Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Hal Sepele Yang Bisa Memicu Terjadinya Kanker Payudara
- Efektif, Mencegah Kanker Payudara Dengan Olahraga Rutin
- Waspada, Rontgen Gigi Bisa Picu Tumor Otak
- Varises Vagina Pada Ibu Hamil
- Herbal Ampuh Pembunuh Virus Demam Berdarah Dengue
| Hal Sepele Yang Bisa Memicu Terjadinya Kanker Payudara Posted: 17 Feb 2015 07:00 AM PST DokterSehat.Com – Kanker payudara adalah salah satu penyakit berbahaya yang menghantui kaum wanita. Dampak terburuk dari penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Dari tahun ke tahun, penderita kanker payudara cenderung meningkat dari tahun sebelumnya. Bukan peningkatan yang sangat drastic, tapi bahaya kanker payudara harusnya sudah cukup membuat kaum wanita untuk lebih berhati-hati dalam merawat payudara mereka. Kebanyakan penderita kanker payudara baru mengetahui dan sadar setelah kanker payudara yang dideritanya sudah mencapai stadium yang cukup parah. Trend penderita kanker payudara yang terus meningkat dan kurang berhati-hatinya kaum wanita untuk merawat payudara mereka dengan penuh kehati-hatian. Sebut saja BRA pakaian yang paling dekat dengan payudara wanita. Pemakaian, perawatan dan pemilihan bahan serta ukuran yang kurang tepat bisa menjadi sebab utama timbulnya kanker payudara. Sudah seharusnya semua wanita sangat memperhatikan BRA. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengenakan bra terlalu lama dapat menimbulkan suhu disekitar payudara meningkat dan memacu timbulnya kanker payudara. Dalam penelitian itu juga diungkapkan bahwa waktu maksimal pemakaian BRA bagi wanita adalah 12 jam. Pemakaian BRA melebihi batas maksimal itu sangat mungkin memicu terjadinya kanker payudara. BRA merupakan salah satu hal sepele yang bisa memicu terjadinya kanker payudara. Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara, selalu gunakanlah BRA dan jenis pakaian yang sesuai, jaga kesehatan dengan rutin oleh raga, jaga pola makan dan mengurangi makan-makanan yang mengandung bahan pengawet dan kimia berbahaya. |
| Efektif, Mencegah Kanker Payudara Dengan Olahraga Rutin Posted: 17 Feb 2015 04:00 AM PST DokterSehat.Com – Kanker payudara (Carcinoma mammae) dalam bahasa inggrisnya disebut breast cancer merupakan kanker pada jaringan payudara. Kanker ini paling umum menyerang wanita, walaupun laki-laki juga punya potensi terkena akan tetapi kemungkinan sangat kecil dengan perbandingan 1 diantara 1000. Mendeteksi penyakit kanker payudara serta mencegahnya sedini mungkin menjadi hal yang penting. Pepatah mengatakan mencegah lebih baik dari pada mengobati. Ya, benar, pepatah itu masih selalu berlaku. Lalu bagaimana caranya mencegah kanker payudara? Sebenarnya ada banyak cara untuk mencegah kanker payudara. Termasuk di dalamnya yang paling efektif adalah melakukan olahraga rutin. Selain itu, menjaga pola dan jenis makanan juga menjadi cara efektif untuk mencegah kanker payudara. Seperti dilansir oleh Health Land Time, berolahraga tidak saja membakar kalori tubuh, banyak manfaat baik yang didapat dari berolahraga. Rutin bergerak dapat menurunkan resiko seorang wanita mengalami kanker payudara dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Minnesota terhadap 391 wanita yang secara spesifik terdiri dari wanita yang jarang berolahraga, wanita sehat serta wanita premenopuase. Kemudian mereka dibagi kedalam dua kelompok. Sebanyak 179 perempuan yang ada dalam kelompok aktif, melakukan olahraga selama 30 menit sebanyak 5 kali dalam satu minggu selama 16 minggu menunjukkan efek positif. Tubuh mereka menunjukkan perubahan metabolisme estrogen serta kinerja zat anti kanker yang bekerja lebih baik dari pada kelompok wanita lainnya. Studi ini juga menunjukkan bagaimana latihan aerobik menghasilkan sistem metabolisme yang lebih baik untuk memecahkan hormon esterogen dan mengurangi resiko penyakit kanker payudara. Estrogen sendiri adalah salah satu hormon yang bisa memicu terjadinya penyakit kanker payudara. Hasil serupa juga dikemukakan oleh para peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill. Mereka mengungkapkan bahwa wanita yang melakukan berbagai jenis olahraga secara rutin memiliki resiko terkena kanker payudara lebih rendah sebanyak 6% dibanding dengan wanita yang hanya duduk dan bersantai saja. |
| Waspada, Rontgen Gigi Bisa Picu Tumor Otak Posted: 17 Feb 2015 01:00 AM PST DokterSehat.Com – Bagi Anda yang sering melakukan pemeriksaan gigi menggunakan sinar x atau rontgen, sebaiknya waspada. Sebuah riset terbaru di Amerika Serikat yang dipublikasikan pada 10 April 2012 dalam jurnal Cancer mengindikasikan, mereka yang sering menjalani rontgen pada gigi memiliki risiko lebih besar mengidap tumor pada kepala yang umum disebut meningioma. Meningioma dipicu oleh meninges, sistem membran yang melapisi sistem saraf pusat. Risiko tumor ini meningkat sejalan dengan usia dan wanita berisiko dua kali lebih tinggi mengidap tumor ini. Penyakit ini tumbuh perlahan dan jarang menjadi kanker. Tapi, semua bergantung pada posisi tumor ini di otak, sehingga bisa menyebabkan masalah serius, seperti gangguan berbicara, penglihatan, kepribadian dan gerakan. Penelitian berskala besar dilakukan dengan membandingkan 1433 pasien yang didiagnosis mengidap meningioma berusia 20-79 tahun dengan 1350 orang sehat. Temuan yang dipublikasikan pada 10 April 2012 dalam Journal Cancer menemukan bahwa pasien yang sering menjalani radiasi sinar x atau rontgen di gigi sedikitnya sekali setahun memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan kanker antara 40-90 persen, tergantung pada usia. Peneliti menjelaskan bahwa pasien yang pernah menjalani rontgen jenis panorex exam (penyinaran menyeluruh yang menampakkan seluruh gigi dari luar mulut) minimal sekali setahun berisiko 2,7-3 kali lebih tinggi mengidap meningoma. Sementara mereka yang menjalani pemeriksaan gigi dengan sinar x kategori bitewing view (digunakan untuk memvisualisasikan mahkota gigi posterior /gigi belakang) setidaknya setiap tahun, memiliki risiko 1,4-1,9 kali lebih besar mengidap meningioma. Peneliti Elizabeth Claus mengungkapkan bahwa kini pasien gigi mendapatkan paparan sinar x jauh lebih rendah daripada masa terdahulu. Meskipun demikian, ia menyarankan pasien harus kritis menanyakan ke dokter gigi apakah rontgen tersebut benar-benar diperlukan. |
| Posted: 16 Feb 2015 09:00 PM PST DokterSehat.Com – Pada ibu hamil, varises tak hanya menyerang bagian kaki tapi juga vagina dan anus. Jika tidak diwaspadai, kondisi ini bisa menjadi berbahaya karena dapat menghambat proses persalinan secara normal atau pervaginam. Varises adalah pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) yang melebar dan berkelok atau melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah tersebut. Biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki, namun pada beberapa orang dapat terjadi di tempat-tempat lain seperti pada lambung, rektum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kemaluan). Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan adalah ciri-ciri varises yang paling mudah dikenali. Ciri-ciri varises pada vagina adalah permukaan pada labia mayora tampak tidak rata, ada tonjolan-tonjolan yang berkelok-kelok dan berwarna agak kebiruan. Kadang etrlihat seperti sekumpulan urat. Varises ini paling sering timbul pada saat kehamilan sedang berlangsung. Sekitar 20-30% ibu hamil mengalami varises. Untungnya varises pada vagina jarang menimbulkan masalah serius pada ibu hamil dan tidak mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandungnya. Keluhan yang ada, hanyalah rasa pegal-pegal di sekitar organ intim. Apa yang menyebabkan varises vagina pada ibu hamil ? Rupanya peningkatan hormon progesteron selama masa kehamilan membuat dinding pembuluh darah membesar dan melebar hingga menonjol ke permukaan bibir vagina (terjadi peningkatan elastisitas dinding pembuluh darah, sehingga dinding pembuluh darah baik arteri maupun vena makin lentur). Alasan lain, terutama pada masa akhir kehamilan, janin telah mengisi rongga panggul terbendung dan menyebabkan varises di bibir vagina (biasanya terjadi pada kehamilan trisemester akhir atau usia kehamilan di atas 32 minggu). Umumnya varises terjadi pada bumi usia tua, karena dapat menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena, sehingga katub-katubnya pun ikut melemah. Varises jarang terjadi pada bumi usia muda, jika tidak ada faktor keturunan dan pola hidup yang memicu terjadinya varises tersebut. Risiko terjadinya varises di vagina akan semakin besar jika ibu hamil tergolong gemuk, punya riwayat varises sebelumnya, asupan nutrisinya kurang serat, serta kurang beraktivitas. Penyebab
Pencegahan
Apakah Kelahiran Harus Caesar Karena Varises Pada Vagina ? Meski varises vagina tak membahayakan kehamilan, di kala proses persalinan ada kemungkinan pembuluh darah mengalami sobek yang kemudian memicu terjadinya robekan pada vagina. Jika itu terjadi, dokter harus menghentikan perdarahan dan memperbaiki jaringan di sekitarnya. Umumnya dokter kandungan telah terlatih menghadapi kasus tersebut. Perlukah operasi caesar untuk mencegah perdarahan akibat varises vagina? Kondisi tersebut bukan kondisi mutlak untuk dilakukannya persalinan secara caesar. Lagi pula seperti kita ketahui, tindakan operasi pun menyimpan risiko tersendiri. Meskipun begitu, seorang ibu hamil harus selalu waspada. Jika ibu hamil merasakan adanya benjolan di seputar vagina, harus benar-benar dicek bagian dalam dan luarnya. Biasanya, semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Walhasil, varises semakin membesar dan bertambah parah. Risiko varises semakin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari dua kali. Juga pada wanita hamil usia di atas 40 tahun. Sebabnya, arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang dialami bumil, berdampak pada dinding pembuluh darah yang kehilangan daya lentur atau elastisitasnya. Kekakuan ini akan menghambat aliran vena sehingga memudahkan varises muncul. Bila varisesnya masih ringan, bumi dengan varises vagina masih dapat menjalani persalinan dengan normal. Namun apabila terdapat banyak varisesnya atau diderita cukup berat, sebaiknya melahirkan dengan cara caesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasikan risiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma atau laserasi jalan pada saat bayi lahir. Karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu dan janinnya juga. |
| Herbal Ampuh Pembunuh Virus Demam Berdarah Dengue Posted: 16 Feb 2015 05:00 PM PST DokterSehat.Com – Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue, yang masuk kedalam peredaran darah manusia lewat gigitan nyamuk dari jenis Aedes, Yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Baru-baru ini ditemukan suatu zat aktif dalam tumbuhan yang bisa membunuh virus DBD (Demam Berdarah Dengue) sampai level 96 %. Zat aktif ini ditemukan oleh Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair). Dari serangkaian penelitian ini ditemukan fakta bahwa zat Terpinen yang terkandung dalam tumbuhan Melaleuca alternifolia sangat efektif untuk membunuh virus DBD. Ultra struktur virus rusak setelah diberi perlakuan dengan MAC (Melaleuca Alternifolia Concentrate). Penelitian itu dipimpin oleh Prof Dr dr Nasronudin SpPD. Penemuan ini sangat membantu perkembangan dunia medis ke depan. Jika dahulu pengobatan penyakit DB hanya menggunakan teknik penguatan (penguatan system kekebalan tubuh alami dan usaha membunuh jentik nyamuk), maka sekarang virus DBD bisa langsung dibunuh/dirusak menggunakan MAC. Dengan penemuan ini, penyembuhan penyakit DBD pun bisa berlangsung lebih cepat dan lebih aman dari sebelumnya. Jika waktu yang Anda butuhkan untuk sembuh lebih sedikit, maka secara otomatis biaya yang Anda butuhkan pun akan semakin sedikit pula. Sebuah solusi yang bisa menjawab kesulitan ekonomi di negeri ini. Biaya perawatan di Rumah Sakit yang terus naik sekarang pun tidak lagi menjadi masalah yang serius jika Anda bisa menggunakan bahan-bahan herbal (obat herbal) yang terbukti aman dan efektif di rumah. Anda bisa menjadi dokter untuk diri Anda sendiri, tentu saja dengan bimbingan dari Herbalis. Berbagai temuan dari berbagai lembaga penelitian ini pun menjadi pembuka mata kita bahwa sudah saatnya kita menjadi sehat dengan cara alami tanpa efek samping. Sudahkah Anda menggunakan bahan-bahan herbal untuk menjaga kesehatan Anda sekarang? |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments