaan, umumnya ditangani dengan prosedur bedah yang bertujuan untuk memperbaiki penglihatan sekaligus untuk kosmetik. Pada beberapa kasus, bisa diperlukan pembedahan lebih dari satu kali untuk menjaga mata tetap lurus.

Mengatasi mata juling pada si kecil akibat gangguan refraksi juga dapat dilakukan dengan mengenakan kacamata. Kelainan refraksi pada mata dapat dikoreksi menggunakan kacamata dengan lensa silinder atau prisma. Selain itu, apabila mata juling terlanjur berkembang menjadi penyakit ambliopia (mata malas), hal ini dapat diterapi menggunakan penutup mata pada mata yang normal untuk memperkuat mata yang lemah.

Waspadai Emboli Ketuban, Penyumbatan Sirkulasi Darah Pasca Melahirkan

Posted: 11 Dec 2014 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Setelah melahirkan resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil adalah ancaman dari gelembung yang dapat menghambat pasokan oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh ibu setelah melahirkan.

Kejadian ini mungkin saja dapat terjadi pada siapapun termasuk pada ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit apapun akan tetapi yang harus anda ketahui bahwa ternyata ada beberapa kondisi yang meningkatkan terjadinya emboli, berikut adalah penjelasan mengenal penyumbatan sirkulasi darah pasca melahirkan.

Pengertian emboli

Emboli adalah obstruksi pembuluh darah oleh badan materi yang tidak larut. Konsdisi ini biasanya disebabkan oleh trombus (bekuan), tetapi penyebab lainya bisa termasuk sel kanker, lemak, cairan amnion, gas, bakteri, dan parasit. Emboli tidak saja terjadi pada ibu seusai persalinan melainkan emboli juga dapat terjadi pada siapapun dalam kondisi tertentu yang mengakibatkan oksigen terhambat sehingga sistem tubuh menjadi terhenti. Emboli sendiri memiliki beberapa pengaruh yang berbeda sesuai dengan terjadinya pada emboli. Salah satu contoh emboli yang terjadi di jantung yang mengakibatnya terjadi kondisi kerja abnormal dimana jantung bergetar dan mengakibatkan pembuluh darah ke leher sehingga transportasi darah ke otak menjadi terhalangi dalam waktu beberapa menit akan mengakibatkan pasokan oksigen terhenti, kondisi seperti ini akan mengakibatkan stroke emboli.

Emboli ketuban yang mengancam pasca persalinan

Sebelum mengenal terjadinya emboli ketuban pada ibu seusai persalinan, salah satu emboli yang mungkin terjadi setelah melahirkan adalah emboli Udara dimana terjadinya udara yang masuk ke dalam pembuluh ibu setelah melahirkan sehingga mengakibatkan terjadinya gelembung. Gelembung yang terjadi akan menghambat pasokan oksigen di dalam tubuh. Sedangkan emboli ketuban yaitu dimana terjadinya air ketuban yang masuk ke dalam pembuluh darah yang mengakibatkan sirkulasi darah terhambat sehingga mengakibatkan gagal napas, gagal jantung bahkan hingga pendarahan.

Peluang hidup korban yang mengalami emboli sangat tipis, bahkan kurang dari 10% yang dapat berlangsung hidup. Sedangkan 70% korban yang dapat hidup mengalami gangguan kesehatan terutama gangguan saraf. Emboli air ketuban terjadi ketika cairan amino dapat masuk melalui rahim atau saluran plasenta ke dalam sirkulasi darah ketika cairan tersebut masuk dan mencapai pembuluh darah reaksi akan bergantung pada lokasi terjadinya hambatan.Ketika saluran menuju jantung maka akan menimbulkan terjadinya gagal jantung begitu pula apabila terjadi saluran menuju saluran paru-paru yang akan mengakibatkan gagal pernapasan.

Terjadinya emboli air ketuban yang mengancam

Emboli air ketuban dapat terjadi ketika cairan lendir atau sel gepeng masuk ke dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Reaksi emboli dapat terjadi paling lama 48 jam setelah persalinan dan paling singkat kurang lebih 30 menit usai kelahiran pada dasarnya reaksi tersebut timbul berdasarkan inflamasi atau luka yang ditimbulkan diakibatkan hambatan sirkulasi, ketika inflamasi semakin besar maka reaksi semakin cepat. Resiko kematian pada ibu yang mengalami emboli air ketuban hampir 80% diakibatkan dampak fatal yang disebabkan oleh benda asing yang masuk dan mengganggu sistem sirkulasi darah di dalam paru paru dan juga jantung. Emboli air ketuban belum bisa ditangani dengan baik dikarenakan tidak adanya penatalaksanaan spesifik.

Pencegahan amboli

Emboli pada dasarnya tidak dapat diprediksi kapan munculnya meskipun dalam keadaan normal sekalipun resikonya tetap mungkin terjadi akan tetapi ternyata emboli dapat dicegah dengan mendiagnosis penyakit yang dapat memicu emboli. Meskipun jenis emboli memiliki perbedaan sesuai dengan area yang mungkin terjadinya hambatan akan tetapi dapat dilakukan pencegahan untuk memperkecil resiko. Misalnya pada emboli air ketuban yang dapat terjadi di negara maju sekalipun,pemeriksaan antenatal (terjadwal, terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik) pada ibu hamil merupakan salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya resiko emboli cairan ketuban.

Advertisemen