Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


5 Tanaman Paling Beracun

Posted: 15 Dec 2014 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Tumbuhan memang tidak berpindah karena serangan predator sehingga mereka harus melindungi diri dari hewan herbivora dan serangga dengan memproduksi senyawa kimia atau racun dalam bunga, daun, batang dan akarnya. Walaupun tidak semuanya bisa menyebabkan kematian pada manusia, namun jika dikonsumsi atau terjadi kontak secara berlebihan, dapat menimbulkan efek negatif dari gejala ringan sampai kematian

Berikut adalah 5 tanaman yang beracun :

  • Oleander
    Tanaman oleander atau Nerium oleander dianggap sebagai tanaman paling beracun di dunia, karena seluruh bagian tanaman mengandung racun dan terdiri dari beberapa jenis racun. Tapi racun yang paling berbahaya adalah oleandrin dan neriine yang bisa berefek kuat pada jantung.

    Meski demikian tanaman ini sering digunakan sebagai dekorasi dan berasal dari daerah mediterania dengan tinggi mencapai 1,8-5,4 meter.

    Jika menelan daun yang mengandung racun ini akan menimbulkan gejala diare, muntah, sakit perut hebat, mengantuk, pusing, denyut jantung tidak teratur serta kematian. Jika korban ditolong sebelum 24 jam, maka peluang untuk selamatnya tinggi. Biasanya pasien didorong untuk muntah dengan memompa perutnya atau mengonsumsi arang aktif untuk menyerap racun.

  • Water hemlock
    Tanaman water hemlock atau Cicuta maculata adalah tanaman yang menarik dengan daun ungu bergaris-garis putih serta berbuah kecil. Tanaman ini berasal dari Amerika Utara dengan tinggi mencapai 1,8 meter serta tumbuh subur di sepanjang tepi sungai, rawa, dataran rendah dan padang rumput yang basah.

    Racun yang terkandung dalam tanaman ini disebut dengan cicutoxin yang ada diseluruh tanaman dan paling terkonsentrasi di akar. Racun ini menyebabkan kejang yang kaku dan menyakitkan, mual, muntah, kram dan tremor (gemetar) otot. Kalaupun selamat dari racun ini biasanya akan menderita amnesia.

  • Rosary pea (tanaman saga)
    Tanaman rosary pea atau Abrus precatorius adalah benih yang cantik dilihat dengan perpaduan warna merah dan hitam, sehingga sering digunakan untuk perhiasan. Benih ini mengandung racun abrin dan akan berbahaya jika lapisan benih rusak atau tergores. Karenanya pembuat perhiasan lebih rentan terkena racun dibanding pemakainya. Tanaman ini bisa mencapai tinggi 20 meter dan menyebar di seluruh negara terutama negara beriklim tropis dan sub-tropis.

    Racun abrin ini lebih mematikan dibanding ricin, karena kurang dari 3 mikrogram abrin atau tidak sampai satu benih sudah cukup mematikan. Gejala keracunan yang muncul adalah sulit bernapas, demam, mual, ada cairan di paru-paru. Jika benih tersebut tertelan bisa menyebabkan mual, muntah, dehidrasi, gagal ginjal, hati dan limpa. Kematian biasanya terjadi dalam waktu 3-5 hari.

  • Deadly nightshade (kecubung)
    eadly nightshade atau Atropa belladonna mengandung racun atropine dan scopolamine di dalam batang, daun, buah dan akar. Tanaman ini tumbuh setinggi 0,6-1,2 meter dengan daun hijau gelap dan berbentuk lonceng ungu. Bunganya akan mekar di pertengahan musim panas. Hanya ditemui pada beberapa wilayah di dunia.

    Racun yang ada bisa mempengaruhi sistem saraf. Pada dosis yang cukup, racun akan melumpuhkan ujung saraf dari otot seperti pembuluh darah, jantung dan otot gastrointestinal. Gejala keracunan yang timbul adalah pupil membesar atau melebar, lebih peka terhadap cahaya, penglihatan kabur, sakit kepala, kebingungan dan kejang. Menelan 2 buah ini bisa membunuh seorang anak, jika 10-20 buah bisa membunuh seorang dewasa.

