Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Gaya Keren Dan Gaul Tetapi Berisiko Untuk Kesehatan Anda

Posted: 25 Apr 2015 08:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Memang ada harga mahal yang harus dibayar jika ingin tampil gaya dan tak ketinggalan mode. Harga mahal itu tak hanya diukur dengan uang, tetapi juga dari segi kesehatan. Berbagai fashion terkini seperti jins ketat dapat membahayakan kesehatan, seperti nyeri, sakit, infeksi bakteri dan mati rasa.

Berikut adalah beberapa risiko fashion yang patut disadari sehingga dapat menghindari diri sendiri dari sakit dan cedera :

  • Anting
    Wall Street Journal melaporkan bahwa sekitar 20% tindikan di tubuh berkembang menjadi infeksi bakteri. Selain itu, perhiasan atau aksesori yang mengandung nikel yang dapat menyebabkan ruam bagi orang yang memiliki alergi nikel. Selain itu, berat anting juga menjadi masalah. Bila dipakai terlalu sering, dapat menarik lubang anting atau bahkan merobek daun telinga. Cedera ini memerlukan waktu lama untuk sembuh dan diperbaiki.
  • Dasi
    Ikatan dasi yang ketat dan kerah baju yang kecil bisa mengganggu sirkulasi darah ke kepala, sehingga menyebabkan sakit kepala, penglihatan buram dan telinga terasa geli. Statistik menemukan, 67% pria membeli kemeja yang terlalu kecil bagian lehernya, demikian laporan Wall Street Journal.

    Kerah yang kecil akan membatasi gerakan leher dan meningkatkan ketegangan otot di punggung dan bahu. Yang lebih parah lagi, karena tidak dicuci sesering pakaian lainnya, dasi bisa penuh dengan kuman penyakit.

  • Pakaian thong
    Thong serupa dengan bikini, tapi lebih minim karena hanya mengunakan pengait yang seperti seutas tali. Dengan mengenakan pakaian ini, jahitan yang kasar dapat menyebabkan gesekan kecil di kulit yang sensitif. Gesekan ini menyebabkan pertumbuhan jamur dan infeksi bakteri.

    Suhu panas dan aktivitas yang banyak bergerak membuat infeksi menjadi lebih buruk. Sebaiknya lindungi kulit dengan produk seperti Aquaphor, minyak vitamin E, minyak safflower atau minyak zaitun, kata Dr Deborah Coady dari SoHo Obstetrics and Gynecology.

  • Stiletto
    Sepatu yang sempit dengan hak tinggi mendatangkan banyak kerugian bagi kesehatan, yaitu dapat merubah bentuk telapak kaki, jari kaki menjadi bengkok, merusak saraf, patah tulang, dan keseleo pada pergelangan kaki.

    Semakin tinggi tumit sepatu, maka semakin besar berat badan yang dilemparkan ke depan dan ditempatkan pada kaki, sehingga menyebabkan rasa sakit. Kuncinya adalah membatasi pemakaian stiletto atau pakai sepatu dengan lengkungan yang kuat dan distribusi berat badan yang baik, kata John E. Mancuso, ahli penyakit kaki dari New York City.

  • Celana jeans ketat
    Celana ketat atau ikat pinggang yang terlalu ketat dapat menyebabkan gangguan saraf tertekan, mati rasa dan gangguan pencernaan. Dr Octavio Bessa dari Stamford, Connecticut, menciptakan istilah sindrom celana ketat.

    Dr Bess melihat banyak pasiennya mengalami ketidaknyamanan perut, kembung dan mulas karena mengenakan pakaian yang tidak pas. Diagnosisnya diketahui dengan membandingkan ukuran celana dengan lingkar perut. Biasanya ada perbedaan sebesar 7,5 sentimeter atau lebih.

Waspada Penyakit Ini Peringkat Pertama Sebabkan Kematian Wanita

Posted: 25 Apr 2015 05:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Ahli kardiologi mengungkapkan, di antara sejumlah penyakit yang menyebabkan kematian kaum hawa, penyakit kardiovaskular berada pada peringkat pertama.

Penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner jadi first killer perempuan, ujar dr. Anna Ulfah R. SpJP (K), dari Perkumpulan Ahli Jantung Wanita Indonesia (IWOC) dalam konferensi pers Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association, di Jakarta, Jumat.

Mengutip data Perhimpuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam pedoman tata laksana pencegahan penyakit kardivaskular pada 2015 ini diketahui, sekitar 8,6 juta orang perempuan meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini.

Jumlah ini merupakan sepertiga dari seluruh kematian perempuan. Dengan kata lain, satu dari tiga perempuan meninggal karena penyakit kadiovaskular (penyakit yang mengeni jantung dan pembuluh darah).

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia pada 2014 memperlihatkan, sekitar 37 persen kematian penduduk Indonesia disebabkan penyakit kardiovaskular. Lalu, dari 100 ribu perempuan dewasa terdapat sekitar 337 kematian akibat penyakit ini.

Anna mengatakan, keluhan khas penyakit kardiovaskular yang seringkali tidak ditemukan pada perempuan menyebabkan perempun terlambat mendapat penanganan medis.

Pada laki-laki ada keluhan nyeri dada yang tipikal sementara pada perempuan keluhannya berbeda, kata Anna.

Menurut dia, ketimbang nyeri dada, keluhan yang seringkali timbul justru di antaranya nafas pendek, nyeri punggung, keringat berlebihan, mual dan rasa lelah berlebihan.

Selain itu, kebanyakan perempuan abai pada gejala ini sehingga tak cepat mencari pertolongan medis.

Kalau dia (perempuan), keluhan ini ditahan-tahan. Makanya perempuan yang terkena serangan jantung lebih banyak yang meninggal, ungkap dia.

Makanan Ini Mampu Cegah Penyakit Jantung

Posted: 25 Apr 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh banyak orang. Agar terhindar dari penyakit ini, ada banyak langkah pencegahan yang dapat dilakukan, mulai dari diet sehat, tidak merokok dan minum alkohol, istirahat cukup dan rutin latihan fisik.

Berbicara soal pola makan, selain menerapkan diet sehat, Anda juga perlu mengetahui makanan super (superfood) apa saja yang baik untuk mencegah sekaligus menjaga kesehatan jantung.

Berikut adalah makanan super yang sangat baik untuk jantung Anda :

  • Kacang-kacangan Kacang-kacangan mengandung vitamin, mineral, serat dan lemak sehat
    Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi kacang-kacangan seperti almond, walnut, dua sampai empat kali per minggu, berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit. Kacang-kacangan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan membantu meningkatkan kesehatan pembuluh arteri.
  • Buncis
    Di dalam buncis terkandung berbagai komponen seperti serat larut, mineral dan antioksidan, yang dapat menyehatkan jantung. Penelitian memperlihatkan, setengah mangkuk buncis per hari dapat menurunkan kolesterol jahat. Hal ini karena serat larut dalam buncis membantu mengikat kolesterol dan menghentikannya terserap dalam usus.
  • Minyak sehat
    Minyak sehat seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak sayur, banyak mengandung lemak tak jenuh yang dapat memperbaiki tingkat kolesterol dalam darah.
  • Biji-bijian
    Mereka yang mengonsumsi biji-bijian berisiko lebih rendah terserang penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak. Asosiasi untuk kesehatan jantung Amerika Serikat mengungkapkan, serat larut dan tak larut dalam biji-bijian berhubungan dengan peningkatan kualitas diet dan menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Sarden
    Ikan kaya kandungan asam lemak omega-3. Penelitian telah memperlihatkan, konsumsi dua porsi atau lebih ikan per minggu berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung sebanyak 30 persen. Di antara beberapa jenis ikan yang merupakan sumber asam lemak omega-3, sarden adalah salah satunya. Di samping omega-3, sarden diketahui juga mengandung berbagai nutrisi penting serta rendah kontaminan seperti merkuri.
  • Blueberry
    Para peneliti berpendapat, kandungan antioksidan dalam blueberry yang disebut antosianin, dapat melancarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Studi terbaru menunjukkan, semangkuk blueberry sehari dapat menurunkan tekanan darah dan kekakuan pembuluh arteri, di mana keduanya berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada perempuan setelah menopause.
  • Tomat
    Tomat banyak mengandung vitamin C, potassium, serat, vitamin A, serta likopen yang dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan likopen tertinggi terkandung dalam tomat yang telah dimasak. Jadi, pastikanlah menyediakan masakan yang mengandung tomat dalam menu diet sehat Anda.

Apakah Penyakit Ginjal Bisa Mempegaruhi Keturunan?

Posted: 25 Apr 2015 12:05 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saya mau tanya apa benar kalau gejala atau penyakit ginjal itu mempengaruhi tidak bisa punya keturunan atau anak ya dokter? Terimakasih

Ibu Thesa

Jawaban Konsultasi

Tidak ada kaitan antara ginjal dan saluran reproduksi. Tetapi, yang mempengaruhi ialah, bila gangguan ginjal yang diderita mengharuskan terapi atau kondisinya yang berat sehingga tidak memungkinkan untuk hamil. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Salah Ukuran Bra Berakibat Sakit Kepala dan Gangguan Pencernaan

Posted: 24 Apr 2015 11:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Masih banyak perempuan mengeluhkan sakit punggung akibat salah memakai bra. Tapi, tahukah Anda bahwa salah ukuran bra berakibat sakit kepala dan gangguan pencernaan ?

Berdasarkan penelitian terbaru yang dirilis oleh Triumph, sesungguhnya pakaian dalam bisa memicu masalah kesehatan. Studi tersebut menemukan bahwa 76 persen perempuan dunia salah mengenakan ukuran bra . Kondisi ini disinyalir karena kekeliruan sebagian perempuan dalam memastikan ukuran bra yang cocok dengan payudaranya.

Parahnya lagi, kekeliruan tersebut berdampak pada risiko kesehatan yang cukup besar.

Ukuran bra yang terlalu ketat bisa menyebabkan tekanan pada saraf, otot pembuluh darah di bahu dan di atas tulang rusuk. Efek paling nyata adalah timbulnya rasa sakit di kepala dan terus menjalar ke bagian lengan, ungkap Sammy Margo, spokeperson dari Chartered Society of Physiotherapy.

Namun, mengenakan ukuran bra yang lebih besar juga bukanlah solusinya. Menurut Sammy, memakai bra sebenarnya tidak mendukung bagian payudara secara efisien. Malah, bra bisa menyebabkan masalah postural seperti kebiasaan membungkuk di bahu. Ukuran bra yang tidak pas akan membuatnya canggung untuk duduk atau berdiri sehingga tidak menopang tubuh dengan benar.

Bra yang kebesaran juga tidak akan mendukung posisi duduk payudara sehingga memberi tekanan pada diafragma yang berujung pada kesulitan bernapas. Berat ukuran payudara yang bertemu postur tubuh yang buruk juga memicu gangguan pencernaan seperti mulas, tambahnya.

Salah kaprah yang masih banyak terjadi adalah soal pengencangan tali bra untuk membuat payudara kencang dan berbentuk, padahal kenyataannya justru berbanding terbalik. Regangan tali bra yang pas jatuh di bagian bahu serta posisi tubuh yang baik seharusnya tidak akan menyebabkan rasa nyeri atau sakit pada perempuan.

Bahaya, Penderita Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Diprediksi Terus Meningkat!

Posted: 24 Apr 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan dapat menimbulkan dampak sosial ekonomi besar baik bagi penderita, masyarakat, hingga negara.

Penyebaran informasi dan edukasi mengenai kesehatan ginjal tentu menjadi hal yang sangat penting mengingat upaya pencegahannya sudah harus dimulai sejak dini.

Demi pentingnya kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat, maka International Society of Nephrology (ISN) dan The International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mengangkat Kidney Health for All atau ginjal Sehat untuk Semua sebagai tema dalam peringatan Hari Ginjal Seduniaatau World Kidney Day (WKD).

Peringatan WKD yang dicetuskan ISN dan IFKF ini, dirayakan di seluruh dunia pada setiap minggu kedua bulan Maret, sejak tahun 2006 silam. PERNEFRI sebagai anggota ISN turut berpartisipasi dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk WKD setiap tahun.

Menginjak tahun ke-10 ini, WKD ingin memfokuskan pada kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat global. Data Internasional menyebutkan, sekitar 10 persen dari populasi dunia menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dan diprediksi akan meningkat hingga 17 persen pada dekade selanjutnya.

Di Indonesia, prevalensi penyakit ginjal terus meningkat setiap tahunnya. Hasil studi epidemiologi PERNEFRI (Perhimpinan Nefrologi Indonesia) tahun 2005 menunjukkan, sebanyak 12,5 persen dari masyarakat diketahui mengalami PGK.

Dan berdasarkan data PERNEFRI, sampai tahun 2012 pasien yang mengalami atau menderita penyakit ginjal tahap akhir PGTA mencapai 100 ribu pasien dan diperkirakan akan terus bertambah. Sehingga PGK saat ini telah diakui oleh badan PBB bidang kesehatan, WHO, sebagai masalah kesehatan serius dunia.

Namun sayangnya, masyarakat yang hidup di negara dengan akses pelayanan kesehatan yang rendah akan menghadapi risiko terbesar terhadap dampak penyakit ginjal, dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk terapi penyakit ini sangat tinggi. Inilah salah satu penyebab prevalensi penyakit ginjal terus meningkat.

Ketua PERNEFRI dr Dharmeizar, Sp.PD-KGH, mengatakan, PERNEFRI yang berada di bawah naungan International Society of Nephrology (ISN) selalu berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan ginjal dengan mengedukasi mengenai pengenalan faktor risiko dan upaya pencegahannya.

Dampak penyakit ginjal ini sangat besar pengaruhnya terhadap sosial ekonomi penderita, masyarakat, juga negara, karena biayanya sangat mahal untuk penanganan penyakit ini. Terlebih saat ini biaya pengobatan pasien PGK telah ditanggung negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lanjut Dharmeizar.

Jika PGK bisa dicegah dari awal, lanjutnya, biayanya dapat digunakan untuk penyediaan fasilitas kesehatan lain, seperti membangun puskesmas dan melengkapi obat-obatan dan vaksinasi. Kami berharap dengan diadakannya edukasi penyakit ginjal, penderita dan negara dapat terhindar dari dampak besar akibat penyakit ini, harap Dharmeizar.

Hati-hati, Gelang Loom Band Mengandung Zat Penyebab Kanker

Posted: 24 Apr 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Salah satu perusahaan mainan terbesar di Inggris, The Entertainer, memutuskan untuk menarik seluruh aksesori produk mainan yang kini sedang tersohor di dunia anak-anak, yaitu loom band atau loom charms.

Keputusan yang diambil oleh The Entertainer ini, berlandaskan hasil dari investigasi penuh mengenai kecurigaan atas deteksi zat kimia berbahaya penyebab kanker  bernama phthalates yang terdapat pada aksesori gelang warna-warni yang bisa dirangkai sendiri oleh anak-anak.

Pemeriksaan dan penelitian lanjutan yang dilakukan oleh BBC Midlands, menyatakan bahwa hiasan tambahan pada loom band merupakan mainan berbahaya yang mematikan bagi penggunanya karena kandungan phthalates yang tinggi.

Seperti dikutip DailyMail, phthalates adalah material dasar untuk plastik yang berisiko tinggi terhadap kesehatan tubuh jika terhisap atau tertelan. Hal yang demikian tentunya rentan terjadi mengingat loom band dikenakan sebagai gelang, kalung, hiasan rambut, dan bahkan tas selempang oleh anak-anak.

Persoalan ini telah menjadi prioritas dari seluruh perhatian kami. Maka dari itu, kami mengumumkan bahwa produk kami ini kemungkinan besar mengandung phthalates, ujar juru bicara The Entertainer.

Bagi The Entertainer keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Jadi, sebagai pencegahan dan keselamatan mereka, kami telah menarik semua produk loom charms atau loom band dari pasaran, imbuhnya.

Perlu Anda ketahui, takaran phthalates yang diizinkan oleh Badan Pengujian Logam di Inggris hanyalah 0,1 persen, baik untuk produk plastik dan material mainan anak-anak. Nah, kandungan phthalates pada aksesori loom band adalah 40 persen!

Setelah penarikan produk aksesori loom band oleh The Entertainer, para peneliti menemukan banyak produk sejenis yang palsu  beredar di pasaran dan mengandung phthalates, beberapa di antaranya bikinan produsen dari Timur Tengah.

Advertisemen