Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Demam Pada Anak Dan Disertai Mimisan Berbahayakah?
- Yuk Perbaiki Kualitas Tidur Dengan Mengkonsumsi Makanan Ini
- Wajib Tahu Makanan Yang Mengandung Alkohol Bagi Ibu Hamil
- Skizofrenia Terkait Dengan Komplikasi Kehamilan
- Apa Penanganan Untuk Kulit Belakang Lutut Dalam Siku Tangan Gatal?
- Rokok Mentol Lebih Berbahaya Dari Rokok Biasa
- Awas, Debu Kapur Tulis Picu Gangguan Pernapasan Pada Anak Yang Alergi Susu
- Pencegahan Terjadinya Asma Pada Anak
| Demam Pada Anak Dan Disertai Mimisan Berbahayakah? Posted: 10 Jun 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com – Kondisi demam pada anak dapat membuat setiap orang tua khawatir. Apalagi bila demam anak tidak dapat pulih dalam waktu lebih dari tiga hari. Kondisi demam yang dialami oleh anak anda sebaiknya mendapatkan pemeriksaan dokter. Sehingga dapat diketahui penyebab demam sebagai tanda adanya masalah kesehatan pada anak. Berbeda dengan kondisi dimana anak mengalami demam yang disertai dengan tanda yang berbahaya yaitu ketika anak anda demam disertai dengan kejang atau demam anak anda yang disertai dengan mimisan, maka harus segera diperiksakan ke dokter meskipun belum tiga hari mengalami demam. Demam dengan kondisi mimisan bisa menjadi pertanda anak anda menderita penyakit tertentu, kondisi kesehatan dan pemeriksaan lanjut sangat diperlukan untuk mendiagnosa anak. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai demam yang disertai mimisan pada anak. Mimisan Mimisan atau istilah kedokteran epikstasis merupakan kondisi dimana hidung anak mengeluarkan darah. Penyebab terjadinya mimisan beraneka ragam ada yang disebabkan karena perlukaan pembuluh darah pada hidung, mengalami spontan saat anak mengalami demam tinggi, udara yang terlalu kering atau panas atau mengalami benturan. Kondisi mimisan pada anak tidak selamanya membahayakan akan tetapi segera melakukan penanganan ke dokter apabila anak anda mengalami mimisan yang sering, tidak dapat teratasi dan kondisi anak anda sedang demam. Anak demam dan mimisan Mimisan pada anak tidak selamanya membahayakan apalagi bila anak anda mengalami fisik yang sehat. Mimisan yang dialami pada kondisi anak sehat disebabkan karena trauma pada bagian hidung dalam atau mengalami muktosa hidung yang kering hingga masuknya benda asing. Berbeda lagi dengan anak yang mengalami mimisan ketika kondisi badan anak anda demam tinggi, anda harus melakukan antisipasi dan waspada. Ini dapat menjadi salah satu tanda yang membahayakan apabila kondisi anak anda demam dan mengalami mimisan, seperti berikut ini :
Kondisi seperti inilah yang menjadi tanda bahwa anak anda yang mengalami mimisan menjadi berbahaya. Pada beberapa kasus anak yang mengalami demam tinggi dan mengalami mimisan dapat disebabkan karena penyakit seperti demam berdarah hingga penyakit leukemia. Pertolongan pada anak yang mengalami mimisan Anda tidak perlu panik ketika anak anda mengalami mimisan. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memposisikan kepala lebih tinggi seperti posisi setengah duduk atau posisi duduk kemudian setelah itu tekan tulang hidung anak anda selama 1 menit. Anda dapat pula menggunakan es batu untuk mengompresnya di arah tulang hidung. Pasangkan pula sumbat lubang hidung yang mengalami mimisan dengan menggunakan tissue atau kapas. Meskipun bukan masalah yang besar apabila terjadi berulang dan sulit teratasi maka sebaiknya segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi. Ciri mimisan yang menjadii tanda penyakit adalah mimisan yang sering terjadi pada anak, kondisi anak anda sedang demam tinggi dan sulit teratasi sehingga pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui keadaan anak. Pada saat anda anak mengalami mimisan, seringakali mengalami batuk yang mengeluarkan darah, kemungkinan besar dikarenakan darah yang ikut tertelan anda tidak perlu panik. |
| Yuk Perbaiki Kualitas Tidur Dengan Mengkonsumsi Makanan Ini Posted: 10 Jun 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Saat ini insomnia menjadi salah satu penyakit yang banyak menyerang orang dewasa hingga lanjut usia. Sebagian besar diantara mereka merasa terganggu akibat jam tidur dimalam hari yang tidak terkendali. Sebagian lagi adapula yang jarang mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Mereka biasanya seringkali merasakan gelisah yang tak karuan, sulit mendapatkan posisi tidur yang nyaman serta mudahnya terganggu oleh suara-suara aneh yang umum dijumpai ketikan malam hari. Selain itu, adapula mereka yang mendapatkan waktu tidur cukup, namun ketika bangun merasakan lesu, lelah dan ingin melanjutkan kembali tidurnya. Bagi mereka yang menderita insomnia, solusi yang umum adalah mendapatkan resep dari dokter serta mengganti tempat tidurnya dengan tingkat kelembutan yang sedang. Kondisi bantal yang terlalu lembut dan terlalu keras bisa menjadi faktor penyebab terganggunya tidur seseorang. amun disamping itu, adapula penyebab lain yang dapat menyebabkan buruknya kualitas tidur, yakni salah satunya adalah pola yang kurang terjaga. Ya, jenis makanan yang anda konsumsi sehari-hari akan pula menentukan kualitas tidur anda di malam hari. Hal ini bukan berarti hanya berhenti mengkonsumsi kopi, yang mana kita ketahui kopi dapat membuat seseorang terjaga lebih lama. Nah, berikut ini bagi anda yang ingin memperbaiki kualitas tidurnya, beberapa makanan ini akan membantu anda mewujudkan tidur yang lebih nyenyak dan lebih nyaman :
Demikian beberapa daftar makanan yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Waktu istirahat yang cukup dengan kualitas tidur yang baik akan dapat mengembalikan energi anda yang terkuras sehingga anda akan merasa lebih siap kembali mengerjakan aktivitas sehari-hari. |
| Wajib Tahu Makanan Yang Mengandung Alkohol Bagi Ibu Hamil Posted: 10 Jun 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Anda pasti sudah tahu bahwa mengkonsumsi alkohol saat hamil merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu kesehatan janin. Bahkan penelitian menunjukan bahwa anak yang terlahir dari ibu yang sering mengkonsumsi alkohol akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan kecerdasan anak. Benarkah anda sudah menghindari mengkonsumsi alkohol saat hamil ? Coba cek kembali makanan favorit anda, beberapa diantaranya mungkin mengandung kandungan alkohol yang tanpa anda sadari membahayakan kesehatan. Anda wajib cari tahu apa saja makanan yang mengandung alkohol, sehingga mengurangi gangguan kesehatan pada janin. Alkohol pada makanan Ketika mengkonsumsi makanan di luar rumah tanpa anda sadari ada jenis bumbu dapur tertentu yang tanpa anda sengaja konsumsi dan mengandung alkohol. Meskipun kini lembaga MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah membantu anda dengan memberikan label halal sehingga mudah untuk mengenali makanan yang mengandung alkohol. Penelitian yang dilakukan pada makanan yang mengandung alkohol sejauh belum ada kesepakatan. Meskipun demikian sebagian kalangan mengatakan untuk memberikan pantangan pada ibu hamil dalam mengkonsumsi alkohol, meskipun setetes. Apakah itu berlaku pada makanan beralkohol? Bagi anda yang bijak, sebaiknya memang menghindari terlebih ketika anda sedang hamil. Berikut ini beberapa makanan yang seringkali mengandung alkohol :
Dengan mengetahui beberapa makanan yang mengandung alkohol, anda lebih waspada dan mengurangi resiko yang dapat ditimbulkan dari konsumsi alkohol. Umumnya resiko yang ditimbulkan adalah lahir dengan berat di bawah normal, lingkar kepala kecil, mengalami kelainan sendi, kemampuan kordinasi yang lambat, panjang tubuh saat lahir pendek dari normal atau mengalami ingatan yang pendek. |
| Skizofrenia Terkait Dengan Komplikasi Kehamilan Posted: 10 Jun 2015 12:00 AM PDT DokterSehat.Com – Wanita penderita skizofrenia berada pada risiko masalah yang besar selama kehamilan dan persalinan, sebuah penelitian baru menunjukkan. Pengaruh skizofrenia selama kehamilan dan persalinan Para peneliti asal Kanada menganalisis data terhadap masalah kelahiran di provinsi Ontario mulai tahun 2002 hingga 2011 dan menemukan bahwa pre-eclampsia (masalah kehamilan dan persalinan yang serius) dan komplikasi serius lainnya diketahui dua kali lebih mungkin terjadi pada wanita yang mealami skizofrenia dibandingkan dengan wanita lainnya tanpa gangguan kesehatan mental apapun. Wanita dengan skizofrenia lebih mungkin untuk mengembangkan solusio plasenta (di mana plasenta terpisah dari uterus) dan syok septik, untuk menjalani induksi dan operasi caesar, yang akan ditransfer ke unit perawatan intensif, dan harus diterima kembali ke rumah sakit setelahnya. Secara umum, wanita dengan skizofrenia memiliki tingkat kesuburan yang rendah, dan mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka, kata penulis studi Dr Simon vidog, Seorang psikiater dari Women's College Hospital di Toronto, Kanada. Namun baru-baru ini, dengan tingkat kesuburan yang meningkat pada wanita-wanita ini, kita sekarang harus benar-benar menaruh perhatian untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka dan bayi mereka. Sekitar 1 persen orang Amerika memiliki skizofrenia, hal ini berdasarkan data dari US National Institute of Mental Health. Biasanya, gejala akan muncul di usia 16 hingga 30 tahun. Para peneliti memeriksa catatan untuk ibu baru antara usia 15 dan 49 tahun. Mereka menemukan risiko kematian lima kali lebih besar selama satu tahun ketika perempuan yang menderita skizofrenia melahirkan. Dan bayi yang lahir dari ibu dengan skizofrenia cenderung memiliki bobot abnormal yang tinggi atau rendah. Menurut penelitian yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari di British Journal of Obstetric and Gynecology, wanita dengan skizofrenia juga mempunyai masalah kesehatan lebih besar sebelum hamil. Dibandingkan dengan wanita tanpa gangguan kejiawaan, wanita dengan skizofrenia lebih mungkin untuk memiliki diabetes (4 persen banding 1 persen), tekanan darah tinggi kronis (4 persen banding 2 persen), dan pembekuan darah (2 persen banding 0,5 persen) sebelum kehamilan. Temuan ini memberikan informasi untuk mulai menentukan langkah apakah yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi tingginya risiko komplikasi kehamilan dan persalinan pada wanita yang mengalami skizofrenia, ujar Vigod yang juga seorang ilmuwan di Institute ofr Clinical Evaluative Sciences. Langkah tersebut mungkin termasuk memberikan edukasi yang lebih baik sehingga para wanita dapat membuat keputusan dan bisa memastikan perawatan medis yang terbaik sebelum, selama, dan setelah kehamilan, ujarnya. |
| Apa Penanganan Untuk Kulit Belakang Lutut Dalam Siku Tangan Gatal? Posted: 09 Jun 2015 10:52 PM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat siang dokter, anak perempuan saya berusia 6 tahun. Sejak usia 2 tahun kulit dibelakang lutut, dalam siku tangan selalu gatal, merah menebal. Oleh dokter saya disarankan tidak memakai sabun hanya boleh air sirih saja. Tetapi sekian lama penyakit kulit tersebut tidak kunjung sembuh. Tolong saran tentang herbal untuk anak saya. Terimakasih Ibu Yudinar Dewi Jawaban Konsultasi Dikhawatirkan adanya kecenderungan atopi pada anak anda dimana kondisi ini bersifat menurun pada keluarga. Dan memang sulit dihilangkan karena ada kaitan dengan alergi. Untuk terapinya kami sarankan untuk diperiksakan ke dokter specialis kulit. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Rokok Mentol Lebih Berbahaya Dari Rokok Biasa Posted: 09 Jun 2015 10:00 PM PDT DokterSehat.Com – Rokok mentol mempunyai rasa yang berbeda dan sering dianggap lebih ringan daripada rokok biasa. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa rokok mentol ternyata lebih berbahaya daripada rokok biasa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perokok mentol memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah paru-paru. Perokok mentol lebih berisiko mengalami penyakit paru-paru Perokok mentol juga lebih berisiko mengalami penyakit paru-paru yang lebih serius dibandingkan dengan perokok biasa. Beberapa penyebabnya adalah menumpuknya lendir di saluran pencernaan dan kesulitan bernapas. Hasil ini didapatkan para peneliti setelah mengamati bahwa perokok mentol berusia muda di Kanada merokok 2 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan perokok biasa. Jika perokok biasa rata-rata merokok 26 batang seminggu, perokok mentol diketahui bisa merokok hingga 43 batang per minggunya. Penelitian tersebut mengamati lebih dari 3700 perokok mentol dan lebih dari 1900 perokok biasa berusia 45 hingga 80 tahun. Di awal pengamatan, diketahui bahwa perokok mentol memang mempunyai risiko penyakit pernapasan dan risiko mengalami batuk kronis (penumpukan lendir di saluran pernapasan) yang lebih kecil. Namun demikian, ternyata selama 18 bulan penelitian, diketahui bahwa perokok mentol mempunyai kesehatan paru-paru yang lebih rendah jika dibandingkan dengan perokok biasa. Mereka (perokok mentol) kesulitan berjalan selama 6 menit, dan lebih mungkin mengalami kesulitan bernapas atau napas pendek jika dibandingkan perokok biasa. Bahkan setelah para peneliti menghitung faktor-faktor yang lain seperti riwayat penyakit dan usia, perokok mentol masih mempunyai risiko lebih tinggi sebesar 29 persen untuk mengalami penyakit paru-paru jika dibandingkan dengan perokok biasa atau non-mentol. Apapun jenisnya, baik mentol ataupun non-mentol, merokok tetap merugikan kesehatan anda. Jadi apabila anda seorang perokok, cobalah untuk berhenti merokok sekarang juga karena kesehatan anda menjadi taruhannya. Semoga bermanfaat. |
| Awas, Debu Kapur Tulis Picu Gangguan Pernapasan Pada Anak Yang Alergi Susu Posted: 09 Jun 2015 08:00 PM PDT DokterSehat.Com – Seiring berjalannya waktu, kapur tulis biasa sudah jarang digunakan. Sebagian besar orang telah beralih ke spidol atau masih menggunakan kapur tulis namun yang bebas debu. Walaupun demikian, sebuah penelitian menunjukkan jika kapur tulis bebas debu juga masih memberikan efek buruk terhadap kesehatan anak-anak, apalagi kapur tulis biasa. Menurut penelitian yang dikepalai oleh Carlos Larramendi, debu yang dihasilkan kapur tulis dapat membahayakan kesehatan anak yang mempunyai alergi terhadap susu. Bahkan kapur tulis yang mempunyai label anti-debu pun juga masih melepaskan partikel-partikel kecil ke udara. Apabila partikel-partikel tersebut terhisap oleh anak yang mempunyai alergi terhadap susu, mereka akan mengalami bersin, batuk, hingga susah bernapas. Debu kapur tulis yang terhisap dapat membuat pernapasan anak menjadi terganggu, hidung mereka akan berair dan bersin-bersin, ujar Larramendi. Sebagian besar dari mereka dapat menghilangkan alergi susu ketika berumur tiga tahun. Meski begitu, tak sedikit dari mereka yang masih mempunyai alergi terhadap susu sampai usia mereka menginjak 16 tahun. Kapur tulis bukan Satu-satunya Faktor Kembali lagi ke permasalahan kapur tulis, kapur tulis bukanlah satu-satunya faktor yang harus diwaspadai anak-anak yang mempunyai alergi susu. Beberapa benda seperti lem, tinta, dan kertas juga dapat memicu alergi pada anak. Walaupun saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang tidak menggunakan kapur tulis, orang tua juga harus tetap waspada akan hal ini. Anak-anak umumnya masih ada yang bermain menggunakan kapur tulis, terutama yang berwarna-warni. Oleh sebab itu, para orang tua dihimbau untuk selalu mengawasi anak-anaknya yang memiliki alergi susu atau alergi debu, untuk dijauhkan dari kapur tulis dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pastikan mereka agar tidak terlalu terkena paparan debu dari kapur tulis. |
| Pencegahan Terjadinya Asma Pada Anak Posted: 09 Jun 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Asma adalah penyakit kronis yang umum dialami anak-anak. Asma dapat mempengaruhi pernapasan, diakibatkan oleh peradangan di paru-paru dan saluran pernapasan. Sebagian besar serangan asma pada anak-anak disebabkan oleh reaksi alergi, dan orang tua bisa melihat hal ini sebagai antisipasi untuk mengurangi terjadinya asma, meskipun tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya. Berikut cara pencegahan asma pada anak :
|
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments