Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Hubungan Seksual Penderita Autis

Posted: 15 Feb 2015 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Pengertian autis menjadi sebuah informasi yang belum sepenuhnya sampai pada masyarakat. Autis adalah sebuah keadaan di mana terdapat hal yang tidak normal pada otak, baik secara biologi atau secara kimiawi. Mungkin gejala dari penderita autis yang lebih ladies tahu adalah kecenderungan mereka untuk memisahkan diri dari lingkungan atau kebiasaan mereka untuk menyendiri dan sulit berinteraksi dengan orang sekitar.

Nah, sedangkan anda tahu bahwa hubungan seksual adalah keadaan di mana ada pasangan di dalamnya. Terdapat interaksi antara kedua pasangan tersebut. Jadi bagaimanakah hubungan seksual seorang autis, apakah mungkin terjadi?

Kenyataanya, penderita autis masih memiliki pemahaman intelektual pada diri mereka. Hanya saja cara mereka mengekspresikannya berbeda dengan orang normal. Penderita autis masih tetap berkomunikasi meskipun tidak dengan cara verbal, melainkan berupa gerakan tubuh.

Sebagaimana dikutip dari soc.ucsb.edu, seiring dengan datangnya masa puber maka penderita autis juga memiliki keinginan untuk mencari pasangan. Meskipun mereka memiliki beberapa kesulitan yang melebihi orang normal.

Penderita autis mungkin akan lebih terlambat untuk merasakan kebutuhan seksual dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menemukan pasangan yang sesuai. Petunjuk nyata yang menyatakan bahwa penderita autis sedang aktif dalam hal seksual adalah ketika mereka melihat perubahan pada tubuh mereka dan beberapa organ yang tampak menarik pada orang lain lalu mereka akan memulai aktivitas seksual dengan melakukan masturbasi.

Meskipun kadang hal tersebut berubah menjadi perilaku seksual yang menyimpang, seperti bermasturbasi di tempat umum. Hal ini lebih dikarenakan kurang pengetahuan tentang privasi dan norma sosial.

Menyusui Sebabkan Baby Blues Syndrome, Benarkah?

Posted: 15 Feb 2015 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Bagi para ibu maupun calon ibu pasti sudah tidak asing lagi dengan baby blues syndrome, baby blues syndrome atau sering disebut juga dengan istilah maternity blues atau post partum blues adalah gangguan emosi ringan yang biasanya terjadi dalam kurun waktu 2 minggu atau 14 hari setelah ibu melahirkan.

Memang tidak ada bukti khusus yang menyatakan bahwa baby blues syndrome diakibatkan oleh proses menyusui. Namun, Ladies sangat disarankan untuk menghindari air minum yang mengandung nitrat lebih dari 50 mg per liternya untuk menjaga kondisi kesehatan bayi.

Jadi, Ladies harus lebih hati-hati lagi ya dengan air minum kita sehari-hari. Pastikan kadar nitrat di dalamnya tidak melebihi batas.

Lebih-lebih sebuah penelitian sudah menemukan bukti bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi air minum yang mengandung nitrat berlebih akan cenderung melahirkan baby dengan cacat fisik. Wah, kok bisa?

Yup, ini karena nitrat yang dicerna oleh ibu hamil akan menurunkan jumlah oksigen yang diperlukan oleh janin. Nah, karena kekurangan oksigen inilah, maka perkembangannya di dalam kandungan akan terganggu, yang nantinya dapat mengakibatkan cacat lahir.

Sekarang, solusi macam apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini?

Salah satunya, Ladies harus sebisa mungkin memastikan kalau air yang dikonsumsi setiap harinya tidak mengandung nitrat berlebih. Juga jangan mencoba untuk menghilangkan kandungan nitrat di dalam air dengan cara merebusnya.

Proses perebusan air ini tidak akan menghilangkan nitrat, bisa-bisa malah meningkatkan kandungan nitrat di dalamnya. Yup, merebus air hanya bisa menghilangkan bakteri yang ada di dalam air, tanpa bisa menghilangkan kandungan nitrat yang ada.

Kalau Ladies ingin lebih memastikan lagi, mencoba menghubungi dokter tidak ada salahnya ya.

Cara Menghilangkan stres s Dengan Akupuntur

Posted: 15 Feb 2015 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Setiap orang pasti pernah berhadapan dengan stress di dalam hidupnya. Itu sangat wajar sebab berbagai tekanan selalu kita temukan setiap hari. Menjelang ujian nasional, menikah, wawancara pekerjaan, beban kerja yang berat, ada banyak stressor di dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu anda harus belajar mengendalikan stress.

Anda mungkin agak ngeri membayangkan jarum dimasukkan ke dalam kulit dalam jumlah banyak. Namun anda tidak perlu khawatir sebab jarum akupuntur memiliki ukuran yang sangat kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit jika dimasukkan dengan benar. Menghilangkan stress dengan akupuntur, walaupun terdengar aneh namun benar adanya. Akupuntur bisa meredakan berbagai masalah fisik yang muncul akibat stress. Sakit leher dan punggung adalah dua gejala yang sering muncul saat kita mengalami stress. Sakit kepala juga sering muncul terutama jika level stress sudah sangat tinggi. Akupuntur pada dasarnya memiliki banyak manfaat. Untuk terapi stress, akupuntur bisa membantu anda terbebas dari ketegangan otot, tekanan darah tinggi, atau masalah lain yang sering muncul akibat stress. Akupuntur bisa membuat anda merasa lebih tenang dan rileks, hampir sama dengan sensasi yang didapatkan dari pijat atau spa.

Anda tidak hanya bisa menghilangkan stress dengan akupuntur, namun juga melancarkan peredaran darah. Lalu darimanakah pengobatan ini berasal? Jika membahas tentang pengobatan dan terapi tradisional, anda mungkin akan langsung teringat dengan Negara China. Faktanya akupuntur memang berasal dari Negara tersebut. Di dalam teknik pengobatan ini dikenal sebuah istilah, yaitu Chi. Chi adalah sebuah energi ini mengalir ke seluruh tubuh melalui saluran-saluran yang disebut dengan meridian. Jika peredaran chi terganggu akibat penyumbatan pada saluran meridian, maka penyakit fisik dan psikis akan muncul.

Hal yang sama juga terjadi saat kita mengalami stress. Sumbatan energi tersebut harus dibuka agar tubuh menjadi sehat kembali dan stress menghilang. Untuk menghilangkan stress dengan akupuntur, seorang praktisi biasanya mempersiapkan beberapa jarum untuk dimasukkan ke beberapa bagian tubuh anda. Jarum-jarum tersebut akan membantu melancarkan aliran energi chi. Anda bisa menjalani terapi ini lebih dari satu kali. Bahkan jika diperlukan, anda bisa datang ke klinik akupuntur secara rutin. Namun sebaiknya disesuaikan dengan masalah anda. Jika kondisi kesehatan sudah membaik, maka tidak perlu lagi menjalani terapi akupuntur. Anda harus memberitahu riwayat medis dan kondisi kesehatan anda kepada penterapi agar ia tahu dimana memasukkan jarum akupuntur.

Dengan menjalani terapi akupuntur secara berkala, tubuh anda akan menjadi lebih sehat sehingga anda bisa mengantisipasi munculnya stress. Anda juga akan merasa lebih segar setelah menjalani terapi. Akupuntur bisa dipakai untuk mendiagnosa berbagai jenis penyakit. Sebelum jarum dimasukkan ke dalam tubuh, biasanya ada serangkaian pemeriksaan, salah satunya adalah membaca denyut nadi. Dari sini akan tergambar kondisi kesehatan anda. Jika ada penyakit lain yang anda miliki di dalam tubuh, anda bisa langsung menyembuhkannya dengan terapi akupuntur.

Tubuh dan pikiran akan selalu terkoneksi. Jika kondisi pikiran sedang tidak sehat, tubuh akan terkena dampaknya. Sebaliknya, jika fisik sedang tidak sehat, maka pikiran bisa terganggu. Pengobatan tradisional lebih kepada penyembuhan fisik, sementara akupuntur membantu penyembuhan secara psikis. Oleh sebab itu, kedua macam pengobatan ini perlu digabungkan agar benar-benar efektif. Tak jarang praktisi akupuntur memberikan obat herbal kepada pasiennya setelah menjalani terapi. Jika anda ditawarkan obat seperti itu, ambil saja dan konsumsi secara teratur.

5 Hal Yang Membuat Anda Sakit dan Gagal Diet

Posted: 14 Feb 2015 09:00 PM PST

DokterSehat.Com – Diet adalah aturan makanan khusus untuk kesehatan dan biasanya dilakukan atas petunjuk dokter atau konsultan.

Diet seringkali ditujukan untuk menurunkan berat badan, sedangkan hidup sehat itu adalah bonus. Konsep diet ini terbalik dan banyak orang yang menyadarinya namun tetap mempertahankan cara diet yang salah seperti ini.

Diet pada awalnya bertujuan untuk mengatur dan membenahi pola makan yang berantakan. Tujuannya adalah membuat gaya hidup kita lebih sehat dan biasanya, berat badan kita akan berangsur-angsur menemukan bobot idealnya.

Dalam diet, ternyata banyak orang yang sering melakukan beberapa kesalahan ini. Mari cek apakah Anda yang sedang berdiet, juga melakukan kesalahan di bawah ini :

  • Terlalu memforsir diri sendiri
    Kesalahan pertama adalah seringnya seseorang tidak sabaran dengan proses, sehingga mereka melakukannya dengan cepat. Akibatnya seringkali seseorang tidak makan, konsumsi obat pelangsing, diet super ketat yang sebenarnya membuat tubuh cepat menurun daya tahannya.

    Diet itu sebaiknya dijalani secara bertahap, yang penting adalah konsistensi pada komitmen untuk hidup sehat. Jangan sampai terlalu keras diet dan Anda berakhir di rumah sakit.

  • Salah fokus
    Kesalahan lainnya yang sering dilakukan oleh dieters adalah lupa mengenai tujuan diet sesungguhnya. Banyak orang yang berharap diet mereka mampu membawa pada berat badan yang mereka inginkan. Sehingga mereka menunggu jarum timbangan selalu ke kiri.

    Berat badan terpangkas belum tentu sehat bila Anda salah melakukan diet, Seringkali karena salah gaya dan pola makan, seseorang mengalami dehidrasi atau sakit lambung. Fokuslah untuk memperbaiki kesehatan, bukan sekedar turun berat badan.

  • Tidak ada dukungan dari teman dan keluarga
    Banyak orang yang melakukan diet tanpa dukungan dari orang yang mereka kasihi, malah berakhir gagal. Meski hanya berupa support, hal itu penting untuk mewujudkan berhasilnya diet.

    Keluarga atau teman yang mendukung Anda biasanya bisa terbawa gaya hidup sehat seperti yang Anda lakukan. Namun bilapun tidak, sebuah dukungan bisa meringankan tekanan pikiran akibat diet yang sering terjadi pada orang-orang.

  • Kurang ambisi
    Kadang dorongan untuk langsing dan sehat itu menggebu-gebu hanya di pikiran dan omongan, namun belum tentu perbuatan kita ikut konsisten. Bila Anda serius ingin melakukan diet, buatlah program rencana dan jalani dengan sungguh-sungguh.
  • Makanan yang dikonsumsi
    Bila Anda mengalami mudah lemas dan ngantuk atau lapar saat diet, jangan diabaikan. Bisa jadi hal tersebut adalah bahasa tubuh Anda karena metabolisme yang buruk.

    Metabolisme melambat karena seseorang seringkali memilih berlapar-lapar saat diet atau tidak mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah. Cobalah pola makan 6 kali sehari dengan variasi serat tinggi agar metabolisme tubuh terjaga dan tak mudah lapar.

Diet sebenarnya bukan hanya untuk menurunkan berat badan. Diet yang sesungguhnya adalah membuat Anda lebih sehat agar bisa menemukan berat badan ideal. Jangan sampai diet Anda berakhir di rumah sakit.

Perdarahan Pasca Persalinan

Posted: 14 Feb 2015 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Perdarahan pascapersalinan adalah kehilangan darah lebih dari 500 ml melalui jalan lahir yang terjadi selama atau setelah persalinan kala III. Perkiraan kehilangan darah biasanya tidak sebanyak yang sebenarnya, kadang-kadang hanya setengah dari yang sebenarnya.

Risiko ini memang dihadapi semua wanita bersalin. Namun begitu, ada cara untuk menghindari perdarahan pasca persalinan ini.

Setiap persalinan pasti akan mengeluarkan darah. Yang dimaksud perdarahan ialah bila darah yang keluar lebih dari 500 cc. Indikasi lainnya ialah tensi darah menurun di bawah 90, denyut nadi berdetak cepat, lemas atau lemah, dan pandangan kabur. Pada kondisi ini pasien sudah masuk dalam fase syok.

