Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Tips Mencukur Rambut Kemaluan Yang Benar Untuk Wanita

Posted: 10 Feb 2015 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Bulu kemaluan merupakan tanda bahwa telah datangnya masa pubertas pada seorang perempuan atau wanita. Hal ini dikarenakan adanya perubahan dan pertambahan hormon menjelang masa peralihan atau transisi dari remaja ke dewasa. Hadirnya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, sebenarnya bukan suatu masalah karena hal tersebut merupakan kodrat alamiah yang dialami oleh semua orang.

Yuk simak tanya jawabnya

  • Apakah mencukur atau mencabut (waxing) bulu kemaluan berbahaya untuk wanita (dilihat dari sisi kesehatan)?

    Setiap bagian dari tubuh manusia memiliki perannya masing-masing, termasuk rambut kemaluan. Rambut kemaluan merupakan salah satu penanda kematangan seksual yang berfungsi sebagai barrier terhadap invasi bakteri maupun virus pada vagina, mengurangi gesekan saat hubungan seksual, mempertahankan kehangatan organ intim, serta transmiter dari feromon (zat kimia yang mengatur perilaku seksual).

    Pencukuran rambut kemaluan diperbolehkan namun harus dilakukan dengan teknik yang benar. Pencukuran dengan teknik yang salah tidak hanya akan menyebabkan iritasi dan peradangan, tetapi juga dapat meluas hingga terjadi infeksi pada jaringan sekitar.

  • Lebih baik bulu-bulu kemaluan tersebut dibiarkan atau dirapikan?
    Pilihan pencukuran rambut kemaluan sebenarnya bersifat personal. Hingga kini fungsi nyata dari rambut kemaluan masih menjadi perdebatan. Pilihan untuk membiarkan rambut kemaluan tumbuh tanpa pencukuran tidak akan memberikan efek negatif bagi kesehatan, demikian pula dengan pencukuran rambut kemaluan.

    Pengurangan jumlah rambut kemaluan sebenarnya tidak akan berpengaruh besar bagi kesehatan, namun metode pencukurannya lah yang dapat membahayakan kesehatan. Kondisi salon dan alat yang digunakan untuk pencukuran juga dapat menjadi sarana penularan infeksi yang akan meningkatkan resiko infeksi.

  • Apa yang harus diperhatikan jika wanita ingin menghilangkan bulu kemaluannya?
    Saat ini telah tersedia berbagai macam metode untuk menghilangkan rambut kemaluan seperti waxing, laser, trimming, dan shaving; namun metode paling sering dipilih adalah pencukuran atau shaving. Saat Anda akan melakukan pencukuran rambut kemaluan, pastikan Anda menggunakan mata pisau yang baru dan tajam serta gunakan krim cukur sebelum pencukuran untuk  mempermudah pencukuran.

    Penggunaan pisau cukur bekas akan meningkatkan resiko infeksi dan memperbesar trauma yang mungkin timbul. Saat pencukuran, gunakan satu tangan untuk meregangkan kulit dan cukur lah rambut kemaluan dengan tangan satunya yang bebas tanpa pemberian tekanan. Pencukuran sebaiknya dilakukan berlawanan arah dengan arah tumbuhnya rambut (dari bawah ke atas).  Terakhir, oleskan baby oil (minyak bayi) atau krim aloe vera (ekstrak lidah buaya) untuk menjaga kelembapan setelah pencukuran dan mengurangi resiko terjadinya iritasi dan peradangan.

PPOK Penyakit Mematikan Akibat Rokok

Posted: 10 Feb 2015 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik dengan karakteristik adanyahambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif nonreversibel atau reversibel parsial, sertaadanya respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang berbahaya.

Gejala

Penderita PPOK biasanya adalah perokok atau memiliki riwayat perokok berat (satu pak atau lebih sehari) selama 20 tahun atau lebih. Selain riwayat merokok, kondisi berikut dapat mengindikasikan PPOK :

  • Sesak nafas (dispnea)
    Pada awalnya sesak nafas hanya dialami setelah beraktivitas fisik. Namun, ketika paru-paru semakin rusak, sesak nafas terjadi ketika melakukan pekerjaan harian rutin seperti berjalan dan menyiram tanaman atau bahkan saat beristirahat.
  • Mengi dan batuk kronis
    Seringkali disertai dahak, yang berlangsung lama (berbulan-bulan).
  • Sering mendapat infeksi paru
    Jaringan paru-paru yang rusak lebih mudah terinfeksi, sehingga menyebabkan bronkitis akut dan pneumonia, terutama di musim hujan saat influenza merebak. Saluran udara memiliki mekanisme untuk mengusir bakteri dengan mengeluarkan dahak melalui batuk. Paru-paru yang rusak tidak bisa melakukannya sehingga bakteri cenderung berkumpul di dalam alveoli dan saluran udara dan menyebar di seluruh lobus paru-paru. Penderita PPOK membutuhkan waktu lama untuk pulih dari infeksi paru, yang dapat berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Gagal jantung
    Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru karena begitu banyak jaringan paru-paru yang rusak. Beban ekstra ini membuat jantung melemah dan membesar.
  • Hipoksia (kekurangan oksigen dalam darah)
    Organ tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan menjadi rusak. Kurangnya aliran darah ke otak, misalnya, dapat menyebabkan kebingungan, pelupa dan depresi. Pada kulit, kekurangan oksigen ini ditandai oleh semburat biru lebam (sianosis).
  • Pneumotoraks (pengempisan paru-paru)
    Terdapat pengumpulan udara di sekitar paru-paru yang bocor dari jaringan paru yang rusak. Penumpukan udara ini menekan paru-paru, sehingga tidak dapat mengembang sebesar biasanya saat mengambil nafas.

Penyebab

Sebagian besar kasus PPOK disebabkan oleh merokok. Paparan polutan seperti asap debu dan bahan kimia dapat memperparah gejalanya. Pada tipe emfisema yang langka, penyebabnya adalah kondisi genetik di mana terdapat kekurangan antitripsin alfa-1. Protein ini biasanya membantu melindungi paru-paru dari enzim berbahaya lain yang dapat menghancurkan jaringan paru-paru. Pada orang dengan defisiensi antitripsin alfa-1, merokok sangat berbahaya karena mempercepat perkembangan emfisema.

Diagnosis

Diagnosis awal dilakukan dokter dengan mempelajari riwayat pasien dan gejala-gejala yang dikeluhkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mendengarkan melalui stetoskop untuk mendeteksi suara berderak di paru-paru yang disebabkan oleh alveoli yang rusak. Diagnosis terbaik PPOK dilakukan dengan tes spirometri, menggunakan perangkat spirometer untuk mengukur seberapa dalam pernafasan seseorang dan seberapa cepat udara dapat bergerak masuk dan keluar dari paru-parunya. Penderita PPOK tidak bisa membuang nafas sebanyak dan secepat orang dengan paru-paru normal. Setelah melakukan pengujian, pasien diberi obat bronkodilator hirup. Spirometri diulangi, dan jika ada peningkatan besar dalam hasilnya, hal ini menunjukkan bahwa kondisinya bukan PPOK tetapi asma.

Karena beberapa penyakit paru lain dan penyakit jantung memiliki gejala yang mirip dengan PPOK, pemeriksaan rontgen, EKG, dan sampel darah mungkin juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan menilai keparahan kondisi.  Foto rontgen paru dapat menunjukkan kelainan-kelainan pada paru-paru. Tes darah dapat menunjukkan tingkat oksigen yang rendah.

Pengobatan

Kerusakan paru-paru dan saluran udara pada PPOK bersifat ireversibel (tidak dapat diperbaiki). Namun, perawatan tertentu dapat membantu pasien bernafas lebih baik, hidup lebih aktif dan lebih lama. Oleh karena itu, penting sekali.

Untuk mengidentifikasi PPOK sedini mungkin agar perawatan dapat dimulai sejak awal. Bila Anda perokok, jangan abaikan keluhan seperti sering batuk dan sesak nafas. Segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pengobatan dan perawatan PPOK meliputi :

  • Berhenti merokok
    Berhenti merokok adalah keharusan bagi penderita PPOK
  • Bronkodilator
    Yaitu obat-obatan inhalasi atau semprot yang membantu membuka saluran udara. Meskipun tidak seefektif pada penderita asma, obat-obatan itu dapat mengurangi gejala dan membuat nafas lebih mudah.
  • Kortikosteroid
    Untuk mengurangi inflamasi dan pembengkakan jaringan paru-paru yang diberikan melalui inhalasi atau tablet untuk jangka pendek.
  • Pengobatan untuk infeksi
    Antibiotik mungkin diresepkan untuk mengobati infeksi seperti pneumonia, dan vaksinasi mungkin diberikan untuk mencegah flu.
  • Terapi oksigen
    Dalam kasus parah ketika paru-paru tidak dapat menghirup oksigen yang cukup, pasien perlu mendapat pasokan oksigen melalui masker atau selang bercabang dua yang dimasukkan ke lubang hidung
  • Operasi
    Pada penderita PPOK, kista besar yang dikenal sebagai bullae dapat berkembang di paru-paru dan menghambat fungsi paru-paru. Dalam keadaan ini, pembedahan mungkin dilakukan untuk mengangkatnya agar sisa jaringan paru-paru dapat berfungsi.
  • Rehabilitasi paru
    dilakukan untuk membantu memperbaiki kualitas hidup selepas dari rumah sakit. Program rehabilitasi ditujukan agar pasien PPOK dapat memanfaatkan fungsi paru-paru mereka yang masih tersisa. Pendidikan dan dukungan psikososial juga membantu untuk mengurangi kecemasan dan depresi yang sering menyertai PPOK.

Penderita PPOK berat rentan terhadap apa yang disebut eksaserbasi akut yaitu, episode di mana kondisi mereka tiba-tiba memburuk (terengah-engah) sehingga membutuhkan oksigen, bronkodilator dan pengobatan kortikosteroid di rumah sakit. Eksaserbasi ini umumnya diakibatkan oleh infeksi pernafasan sehingga biasanya juga membutuhkan pemberian antibiotik.

Beda PPOK dengan asma

PPOK dan asma dapat saling berdampingan dan sering dirancukan satu sama lain. Asma dapat memberikan gangguan pernapasan yang mirip dengan PPOK, sehingga membuat diagnosis PPOK sedikit sulit. Namun, karakteristik PPOK dan asma sebenarnya sangat berbeda :

  • Asma dimulai sejak usia muda, sedangkan PPOK sebagian besar dimulai pada usia di atas 40 tahun.
  • Merokok adalah faktor penyebab PPOK, sedangkan asma tidak.
  • Asma tidak memiliki gejala produksi dahak (lendir) yang meningkat seperti pada PPOK.
  • Asma sebagian besar tetap stabil sepanjang hidup, dengan gejala bervariasi. PPOK cenderung memburuk dengan gejala persisten.

Otitis Media Infeksi Telinga Paling Umum pada Anak-Anak

Posted: 10 Feb 2015 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid.

Sekitar 50 persen bayi pernah mengalami infeksi telinga tengah ini sebelum ulang tahun pertama mereka. Infeksi telinga ini seringkali berkembang setelah infeksi virus, seperti pilek atau flu. Bagian di belakang gendang telinga akan membengkak dan mengumpulkan cairan (efusi).

Gejala

Gejala otitis media pada bayi muda terdiri dari demam, rewel, selera makan menurun, susah tidur, cairan bocor dari telinga dan sering menarik-narik atau menggosok telinga. Muntah, mual, dan diare juga dapat terjadi. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengeluhkan rasa sakit di telinga dan gangguan pendengaran sementara. Gejala ini biasanya datang tiba-tiba.

Diagnosis

Hubungi dokter jika anak Anda mengalami gejala-gejala di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat gendang telinga anak Anda. Dia biasanya menggunakan alat yang disebut otoskop untuk melihat ke dalam telinga anak. Meskipun pemeriksaan ini tidak menyakitkan, sebagian besar bayi dan anak-anak tidak suka atau takut ketika telinganya diperiksa. Anda mungkin perlu memangku dan memeluk anak Anda jika dia rewel saat diperiksa. Keberadaan cairan kental di belakang gendang telinga menandai infeksi bakteri.

Dalam kasus tertentu, dokter akan memasukkan jarum melalui gendang telinga untuk mengambil sampel nanah dari telinga tengah untuk diperiksa di laboratorium. Prosedur yang disebut timpanocentesis ini dapat membantu dokter mengetahui penyebab infeksi. Lubang di gendang telinga biasanya akan menutup sendiri dalam waktu 24-48 jam.

Pengobatan

Pada bayi di atas 24 bulan, dokter mungkin akan memilih untuk menunggu dan membiarkan sistem kekebalan tubuh anak bekerja melawan infeksi. Dia mungkin hanya memberikan obat-obatan untuk mengurangi demam dan rasa sakit di telinga.

Jika setelah lebih dari 48 jam gejala sakit anak Anda terus berlanjut atau bahkan memburuk, antibiotik mungkin diresepkan. Antibiotik biasanya diberikan kepada bayi yang lebih muda dari 24 bulan. Anak-anak yang lebih tua dari 24 bulan dapat diobati dengan antibiotik atau menunda pengobatan. Antibiotik tidak diberikan kepada setiap anak dengan infeksi telinga karena studi menunjukkan bahwa banyak anak yang lebih tua dapat mengatasi infeksi telinga tanpa antibiotik. Pemberian antibiotik harus dilakukan secara bijaksana karena penggunaan yang tidak perlu dapat mengakibatkan bakteri resisten. Artinya, antibiotik tertentu tidak lagi manjur atau dosis yang lebih tinggi diperlukan di pengobatan berikutnya. Selain itu, infeksi telinga juga dapat disebabkan oleh virus sehingga tidak dapat diobati dengan antibiotik. Infeksi ini harus disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

Jika anak Anda memiliki infeksi telinga berulang (disebut otitis media serosa atau kronis) yang tidak kunjung sembuh dan membuat cairan menumpuk sehingga mengganggu pendengaran dan kemampuan bicara, dokter mungkin menyarankan operasi yang disebut miringotomi untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah dan memasukkan tabung ventilasi. Karena kebanyakan anak memiliki infeksi di kedua telinga, operasi ini seringkali dilakukan pada keduanya. Dalam pembedahan yang biasanya dilakukan di bawah bius umum oleh dokter THT ini, sebuah tabung kecil yang disebut tabung timpanostomi (tabung T) dimasukkan ke gendang telinga untuk drainase dan menyamakan tekanan di telinga tengah. Hal ini membantu untuk mencegah infeksi dan akumulasi cairan di masa depan, dan membantu menormalkan pendengaran. Tabung tersebut biasanya akan keluar sendiri dalam waktu sekitar 6 bulan. Pada metode miringotomi dengan laser, pembukaan gendang telinga dilakukan dengan laser, bukan tabung.

Komplikasi

  • Membran timpani pecah
    Salah satu kemungkinan komplikasi infeksi telinga adalah pecahnya gendang telinga atau membran timpani. Membran timpani dapat pecah ketika cairan menekannya yang mengurangi aliran darah dan menyebabkan jaringannya melemah. Pecahnya membran ini tidak sakit dan banyak orang bahkan merasa lebih baik karena tekanan dilepaskan. Untungnya, membran timpani biasanya pulih dengan cepat setelah pecah dalam beberapa jam atau hari.
  • Penumpukan cairan
    Cairan yang mengumpul di belakang gendang telinga (efusi) dapat bertahan selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah rasa sakit dan infeksi menghilang. Efusi menyebabkan gangguan pendengaran sementara, namun biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan. Efusi ini perlu dipantau dari waktu ke waktu, yang mencakup pengujian telinga dan pendengaran oleh dokter setiap tiga sampai enam bulan sampai menghilang. Jika efusi tetap ada sampai waktu lama, anak Anda mungkin perlu perawatan. Keputusan perawatan didasarkan pada seberapa banyak efusi memengaruhi pendengaran dan menimbulkan masalah berbicara.

Sakit Gigi Di Sertai Nyeri

Posted: 09 Feb 2015 09:42 PM PST

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, umur saya 44 tahun awalnya saya sakit gigi disertai nyeri dibagian telinga sampai mata saya pusing saat berkedip atau melihat, akibatnya tensi saya naik turun. Pertanyaan saya sebenarnya saya sakit apa dokter? Terima kasih

Salam

Ibu Isnawati

Jawaban Konsultasi

Kemungkinan besar memang sumbernya dari gigi. Periksakan dulu ke dokter gigi. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Merokok Pasif Dapat Menyebabkan Tuli

Posted: 09 Feb 2015 09:00 PM PST

DokterSehat.Com – Sedihnya menjadi perokok pasif, meski tidak menghisap rokok, tetapi mereka harus ikut kena getahnya. Selain berisiko gangguan paru dan pernapasan, indera pendengaran perokok pasif ikut terancam asap rokok yang dikepulkan oleh orang lain.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.500 remaja AS yang berusia 12- 19 tahun menunjukkan bahwa merokok pasif berdampak langsung merusak telinga anak-anak muda. Semakin besar paparan, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan. Pada beberapa kasus, kerusakan tersebut cukup mengganggu kemampuan seorang remaja untuk memahami pembicaraan. Demikian laporan studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal khusus bedah leher dan kepala

Asap rokok meningkatkan risiko infeksi yang menghalangi suplai darah halus ke telinga sehingga dapat menyebabkan kerusakan kecil tapi fatal. Namun, belum diketahui dari studi tersebut berapa banyak paparan asap rokok yang berbahaya dan kapan kerusakan dapat terjadi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat, namun sementara ini untuk melindungi pendengaran dan kesehatan anak-anak Anda, sangat dianjurkan untuk tidak merokok di sekitar mereka,  kata Dr Michael Weitzman, salah seorang peneliti.

Dalam studi tersebut, sekitar 40% dari 800 remaja yang telah terpapar asap rokok terdeteksi memiliki masalah pendengaran, dibandingkan hanya sekitar 25% dari 750 remaja yang tidak terpapar.  Menariknya, lebih dari 80% remaja-remaja tersebut tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah pendengaran. Kehilangan pendengaran ringan memang tidak selalu disadari oleh setiap orang. Namun, tes pendengaran secara jelas mengungkapkan bahwa mereka mengalami kesulitan mendengarkan suara berfrekuensi tinggi dan rendah. Jenis gangguan pendengaran ini umumnya hanya terjadi pada orang-orang lanjut usia atau pada anak yang terlahir tuli.

Remaja-remaja yang memiliki masalah pendengaran tersebut dapat kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah dan rentan dituduh secara salah sebagai biang kerok atau salah didiagnosis sebagai ADHD. Untuk mengatasi masalah pendengaran mereka, mereka harus menggunakan alat bantu dengar.

Saat Menstruasi, Olahraga Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Posted: 09 Feb 2015 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Olahraga memang sehat dilakukan setiap hari, namun khusus wanita ada waktu dimana tidak semua olahraga dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuhnya. Melakukan olahraga yang berat saat menstruasi tidak dianjurkan untuk para wanita, karena dapat mengakibatkan sakit/keram dibagian perut. Jadi, harus memilih olahraga yang tepat disaat itu.

Berikut beberapa jenis olahraga yang bisa Anda pilih dan lakukan ketikan menstruasi :

  • Jalan kaki
    Olahraga ini termasuk jenis olahraga yang paling aman dilakukan saat sedang menstruasi. Kenapa? Karena risiko cedera atau terlukanya kecil. Saat jalan kaki, nikmati saja olahraganya sesuai kemampuan Anda. Tak perlu merasa terbebani dengan banyaknya kalori yang harus Anda bakar saat jalan kaki.
  • Lari
    Hormon endorfin yang dikeluarkan saat melakukan olahraga kardio yang cukup berat bisa membantu Anda mengurangi rasa tak nyaman saat menstruasi. Tapi pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan baik. Saat menstruasi, sejumlah peneliti menyatakan bahwa kita rentan terkena dehidrasi.
  • Yoga
    Olahraga yoga adalah jenis olahraga yang paling mudah disesuaikan. Saat menstruasi, pilihlah gerakan yoga yang bisa merilekskan tubuh Anda.
  • Aerobik
    Saat menstruasi, terkadang kita ingin melakukan hal-hal yang gila. Nah, olahraga aerobik ini bisa jadi pilihan yang tepat. Anda bisa “menggila” dengan mengikuti irama-irama rancak ketika aerobik. Lakukan dengan rasa fun dan jangan terlalu memaksa diri ketika sudah lelah.
  • Menari
    Ini nih olahraga yang super seru. Menari bisa jadi kegiatan olahraga yang tak membuat Anda merasa sedang berolahraga. Pilihlah musik favorit Anda, lalu menarilah sesuka hati. Ketika menstruasi, mood bisa naik turun. Dan agar bisa mengembalikan mood yang sedang buruk, menari saja.
  • Planking
    Malas untuk bergerak terlalu banyak? Coba saja alternatif olahraga yang satu ini. Planking namanya. Caranya sangat mudah. Sesuai namanya, Anda hanya perlu memposisikan tubuh seperti selembar papan. Telungkupkan badan, lengan dan siku di depan dada, lalu angkat tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan dan jari kaki, tahan beberapa saat.

Kalau sedang malas untuk pergi ke tempat fitnes, nyalakan saja video tentang aerobik atau kegiatan olahraga di rumah. Lalu Anda tinggal mengikuti instruksi dari video tersebut.

Menstruasi tak seharusnya jadi alasan kita untuk berhenti olahraga atau menggerakkan badan. Tapi tetap penting untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh ketika olahraga saat menstruasi.

Advertisemen