  • Castor bean (jarak)
    Tanaman castor bean atau dikenal dengan Ricinus communis secara luas dibudidayakan untuk castor oil dan juga sebagai tanaman hias. Pada kenyataannya tanaman ini mengandung racun mematikan yang disebut dengan ricin. Dulunya tanaman ini banyak ditemukan di Afrika, tapi sekarang bisa ditemukan di seluruh dunia. Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah tandus dan tidak memerlukan perawatan khusus.

    Sebagian besar ricin terkonsentrasi di lapisan benih, karenanya mengonsumsi 3 benih tanaman ini sudah bisa mematikan seorang anak. Gejala keracunan benih ini adalah mual, kram perut, muntah, pendarahan internal, kegagalan sirkulasi dan ginjal. Selain itu debu yang menempel di benih ini juga bisa menimbulkan reaksi alergi seperti batuk, nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Bayi Tidak Dapat ASI, Berisiko Pneumonia

Posted: 15 Dec 2014 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) mempunyai risiko terjangkit pneumonia

pneumonia adalah istilah medis yang menggambarkan sebuah penyakit pada paru-paru yang dapat terjadi ringan hingga serius dan mengancam nyawa. Pneumonia adalah penyakit mematikan bagi balita, kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan HM Subuh di Yogyakarta.

Ia mengatakan, pneumonia menjadi pembunuh utama balita di dunia. Korban pneumonia lebih banyak dibandingkan dengan gabungan penyakit lain seperti AIDS, malaria, dan tuberkulosis.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun diperkirakan 1,1 juta balita di dunia meninggal karena pneumonia. Sebanyak 99 persen terjadi di negara berkembang.

Sekitar 60 persen kasus pneumonia disebabkan oleh bakteri. Sedangkan di negara maju umumnya disebabkan oleh virus.

Ia mengatakan, hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) 2013 menunjukkan, insiden pneumonia di Indonesia pada balita adalah 1,8 persen. Angka ini menurun dibandingkan angka pada 2007, yakni 2,1 persen.

Ada beberapa faktor risiko terjadinya pneumonia pada balita antara lain bayi yang tidak mendapatkan ASI, bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi yang tidak mendapat imunisasi terhadap penyakit yang terkait dengan pneumonia.

Selain itu adanya polusi udara dalam rumah, tinggal di lokasi yang padat penduduk, dan keluarga yang tidak berperilaku hidup bersih dan sehat.

Pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian pneumonia sejak beberapa dasawarsa lalu.

Menurut dia, upaya itu mencakup pengendalian faktor risiko pneumonia yang diperkuat dengan pencegahan dan pengendalian pneumonia balita. Yakni peningkatan gizi masyarakat termasuk promosi ASI dan pencegahan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Menghadapi Stres Di Sekolah

Posted: 15 Dec 2014 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Anak-anak dan remaja adalah orang-orang muda yang belum jelas masa depannya, di dalam ketidak jelasan itulah banyak di antara mereka yang mengalami stress dan depresi saat menuntut ilmu di sekolah dan di kampus.  Banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari oleh para siswa dalam waktu yang singkat, serta banyaknya masalah yang harus dihadapi para pelajar dan mahasiswa membuat mereka mudah terserang penyakit-penyakit mental (psikis).

Tekanan dari orang tua dan guru untuk mendapat nilai bagus juga meningkatkan stres, beberapa orang tua membatasi semua bentuk hiburan dan memaksa anak-anaknya belajar terlalu keras. Bahkan tekanan yang luar biasa sering berasal dari orang tua. Hal lain yang meningkatkan stres adalah persaingan dengan siswa lainnya. Bagaimana menghadapai stres di sekolah khususnya saat menghadapi stres karena ujian sekolah?

Stres di sekolah

Tidak Lulus Ujian! Hal itu merupakan salah satu hal yang paling ditakuti setiap siswa saat ujian sekolah. Kita semua pasti harus menghadapinya. Hal itu bisa menjadi sesuatu yang memalukan dan mengecewakan seseorang yang kita sayangi. Kegagalan dalam ujian dapat membuat kita merasa hancur.

Banyak orang tua yang menganggap stres di sekolah tidak seberat stres orang dewasa. Namun, di sekolah, tekanan tidak kalah hebatnya dengan tekanan yang dialami orang tua dan orang dewasa lainnya.

Hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa seorang anak berusia 10 tahun harus menghadapi stres dalam kadar yang sama dengan yang dialami oleh orang-orang berusia 25 tahun pada tahun 1950. Kebanyakan stres ini adalah akibat les pelajaran, ujian sekolah, dan kegiatan lainnya yang orang tua harapkan dapat membantu anak-anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

Stres pada anak sering kali bisa terlihat melalui tubuhnya. Misalnya munculnya jerawat, problem pencernaan, insomnia, kelelahan, sakit kepala, dan masalah sewaktu buang air, maupun reaksi psikosomatik lainnya mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada tekanan pada diri anak

Beberapa stres yang dialami seorang pelajar sekolah antara lain :

  • Tekanan orang tua
    Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya. Untuk mencapai nilai terbaik, maka orang tua membebani anak-anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan anak, istirahatnya, dan perkembangannya.

    Banyak orang tua tidak menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks justru akan menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih baik. Sebaliknya para orang tua terus membebani anak-anak mereka untuk mendapatkan prestasi terbaik dan lulus ujian dengan memuaskan.

  • Tekanan guru
    Sama seperti orang tua, banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama jika muridnya berprestasi.

    Mengapa guru juga ikut menekan murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian Nasional.

  • Tekanan dari sesama siswa
    Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian sekolah. Setiap siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal.
  • Tekanan dari diri sendiri
    Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika suatu kemunduran atau kegagalan terjadi, entah itu nyata atau masih belum terjadi, dapat membuat stres dan depresi.

Cara menghadapi stres di sekolah

Stres itu seperti suatu beban. Menghadapi stres seperti mengangkat suatu beban. Seorang atlet angkat beban akan berlatih dengan sebaiknya mengangkat beban yang sesuai kemampuannya. Jika diangkat sembarangan, maka hasilnya adalah kerusakan otot dan bisa jadi patah tulang.

Demikian juga dengan stres. Beban karena stres tidak bisa dihilangkan begitu saja. Cara terbaik adalah dengan mengelola stres secara efektif. Bagaimana mengelola stres di sekolah dengan baik?

  • Kenali penyebabnya
    Jika Anda mulai stres di sekolah, misalnya saat menghadapi ujian sekolah, cobalah mencari tahu penyebab stres tersebut. Apakah disebabkan karena tekanan dari diri sendiri, dari orang tua, dari guru, atau dari sesama siswa? Cari penyebab stres yang paling menyebabkan beban tertinggi.
  • Rencanakan tanggapan
    Lulus ujian dengan nilai terbaik memang impian setiap siswa. Namun jika itu tidak tercapai, maka apa yang harus Anda lakukan? Apakah penurunan prestasi atau kegagalan menjadi akhir segala-galanya? Tentu tidak.

    Jika sejak awal Anda sudah mempersiapkan tanggapan yang akan Anda berikan jika terjadi kegagalan, beban Anda akan semakin berkurang. Anda sudah siap jika terjadi kegagalan. Misalnya Anda sudah mempersiapkan jawaban kepada orang tua Anda atau guru Anda jika kegagalan Anda dipermasalahkan kemudian hari.

  • Segera selesaikan masalah
    Masalah tidak akan hilang dengan sendirinya. Bahkan suatu masalah akan bertambah parah jika sedang stres. Cobalah segera selesaikan masalah sejak awal. Misalnya jika Anda mengalami kesulitan belajar, coba untuk berlatih jauh-jauh hari sebelum masa ujian sekolah. Hal ini akan membantu mempersiapkan diri Anda.
  • Bantuan orang lain
    Jika beban bertambah berat dan Anda tidak sanggup menghadapinya, jangan pikul sendirian. Coba berbagi dan berkomunikasi dengan orang lain khususnya orang tua. Diskusikan dengan mereka cara mengatasinya. Ini merupakan cara terbaik untuk mengelola stres saat situasi sudah begitu berat.

Cara menghadapi ujian sekolah

Anda sudah berhasil mengelola stres dengan baik. Tapi, Anda perlu mempersiapkan diri menghadapi ujian. Bagaimana agar Anda siap menghadapi ujian sekolah?

  • Buat rencana belajar
    Buat rencana belajar. Misalnya mata pelajaran apa yang ingin Anda pelajari lebih dulu. Lalu di bidang mana Anda lebih lemah. Coba buat rencana belajar dengan memprioritaskan pelajaran yang paling sulit. Persiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelajaran Anda termasuk alat tulis, kertas, dan kalkulator jika dibutuhkan. Persiapkan juga buku pelajaran dan catatan Anda.
  • Cari tempat belajar yang ideal
    Cari tempat belajar yang ideal yaitu yang bebas dari gangguan. Lebih baik belajar dalam posisi duduk di meja ketimbang belajar sambil berbaring di ranjang. Suasana belajar di tempat tenang juga akan meningkatkan konsentrasi Anda. Jangan belajar di ruang keluarga yang ramai dan ada televisi atau musik yang mengganggu.
  • Jangan menunda
    Segera belajar dan jangan belajar pada detik-detik terakhir atau pada malam sebelum ujian. Hindari sikap suka menunda dan coba penuhi jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Jangan lupa beristirahat
    Belajar terlalu lama dapat membuat konsentrasi berkurang. Istirahat sejenak bisa membantu kembali berkonsentrasi. Jangan lupa, ujian akan menguras energi cukup banyak, karena itu cobalah cukup beristirahat pada malam sebelum ujian.

Jika anda gagal

Memang nilai buruk, gagal ujian atau tidak lulus ujian bisa membuat malu dan menghancurkan harga diri. Perasaan malu karena gagal dalam ujian atau tidak lulus ujian bisa bermanfaat jika hal itu memacu Anda untuk belajar dari kesalahan anda dan mengadakan perbaikan. Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dan berupaya lebih baik.

Coba beritahu orang tua Anda mengenai hasil ujian. Wajar jika orang tua menginginkan yang terbaik, namun jika nilai Anda rendah atau Anda tidak lulus, Anda dapat mengharapkan untuk menerima disiplin atau hukuman dari orang tua. Jika Anda merasa terlalu banyak yang diharapkan dari Anda, diskusikan hal itu dengan orang tua.

Nilai dan kelulusan memang penting, namun bukan ini yang menjadi penilaian terakhir atas diri Anda. Saat bekerja, banyak perusahaan lebih menekankan ketrampilan dibanding nilai tinggi di sekolah. Pendidikan sekolah memang bermanfaat dan belajarlah sebanyak mungkin di sekolah. Cobalah menjadi terbaik sesuai kemampuan Anda dalam menghadapi stres khususnya karena masa ujian akhir.

Berbahayakah Mrs V Bau Setelah Berhubungan Intim?

Posted: 14 Dec 2014 11:39 PM PST

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saya mau tanya setiap kali setelah berhubungan intim dengan suami mrs v dan mr p berbau busuk. Penyebab nya apa? Dan apa yang harus saya lakukan? Terimakasih

Salam

Ibu Bunda Feera

Jawaban Konsultasi

Apakah hanya setelah berhubungan saja? Biasanya seperti apa? Ada keputihan gatal, berwana dan berbau?

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Tips Menghentikan Anak Berbicara Kasar

Posted: 14 Dec 2014 10:00 PM PST

DokterSehat.Com – Pada umumnya, anak usia prasekolah belum memahami benar arti kata yang ia ucapkan. Anak juga belum memahami apakah kata-kata itu pantas atau tidak pantas untuk diucapkan. Ketika anak mengatakan kata kasar atau kotor, bukan bermaksud memaki, tetapi semata-mata hanya sekadar meniru.

Psikolog, Maesera Idul Adha, Psi dari RS Fatmawati Jakarta mengatakan perilaku suka meniru melekat pada anak usia prasekolah. Apa yang dilihat atau didengar di lingkungannya akan ditiru anak. Begitu ada sesuatu yang baru di lingkungan, termasuk kata kasar atau jorok, akan cepat diadposinya. Kemampuan anak prasekolah memelajari hal baru berkembang dengan pesar. Anak begitu bersemangat mengekplorasi berbagai hal di lingkungan.

Tentunya orangtua tak boleh berdiam diri. Orangtua perlu meluruskan sikap atau perilaku anak agar tidak menimbulkan hal negatif lain. Apalagi jika anak menganggap, mengucapkan kata kasar dan kotor adalah hal biasa saja. Berikut langkah bijak yang bisa diambil para orangtua untuk mengatasinya :

  1. Bersikap tenang
    Ketika anak anda berbicara kasar maka sebaiknya anda bersikap tenang jangan langsung naik darah. Anda dapat menjaga ekspresi dan reaksi anda usahakan untuk tetap tenang, Anda juga dapat berpura-pura tidak mendengar. Umumnya pada usia balita anak mencari perhatian, sehingga apabila anda mengurangi perhatian cenderung akan berkurang.
  1. Jangan marah dan jangan tertawa
    Usahakan anda untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Hindari memberikan hukuman fisik. Hukuman fisik tidak akan membuat anak anda jera, dia akan melakukan di luar pengawasan anda. Selanjutnya hindari juga tertawa karena akan membuat anak anda menyangka yang diucapkannya lucu. Pada lain kesempatan anak anda akan mengulanginya lagi apabila anda menertawakannya.
  1. Alihkan dengan kata yang hampir mendekat
    Ketika anak anda mengucapkan bego anda dapat mengalihkan pada kata yang mendekatinya seperti bobo. Alihkan pula perhatian anak anda supaya tidak mengucapkan perkataan tersebut.
  1. Tanyakan dari mana anak anda mendengarnya
    Anda dapat bertanya pada anak anda dimana mendengar kata-kata kasar yang diucapkan. Apabila di salah satu penangana tv, maka anda dapat menghindari program tersebut. Kemudian anda jelaskan kalau itu perilaku jelek yang tidak boleh ditiru.
  1. Menjelaskan baik dan tidak baik
    Ini merupakan salah satu tips yang sangat mudah tapi susah dilakukan. Kadang kali anak memang tidak nurut jika dinasehati sekali maka anda membutuhkan waktu dalam memberikan pengertian, mungkin hingga 3-4 kali namun sekali lagi jangan menggunakan kekerasan apalagi menggunakan kekerasan fisik.
  1. Mengajarkan empati
    Anda dapat mengajarkan anak anda berempati. Misalnya ketika anak anda berbicara om itu hitam maka anda dapat memberikan pengertian tuhan menciptakan warna kulit putih dan hitam, hitam bagus dan putih juga bagus. Dengan demikian anak anda akan belajar untuk berempati.

Kenali Perkembangan Bayi Saat Tidur

Posted: 14 Dec 2014 08:00 PM PST

DokterSehat.Com – Tidak sedikit orangtua baru, merasa frustasi menghadapi perkembangan bayi. Biasanya mereka kesulitan untuk mengikuti siklus tidur bayinya. Sebenarnya wajar jika bayi sering terbangun dari tidurnya, karena siklus tidurnya memang belum sepanjang siklus tidur orang dewasa. Namun, saat usia enam bulan, bayi membutuhkan tidur sampai 20 jam sehari.

Tidur yang nyenyak pada bayi merupakan tidur yang optimal. Para ahli mengatakan bahwa tidur merupakan salah satu rangsangan untuk tumbuh kembang bayi bahkan tidur merupakan salah satu cara untuk tumbuh kembang otak sehingga membuat bayi berakal, cerdas dan berpikir jernih.

Taukah anda bahwa 75% hormon pertumbuhan pada bayi dikeluarkan saat bayi tidur, pertumbuhan yang disebabkan hormon ini akan mulai berfungsi pada tahap ke 3 dan tahap ke 4 tidur. Sehingga tingginya kadar hormon pertumbuhan akan berkaitan dengan hubungan kondisi fisik bayi yang merangsang tulang dan jaringan, metabolisme tubuh dan juga dapat membuat perkembangan otak secara maksimal.

Pembentukan hormon pertumbuahan ketika bayi tidur akan memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di dalam tubuh bayi. Sel kulit, sel darah bahkan hingga sel otak akan ikut dibantu dalam hormon pertumbuhan yang terbentuk ketika bayi tidur.

Ketika bayi tidur maka aliran darah ke otak akan mengalami peningkatan. Sehinga selama tahap tidur bayi yang mengalami tidur REM akan memiliki peranan penting dalam kesehatan psikis bayi dan juga aktivitas otak, bahkan apabila dapat secara optimal akan menunjukan stimulasi yang berlangsung maksimal. Sehingga akan baik untuk pertumbuhan susunan saraf pada bayi anda.

Pada awal kelahiran yaitu pada usia 1 bulan, bayi dapat tidur 16-22 jam. Siklus ini lebih pendek dibandingkan dengan orang dewaa dan lebih panjang. Selain itu pola tidur yang baik didukung oleh lingkungan. Untuk menciptakan pola tidur yang baik dan tidur yang berkualitas untuk bayi anda usahakan lingkungan bayi anda mendukung.

Ketika akan tidur pastikan bayi anda tidak mengalami popok yang kotor, terlalu berisik, kepanasan atau sedang dalam keadaan lapar. Penting sekali untuk anda menciptakan suasana yang tenang, suhu yang tidak terlalu dingin , lampu yang redup dan tidak berisik yang dapat menghambat tidur bayi anda. Bayi yang sering terbangun atau tidurnya terganggu akan mengalami masalah tumbuh kembang sehingga bayi anda akan mengalami gangguan kepercayaan ketika tumbuh besar.

Selain itu apabila bayi tidur kurang optimal maka akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang kurang atau mudah terserang infeksi. Hal ini karena apabila tidur bayi terganggu maka kadar sel darah putih yang ada di dalam tubuh mengalami penurunan. Sehingga menyebabkan efektivitas sistem daya tahan tubuh menurun dan hasilnya bayi akan mudah sakit dan pertumbuhan yang terganggu. Apabila tubuh bayi anda lemah maka akan mengurangi kemampuan berpikir yang rendah.

Gangguan Schizotypal dan Pengobatanya

Posted: 14 Dec 2014 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Ini adalah gangguan kepribadian dimana penderitanya memiliki kelainan dalam cara berpikir, dan cenderung berkeyakinan aneh dalam perkataan dan perbuatan yang kemudian berpengaruh terhadap pola berinteraksi dengan sesama.

Gejala

Sebenarnya penderita penyakit ini tetap dapat melakukan aktifitas secara normal, hanya saja tidak dapat membangun suatu hubungan yang seimbang dengan orang lain disekitarnya. Atau dalam kata lain penderita penyakit ini lebih suka menyendiri dan cenderung berhayal atau berhalusinasi tentang hal-hal yang sulit dijangkau manusia normal. Biasanya gangguan ini akan mulai dialami ketika penderita mulai beranjak dewasa.

Penyebab

Berbicara mengenai penyebabnya diketahui bahwa penyakit ini muncul dikarenakan terjadi penyimpangan perilaku penderita untuk menjalin relasi dan emosi dengan sesame sehingga menyebabkan hambatan dalam proses pergaulan dengan orang lain.

Diagnosa

Khusus untuk penyakit ini, metode diagnosis lebih ditujukan kepada penderita yang sudah mengalami kesulitan dalam membangun relasi yang baik karena sikap dan pola berpikir yang aneh. Namun inti utama dari pengobatan penyakit ini adalah dukungan dari orang terdekat seperti sahabat, keluarga dan ahli psikoterapi.

Pengobatan

Meski penyakit ini termasuk dalam penyakit kepribadian, namun penderita juga dapat diberikan pengobatan melalui konsumsi obat-obatan, tapi tetap yang lebih harus difokuskan adalah pengobatan melalui terapi motivasi yang melibatkan keluarga dan sahabat para penderita untuk membantu mengurangi depresi dan kegelisahan yang dialami penderita. Pada akhirnya kesimpulan dari pengobatan ini adalah upaya psikologis harus dilakukan terlebih dahulu meskipun upaya pengobatan medis untuk mengurangi gejala fisik juga harus dilakukan.

Advertisemen