Perdarahan pasca bersalin dapat terjadi langsung setelah pasien melahirkan (dalam waktu 24 jam), beberapa hari kemudian, bahkan setelah pasien pulang ke rumah. Itulah mengapa, pasien selalu mendapat jadwal kontrol kembali pasca bersalin.

Setelah melahirkan, umumnya pasien juga akan dibekali pengetahuan untuk membedakan darah nifas yang normal terjadi setelah bersalin, dengan perdarahan pasca persalinan yang membahayakan. Contoh, jumlah darah nifas tidak banyak. Sementara pada perdarahan, darah yang keluar adalah darah segar dan kadang bergumpal-gumpal. Bila ada gejala seperti ini ditambah nyeri perut yang hebat, pasien diminta untuk segera kembali ke rumah sakit.

Resiko serius

Bila tidak tertangani, perdarahan pasca bersalin tentu berisiko mengancam jiwa. Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi. Berdasarkan laporan MDGS, tahun 2012 sebanyak 259 ibu meninggal dunia pada setiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih dari sepuluh kali AKI Malaysia (19) dan Sri Lanka (24). Perdarahan setelah persalinan menyumbang sekitar 20-25% kematian ibu sehingga merupakan risiko yang paling serius. Oleh sebab itu, setiap ibu yang hendak bersalin perlu mengetahui risiko serta kemungkinan munculnya perdarahan pasca melahirkan.

Meskipun begitu, ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir. Perdarahan pasca persalinan sangat mungkin untuk dapat dihindari.

Siapa yang berisiko tinggi mengalami perdarahan pasca bersalin?

Umumnya, perdarahan pasca bersalin dapat terjadi pada ibu hamil yang seperti berikut ini :

  • Semasa hamil megalami anemia dimana kadar hemoglobin (HB)-nya kurang dari normal
  • Persalinan bayi kembar
  • Punya anak lebih dari lima

Meskipun demikian, setiap ibu hamil perlu untuk selalu waspada dan aware akan perdarahan pasca bersalin ini. Bagaimanapun, semua persalinan tetap berisiko. Jika terjadi perdarahan pasca bersalin, penanganannya akan berkejaran dengan waktu demi keselamatan ibu dan bayi. Oleh sebab itu, pantauan selama kehamilan serta mempersiapkan segala kemungkinan saat persalinan, sangat dianjurkan.

Penyebab

Berikut ini adalah 4 penyebab perdarahan post partum (waktu yang diperlukan oleh ibu untuk memulihkan alat kandungannya ke keadaan semula dari melahirkan bayi sampai persalinan) dan penanganannya :

  • Tone atau Tonus (Kontraksi)
    Setelah melahirkan, kontraksi rahim harus bagus sehingga pembuluh darah yang terbuka menjadi terjepit oleh otot-otot rahim. Bagus atau tidaknya kontraksi rahim dapat diketahui oleh penolong persalinan dengan memegang perut pasien. Kontraksi yang tidak kencang membuat pembuluh darah rahim tetap terbuka dan darah terus mengalir.

    Penanganan : Bila pada pasien tidak ditemukan adanya kontraksi, dokter akan memberikan obat (berupa suntikan) untuk memicu terjadinya kontraksi. Pemberian obat-obatan ini umumnya dilakukan ketika persalinan tahap 3, sehingga kontraksi bisa terjadi begitu pasien melahirkan dan plasenta belum keluar.

  • Tears atau Robekan
    Seperti diketahui, persalinan per vaginam akan menimbulkan robekan di vagina. Bila dilakukan episiotomi, robekan bisa mencapai perinieum (daerah yang terletak antara vulva dan anus). Episiotomi adalah pengguntingan kulit dan otot antara vagina dan anus dengan tujuan melebarkan jalan lahir agar bayi mudah dikeluarkan.

    Perdarahan yang membahayakan pasien bisa terjadi, bila robekan mencapai rahim sehingga darah terus mengalir. Kasus ini bisa disebabkan oleh panggul ibu yang kecil, sementara bayinya besar. Jika persalinan tetap dipaksakan secara normal, robekan yang terjadi pun bisa hingga ke rahim.

    Penanganan : Tindakan operasi dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko yang fatal. Kasus ini bisa dicegah jika setiap ibu memiliki gambaran kondisi persalina yang akan dijalani kelak. Bila dalam pemeriksaan dokter, panggul ibu dinyatakan kecil sementara si calon bayi besar, maka ibu bisa mempertimbangkan untuk persalinan caesar.

  • Trombine atau ada kelainan darah
    Pasien yang memiliki kelainan darah, seperti hemofilia (darah sulit membeku), juga dapat mengalami risiko perdarahan pasca bersalin. Kasus perdarahan juga bisa terjadi pada penderita hepatitis berat atau penderita kadar trombosit rendah.

    Penanganan : Persalinan berisiko tinggi seperti kasus-kasus di atas membutuhkan penanganan yang terintegrasi. Misal, antara dokter kandungan dengan dokter penyakit dalam yang biasa menangani masalah penyakit tersebut. Pada penderita hemofilia, biasanya akan diberi obat-obatan pembekuan darah terlebih dahulu sebelum menjalani persalinan.

  • Tissue atau Jaringan
    Istilah jaringan (tissue) merujuk pada plasenta (atau terkadang selaput ketuban) yang masih tertinggal dalam rahim.

    Saat terjadi persalinan, plasenta harus keluar. Karena itulah, dokter akan memastikan plasenta pasien untuk keluar semua. Plasenta yang tertinggal akan lengket di dalam rahim dan bila tidak segera ditangani bisa menyebabkan perdarahan.

    Penanganan : Ibu dengan riwayat plasenta susah lahir perlu diobservasi. Saat pemeriksan kehamilan, misal, dapat dilihat dengan USG bagaimana kedalaman plasenta yang menempel tersebut. Biasanya sebelum waktu persalinan tiba, dokter sudah bisa memprediksi apakah ibu bisa bersalin normal atau perlu operasi caesar.

Tindakan pencegahan perdarahan pasca persalinan

  • Perhatikan gizi makanan
    Dengan selalu menikmati makanan sehat dengan gizi seimbang, Ibu hamil dapat meminimalkan munculnya perdarahan kelak saat bersalin. Bila unsur mineral dan besi tercukupi, ibu akan terhindar dari anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia berisiko mengalami perdarahan pasca persalinan. Teruskan kebiasaan makan dengan pola gizi seimbang ini hingga setelah melahirkan agar dapat mempercepat pemulihan usai bersalin.
  • Periksa kehamilan secara rutin
    Menurut WHO, pemeriksaan paling tidak dilakukan 4 kali selama kehamilan. Pemeriksaan di trimester pertama dan kedua setiap sebulan sekali, kemudian trimester ketiga sebulan dua kali, dan menjelang persalinan menjadi seminggu sekali. Lewat pemeriksaan ini, ibu bisa mengetahui ukuran si calon bayi, apakah bayinya kembar, dan sebagainya. Bila ada masalah plasenta menempel pun sudah bisa diketahui di usia kehamilan 5 bulan. Dengan begitu, dari hasil pemeriksaan tersebut, perencanaan untuk persalinan dapat dipersiapkan.
  • Pilih tempat bersalin yang lengkap
    Untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan, ibu hamil disarankan untuk memilih tempat bersalin yang mempunyai perlengkapan bersalin yang lengkap. Ada dokter beserta tenaga medis yang lengkap, peralatan, obat-obatan, serta fasilitas operasi.
  • Tetap waspada meski sudah di rumah
    Bagi yang bersalin normal, biasanya menjalani rawat inap sekitar 1-2 hari di rumah sakit. Sedangkan untuk yang melahirkan caesar sampai 3 hari di rumah sakit. Perdarahan pasca bersalin bisa terjadi setelah 24 jam bersalin. Bila perdarahan terjadi dalam waktu itu, bisa dilakukan pertolongan segera oleh dokter di rumah sakit. Namun, ada juga perdarahan yang terjadi setelah beberapa hari dan ketika ibu sudah di rumah. Oleh karena itu, jika ibu mengalami perdarahan yang tak normal, segera datang kembali ke dokter. Umumnya, sebelum ibu pulang dari rumah sakit, dokter akan menyarankan untuk pasang KB, ini merupakan salah satu cara untuk menekan terjadinya perdarahan pasca persalinan.
Advertisemen