Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Sering Begadang Tingkatkan Risiko Kanker
- Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui
- Apakah Penyakit GO Bisa Timbul Kembali Apa Bila Pengobatanna Tidak Tuntas?
- Cara Agar Tetap Sehat Dan Segar Selama Puasa
- Ini Dia Manfaat Puasa Untuk Kecantikan
- Siapkan Menu Sahur Seperti Ini Bisa Bantu Jaga Fokus Saat Berpuasa
- Ngidam Pica Saat Hamil Berbahaya
| Sering Begadang Tingkatkan Risiko Kanker Posted: 22 Jun 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com – Begadang adalah istilah untuk anda yang sering menunda-nunda istirahat pada malam hari (tidur) sehingga terjaga sampai larut malam. Banyak yang menjadi alasan untuk begadang di mulai karena tuntutan pekerjaan atau hanya sekedar menghabiskan waktu malam anda seperti bermain games, bermain musik atau hanya makan dan minum bersama-sama rekan anda. Pada intinya begadang tidak baik untuk dilakukan karena dapat menghasilkan berbagai efek samping. Kebutuhan tidur yang harus anda penuhi adalah delapan jam perhari, untuk anda yang mungkin kurang dari delapan jam perhari apalagi hanya memiliki waktu tidur kurang dari 5 jam perhari akan meningkatkan beberapa gangguan kesehatan antaranya adalah kanker payudara. Pernyataan ini didukung oleh sebuah penelitian di Jepang yang dilansir dari situs healthytips.everyday.com meneliti sampel dengan 24.000 wanita, dan memiliki rentang usia antara 40 tahun hingga 79 tahun. Kemudian, mereka mengetahui bahwa wanita dengan waktu kurang dari 6 jam tidur setiap malam, bisa meningkatkan risiko kanker payudara hingga 62 persen lebih tinggi. Selain kanker payudara jenis kanker yang mungkin terjadi adalah kanker usus besar, Penelitian mengungkapkan bawah orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam akan mengakibatkan resiko kanker usus besar sampai dengan 47 persen. Selain akan memicu resiko kanker payudara dan kanker usus besar juga akan mengakibatkan gangguan kesehatan lainnya yaitu :
|
| Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui Posted: 22 Jun 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Bulan suci Ramadhan memang selalu dinantikan oleh setiap Muslim di dunia. Keutamaan pahala di dalamnya membuat setiap muslim berlomba-lomba untuk melakukan amalan sebanyak-banyaknya pada bulan ini. Para ibu hamil dan ibu menyusui kerapkali was-was saat memasuki bulan Ramdhan. Mereka khawatir puasa yang dilakukan di bulan suci ini dapat memengaruhi perkembangan dan kesehatan janin atau bayi. Sebuah penelitian di Inggris membuktikan bahwa berpuasa tidak memengaruhi kondisi janin ibu hamil. Ahli kebidanan dan kandungan Klinik Yasmin dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)Jakarta dr Marly Susanti SpOG, tidak ada perbedaan antara perempuan hamil atau menyusui dan yang tidak. Ibu hamil atau yang sedang menyusi boleh puasa, ujar dia di Jakarta, kemarin. Menurut Marly, pada ibu hamil, glukosa, insulin, laktat dan carnitin turun, sedangkan trigliseride dan hydroxybutyrate meningkat. Dengan demikian ibu hamil yang mengerjakan puasa Ramadhan, dia dan janinnya tidak akan kekurangan gizi. Tapi itu asalkan dia mengonsumsi makanan yang seimbang selama buka puasa, sahur, dan selama waktu di antara buka dan sahur. Puasa juga tidak mempengaruhi berat badan bayi yang akan lahir, papar dia. Puasa pada hakekatnya hanya memindahkan makan pagi, siang dan malam menjadi buka, sahur dan waktu di antaranya. Tubuh manusia dapat mendeposit makanan dan dapat menggunakannya saat diperlukan. Namun demikian, menurut Marly, bila ibu hamil atau menyusui merasa lemah, pusing, mual atau masalah kesehatan yang ada hubungannya dengan puasa seperti hipertensi, sebaiknya segera membatalkan puasa dan langsung makan dan minum. Indikator kekurangan kalori itu rasa lemas, keluar keringat dingin, keringat dari ujung jari. Untuk mengatasinya, segera minum teh manis, ungkap Marly. Demikian pula apabila hamil pada trimester pertama yang disertai mual-mual, muntah, dan muntah yang hebat (hyperemisis gravidarum), atau perdarahan, sebaiknya tidak berpuasa. Hasil penelitian epidemiologi Cross & Friends terhadap 13.350 bayi Islam yang dilahirkan di Inggris, melahirkan kesimpulan bahwa puasa tidak berdampak pada penurunan berat badan bayi yang baru lahir. Sebuah penelitian lain juga membuktikan bahwa tidak ada perubahan kadar kolesterol darah maupun kadar gula darah pada orang yang berpuasa, meski terjadi penurunan berat badan sampai 4%.Pada pengukuran kadar kolesterol darah pada pagi, siang, dan sore hari tidak menunjukkan pola perubahan tertentu, bahkan masih termasuk dalam batas-batas normal. Saat sahur dan berbuka, dr Marly Susanti menganjurkan pada ibu hamil dan menyusui untuk memenuhi kecukupan kadar kalori yang dibutuhkan, yang berasal dari makanan manis-manis sehingga gizinya lebih cepat diserap tubuh. Bagi ibu hamil yang tetap menjalankan ibadah puasa, harus memperhatikan faktor bawaan yang kerap dijumpai pada setiap perempuan yang tengah mengandung. Fokus pada indeks makanan yang dikonsumsi selama melakukan puasa, juga perlu mendapat perhatin bagi para ibu hamil. Khusus untuk perempuan yang sedang hamil asupannya harus lebih sepertiga kali dari asupan makanan orang biasa. Selama menjalankan puasa, dr Marly menyarankan para ibu hamil untuk tetap melakukan kontrol secara rutin kepada dokter kehamilan, dimana hal terpenting yang harus terus terpantau adalah berat badan dari si ibu. Idealnya, berat badan ibu hamil harus bertambah seiring dengan pertumbuhan berat badan bayi yang dikandungnya. Rata-rata berat bayi yang lahir dari ibu hamil dengan usia kehamilan 4-7 bulan yang menjalankan puasa adalah 3,3 kg. Angka tersebut tidak berbeda dengan ibu hamil yang tidak melakukan puasa. Hal serupa juga berlaku bagi para ibu menyusui. Demi menjaga kelancaran air susu ibu (ASI) yang nantinya akan diberikan pada bayi, disarankan para ibu dapat meningkatkan kualitas makanan yang akan dikonsumsi. Kalori yang cukup, karbohidrat, protein, lemak serta vitamin yang memadai merupakan faktor penting untuk menghasilkan kualitas ASI yang bagus. |
| Apakah Penyakit GO Bisa Timbul Kembali Apa Bila Pengobatanna Tidak Tuntas? Posted: 22 Jun 2015 02:14 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, apakah penyakit go bisa timbul kembali apabila pengobatan tidak tuntas? Dan berapa lama bakteri go bisa menempel dalam pakaian? Terimakasih Bapak Andi Jawaban Konsultasi Bisa kambuh dan menularkan. Kumanya langsung mengenai kelamin, bukan menularkan melalui pakaian. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Cara Agar Tetap Sehat Dan Segar Selama Puasa Posted: 22 Jun 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Selama bulan suci Ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Pada saat menjalankan ibadah puasa banyak dijadikan alasan untuk tidak bekerja secara maksimal karena lemas, lesu, mengantuk dan sebagainya sehingga berakibat terhadap menurunnya produktivitas kerja sehari-hari. Kondisi itu karena timbul akibat perilaku yang tidak sehat yang dilakukan tanpa sadar dan menjadi kebiasaan selama berpuasa, seperti kebiasaan makan sahur yang banyak, makan yang berlebihan pada saat berbuka, kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran, tidur seharian sampai tidak berolahraga. Untuk menghindari kebiasaan kurang sehat tersebut, perlu pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh kita tetap sehat dan segar sepanjang hari selama berpuasa. Berikut ini beberapa tips khusus saat sahur dan berbuka puasa agar tubuh kita tetap sehat dan segar selama bulan puasa sehingga terhindar dari kebiasaan yang kurang sehat : Saat sahur
Saat berbuka
|
| Ini Dia Manfaat Puasa Untuk Kecantikan Posted: 22 Jun 2015 12:29 AM PDT DokterSehat.Com – Ingin cantik, tapi tidak memiliki budget besar untuk perawatan di salon kecantikan? Tenang saja, karena banyak cara alami yang bisa dilakukan untuk merawat kecantikan Anda, salah satunya dengan puasa. Puasa tidak hanya mendatangkan pahala, tapi juga mengandung manfaat yang besar untuk kesehatan dan kecantikan. Dengan puasa, tubuh menjadi lebih sehat karena pada saat puasa, tubuh akan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru. Karena itu tidak mengherankan jika puasa sangat bagus untuk mengurangi derita diabetes, jantung, detoksifikasi racun dalam tubuh dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan manfaat puasa untuk kecantikan? Agar lebih jelasnya, intip pembahasannya berikut ini :
|
| Siapkan Menu Sahur Seperti Ini Bisa Bantu Jaga Fokus Saat Berpuasa Posted: 21 Jun 2015 08:00 PM PDT DokterSehat.Com – Rasa lapar saat puasa bisa membuat seseorang kehilangan fokusnya ketika beraktivitas. Oleh karena itu ahli menyarankan sahur sebaiknya diisi dengan makanan yang lebih lama membuat kenyang. Pada dasarnya ketika sahur makanan yang disarankan untuk dikonsumsi tak jauh beda dengan hari biasa. Hanya saja sedikit variasi bisa ditambahkan pada pola makan sahur dengan memasukkan lebih banyak makanan tinggi protein. Hal ini dikatakan oleh Ketua Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Profesor Endang L Achadi dilakukan karena makanan tinggi protein akan lama dicerna tubuh sehingga menunda lapar. Ada anjuran mengonsumsi makanan dan minuman yang lama dicerna sehingga rasa lapar tidak segera muncul. Misalnya minum susu, makan telur, atau makanan lainnya yang lama dicerna, kata Endang ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (17/6/2015). Endang menambahkan meski demikian seseorang tetap harus menjaga keseimbangan makanannya tidak terlalu mementingkan protein. Secara garis besar menu sahur yang baik menurutnya ada sayur, buah, lauk pauk, dan karbohidrat. Terkait sayur dan karbohidrat, dr Ahmad Fuady, M.Sc-HEPL, dari Klinik Dokter Keluarga FKUI Kayu Putih punya saran tambahan menu sahur. Agar makanan juga tambah lama memberikan rasa kenyang seseorang bisa memilih menu diet yang tinggi serat dan rendah Indeks Glikemik (IG). Pilih makanan dengan Indeks Glikemik (IG) yang rendah, dianjurkan dengan IG kurang dari 54 dan cenderung memberikan rasa kenyang yang lama, misalnya nasi merah, ubi, kata dr Ahmad ketika dihubungi secara terpisah. Selain memilih menu yang bisa membuat kenyang lama dr Ahmad juga menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi. Alasannya selain karena tak baik untuk mereka yang punya hipertensi garam juga bisa meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap air. Ketiga, kurangi garam yang mempengaruhi hidrasi tubuh. Makanan bergaram tinggi ini biasanya ada di gorengan, fast food, dan makanan dengan kadar garam tinggi lainnya, ujar dr Ahmad. Keempat, minum air putih yang cukup. Kelima, pastikan makanan yang mengandung lemak jenuh dibatasi, sedangkan protein harus cukup, tutupnya. |
| Ngidam Pica Saat Hamil Berbahaya Posted: 21 Jun 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Sebagian besar wanita yang sedang hamil memiliki perilaku yang khas dan sering sekali malah membuat suami serta keluarga kerepotan sendiri mengikuti keinginan kita. Ini dia yang sering kita sebut dengan ngidam. Ngidam merupakan perasaan untuk menginginkan sesuatu dengan tiba-tiba yang terjadi pada wanita hamil, hal ini dapat berupa makanan ataupun hal yang lainnya, serta kadang terkadang terjadi pada waktu yang tak disangka yang kemudian sulit untuk menemukannya. Konon para orang tua sering berkata jika suami ataupun keluarganya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut, makan anaknya nanti akan mengalami ini itu. Ngidam ini bukanlah sebuah khayalan ataupun sekedar sugesti belaka. Proses ngidam itu sendiri telah diakui oleh beberapa dokter sebagai reaksi yang terjadi pada awal kehamilan. Namun ada beberapa wanita yang mengalami ngidam hingga masa menjelang kelahiran. Berbicara tentang ngidam ini tidak hanya berupa makanan, selain itu banyak wanita yang mengidam hal-hal yang aneh. Seperti ngidam ingin mengelus kepala orang yang botak, memegang kumis ada juga yang lainnya. Ngidam tersebut sudah termasuk pada jenis ngidam yang aneh. Beberapa ngidam yang masuk akal dan masih dalam tahap nomal masih bisa dikatakan sebagai hal yang cukup wajar. Namun ketika sudah memasuki tahap yang tak masuk akal, sebaiknya hal ini mesti diwaspadai serta dihentikan seperti hal nya PICA. Pica merupakan istilah yang digunakan menunjuk sebuah keinginan yang tidak dapat dikontrol untuk memakan hal-hal yang tidak untuk dikonsumsi seperti kertas, tanah liat, kotoran dan sebagainya. Beberapa kasus yang pernah terjadi ialah keinginan wanita hamil untu memakan bedak. Tidak terlalu jelas hal tersebut disebabkan oleh faktor apa. Selain ingin memakan bedak, masih banyak hal lain yang ingin dikonsumsi oleh wanita hamil. Diantaranya ialah lumpur, tanah liat, lilin, kapur, tawon, timah, puntung rokok, tepung, batu es, serta lain sebagainya. Dari sini dapat dilihat bahwa ternyata wanita yang sedang hamil dapat memiliki bakat yang sangat luar biasa oleh faktor keinginan dan ngidam yang sangat aneh ini. Hingga sekarang ini belum ada yang mengetahui penyebab wanita hamil mengalami pica. Banyak juga hipotesis yang sudah dibuat agar dapat menjelaskan perilaku ngidan semacam ini. Hipotesis yang di buat ini mencakup bermacam faktor seperti faktor ekonomi, sosial, cultural, penyakit defisiensi ataupun gangguan psikologis itu sendiri. Jika pada biasanya pica ini dihubungkan dengan kecukupan nutrisi wanita hamil itu sendiri, contohnya ketika ia memakan tanah liat hal ini bisa dihubungkan dengan beberapa keadaan tubuh yang kekurangan asupan zat besi. Namun apakah absorpsi pada zat besi tersebut disebabkan karena memakan tanah liat tadi atau kurangnya zat besi dalam tubuh bisa mendorong wanita hamil mamakan tanah? Sampai saat ini belum ada penjelaan yang ilmiah mengenai pertanyaan tersebut. Berikut merupakan akibat yang berbahaya dari masalah pica tersebut :
Pica ini memang terkesan sangat menyeramkan dan berbahaya. Oleh sebab itu, ada baiknya jika anda tetap mengawasi gejala ngidam anda. Dan anda sebagai wanita hamil sebaiknya lebih mengontrol keinginan anda. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments