Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Ini Cara Malaria mengancam Nyawa Anda
- Amankah Suntik Botoks Untuk Hilangkan Keriput?
- Bahaya Akibat Kurang Tidur Bagi Kesehatan
- 3 Bulan Tidak Mens, Apa Penyebabnya?
- Berlibur ke Pantai Bantu Tingkatkan Kesehatan Tubuh
- Pilih Umur Panjang Atau Hidup Lebih Berkualitas?
- Macam-macam Pengobatan Alternatif Yang Saat Ini Paling Digandrungi
| Ini Cara Malaria mengancam Nyawa Anda Posted: 28 Apr 2015 08:00 AM PDT DokterSehat.Com – Malaria adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi parasit plasmodium, yang termasuk penyakit menular. Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia, terutama pada negara-negara dengan iklim tropis seperti Indonesia. Meskipun berbagai program pemeberantasan, dan sosialisasi pencegahan malaria terus dilakukan, bukan berarti kita kemudian lengah terhadap penyakit ini. Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang sudah terinfeksi parasit bernama plasmodium. Ada empat jenis plasmodium yang menyebabkan malaria yaitu Falciparum, Malariae, Ovale dan Vivax. Plasmodium yang sudah berada di dalam tubuh manusia kemudian berkembang, dan merusak sel-sel darah merah. Parasit yang terus tumbuh dalam tubuh manusia dapat merusak hati, dan menginfeksi sel darah merah. Tepat di saat tersebut, malaria mulai berkembang dalam tubuh manusia. Gejala-gejala malaria terbagi menjadi dua yaitu gejala ringan seperti demam tinggi, flu, mual, mudah lelah, dan rasa nyeri pada otot tubuh. Sementara itu untuk gejala malaria berat, dapat menyebabkan manusia mengalami kejang-kejang, dehidrasi berat, napas yang tidak teratur bahkan bisa menyebabkan koma. Gejala ini biasanya terjadi 10 hingga 15 hari setelah gigitan nyamuk malaria. Jika dibiarkan, malaria dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti jantung, hati dan otak bahkan kematian. Meskipun hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa membunuh penyakit ini, namun malaria bisa dicegah. |
| Amankah Suntik Botoks Untuk Hilangkan Keriput? Posted: 28 Apr 2015 05:00 AM PDT DokterSehat.Com – Tampil cantik dan menawan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan kaum wanita, terlebih jika anda seseorang yang kerap bertemu dengan klien bisnis atau tamu penting. Namun seiring waktu berjalan, wajah mulai menampilkan tanda-tanda penuaaa. Seperti keriput yang membuat sebagian orang stres. Berbagai upaya dilakukan agar dapat mengusir keriput dari wajah. Salah satunya berupa suntik botoks. Botoks seringkali digunakan untuk menghilangkan keriput di wajah yang disebabkan oleh ekspresi wajah seperti senyum, tertawa dan cemberut. Selain itu tentu saja keriput pada wajah disebabkan oleh pertambahan usia. Botoks disebut-sebut sebagai cara yang efektif untuk meremajakan kulit. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyatakan bahwa suntik botoks aman untuk dilakukan selama dikerjakan oleh dokter yang berpengalaman dan bersertifikasi. Namun perlu konsultasi lebih lanjut bila botoks ingin dilakukan oleh ibu hamil dan menyusui. Sebelum menjalani tindakan botoks, seseorang juga harus melalui berbagai pemeriksaan kulit untuk mengetahui seberapa sensitif kulitnya dan apakah ada alergi terhadap obat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi setelah suntik botoks dilakukan. Botoks dilakukan dengan melakukan penyuntikan pada area yang ingin diperbaiki. Cara kerjanya adalah dengan melemaskan otot di area tersebut. Biasanya botoks pada wajah atau leher hanya dilakukan selama 15 sampai 20 menit dan hasilnya dapat dilihat setelah dua minggu. Selain untuk alasan kecantikan, botoks juga biasa dilakukan untuk perawatan kesehatan. Misalnya untuk mengatasi cerebal palsy atau blepahrospasm atau kelopak mata sulit untuk terbuka yang disebabkan oleh otot mata yang kejang. Apabila setelah botoks Anda mengalami beberapa gejala seperti pusing, muntah, alergi dan nyeri di bagian yang disuntik maka Anda harus berkonsultasi kembali dengan dokter yang menangani Anda. Tetapi hal tersebut jarang sekali terjadi selama Anda dirawat oleh dokter yang berpengalaman dan botoks diberikan dengan dosis yang tepat. |
| Bahaya Akibat Kurang Tidur Bagi Kesehatan Posted: 28 Apr 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Rata-rata, orang dewasa membutuhkan waktu tidur tujuh hingga delapan jam sehari. Waktu tidur yang cukup dan berkualitas bisa membuat Anda lebih segar dan siap menjalani aktivitas pada esok hari. Sayangnya, berbagai kegiatan seperti aktivitas pekerjaan hingga bersosialisasi langsung maupun melalui media sosial membuat seseorang menjadi kurang tidur. Dr. Raghu Reddy, sleep medicine specialist dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat mengingatkan waktu tidur yang hilang dalam lima jam selama seminggu dapat diganti dengan berisitirahat selama akhir pekan. Namun, jika waktu tidur yang hilang sudah lebih dari 20 jam, maka akan sangat berbahaya dan bisa mengganggu kesehatan tubuh, baik fisik maupun emosional.
|
| 3 Bulan Tidak Mens, Apa Penyebabnya? Posted: 28 Apr 2015 01:23 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, saya gadis usia 14tahun sudah 3 bulan terakhir ini saya tidak datang bulan. Apakah bisa pengaruh dari kurang olahraga sebab aktivitas saya cuma kesekolah dan dirumah. Disekolah pun tidak ada lagi pelajaran olahraga karena mau menghadapi ujian. sayuran juga saya kurang suka jadi jarang sekali makan sayuran apa bisa jadi penyebabnya ya dokter? Saya datang bulan dari umur 11 tahun dan tidak pernah ada masalah, tidak sakit dan teratur. Apa mungkin karena penyabab lain, seperti obesitas misalnya. Tinggi badan saya 163 cm berat 73. Terimakasih Ibu Siti Rahma Jawaban Konsultasi Gangguan mens bisa disebabkan karena diet, hormon, stress, kelelahan, obat2an termasuk kontrasepsi, berat badan yg naik atau turun drastis. Bila berulang, sebaiknya periksakan ke dokter. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Berlibur ke Pantai Bantu Tingkatkan Kesehatan Tubuh Posted: 27 Apr 2015 11:00 PM PDT DokterSehat.Com – Jika pada hari libur mendatang Anda memutuskan untuk bepergian ke pantai, maka rencana tersebut sebenarnya baik bagi kesehatan. Ya, peneliti mengklaim bahwa mengunjungi pantai atau laut, baik dalam kondisi hujan atau cerah, memberi manfaat positif bagi kesehatan. Menurut penelitian terbaru dari European Centre for Environment and Human Health di Truro, Cornwall, manfaat ini bahkan bisa dirasakan hanya dengan berjalan-jalan santai di pinggir laut. Jika sebelumnya Anda tengah memiliki suasana hati yang buruk atau stres, aktivitas ini juga diyakini dapat membantu mengatasinya. Penelitian yang dilakukan selama sekitar dua tahun terhadap lebih dari 2.750 peserta menemukan bahwa bersantai di pantai atau pinggir laut sangat baik bagi kesehatan tubuh, secara fisik dan emosional, ketimbang sekadar berjalan-jalan di taman. Meskipun demikian, peneliti tak menampik bahwa berjalan-jalan di lingkungan alam tetap dapat membawa rasa ketenangan dan penyegaran pada tubuh. Alasan lainnya, beberapa ilmuwan juga yakin bahwa mengapa laut memberikan efek positif terhadap tubuh adalah karena turbulensi yang diciptakan oleh ombak. Turbulensi ini mengubah struktur fisik dari udara dan air, serta melepaskan ion yang bermuatan ke atmosfer. Ada pula peneliti yang mengatakan lingkungan yang penuh dengan ion bermuatan negatif seperti lautan, bahkan pegunungan bersalju atau di dekat air terjun, dapat meningkatkan mood Anda dengan memicu endorfin dan serotonin. Lingkungan seperti ini juga dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen di dalam tubuh, seperti dikutip dari New York Daily News, Senin (27/4/2015). Selain dengan berlibur ke pantai, peneliti menyebutkan efek penyegaran fisik dan emosional tubuh juga bisa didapat dengan cukup istirahat, tidak memaksakan diri untuk terus bekerja, dan berjalan santai. Tak cuma itu, memiliki waktu luang bersama teman-teman untuk sekadar mengobrol juga dapat membantu Anda merasa lebih baik, seperti diungkapkan oleh sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini. |
| Pilih Umur Panjang Atau Hidup Lebih Berkualitas? Posted: 27 Apr 2015 09:00 PM PDT DokterSehat.Com – Apa ucapan selamat yang paling sering Anda dengar ketika berulang tahun? Ya, hampir semuanya akan menjawab semoga panjang umur dan diikuti dengan sehat selalu, Pakar kesehatan geriatri dari Gleneagles Hospital, Dr Chan Kin Ming mengatakan bahwa harapan untuk memperpanjang umur menjadi salah satu harapan paling dasar manusia. Berbicara dalam Annual Scientific Meeting Gleneagles Hospital, Dr Chan mengatakan ada hal mendasar yang lebih penting daripada mencari tahu bagaimana cara supaya panjang umur. Pertanyaannya sekarang bukan lagi bagaimana caranya supaya saya bisa panjang umur, tapi bergeser fokusnya ke bagaimana hidup saya berkualitas, bukan hanya sekedar hidup, tutur Dr Chan, dalam seminarnya yang berjudul What Can I Do To Live Forever, di Sheraton Tower, Singapura, seperti ditulis Minggu (26/4/2015). Berdasarkan beberapa penelitian, harapan hidup (life expetancy) manusia di seluruh dunia meningkat dalam 60 tahun terakhir. ?Pada tahun 1950, harapan hidup manusia ada di usia 48 tahun. Sementara pada 2010, terdapat peningkatan 20 tahun menjadi 68 tahun. Hal ini menandakan, manusia terus berkembang ke arah yang lebih baik. Berkembangnya teknologi kesehatan dan pengobatan, serta pertumbuhan ekonomi dan pendidikan menjadi faktor penting meningkatnya harapan hidup manusia. Namun tingginya harapan hidup belum tentu menjamin hidup manusia berkualitas. Apa gunanya memiliki umur panjang jika hanya dihabiskan di atas tempat tidur karena sakit dan tak mampu beraktivitas? Memang, risiko penyakit akan meningkat ketika memasuki hari tua. Bahkan menurut Dr Chan, semakin tua seseorang maka risiko penyakit menimbulkan komplikasi akan semakin besar. Pneumonia contohnya. Penyakit ini memang menyerang sistem pernapasan. Tapi pada lansia yang fungsi organ-organ tubuhnya sudah menurun, terserang pneumonia bisa menyebabkan stroke yang berujung pada kematian. Pneumonia memang menyerang saluran pernapasan, akibatnya kerja paru-paru menjadi lebih berat. Pekerjaan yang lebih berat membutuhkan jumlah oksigen yang lebih banyak, sehingga jantung akan memompa darah lebih cepat. Pemompaan darah yang sangat cepat akan membuat tekanan darah meningkat dan bisa menyebabkan pembuluh darah pecah, dan akhirnya meninggal karena stroke. Karena itulah, yang menjadi perhatian seharusnya bagaimana di masa tua kita tetap aktif dan sehat, mampu beraktivitas seperti biasa. Caranya tentu saja dengan melaksanakan gaya hidup sehat dan menghindari stres, tuturnya. |
| Macam-macam Pengobatan Alternatif Yang Saat Ini Paling Digandrungi Posted: 27 Apr 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Pengobatan alternatif lebih banyak dipilih masyarakat karena dianggap lebih murah dan tidak ada efek samping. Namun pada dasarnya, pengobatan alternatif tidak bisa dijadikan sebagai pengganti pengobatan utama. Ada beberapa pengobatan alternatif yang paling digandrungi. Pengobatan alternatif yang ada dimasyarakat saat ini sebagian besar belum memiliki bukti ilmiah yang kuat dan kebanyakan hanya berdasarkan pengalaman dari pasien saja. Padahal bukti ilmiah tersebut untuk menunjukkan keamanan, efektivitas dan mutu dari suatu pengobatan. Kondisi ini yang membuat pengobatan alternatif umumnya tidak disarankan oleh para dokter karena pasien akan meninggalkan pengobatan utamanya yang berfungsi untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Meski demikian, beberapa pengobatan alternatif berikut ini masih saja digandrungi banyak orang, seperti berikut :
|
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments