Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Manfaat Akupuntur Untuk Wanita Menopause

Posted: 06 Dec 2014 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Akupunktur adalah terapi kesehatan yang berbasis menggunakan jarum, terapi yang berasal dari Cina ini dipercaya mampu menyembuhkan sejumlah penyakit.

Selain itu, terapi ini ternyata juga bermanfaat untuk meringankan gejala menopause bagi wanita. Berikut adalah beberapa manfaat akupunktur bagi wanita menopause :

  • Mengurangi timbulya bercak kemerahan yang panas (hot flashes)
    Seorang ilmuwan Turki terkenal mengakui bahwa akupunktur dapat membantu menurunkan kejadian timbulnya bercak kemerahan yang panas pada wanita menopause atau dikenal sebagai hot flashes, subyek uji penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat 35 persen wanita memiliki kemungkinan lebih rendah terkena hot flashes setelah melalui pengobatan akupunktur.
  • Membantu menyeimbangkan mood
    Teori akupuntur menyatakan jika ketidakseimbangan antara energy yin dan yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan system hormonal, yang menyebabkan mood menjadi naik-turun. Akupuntur membantu untuk memperkuat dan menyeimbangkan energy tersebut dan terbukti dapat memperbaiki mood menjadi lebih seimbang.
  • Melawan kelelahan
    Perubahan hormonal dalam tubuh seorang wanita yang mengalami masa menopause sering menimbulkan kelelahan tubuh. Akupunktur dapat membantu mengobati kondisi ini dengan meningkatkan tingkat energi dalam tubuh.
  • Mengobati nyeri otot
    Para wanita yang menjalani terai akupuntur juga melaporkan jika akupuntur dapat meredakan nyeri otot. Sebagai terapi, akupuntur dikenal dapat mengurangi tekanan darah yang tinggi dan meningkatkan sirkulasi, secara alami akupuntur melepaskan zat kimia alami yang dapat menghilangkan rasa sakit  yang disebut endorfin untuk mengobati nyeri tersebut.
  • Mengurangi depresi
    Seiring dengan mengobati sakit dan menyeimbangkan hormon, akupunktur juga mengurangi depresi yang terkait dengan menopause.

Terapi Akupuntur untuk Wanita Menopouse

Posted: 06 Dec 2014 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Ketika seorang wanita mengalami menopause, biasanya akan disertai dengan gejala-gejala yang mengganggu. Apalagi jika menopause datang bersamaan dengan perkembangan penyakit kronis lainnya.

Menopause merupakan akhir permanen dari menstruasi dan kesuburan. Menopause adalah proses biologis alami dan bukanlah penyakit medis. Meskipun demikian, gejala-gejala fisik dan emosional karena menopause dapat sangat mengganggu penderita.

Gejala-gejala fisik dan emosional dari menopause antara lain, seperti merasa tidak berenergi, serta memicu perasaan sedih dan kehilangan. Meskipun menopause bukanlah penyakit, namun terdapat pengobatan untuk gejala-gejala yang menyertainya.

Untuk meminimalkan resiko terjangkitnya serangan penyakit ini, ada baiknya jika dilakukan tindakan pencegahan seperti olahraga teratur, memperbanyak konsumsi vitamin dan mineral, merubah pola dan kebiasaan hidup serta melakukan terapi kesehatan. Beberapa jenis terapi yang bisa dipertimbangkan antara lain yoga, pilates atau bahkan akupuntur.

Jenis dan macam

Berikut beberapa jenis dan macam terapi akupuntur untuk wanita menopause :

  • Akupresur
    Accupresure atau akupresur adalah suatu jenis terapi akupuntur yang menggunakan teknik pemijatan atau penekanan pada titik refleksi atau titik meridian tertentu pada bagian tubuh, sehingga mempengaruhi aliran chi agar memperbaiki kinerja hormon dan enzym yang berguna untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh. Menurut salah seorang praktisi akupuntur, dikatakan bahwa terapi accupresure untuk menopause dapat dilakukan pada titik meridian jantung, ginjal, hati, kelenjar limfe dan tri pemanas tubuh yang terdapat pada telapak kaki, telapak tangan atau telinga.
  • Akupunktur
    Accupuncture atau akupunktur adalah salah satu jenis terapi akupuntur yang menggunakan penusukan jarum pada titik meridian tertentu, baik titik meridian umum tubuh atau titik meridian khusus yang terletak pada telinga, tangan, kaki, muka, hidung ataupun klasik yang jumlahnya hampir mencapai 2000 titik.

Terapi akupuntur untuk wanita menopause dapat dilakukan dengan metode perangsangan kuat, penyungkitan atau bahkan metode osteopuncture pada selaput luar tulang yang kaya akan jaringan syaraf. Berbagai metode atau teknik akupuntur ini diterapkan berdasarkan jenis penyakit yang hendak dilakukan pengobatan.

Dampak Seks Bebas Terhadap Kanker Serviks

Posted: 06 Dec 2014 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Kanker serviks bagi wanita merupakan penyakit yang cukup menakutkan, karena berdasarkan tinjauan statistik di negara maju, menyebutkan bahwa penyakit ini berada pada posisi keempat sebagai penyakit yang paling mematikan bagi wanita. Dan berdasarkan data statistik di Indonesia, penyakit kanker serviks justru berada pada posisi pertama sebagai penyakit yang paling ganas dan mematikan.

Kanker serviks umumnya diderita oleh wanita pada usia diatas 40 tahun, tapi bukan berarti Anda yang masih berumur dibawah 40 tahun lantas bersantai tanpa mengkhawatirkan keberadaan penyakit ini.

Pada dasarnya, kanker serviks sulit dideteksi. Butuh waktu antara 10 sampai 20 tahun sejak sel kanker pertama kali berkembang dalam tubuh hingga akhirnya dapat terdeteksi dan butuh waktu antara 20-30 tahun hingga sel kanker mengalami puncak pertumbuhan.

Penyebab utamanya sendiri adalah infeksi dari virus bernama HPV atau Human Papilloma Virus, infeksi dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak baik, misalnya seperti perilaku seks bebas.

Apa dampak seks bebas terhadap kanker serviks? Bagaimana dampak seks bebas terhadap kanker serviks? Seperti apa proses yang terjadi sehingga perilaku seks bebas dapat menyebabkan timbulnya kanker serviks?

Seks bebas umumnya dilakukan di usia yang terlalu muda dengan cara berganti-ganti pasangan seks, potensi infeksi HPV sangat besar dengan perilaku seperti itu karena HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Misalnya saja, seorang wanita berhubungan seksual dengan seorang pria yang pernah berhubungan seksual dengan wanita lain yang terjangkit virus HPV, maka kemungkinan wanita tersebut untuk ikut terjangkit virus HPV sangat besar.

Kalaupun si wanita tidak berganti-ganti pasangan, tetap ada kemungkinan besar terjangkit virus HPV bila si pria sering berganti pasangan. Selain itu, seks bebas identik dengan kehamilan.

Karena hubungan seksual dilakukan tidak secara tepat dengan pasangan yang berganti-ganti pula, maka kemungkinan untuk hamil pun semakin besar. Padahal, saat terjadi proses melahirkan secara alami, janin yang melewati serviks atau mulut rahim akan membuat serviks atau mulut rahim tersebut trauma yang dapat menimbulkan terpicunya pertumbuhan sel kanker. Semakin sering trauma terjadi, maka resiko kanker serviks sendiri akan semakin besar.

Adakah cara mengurangi dampak seks bebas terhadap kanker serviks? Bila Anda bertanya mengenai cara untuk mengurangi dampak seks bebas terhadap kanker serviks, tentunya tidak ada jawabannya.

Dampak seks bebas terhadap kanker serviks tidak dapat dikurangi, karena pada dasarnya hal itulah yang menyebabkan kanker serviks. Untuk mencegah Anda dan orang terdekat dari ancaman kanker serviks, yang bisa dilakukan adalah menghindari gaya hidup yang tidak baik seperti seks bebas.

Jangan sampai kemudahan dan kenikmatan sementara justru akan menimbulkan kesulitan dan penderitaan di kemudian hari.

Terapi Akupuntur untuk Penderita Kanker Leher Rahim

Posted: 05 Dec 2014 10:00 PM PST

DokterSehat.Com – Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

kanker serviks ini umumnya memerlukan waktu antara 10-15 tahun hingga terjadi serangan yang parah, untuk meminimalkan resiko terjadinya kanker serviks stadium parah yang mengharuskan tindakan pengangkatan rahim, tindakan pencegahan berupa pap smear, menghindari perilaku dan kebiasaan seksual yang tidak sehat serta  terapi akupuntur sebaiknya dipertimbangkan.

Jenis dan macam

Berikut beberapa jenis dan macam titik meridian atau titik accupuncture pada terapi akupuntur untuk penderita kanker leher rahim yaitu :

  • Kelenjar Limfe
    Metode perangsangan pada kelenjar limfe digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap inflamasi atau peradangan pada organ tubuh. Menurut seorang praktisi akupuntur, dikatakan bahwa titik meridian kelenjar limfe terdapat pada  pertengahan tepi luar telapak kaki kiri dan telapak tangan searah dengan jari kelingking.
  • Keputihan
    Titik meridian pengobatan keputihan terletak pada pangkal tepi luar telapak tangan searah dengan kelingking. Menurut jurnal kesehatan, dikatakan bahwa keputian yang tidak normal merupakan salah satu pemicu terjadinya kanker leher rahim, sehingga mengobati keputihan tak normal merupakan tindakan pencegahan kanker serviks.
  • Perangsangan Kuat
    Metode perangsangan kuat menggunakan jarum api ataupun jarum darah pada titik accupuncture umum kelenjar limfe, ginjal, hati dan tri pemanas tubuh yang terletak pada ruas tulang belakang, tangan serta kaki berguna untuk memproduksi zat anti-toksin maupun anti-radang. Zat anti-radang berguna untuk mengurangi resiko meluasnya serangan kanker serviks.

Demikianlah jenis dan macam titik meridian atau titik accupuncture pada terapi akupuntur untuk penderita kanker leher rahim yang bisa dilakukan, lakukan hal ini pada terapist yang telah berpengalaman.

Terapi Akupuntur untuk Cacat Mata

Posted: 05 Dec 2014 08:00 PM PST

DokterSehat.Com – Mata adalah organ yang tubuh yang paling penting dalam seluruh askep kehidupan kita karena mata adalah jendela dunia dan mata adalah sumber segala keindahan, namun mata juga dapat terjadi gangguan dan penyakit.

Penyakit atau gangguan mata dapat dikategorikan dalam berbagai jenis, seperti katarak, glaukoma, mata minus, peradangan pada konjungtivitas mata, kekeringan pada mata, rabun senja, permasalahan pada lensa mata atau retina sehingga membuat penglihatan kita menjadi bercabang atau timbul bulatan hitam pada pandangan kita, rabun jauh, infeksi atau nyeri pada kelopak mata, pengeluaran air berlebihan bahkan sampai terjadi kebutaan pada mata.

Agar kelainan atau cacat mata ini tidak berkembang menjadi lebih parah, ada baiknya segera dilakukan tindakan pengobatan ataupun pencegahan. Salah satu tindakan pencegahan dan pengobatan yang efektif adalah penggunaan terapi akupuntur untuk cacat mata. Namun demikian, tidak semua cacat mata dapat diobati dengan tindakan akupuntur, sehingga perlu juga diketahui tips dan trik sebelum memutuskan penggunaan terapi ini.

Tips dan trik

  • Usia
    Penggunaan terapi akupuntur untuk memperbaiki cacat mata seperti rabun jauh atau silindris hanya efektif dilakukan ketika usia penderita belum mencapai usia 19 tahun. Ketika usianya sudah mencapai diatas 19 tahun sel-sel syaraf pada mata sudah mengalami penurunan fleksibilitas untuk memperbaiki terjadinya kelainan mata.
  • Katarak
    Katarak pada mata adalah suatu kejadian timbulnya selaput tipis yang mengganggu fungsi penglihatan mata, katarak hanya dapat disembuhkan dengan mengangkat lapisan tipis tersebut dengan pembedahan ringan. Akupuntur hanya efektif untuk mencegah timbulnya katarak dan bukan mengobati.
  • Glaukoma
    Glaukoma merupakan salah satu kelainan ataupun cacat mata yang diakibatkan oleh penyakit diabetes, glaukoma dapat disembuhkan dengan terapi akupuntur dengan terlebih dahulu mengobati penyakit diabetes yang dialami.
  • Kombinasi
    Kombinasikan teknik akupuntur dengan terapi lain yang berguna untuk merangsang kinerja syaraf mata agar hasilnya lebih optimal.

Akan lebih baik apabila terapi akupuntur untuk cacat mata juga diimbangi dengan konsumsi makanan ataupun minuman yang memiliki kandungan vitamin A yang tinggi agar kesehatan mata tetap terpelihara.

Ini Dia 7 Manfaat Rutin Berhubungan Intim Bagi Kesehatan Pria

Posted: 05 Dec 2014 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Tahukah Anda, hubungan seks secara rutin dengan pasangan resmi memiliki manfaat mengejutkan yang tak pernah Anda bayangkan?

Berbagai penelitian ilmiah mengungkapkan, hasrat untuk berhubungan intim sebenarnya sudah mampu menjadi energi positif yang mendorong naiknya sistem kekebalan tubuh.

Kenyataannya, meski seks sudah banyak dibicarakan di berbagai media, banyak orang masih menganggap, membicarakan seks itu memalukan. Soal manfaat seks juga telah banyak diungkap, meski sebagian orang masih menganggapnya sebatas anekdot, padahal itu adalah kenyataan.

Berikut 7 manfaat sehat rutin bercinta bagi pria :

  • Mengurangi risiko jantung dan stroke
    Menurut penelitian dari Queens University, Belfast, pria yang berhubungan seks 3 kali atau lebih dalam seminggu maka risikonya untuk mengalami serangan jantung dan stroke akan berkurang hingga 50 persen.
  • Menjaga mood tetap positif
    Aktivitas seks yang rutin membuat pria selalu berada dalam semangat dan mood yang positif, selain bisa menghilangkan stres dan meningkatkan harga dirinya, seks juga sebenarnya dapat mencegah munculnya depresi. Sebab saat bercinta hormon endorfin akan dilepaskan oleh tubuh.
  • Memperbaiki kualitas tidur
    Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan pria, salah satu hormon lain yang dilepaskan saat bercinta adalah oksitosin, yang merupakan hormon untuk membantu membuat tidur semakin nyenyak. Mungkin ini salah satu sebabnya mengapa pria seringkali cepat tertidur setelah berhubungan seks.
  • Mengurangi risiko kanker prostat
    Memiliki aktivitas seks secara teratur dapat melindungi pria dari kanker, sebuah survei yang dilakukan National Cancer Institute menemukan bahwa pria yang rata-rata mengalami ejakulasi 21 kali per bulan memiliki risiko 33 persen lebih rendah untuk terkena kanker prostat daripada mereka yang hanya mengalami 4-7 kali ejakulasi per bulan.
  • Menghilangkan rasa nyeri
    Bagi wanita, orgasme bisa membantu meringankan kram sebelum menstruasi. Sedangkan bagi pria, aktivitas ini bisa menjadi obat penghilang rasa sakit alami. Dalam sebuah studi, 48 responden diminta untuk menghirup uap oksitosin dan kemudian jari mereka ditusuk. Hasilnya, efek nyeri yang mereka rasakan berkurang hingga 50 persen. Hormon ini diketahui juga bekerja pada sakit kepala dan nyeri punggung.
  • Menjaga tubuh tetap bugar
    Untuk memperkuat otot perut, punggung dan otot panggul, berlari selama 30 menit akan membakar sekitar 200 kalori. Namun faktanya bercinta selama lebih kurang 1 jam akan membakar kalori pria sebanyak 413 kalori.
  • Membuat kulit tampak lebih muda dan panjang umur
    Penelitian telah menunjukkan bahwa memiliki aktivitas seks secara rutin membuat Anda terlihat lebih muda, bahkan mungkin 10 tahun lebih muda. Selain itu, sebuah studi dari British Medical Journal menemukan bahwa pria yang memiliki frekuensi orgasme tinggi tingkat kematiannya 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan pria yang jarang ejakulasi.

Masalah Seks Yang Paling Sering Dialami Wanita

Posted: 05 Dec 2014 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Wanita lebih tertutup dan malu mengungkapkan masalah seks yang dialaminya, tidak jarang seorang wanita tiba-tiba enggan untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan tanpa tahu penyebabnya.

Seperti yang dilansir oleh thehealthsite.com, hanya ada sedikit penelitian di India yang membahas tentang disfungsi seksual wanita. Dan salah satu penelitian yang diambil dari 149 wanita India, ada sejumlah masalah seksual yang mereka alami: lubrikasi (97 persen), gairah seksual (91 persen), orgasme (87 persen), kepuasan seks (81 persen), keinginan untuk berhubungan seks (77 persen), dan rasa sakit saat berhubungan seks (65 persen).

Lalu, hal apa saja yang bisa menyebabkan munculnya masalah atau gangguan seksual pada wanita?

Pada umumnya, disfungsi seksual pada wanita memiliki empat penyebab utama. Ini dia penjelasan lengkapnya :

  • Masalah Fisik atau Biologis
    Masalah ini berkaitan erat dengan berbagai macam penyakit, obat-obatan yang dikonsumsi, dan ketidakseimbangan hormon seperti menopause. Seorang wanita yang memiliki masalah fisik atau biologis ini rentan mengalami masalah ketika berhubungan seksual.
  • Masalah Mental atau Psikologis
    Punya pengalaman traumatis yang berkaitan dengan seks? Atau mood (suasana hati) yang suka berubah-ubah? Berbagai macam masalah yang berkaitan dengan psikologis atau kemampuan mental juga bisa memicu munculnya masalah seksual pada wanita.
  • Masalah Hubungan Asmara
    Hubungan seorang wanita dengan pasangannya memiliki peran besar dalam kehidupan seksnya. Masalah dalam hubungan asmara seperti rasa tidak bahagia, ejakulasi dini, bahkan kesibukan bisa memicu munculnya gangguan dalam hubungan seks wanita.
  • Vaginismus
    Apa itu vaginismus? Dilansir dari kamuskesehatan.com, vaginismus adalah gangguan seksual yang ditandai oleh pengetatan otot-otot sepertiga bagian luar vagina yang seringkali menyakitkan. Jadi wanita yang menderita vaginismus bisa tidak sengaja atau sadar mengkontraksi otot Miss. V-nya. Hanya saja saat Miss. V akan dipenetrasi, otot-ototnya bisa langsung mengencang secara spontan dan biasanya juga dipengaruhi oleh alasan psikologis.

Untuk mencegah munculnya masalah atau gangguan seks pada wanita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, mendapatkan edukasi tentang seks yang mendiskusikan berbagai macam topik seperti anatomi seksual, fisiologi seksual, dan juga mitos-mitos tentang seks. Kedua, melakukan latihan atau olahraga seperti latihan kegel juga bisa sangat membantu untuk mengontrol otot-otot Miss. V.

Ladies, tidak perlu merasa takut untuk mendiskusikan masalah seks. Mengetahui berbagai aspek penting tentang seks sangatlah penting demi mendapatkan kehidupan seks yang harmonis dan bahagia.

Mengenal Disfungsi Seksual Pada Wanita

Posted: 05 Dec 2014 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Disfungsi seksual pada wanita kerap dianggap remeh. Padahal, kehidupan seksual yang sehat menjadi salah satu indikator kesehatan. Dan, tak adanya minat berintim-intim bisa menyebabkan pernikahan bisa berantakan.

Menurut penjelasan MeetDoctor.com, disfungsi seksual atau penurunan gairah seksual merupakan kondisi di mana terjadi penurunan keinginan atau respons seksual. Kondisi ini banyak terjadi pada kaum wanita namun sayangnya tidak banyak dari mereka yang mau mengaku apalagi berusaha mencari solusi disfungsi seksual. Padahal jika masalah disfungsi seksual tersebut tidak segera ditangani, masalah ini akan berdampak buruk terhadap hubungannya dengan pasangan.

Disfungsi seksual biasanya terjadi karena dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon, seperti menopause, sehabis melahirkan, atau disebabkan efek penyakit lain. Gejala dari disfungsi seksual antara lain :

  • Tidak adanya respons bahkan saat terjadi rangsangan seksual.
  • Sulit mencapai orgasme.
  • Rendahnya keinginan untuk berhubungan seks.
  • Merasa sakit saat beraktivitas seksual.
  • Gairah yang mudah berubah drastis.

Sedangkan beberapa faktor yang menyebabkan disfungsi seksual di antaranya :

  • Cedera tulang belakang
  • Efek mengonsumsi obat tekanan darah tinggi
  • Sistem saraf.
  • Gagal ginjal
  • Gangguan emosional khususnya terkait dengan persoalan hubungan dengan pasangan.
  • Traumatis akibat pelecehan seksual.

jika Anda tidak ingin kehidupan seksual dengan pasangan bermasalah, segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan penanganan terkait disfungsi seksual. Atau, Anda juga bisa melakukan terapi yoga, akupuntur, dan meditasi lainnya. Yang paling penting adalah adanya dukungan dari orang terdekat terutama pasangan.

Advertisemen