Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- 5 Tanaman Paling Beracun
- Bayi Tidak Dapat ASI, Berisiko Pneumonia
- Menghadapi Stres Di Sekolah
- Berbahayakah Mrs V Bau Setelah Berhubungan Intim?
- Tips Menghentikan Anak Berbicara Kasar
- Kenali Perkembangan Bayi Saat Tidur
- Gangguan Schizotypal dan Pengobatanya
| Posted: 15 Dec 2014 07:00 AM PST DokterSehat.Com – Tumbuhan memang tidak berpindah karena serangan predator sehingga mereka harus melindungi diri dari hewan herbivora dan serangga dengan memproduksi senyawa kimia atau racun dalam bunga, daun, batang dan akarnya. Walaupun tidak semuanya bisa menyebabkan kematian pada manusia, namun jika dikonsumsi atau terjadi kontak secara berlebihan, dapat menimbulkan efek negatif dari gejala ringan sampai kematian Berikut adalah 5 tanaman yang beracun :
|
| Bayi Tidak Dapat ASI, Berisiko Pneumonia Posted: 15 Dec 2014 04:00 AM PST DokterSehat.Com – Bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) mempunyai risiko terjangkit pneumonia pneumonia adalah istilah medis yang menggambarkan sebuah penyakit pada paru-paru yang dapat terjadi ringan hingga serius dan mengancam nyawa. Pneumonia adalah penyakit mematikan bagi balita, kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan HM Subuh di Yogyakarta. Ia mengatakan, pneumonia menjadi pembunuh utama balita di dunia. Korban pneumonia lebih banyak dibandingkan dengan gabungan penyakit lain seperti AIDS, malaria, dan tuberkulosis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun diperkirakan 1,1 juta balita di dunia meninggal karena pneumonia. Sebanyak 99 persen terjadi di negara berkembang. Sekitar 60 persen kasus pneumonia disebabkan oleh bakteri. Sedangkan di negara maju umumnya disebabkan oleh virus. Ia mengatakan, hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) 2013 menunjukkan, insiden pneumonia di Indonesia pada balita adalah 1,8 persen. Angka ini menurun dibandingkan angka pada 2007, yakni 2,1 persen. Ada beberapa faktor risiko terjadinya pneumonia pada balita antara lain bayi yang tidak mendapatkan ASI, bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi yang tidak mendapat imunisasi terhadap penyakit yang terkait dengan pneumonia. Selain itu adanya polusi udara dalam rumah, tinggal di lokasi yang padat penduduk, dan keluarga yang tidak berperilaku hidup bersih dan sehat. Pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian pneumonia sejak beberapa dasawarsa lalu. Menurut dia, upaya itu mencakup pengendalian faktor risiko pneumonia yang diperkuat dengan pencegahan dan pengendalian pneumonia balita. Yakni peningkatan gizi masyarakat termasuk promosi ASI dan pencegahan bayi dengan berat badan lahir rendah. |
| Posted: 15 Dec 2014 01:00 AM PST DokterSehat.Com – Anak-anak dan remaja adalah orang-orang muda yang belum jelas masa depannya, di dalam ketidak jelasan itulah banyak di antara mereka yang mengalami stress dan depresi saat menuntut ilmu di sekolah dan di kampus. Banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari oleh para siswa dalam waktu yang singkat, serta banyaknya masalah yang harus dihadapi para pelajar dan mahasiswa membuat mereka mudah terserang penyakit-penyakit mental (psikis). Tekanan dari orang tua dan guru untuk mendapat nilai bagus juga meningkatkan stres, beberapa orang tua membatasi semua bentuk hiburan dan memaksa anak-anaknya belajar terlalu keras. Bahkan tekanan yang luar biasa sering berasal dari orang tua. Hal lain yang meningkatkan stres adalah persaingan dengan siswa lainnya. Bagaimana menghadapai stres di sekolah khususnya saat menghadapi stres karena ujian sekolah? Stres di sekolah Tidak Lulus Ujian! Hal itu merupakan salah satu hal yang paling ditakuti setiap siswa saat ujian sekolah. Kita semua pasti harus menghadapinya. Hal itu bisa menjadi sesuatu yang memalukan dan mengecewakan seseorang yang kita sayangi. Kegagalan dalam ujian dapat membuat kita merasa hancur. Banyak orang tua yang menganggap stres di sekolah tidak seberat stres orang dewasa. Namun, di sekolah, tekanan tidak kalah hebatnya dengan tekanan yang dialami orang tua dan orang dewasa lainnya. Hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa seorang anak berusia 10 tahun harus menghadapi stres dalam kadar yang sama dengan yang dialami oleh orang-orang berusia 25 tahun pada tahun 1950. Kebanyakan stres ini adalah akibat les pelajaran, ujian sekolah, dan kegiatan lainnya yang orang tua harapkan dapat membantu anak-anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Stres pada anak sering kali bisa terlihat melalui tubuhnya. Misalnya munculnya jerawat, problem pencernaan, insomnia, kelelahan, sakit kepala, dan masalah sewaktu buang air, maupun reaksi psikosomatik lainnya mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada tekanan pada diri anak Beberapa stres yang dialami seorang pelajar sekolah antara lain :
Cara menghadapi stres di sekolah Stres itu seperti suatu beban. Menghadapi stres seperti mengangkat suatu beban. Seorang atlet angkat beban akan berlatih dengan sebaiknya mengangkat beban yang sesuai kemampuannya. Jika diangkat sembarangan, maka hasilnya adalah kerusakan otot dan bisa jadi patah tulang. Demikian juga dengan stres. Beban karena stres tidak bisa dihilangkan begitu saja. Cara terbaik adalah dengan mengelola stres secara efektif. Bagaimana mengelola stres di sekolah dengan baik?
Cara menghadapi ujian sekolah Anda sudah berhasil mengelola stres dengan baik. Tapi, Anda perlu mempersiapkan diri menghadapi ujian. Bagaimana agar Anda siap menghadapi ujian sekolah?
Jika anda gagal Memang nilai buruk, gagal ujian atau tidak lulus ujian bisa membuat malu dan menghancurkan harga diri. Perasaan malu karena gagal dalam ujian atau tidak lulus ujian bisa bermanfaat jika hal itu memacu Anda untuk belajar dari kesalahan anda dan mengadakan perbaikan. Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dan berupaya lebih baik. Coba beritahu orang tua Anda mengenai hasil ujian. Wajar jika orang tua menginginkan yang terbaik, namun jika nilai Anda rendah atau Anda tidak lulus, Anda dapat mengharapkan untuk menerima disiplin atau hukuman dari orang tua. Jika Anda merasa terlalu banyak yang diharapkan dari Anda, diskusikan hal itu dengan orang tua. Nilai dan kelulusan memang penting, namun bukan ini yang menjadi penilaian terakhir atas diri Anda. Saat bekerja, banyak perusahaan lebih menekankan ketrampilan dibanding nilai tinggi di sekolah. Pendidikan sekolah memang bermanfaat dan belajarlah sebanyak mungkin di sekolah. Cobalah menjadi terbaik sesuai kemampuan Anda dalam menghadapi stres khususnya karena masa ujian akhir. |
| Berbahayakah Mrs V Bau Setelah Berhubungan Intim? Posted: 14 Dec 2014 11:39 PM PST Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, saya mau tanya setiap kali setelah berhubungan intim dengan suami mrs v dan mr p berbau busuk. Penyebab nya apa? Dan apa yang harus saya lakukan? Terimakasih Salam Ibu Bunda Feera Jawaban Konsultasi Apakah hanya setelah berhubungan saja? Biasanya seperti apa? Ada keputihan gatal, berwana dan berbau? Salam dr. Vanny Bernadus |
| Tips Menghentikan Anak Berbicara Kasar Posted: 14 Dec 2014 10:00 PM PST DokterSehat.Com – Pada umumnya, anak usia prasekolah belum memahami benar arti kata yang ia ucapkan. Anak juga belum memahami apakah kata-kata itu pantas atau tidak pantas untuk diucapkan. Ketika anak mengatakan kata kasar atau kotor, bukan bermaksud memaki, tetapi semata-mata hanya sekadar meniru. Psikolog, Maesera Idul Adha, Psi dari RS Fatmawati Jakarta mengatakan perilaku suka meniru melekat pada anak usia prasekolah. Apa yang dilihat atau didengar di lingkungannya akan ditiru anak. Begitu ada sesuatu yang baru di lingkungan, termasuk kata kasar atau jorok, akan cepat diadposinya. Kemampuan anak prasekolah memelajari hal baru berkembang dengan pesar. Anak begitu bersemangat mengekplorasi berbagai hal di lingkungan. Tentunya orangtua tak boleh berdiam diri. Orangtua perlu meluruskan sikap atau perilaku anak agar tidak menimbulkan hal negatif lain. Apalagi jika anak menganggap, mengucapkan kata kasar dan kotor adalah hal biasa saja. Berikut langkah bijak yang bisa diambil para orangtua untuk mengatasinya :
|
| Kenali Perkembangan Bayi Saat Tidur Posted: 14 Dec 2014 08:00 PM PST DokterSehat.Com – Tidak sedikit orangtua baru, merasa frustasi menghadapi perkembangan bayi. Biasanya mereka kesulitan untuk mengikuti siklus tidur bayinya. Sebenarnya wajar jika bayi sering terbangun dari tidurnya, karena siklus tidurnya memang belum sepanjang siklus tidur orang dewasa. Namun, saat usia enam bulan, bayi membutuhkan tidur sampai 20 jam sehari. Tidur yang nyenyak pada bayi merupakan tidur yang optimal. Para ahli mengatakan bahwa tidur merupakan salah satu rangsangan untuk tumbuh kembang bayi bahkan tidur merupakan salah satu cara untuk tumbuh kembang otak sehingga membuat bayi berakal, cerdas dan berpikir jernih. Taukah anda bahwa 75% hormon pertumbuhan pada bayi dikeluarkan saat bayi tidur, pertumbuhan yang disebabkan hormon ini akan mulai berfungsi pada tahap ke 3 dan tahap ke 4 tidur. Sehingga tingginya kadar hormon pertumbuhan akan berkaitan dengan hubungan kondisi fisik bayi yang merangsang tulang dan jaringan, metabolisme tubuh dan juga dapat membuat perkembangan otak secara maksimal. Pembentukan hormon pertumbuahan ketika bayi tidur akan memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di dalam tubuh bayi. Sel kulit, sel darah bahkan hingga sel otak akan ikut dibantu dalam hormon pertumbuhan yang terbentuk ketika bayi tidur. Ketika bayi tidur maka aliran darah ke otak akan mengalami peningkatan. Sehinga selama tahap tidur bayi yang mengalami tidur REM akan memiliki peranan penting dalam kesehatan psikis bayi dan juga aktivitas otak, bahkan apabila dapat secara optimal akan menunjukan stimulasi yang berlangsung maksimal. Sehingga akan baik untuk pertumbuhan susunan saraf pada bayi anda. Pada awal kelahiran yaitu pada usia 1 bulan, bayi dapat tidur 16-22 jam. Siklus ini lebih pendek dibandingkan dengan orang dewaa dan lebih panjang. Selain itu pola tidur yang baik didukung oleh lingkungan. Untuk menciptakan pola tidur yang baik dan tidur yang berkualitas untuk bayi anda usahakan lingkungan bayi anda mendukung. Ketika akan tidur pastikan bayi anda tidak mengalami popok yang kotor, terlalu berisik, kepanasan atau sedang dalam keadaan lapar. Penting sekali untuk anda menciptakan suasana yang tenang, suhu yang tidak terlalu dingin , lampu yang redup dan tidak berisik yang dapat menghambat tidur bayi anda. Bayi yang sering terbangun atau tidurnya terganggu akan mengalami masalah tumbuh kembang sehingga bayi anda akan mengalami gangguan kepercayaan ketika tumbuh besar. Selain itu apabila bayi tidur kurang optimal maka akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang kurang atau mudah terserang infeksi. Hal ini karena apabila tidur bayi terganggu maka kadar sel darah putih yang ada di dalam tubuh mengalami penurunan. Sehingga menyebabkan efektivitas sistem daya tahan tubuh menurun dan hasilnya bayi akan mudah sakit dan pertumbuhan yang terganggu. Apabila tubuh bayi anda lemah maka akan mengurangi kemampuan berpikir yang rendah. |
| Gangguan Schizotypal dan Pengobatanya Posted: 14 Dec 2014 05:00 PM PST DokterSehat.Com – Ini adalah gangguan kepribadian dimana penderitanya memiliki kelainan dalam cara berpikir, dan cenderung berkeyakinan aneh dalam perkataan dan perbuatan yang kemudian berpengaruh terhadap pola berinteraksi dengan sesama. Gejala Sebenarnya penderita penyakit ini tetap dapat melakukan aktifitas secara normal, hanya saja tidak dapat membangun suatu hubungan yang seimbang dengan orang lain disekitarnya. Atau dalam kata lain penderita penyakit ini lebih suka menyendiri dan cenderung berhayal atau berhalusinasi tentang hal-hal yang sulit dijangkau manusia normal. Biasanya gangguan ini akan mulai dialami ketika penderita mulai beranjak dewasa. Penyebab Berbicara mengenai penyebabnya diketahui bahwa penyakit ini muncul dikarenakan terjadi penyimpangan perilaku penderita untuk menjalin relasi dan emosi dengan sesame sehingga menyebabkan hambatan dalam proses pergaulan dengan orang lain. Diagnosa Khusus untuk penyakit ini, metode diagnosis lebih ditujukan kepada penderita yang sudah mengalami kesulitan dalam membangun relasi yang baik karena sikap dan pola berpikir yang aneh. Namun inti utama dari pengobatan penyakit ini adalah dukungan dari orang terdekat seperti sahabat, keluarga dan ahli psikoterapi. Pengobatan Meski penyakit ini termasuk dalam penyakit kepribadian, namun penderita juga dapat diberikan pengobatan melalui konsumsi obat-obatan, tapi tetap yang lebih harus difokuskan adalah pengobatan melalui terapi motivasi yang melibatkan keluarga dan sahabat para penderita untuk membantu mengurangi depresi dan kegelisahan yang dialami penderita. Pada akhirnya kesimpulan dari pengobatan ini adalah upaya psikologis harus dilakukan terlebih dahulu meskipun upaya pengobatan medis untuk mengurangi gejala fisik juga harus dilakukan. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments