Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Kehamilan Ektopik
- Aduh, Si Kecil Demam Setelah Imunisasi, Apa Yang Harus Dilakukan?
- Kulit Gatal Dan Bercak Putih Seperti Panu
- Diagnosa Penyakit Darah Leukimia Pada Anak
| Posted: 24 Jan 2015 06:00 AM PST DokterSehat.Com – Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang tempat implantasi atau nidasi melekatnya buah kehamilan di luar tempat yang normal, yakni di luar rongga rahim. Kehamilan ektopik menimpa sekitar 1% dari seluruh kehamilan dan hal ini merupakan suatu kondisi darurat dimana dibutuhkan pertolongan secepatnya. Karena jika dibiarkan kondisi ini sangat berbahaya dan mampu mengancam nyawa ibu, hal ini disebabkan oleh perdarahan dalam rongga abdomen, dan bukan terjadinya perdarahan keluar. Dalam kasus kehamilan ektopik, janin memiliki kemungkinan yang sangat kecul untuk dapat bertahan hidup. Namun di sejumlah kondisi kecil, contoh pada kehamilan abdominal, kehamilan dan janin bisa bertahan hingga masa persalinan dan jika persalinan dilakukan dengan cara caesar, maka ada harapan serta kemungkinan bayi untuk dapat bertahan hidup. Penyebab Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh berbagai hal, dan yang paling sering adalah disebabkan adanya infeksi pada saluran falopi (tuba falopi – fallopian tube). Kehamilan ektopik besar kemungkinan terjadi pada kondisi :
Gejala Pada saat usia kehamilan mencapai usia 6-10 minggu, biasa ibu hamil yang mengalami kehamilan ektopik akan mengalami gejala :
Diagnosa Kehamilan ektopik biasanya sangat sulit di diagnosa oleh dokter, karena gejala dan tanda kehamilan ektopik juga biasanya terjadi pada kehamilan normal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kehamilan ektopik, yaitu dengan cara :
Pengobatan Dokter akan selalu membatalkan kondisi kehamilan ektopik dengan cara pemberian obat-obatan untuk menahan perkembangan embrio. Efek jangka panjang akan dapat terhindarkan jika, kehamilan ektopik dapat terdekteksi sejak dini. jika kehamilan ektopik telah terdektesi sejak dini, hal ini dapat ditangani dengan pemberian obat suntik agar dapat diserap oleh tubuh ibu hamil, hal ini dapat menyebabkan kondisi tuba falopi masih dalam keadaan utuh. Jika kondisi serius, seperti jika tuba falopi telah mengembang, maka dokter akan melakukan operasi. |
| Aduh, Si Kecil Demam Setelah Imunisasi, Apa Yang Harus Dilakukan? Posted: 24 Jan 2015 02:00 AM PST DokterSehat.Com – Imunisasi memang penting agar anak terlindung dari berbagai macam penyakit berbahaya. Namun, pasca-pemberian imunisasi, seringkali terjadi gangguan kesehatan pada anak yang membuat Mama khawatir. Setelah diberi vaksin DPT, biasanya anak memang akan terserang demam. Bahkan kadang-kadang malah terdapat kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang lebih berat, berupa demam tinggi dan kejang akibat demam. Namun, Anda harus waspada jika setelah imunisasi, demam si kecil tak kunjung sembuh. Dilansir oleh nps.org.au, waspadai demam yang menyerang si kecil jika tanda-tandanya seperti ini :
Jika si kecil mengalami demam, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, yaitu :
Dampingi dan perhatikan dengan baik perkembangan si kecil saat demam agar Anda tak salah mengobati ya, Bunda. |
| Kulit Gatal Dan Bercak Putih Seperti Panu Posted: 23 Jan 2015 11:58 PM PST Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, badan saya gatal-gatal di kulit ada bintik merah dan putih seperti panu, badan saya terasa gatal, sudah test darah tetapi hasilnya bagus-bagus saja, tidak ada apa-apa. Terimakasih Salam Bapak Bagas Jawaban Konsultasi Tes apa yang anda jalani? Periksakan ke dokter spesialis kulit untuk masalah kulit anda. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Diagnosa Penyakit Darah Leukimia Pada Anak Posted: 23 Jan 2015 11:10 PM PST DokterSehat.Com – Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah). Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda atau signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali. Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda atau signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan. Untuk mendiaknosa anak yang mengalami gejala leukimia, dokter akan memeriksa riwayat kesehatannya terlebih dahulu. Tes dilakukan pada anak untuk mendiaknosa leukimia serta mengenali jenisnya. Berikut tes tahap awal yang dimaksud :
Seorang ahli patologi memeriksa sel yang telah diambil dari tes darah dengan menggunakan mikroskop. Ia juga memeriksa cantoh dari sumsum tulang belakang untuk mengetahui bentukan sel darah dan juga sel lemak. Tes-tes yang telah dibahas merupakan serangkaian tes awal yang harus dijalani pasien suspek leukimia. Beberapa tes lain mungkin masih harus dijalani untuk mendeteksi jenis leukimia yang menyerang anak. Selain itu, dari hasil tes-tes, dokter akan dapat menyimpulkan pengobatan-pengobatan seperti apa yang sekiranya diperlukan. Beberapa tes mungkin diulang pelaksanaannya untuk melihat reaksi si anak terhadap pengobatannya. Memang dalam menghadapi penyakit ini butuh kesabaran dan ketlatenan. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments