Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Gaya Keren Dan Gaul Tetapi Berisiko Untuk Kesehatan Anda
- Waspada Penyakit Ini Peringkat Pertama Sebabkan Kematian Wanita
- Makanan Ini Mampu Cegah Penyakit Jantung
- Apakah Penyakit Ginjal Bisa Mempegaruhi Keturunan?
- Salah Ukuran Bra Berakibat Sakit Kepala dan Gangguan Pencernaan
- Bahaya, Penderita Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Diprediksi Terus Meningkat!
- Hati-hati, Gelang Loom Band Mengandung Zat Penyebab Kanker
| Gaya Keren Dan Gaul Tetapi Berisiko Untuk Kesehatan Anda Posted: 25 Apr 2015 08:00 AM PDT DokterSehat.Com – Memang ada harga mahal yang harus dibayar jika ingin tampil gaya dan tak ketinggalan mode. Harga mahal itu tak hanya diukur dengan uang, tetapi juga dari segi kesehatan. Berbagai fashion terkini seperti jins ketat dapat membahayakan kesehatan, seperti nyeri, sakit, infeksi bakteri dan mati rasa. Berikut adalah beberapa risiko fashion yang patut disadari sehingga dapat menghindari diri sendiri dari sakit dan cedera :
|
| Waspada Penyakit Ini Peringkat Pertama Sebabkan Kematian Wanita Posted: 25 Apr 2015 05:00 AM PDT DokterSehat.Com – Ahli kardiologi mengungkapkan, di antara sejumlah penyakit yang menyebabkan kematian kaum hawa, penyakit kardiovaskular berada pada peringkat pertama. Penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner jadi first killer perempuan, ujar dr. Anna Ulfah R. SpJP (K), dari Perkumpulan Ahli Jantung Wanita Indonesia (IWOC) dalam konferensi pers Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association, di Jakarta, Jumat. Mengutip data Perhimpuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam pedoman tata laksana pencegahan penyakit kardivaskular pada 2015 ini diketahui, sekitar 8,6 juta orang perempuan meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini. Jumlah ini merupakan sepertiga dari seluruh kematian perempuan. Dengan kata lain, satu dari tiga perempuan meninggal karena penyakit kadiovaskular (penyakit yang mengeni jantung dan pembuluh darah). Data dari Organisasi Kesehatan Dunia pada 2014 memperlihatkan, sekitar 37 persen kematian penduduk Indonesia disebabkan penyakit kardiovaskular. Lalu, dari 100 ribu perempuan dewasa terdapat sekitar 337 kematian akibat penyakit ini. Anna mengatakan, keluhan khas penyakit kardiovaskular yang seringkali tidak ditemukan pada perempuan menyebabkan perempun terlambat mendapat penanganan medis. Pada laki-laki ada keluhan nyeri dada yang tipikal sementara pada perempuan keluhannya berbeda, kata Anna. Menurut dia, ketimbang nyeri dada, keluhan yang seringkali timbul justru di antaranya nafas pendek, nyeri punggung, keringat berlebihan, mual dan rasa lelah berlebihan. Selain itu, kebanyakan perempuan abai pada gejala ini sehingga tak cepat mencari pertolongan medis. Kalau dia (perempuan), keluhan ini ditahan-tahan. Makanya perempuan yang terkena serangan jantung lebih banyak yang meninggal, ungkap dia. |
| Makanan Ini Mampu Cegah Penyakit Jantung Posted: 25 Apr 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh banyak orang. Agar terhindar dari penyakit ini, ada banyak langkah pencegahan yang dapat dilakukan, mulai dari diet sehat, tidak merokok dan minum alkohol, istirahat cukup dan rutin latihan fisik. Berbicara soal pola makan, selain menerapkan diet sehat, Anda juga perlu mengetahui makanan super (superfood) apa saja yang baik untuk mencegah sekaligus menjaga kesehatan jantung. Berikut adalah makanan super yang sangat baik untuk jantung Anda :
|
| Apakah Penyakit Ginjal Bisa Mempegaruhi Keturunan? Posted: 25 Apr 2015 12:05 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, saya mau tanya apa benar kalau gejala atau penyakit ginjal itu mempengaruhi tidak bisa punya keturunan atau anak ya dokter? Terimakasih Ibu Thesa Jawaban Konsultasi Tidak ada kaitan antara ginjal dan saluran reproduksi. Tetapi, yang mempengaruhi ialah, bila gangguan ginjal yang diderita mengharuskan terapi atau kondisinya yang berat sehingga tidak memungkinkan untuk hamil. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Salah Ukuran Bra Berakibat Sakit Kepala dan Gangguan Pencernaan Posted: 24 Apr 2015 11:00 PM PDT DokterSehat.Com – Masih banyak perempuan mengeluhkan sakit punggung akibat salah memakai bra. Tapi, tahukah Anda bahwa salah ukuran bra berakibat sakit kepala dan gangguan pencernaan ? Berdasarkan penelitian terbaru yang dirilis oleh Triumph, sesungguhnya pakaian dalam bisa memicu masalah kesehatan. Studi tersebut menemukan bahwa 76 persen perempuan dunia salah mengenakan ukuran bra . Kondisi ini disinyalir karena kekeliruan sebagian perempuan dalam memastikan ukuran bra yang cocok dengan payudaranya. Parahnya lagi, kekeliruan tersebut berdampak pada risiko kesehatan yang cukup besar. Ukuran bra yang terlalu ketat bisa menyebabkan tekanan pada saraf, otot pembuluh darah di bahu dan di atas tulang rusuk. Efek paling nyata adalah timbulnya rasa sakit di kepala dan terus menjalar ke bagian lengan, ungkap Sammy Margo, spokeperson dari Chartered Society of Physiotherapy. Namun, mengenakan ukuran bra yang lebih besar juga bukanlah solusinya. Menurut Sammy, memakai bra sebenarnya tidak mendukung bagian payudara secara efisien. Malah, bra bisa menyebabkan masalah postural seperti kebiasaan membungkuk di bahu. Ukuran bra yang tidak pas akan membuatnya canggung untuk duduk atau berdiri sehingga tidak menopang tubuh dengan benar. Bra yang kebesaran juga tidak akan mendukung posisi duduk payudara sehingga memberi tekanan pada diafragma yang berujung pada kesulitan bernapas. Berat ukuran payudara yang bertemu postur tubuh yang buruk juga memicu gangguan pencernaan seperti mulas, tambahnya. Salah kaprah yang masih banyak terjadi adalah soal pengencangan tali bra untuk membuat payudara kencang dan berbentuk, padahal kenyataannya justru berbanding terbalik. Regangan tali bra yang pas jatuh di bagian bahu serta posisi tubuh yang baik seharusnya tidak akan menyebabkan rasa nyeri atau sakit pada perempuan. |
| Bahaya, Penderita Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Diprediksi Terus Meningkat! Posted: 24 Apr 2015 09:00 PM PDT DokterSehat.Com – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan dapat menimbulkan dampak sosial ekonomi besar baik bagi penderita, masyarakat, hingga negara. Penyebaran informasi dan edukasi mengenai kesehatan ginjal tentu menjadi hal yang sangat penting mengingat upaya pencegahannya sudah harus dimulai sejak dini. Demi pentingnya kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat, maka International Society of Nephrology (ISN) dan The International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mengangkat Kidney Health for All atau ginjal Sehat untuk Semua sebagai tema dalam peringatan Hari Ginjal Seduniaatau World Kidney Day (WKD). Peringatan WKD yang dicetuskan ISN dan IFKF ini, dirayakan di seluruh dunia pada setiap minggu kedua bulan Maret, sejak tahun 2006 silam. PERNEFRI sebagai anggota ISN turut berpartisipasi dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk WKD setiap tahun. Menginjak tahun ke-10 ini, WKD ingin memfokuskan pada kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat global. Data Internasional menyebutkan, sekitar 10 persen dari populasi dunia menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dan diprediksi akan meningkat hingga 17 persen pada dekade selanjutnya. Di Indonesia, prevalensi penyakit ginjal terus meningkat setiap tahunnya. Hasil studi epidemiologi PERNEFRI (Perhimpinan Nefrologi Indonesia) tahun 2005 menunjukkan, sebanyak 12,5 persen dari masyarakat diketahui mengalami PGK. Dan berdasarkan data PERNEFRI, sampai tahun 2012 pasien yang mengalami atau menderita penyakit ginjal tahap akhir PGTA mencapai 100 ribu pasien dan diperkirakan akan terus bertambah. Sehingga PGK saat ini telah diakui oleh badan PBB bidang kesehatan, WHO, sebagai masalah kesehatan serius dunia. Namun sayangnya, masyarakat yang hidup di negara dengan akses pelayanan kesehatan yang rendah akan menghadapi risiko terbesar terhadap dampak penyakit ginjal, dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk terapi penyakit ini sangat tinggi. Inilah salah satu penyebab prevalensi penyakit ginjal terus meningkat. Ketua PERNEFRI dr Dharmeizar, Sp.PD-KGH, mengatakan, PERNEFRI yang berada di bawah naungan International Society of Nephrology (ISN) selalu berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan ginjal dengan mengedukasi mengenai pengenalan faktor risiko dan upaya pencegahannya. Dampak penyakit ginjal ini sangat besar pengaruhnya terhadap sosial ekonomi penderita, masyarakat, juga negara, karena biayanya sangat mahal untuk penanganan penyakit ini. Terlebih saat ini biaya pengobatan pasien PGK telah ditanggung negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lanjut Dharmeizar. Jika PGK bisa dicegah dari awal, lanjutnya, biayanya dapat digunakan untuk penyediaan fasilitas kesehatan lain, seperti membangun puskesmas dan melengkapi obat-obatan dan vaksinasi. Kami berharap dengan diadakannya edukasi penyakit ginjal, penderita dan negara dapat terhindar dari dampak besar akibat penyakit ini, harap Dharmeizar. |
| Hati-hati, Gelang Loom Band Mengandung Zat Penyebab Kanker Posted: 24 Apr 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Salah satu perusahaan mainan terbesar di Inggris, The Entertainer, memutuskan untuk menarik seluruh aksesori produk mainan yang kini sedang tersohor di dunia anak-anak, yaitu loom band atau loom charms. Keputusan yang diambil oleh The Entertainer ini, berlandaskan hasil dari investigasi penuh mengenai kecurigaan atas deteksi zat kimia berbahaya penyebab kanker bernama phthalates yang terdapat pada aksesori gelang warna-warni yang bisa dirangkai sendiri oleh anak-anak. Pemeriksaan dan penelitian lanjutan yang dilakukan oleh BBC Midlands, menyatakan bahwa hiasan tambahan pada loom band merupakan mainan berbahaya yang mematikan bagi penggunanya karena kandungan phthalates yang tinggi. Seperti dikutip DailyMail, phthalates adalah material dasar untuk plastik yang berisiko tinggi terhadap kesehatan tubuh jika terhisap atau tertelan. Hal yang demikian tentunya rentan terjadi mengingat loom band dikenakan sebagai gelang, kalung, hiasan rambut, dan bahkan tas selempang oleh anak-anak. Persoalan ini telah menjadi prioritas dari seluruh perhatian kami. Maka dari itu, kami mengumumkan bahwa produk kami ini kemungkinan besar mengandung phthalates, ujar juru bicara The Entertainer. Bagi The Entertainer keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Jadi, sebagai pencegahan dan keselamatan mereka, kami telah menarik semua produk loom charms atau loom band dari pasaran, imbuhnya. Perlu Anda ketahui, takaran phthalates yang diizinkan oleh Badan Pengujian Logam di Inggris hanyalah 0,1 persen, baik untuk produk plastik dan material mainan anak-anak. Nah, kandungan phthalates pada aksesori loom band adalah 40 persen! Setelah penarikan produk aksesori loom band oleh The Entertainer, para peneliti menemukan banyak produk sejenis yang palsu beredar di pasaran dan mengandung phthalates, beberapa di antaranya bikinan produsen dari Timur Tengah. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments