Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Tips Mencukur Rambut Kemaluan Yang Benar Untuk Wanita
- PPOK Penyakit Mematikan Akibat Rokok
- Otitis Media Infeksi Telinga Paling Umum pada Anak-Anak
- Sakit Gigi Di Sertai Nyeri
- Merokok Pasif Dapat Menyebabkan Tuli
- Saat Menstruasi, Olahraga Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
| Tips Mencukur Rambut Kemaluan Yang Benar Untuk Wanita Posted: 10 Feb 2015 07:00 AM PST DokterSehat.Com – Bulu kemaluan merupakan tanda bahwa telah datangnya masa pubertas pada seorang perempuan atau wanita. Hal ini dikarenakan adanya perubahan dan pertambahan hormon menjelang masa peralihan atau transisi dari remaja ke dewasa. Hadirnya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, sebenarnya bukan suatu masalah karena hal tersebut merupakan kodrat alamiah yang dialami oleh semua orang. Yuk simak tanya jawabnya
|
| PPOK Penyakit Mematikan Akibat Rokok Posted: 10 Feb 2015 04:00 AM PST DokterSehat.Com – Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik dengan karakteristik adanyahambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif nonreversibel atau reversibel parsial, sertaadanya respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang berbahaya. Gejala Penderita PPOK biasanya adalah perokok atau memiliki riwayat perokok berat (satu pak atau lebih sehari) selama 20 tahun atau lebih. Selain riwayat merokok, kondisi berikut dapat mengindikasikan PPOK :
Penyebab Sebagian besar kasus PPOK disebabkan oleh merokok. Paparan polutan seperti asap debu dan bahan kimia dapat memperparah gejalanya. Pada tipe emfisema yang langka, penyebabnya adalah kondisi genetik di mana terdapat kekurangan antitripsin alfa-1. Protein ini biasanya membantu melindungi paru-paru dari enzim berbahaya lain yang dapat menghancurkan jaringan paru-paru. Pada orang dengan defisiensi antitripsin alfa-1, merokok sangat berbahaya karena mempercepat perkembangan emfisema. Diagnosis Diagnosis awal dilakukan dokter dengan mempelajari riwayat pasien dan gejala-gejala yang dikeluhkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mendengarkan melalui stetoskop untuk mendeteksi suara berderak di paru-paru yang disebabkan oleh alveoli yang rusak. Diagnosis terbaik PPOK dilakukan dengan tes spirometri, menggunakan perangkat spirometer untuk mengukur seberapa dalam pernafasan seseorang dan seberapa cepat udara dapat bergerak masuk dan keluar dari paru-parunya. Penderita PPOK tidak bisa membuang nafas sebanyak dan secepat orang dengan paru-paru normal. Setelah melakukan pengujian, pasien diberi obat bronkodilator hirup. Spirometri diulangi, dan jika ada peningkatan besar dalam hasilnya, hal ini menunjukkan bahwa kondisinya bukan PPOK tetapi asma. Karena beberapa penyakit paru lain dan penyakit jantung memiliki gejala yang mirip dengan PPOK, pemeriksaan rontgen, EKG, dan sampel darah mungkin juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan menilai keparahan kondisi. Foto rontgen paru dapat menunjukkan kelainan-kelainan pada paru-paru. Tes darah dapat menunjukkan tingkat oksigen yang rendah. Pengobatan Kerusakan paru-paru dan saluran udara pada PPOK bersifat ireversibel (tidak dapat diperbaiki). Namun, perawatan tertentu dapat membantu pasien bernafas lebih baik, hidup lebih aktif dan lebih lama. Oleh karena itu, penting sekali. Untuk mengidentifikasi PPOK sedini mungkin agar perawatan dapat dimulai sejak awal. Bila Anda perokok, jangan abaikan keluhan seperti sering batuk dan sesak nafas. Segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pengobatan dan perawatan PPOK meliputi :
Penderita PPOK berat rentan terhadap apa yang disebut eksaserbasi akut yaitu, episode di mana kondisi mereka tiba-tiba memburuk (terengah-engah) sehingga membutuhkan oksigen, bronkodilator dan pengobatan kortikosteroid di rumah sakit. Eksaserbasi ini umumnya diakibatkan oleh infeksi pernafasan sehingga biasanya juga membutuhkan pemberian antibiotik. Beda PPOK dengan asma PPOK dan asma dapat saling berdampingan dan sering dirancukan satu sama lain. Asma dapat memberikan gangguan pernapasan yang mirip dengan PPOK, sehingga membuat diagnosis PPOK sedikit sulit. Namun, karakteristik PPOK dan asma sebenarnya sangat berbeda :
|
| Otitis Media Infeksi Telinga Paling Umum pada Anak-Anak Posted: 10 Feb 2015 01:00 AM PST DokterSehat.Com – Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Sekitar 50 persen bayi pernah mengalami infeksi telinga tengah ini sebelum ulang tahun pertama mereka. Infeksi telinga ini seringkali berkembang setelah infeksi virus, seperti pilek atau flu. Bagian di belakang gendang telinga akan membengkak dan mengumpulkan cairan (efusi). Gejala Gejala otitis media pada bayi muda terdiri dari demam, rewel, selera makan menurun, susah tidur, cairan bocor dari telinga dan sering menarik-narik atau menggosok telinga. Muntah, mual, dan diare juga dapat terjadi. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengeluhkan rasa sakit di telinga dan gangguan pendengaran sementara. Gejala ini biasanya datang tiba-tiba. Diagnosis Hubungi dokter jika anak Anda mengalami gejala-gejala di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat gendang telinga anak Anda. Dia biasanya menggunakan alat yang disebut otoskop untuk melihat ke dalam telinga anak. Meskipun pemeriksaan ini tidak menyakitkan, sebagian besar bayi dan anak-anak tidak suka atau takut ketika telinganya diperiksa. Anda mungkin perlu memangku dan memeluk anak Anda jika dia rewel saat diperiksa. Keberadaan cairan kental di belakang gendang telinga menandai infeksi bakteri. Dalam kasus tertentu, dokter akan memasukkan jarum melalui gendang telinga untuk mengambil sampel nanah dari telinga tengah untuk diperiksa di laboratorium. Prosedur yang disebut timpanocentesis ini dapat membantu dokter mengetahui penyebab infeksi. Lubang di gendang telinga biasanya akan menutup sendiri dalam waktu 24-48 jam. Pengobatan Pada bayi di atas 24 bulan, dokter mungkin akan memilih untuk menunggu dan membiarkan sistem kekebalan tubuh anak bekerja melawan infeksi. Dia mungkin hanya memberikan obat-obatan untuk mengurangi demam dan rasa sakit di telinga. Jika setelah lebih dari 48 jam gejala sakit anak Anda terus berlanjut atau bahkan memburuk, antibiotik mungkin diresepkan. Antibiotik biasanya diberikan kepada bayi yang lebih muda dari 24 bulan. Anak-anak yang lebih tua dari 24 bulan dapat diobati dengan antibiotik atau menunda pengobatan. Antibiotik tidak diberikan kepada setiap anak dengan infeksi telinga karena studi menunjukkan bahwa banyak anak yang lebih tua dapat mengatasi infeksi telinga tanpa antibiotik. Pemberian antibiotik harus dilakukan secara bijaksana karena penggunaan yang tidak perlu dapat mengakibatkan bakteri resisten. Artinya, antibiotik tertentu tidak lagi manjur atau dosis yang lebih tinggi diperlukan di pengobatan berikutnya. Selain itu, infeksi telinga juga dapat disebabkan oleh virus sehingga tidak dapat diobati dengan antibiotik. Infeksi ini harus disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Jika anak Anda memiliki infeksi telinga berulang (disebut otitis media serosa atau kronis) yang tidak kunjung sembuh dan membuat cairan menumpuk sehingga mengganggu pendengaran dan kemampuan bicara, dokter mungkin menyarankan operasi yang disebut miringotomi untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah dan memasukkan tabung ventilasi. Karena kebanyakan anak memiliki infeksi di kedua telinga, operasi ini seringkali dilakukan pada keduanya. Dalam pembedahan yang biasanya dilakukan di bawah bius umum oleh dokter THT ini, sebuah tabung kecil yang disebut tabung timpanostomi (tabung T) dimasukkan ke gendang telinga untuk drainase dan menyamakan tekanan di telinga tengah. Hal ini membantu untuk mencegah infeksi dan akumulasi cairan di masa depan, dan membantu menormalkan pendengaran. Tabung tersebut biasanya akan keluar sendiri dalam waktu sekitar 6 bulan. Pada metode miringotomi dengan laser, pembukaan gendang telinga dilakukan dengan laser, bukan tabung. Komplikasi
|
| Posted: 09 Feb 2015 09:42 PM PST Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, umur saya 44 tahun awalnya saya sakit gigi disertai nyeri dibagian telinga sampai mata saya pusing saat berkedip atau melihat, akibatnya tensi saya naik turun. Pertanyaan saya sebenarnya saya sakit apa dokter? Terima kasih Salam Ibu Isnawati Jawaban Konsultasi Kemungkinan besar memang sumbernya dari gigi. Periksakan dulu ke dokter gigi. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Merokok Pasif Dapat Menyebabkan Tuli Posted: 09 Feb 2015 09:00 PM PST DokterSehat.Com – Sedihnya menjadi perokok pasif, meski tidak menghisap rokok, tetapi mereka harus ikut kena getahnya. Selain berisiko gangguan paru dan pernapasan, indera pendengaran perokok pasif ikut terancam asap rokok yang dikepulkan oleh orang lain. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.500 remaja AS yang berusia 12- 19 tahun menunjukkan bahwa merokok pasif berdampak langsung merusak telinga anak-anak muda. Semakin besar paparan, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan. Pada beberapa kasus, kerusakan tersebut cukup mengganggu kemampuan seorang remaja untuk memahami pembicaraan. Demikian laporan studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal khusus bedah leher dan kepala Asap rokok meningkatkan risiko infeksi yang menghalangi suplai darah halus ke telinga sehingga dapat menyebabkan kerusakan kecil tapi fatal. Namun, belum diketahui dari studi tersebut berapa banyak paparan asap rokok yang berbahaya dan kapan kerusakan dapat terjadi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat, namun sementara ini untuk melindungi pendengaran dan kesehatan anak-anak Anda, sangat dianjurkan untuk tidak merokok di sekitar mereka, kata Dr Michael Weitzman, salah seorang peneliti. Dalam studi tersebut, sekitar 40% dari 800 remaja yang telah terpapar asap rokok terdeteksi memiliki masalah pendengaran, dibandingkan hanya sekitar 25% dari 750 remaja yang tidak terpapar. Menariknya, lebih dari 80% remaja-remaja tersebut tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah pendengaran. Kehilangan pendengaran ringan memang tidak selalu disadari oleh setiap orang. Namun, tes pendengaran secara jelas mengungkapkan bahwa mereka mengalami kesulitan mendengarkan suara berfrekuensi tinggi dan rendah. Jenis gangguan pendengaran ini umumnya hanya terjadi pada orang-orang lanjut usia atau pada anak yang terlahir tuli. Remaja-remaja yang memiliki masalah pendengaran tersebut dapat kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah dan rentan dituduh secara salah sebagai biang kerok atau salah didiagnosis sebagai ADHD. Untuk mengatasi masalah pendengaran mereka, mereka harus menggunakan alat bantu dengar. |
| Saat Menstruasi, Olahraga Apa yang Sebaiknya Dilakukan? Posted: 09 Feb 2015 05:00 PM PST DokterSehat.Com – Olahraga memang sehat dilakukan setiap hari, namun khusus wanita ada waktu dimana tidak semua olahraga dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuhnya. Melakukan olahraga yang berat saat menstruasi tidak dianjurkan untuk para wanita, karena dapat mengakibatkan sakit/keram dibagian perut. Jadi, harus memilih olahraga yang tepat disaat itu. Berikut beberapa jenis olahraga yang bisa Anda pilih dan lakukan ketikan menstruasi :
Kalau sedang malas untuk pergi ke tempat fitnes, nyalakan saja video tentang aerobik atau kegiatan olahraga di rumah. Lalu Anda tinggal mengikuti instruksi dari video tersebut. Menstruasi tak seharusnya jadi alasan kita untuk berhenti olahraga atau menggerakkan badan. Tapi tetap penting untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh ketika olahraga saat menstruasi. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments