Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Ciri-ciri Bronkitis Yang Perlu Diketahui

Posted: 06 Jun 2015 06:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Seorang perokok dan orang yang menderita infeksi pernapasan menahun sangat rentan terkena bronkitis. Bronkitis adalah penyakit peradangan tabung bronkus yang merupakan saluran pernapasan utama di paru-paru. Gejala bronkitis seringkali mirip dengan gejala penyakit pada saluran pernapasan lainnya.

Mungkin Anda sudah tidak asing mendengar penyakit ini, bisa jadi kerabat atau teman Anda ada yang sedang atau pernah mengidap bronkitis. Walau begitu, masih banyak orang yang tidak tahu pasti apa gejala-gejala bronkitis. Ada gejala-gejala yang membedakan antara penyakit bronkitis dengan penyakit saluran pernapasan lainnya.

Gejala utama dari bronkitis yang paling sering dan paling gampang terlihat ialah batuk-batuk. Batuk yang dialami biasanya adalah batuk kering. Tapi beberapa hari kemudian dapat berubah jadi batuk berdahak dengan lendir berwarna kuning-abu.

Gejala lain dari bronkitis mirip dengan infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek atau sinusitis, dan ini termasuk :

  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Nyeri badan
  • Kelelahan

Batuk akibat bronkitis dapat berlangsung selama beberapa minggu bahkan setelah gejala lainnya telah menghilang. Anda juga mungkin merasakan rasa sakit di otot dada dan perut ketika batuk. Beberapa orang juga bisa mengalami sesak napas atau bengek karena peradangan di saluran pernapasan. Tetapi gejala ini lebih sering terjadi pada kasus bronkitis kronis (berkepanjangan).

Gejala

Bronkitis kronis seringkali disebut sebagai penyakit COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease). Gejala dari COPD dapat mencakup :

  • Infeksi saluran pernapasan yang berulang kali terjadi
  • Batuk berdahak yang membandel
  • Sering kehabisan napas ketika berolahraga atau aktif bergerak
  • Bengek

Gejala-gejala bronkitis kronis seringkali semakin memburuk di kala cuaca sedang dingin, dan umumnya jadi sangat buruk sebanyak dua kali atau lebih dalam setahun.

Kapan harus ke dokter

Segeralah periksakan diri ke dokter apabila :

  • Batuk jadi semakin memburuk atau berlangsung selama lebih dari 3 minggu.
  • Menderita demam (sekitar 38 derajat Celcius atau lebih) selama lebih dari 3 hari ini bisa jadi gejala flu atau penyakit lain yang lebih serius, misalnya pneumonia.
  • Batu berdahak disertai bercak darah
  • Napas jadi lebih cepat (lebih dari 30 napas per menit) atau merasa nyeri dada
  • Menjadi mengantuk atau kebingungan
  • Mengalami serangan bronkitis berulang

Untuk gejala bronkitis biasa (bukan kronis) biasanya akan berkurang setelah Anda beristirahat dan banyak minum air. Tetapi gejala bronkitis kronis tidak akan hilang selama berhari-hari dan sering kambuh.

Wanita Lebih Banyak Mengidap Migran Dibandingkan Pria

Posted: 06 Jun 2015 04:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Meski sakit kepala sebelah atau migrain tidak mematikan, serangan migrain bisa melumpuhkan para penderitanya beberapa jam hingga beberapa hari dari rutinitas harian.

Menurut sebuah studi, diperkirakan bahwa migrain diderita oleh 25% wanita dan hanya 10% pria di seluruh dunia. Itu berarti sekitar 25% wanita di seluruh dunia menghadapi penyakit paling melumpuhkan dari aktivitas sehari-hari.

Setiap 1 orang pria, 3 orang wanita terserang sakit kepala hebat yang disertai rasa mual dan kepekaan terhadap cahaya serta suara. Rasio 1:3 ini memunculkan pertanyaan mengapa wanita lebih banyak menderita sakit kepala sebelah yang begitu hebat daripada pria?

he University of California, Los Angeles atau yang biasa disebut UCLA menegaskan bahwa wanita memiliki pencetus migrain yang lebih cepat daripada laki-laki untuk mengaktifkan aktivitas gelombang otak yang mendasari terjadinya migrain.

Seorang dokter yang mengepalai program penelitian dan perawatan sakit kepala di UCLA, Dr. Andrew Charles, menjelaskan bahwa ia telah menemukan mengapa wanita lebih banyak terserang migrain dari laki-laki dengan meneliti fenomena kortikal yang menyebabkan depresi (CSD), hal yang dikenal sebagai pemicu utama migrain.

CSD yang juga menjadi pemicu adanya gejala migrain seperti mual dan kepekaan terhadap cahaya dan suara kini digunakan untuk menemukan komposisi obat migrain agar frekuensi sakit kepala sebelah menurun tajam.

Pada percobaan yang dilakukan dengan menggunakan tikus jantan dan betina, diketahui bahwa ternyata wanita memiliki ambang batas CSD yang jauh lebih rendah daripada pria. Ini berarti perlu 2 hingga 3 kali lipat stimulus untuk memicu CSD pada pria.

Dengan kata lain jauh lebih mudah untuk membangkitkan gelombang otak yang mendasari adanya migrain pada wanita daripada laki-laki. Ada berbagai faktor yang dapat mengurangi ambang batas CSD sehingga seseorang lebih mudah terserang migrain.

Faktor-faktor tersebut antara lain gen, hormon, diet, perubahan pola tidur, dan yang lainnya. Hormon sering kali diperdebatkan sebagai penyebab perbedaan jumlah penderita migrain pada pria dan wanita.

Pada wanita sering kali migrain terjadi sebelum dan saat menstruasi. Banyak literatur mengungkapkan bahwa fluktuasi hormon, terutama menurunnya hormon estrogen, menjadi salah satu pencetus migrain pada wanita.

Dokter yang menguji CSD dengan menggunakan tikus juga memonitor fase mentruasi pada hewan lain untuk menguji ambang batas CSD. Dokter Charles menemukan bahwa ambang batas CSD pada pria dan wanita memang berbeda.

Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa otak wanita memiliki rangsangan intrinsik yang membuat mereka lebih mudah terserang migrain dan rangsangan ini mungkin tidak hanya terkait dengan fase tertentu dari siklus menstruasi.

Ambang batas CSD adalah kata kunci untuk mengungkap alasan mengapa wanita mendapatkan serangan migrain lebih banyak daripada pria. Fenomena CSD dan hasil penelitian Dr Charles sangat menarik dan telah menjadi awal untuk melakukan penelitian awal tentang obat yang lebih ampuh untuk migrain.

Ternyata Bra Membuat Payudara Kendur

Posted: 06 Jun 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Sejak beberapa generasi, wanita selalu disarankan untuk menggunakan bra agar payudaranya tidak kendur, mencegah sakit tulang belakang, atau untuk meningkatkan postur tubuh. Namun, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jean-Denis Rouillon, saran tersebut justru salah.

Secara medis, psikologi, dan anatomi, payudara tidak mendapatkan manfaat dari penolakan gaya gravitasi tersebut. Justru sebaliknya dapat membuat payudara semakin kendur, ujar pakar olahraga medis dari Centre Hospitalier Universitaire in Besancon, Prancis ini.

Sejak 1997, Rouillon sudah meneliti payudara pada 330 sukarelawan berusia 18-35 tahun. Dia mengukur dan mencatat perubahan pada posisi payudara sesuai usia mereka. Ternyata penelitian yang begitu teliti tersebut berhasil mengungkapkan bahwa wanita dapat mengalami kenaikan puting sekitar 7 mm per tahun jika mereka tidak menggunakna bra.

Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa bra yang mereka sebut sebagai kebutuhan palsu tersebut justru mencegah pertumbuhan jaringan di payudara dan menyebabkan payudara cepat mengendur.

Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada 2007 justru menentang kebijaksanaan konvensional yang menyatakan menyusui dapat membuat payudara lekas mengendur. Penelitian yang dilakukan pada 132 wanita ini mengungkapkan bahwa menyusui tidak memiliki dampak pada pengenduran payudara.

Apa yang menyebabkan pengenduran payudara, menurut hasil penelitian tersebut, adalah usia, status merokok, serta berapa kali wanita tersebut hamil.

Rouillon menekankan bahwa peneltiian ini fokus pada wanita muda sehingga tidak dapat digeneralisasi pada wanita yang usianya berbeda dengan populasi sampel.

Salah satu sukarelawan yang terlibat dalam penelitian ini berujar: Tidak menggunakan bra memberi banyak manfaat, mulai dari bernafas lebih mudah, membawa diri lebih baik hingga jarang mengalami sakit di tulang belakang.

Sudah Seminggu Merasakan Pusing Dan Mual, Sakit Apakah Ini

Posted: 06 Jun 2015 12:57 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saya sudah seminggu ini merasakan pusing, dan mual selama 3 hari awal, lalu sakit perut bagian bawah seperti nyeri saat haid, lalu saat buang air besar keluar darah, lalu saya terus menerus ingin buang air kecil, saya ini sakit apa ya dokter? Terimakasih

Ibu Dean Nisha

Jawaban Konsultasi

Apa warna darahnya? Merah segar atau kehitaman? Ada rasa nyeri saat berkemih? Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Awas, Sering Makan Gorengan Bisa Picu Sakit Maag

Posted: 06 Jun 2015 12:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Memakan gorengan memang nikmat, terlebih saat senggang. Tapi waspadalah jika berlebihan mengonsumsinya bisa mengganggu percernaan Anda.

Makanan yang dimasak dengan cara digoreng di dalam minyak dengan suhu sangat tinggi dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Mulas adalah salah satu efek langsung yang dapat dirasakan jika jumlah gorengan yang Anda asup berlebihan. Selain mulas, gangguan percernaan yang dibiarkan tanpa mengobatan bisa menyebabkan munculnya penyakit lain.

Berikut beberapa masalah perut yang disebabkan makanan yang digoreng :

  • Gastroenteritis
    Radang pada lapisan perut menyebabkan gastroenteritis. Gejala gangguan ini meliputi gangguan pencernaan, muntah, mual, penurunan berat badan, kembung, kehilangan nafsu makan, dan bersendawa. Perut Anda dipenuhi oleh gas ketika Anda mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan dan cenderung merasa kenyang. Anda tidak bisa mencegah masalah tersebut, tetapi mengurangi dengan menghindari junk food.
  • Mulas
    Makanan yang digoreng pada minyak suhu tinggi menyebabkan banyak masalah, salah satunya mulas. Seringnya mengonsumsi camilan goreng menyebabkan sensasi terbakar di bagian bawah dada. Ini juga menyebabkan rasa tak enak, seperti mual di dada dan perut. Hal ini dikenal sebagai mulas.

    Jika Anda sering memiliki masalah perut mulas, maka gejala refluks yang Anda alami bisa menjadi sangat serius. Cara terbaik menghindari masalah tersebut dengan mengurangi asupan gorengan dan mengonsumsi makanan yang dioseng, dipanggang, direbus, atau dikukus.

  • Ketidaksanggupan mencerna
    Perut terasa tak nyaman setelah mengonsumsi gorengan atau konsumsi makanan yang digoreng pada minyak berjumlah banyak dikarenakan makanan tersebut menjadi lebih sulit dicerna. Masalah ini terjadi karena makanan berlemak yang sangat asam dan berat pada perut. Anda dapat mengatasinya dengan membatasi jumlah makanan gorengan dan memakannya secara perlahan.
  • Pilih yang dipanggang
    Terlalu banyak mengonsumi makanan gorengan dapat menyebabkan gastritis. Untuk mengurangi ketidaknyamanan seperti itu, Anda dapat mengurangi konsumsi gorengan. Sebaliknya, menggantinya dengan makanan panggang, panggang atau makanan direbus. Jika rasa sakit masih berlanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendiagnosa masalah dan memberikan resep diet sesuai.

    Ganti makanan gorengan Anda dengan sayuran, seperti bayam, brokoli, kacang rebus, gandum, dan yogurt

Hati-hati Diet Berlebihan Picu Sakit Maag

Posted: 05 Jun 2015 10:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Masalah berat badan bukan hanya kegemukan. Orang yang berbadan kurus (underweight) juga resah. Mereka merasa terlalu tidak ideal bobot tubuhnya sehingga kurang percaya diri bahwa lemak di tubuh kebayakan orang  sebagai biang keladi kegemukan.

Untuk membuat berat badan naik, kebanyakan orang harus memasukkan lemak, sebanyak-banyaknya atau meningkatkan pola makan yang tidak beraturan. Namun,  bukan begitu pasalnya, lemak terlalu banyak masuk ke tubuh akan berdampak tidak baik dan rawan sakit pencernaan. Jadi harus tetap seimbang,  meliputi karbohidrat, lemak, protein dan vitamin.

Selain itu, orang yang kelebihan berat badan biasanya selalu belomba untuk menurunkan  berat badan degan segala cara, yang di sebabkan karena bayak mengikuti iklan-iklan  di berbagai media, Sehingga hal tersebut sangat rawan terkena penyakit maag , seperti yang di kutip http://www.mantapp.com, masalah kelebihan berat badan bisa dialami siapa saja, termasuk penderita maag. Namun, menjalankan program diet bukan hal yang mudah. Gangguan pada saluran pencernaan akan menyebabkan kembung, sakit di ulu hati, dan beberapa keluhan lain yang dipicu oleh jumlah asam lambung berlebih.

Sebenarnya, lambung memproduksi asam lambung secara teratur untuk membantu mencerna makanan. Namun, jika asam lambung terproduksi secara berlebih, inilah yang menyebabkan masalah. Produksi asam lambung akan meningkat ketika tubuh membutuhkannya, misalnya ketika tubuh membutuhkan asupan makanan.

Nah, gangguan pada maag akan terjadi ketika pola makan kita berubah. Jadwal makan yang tak beraturan, menyebabkan lambung sulit beradaptasi. Jika produksi asam lambung ini terjadi terus-menerus, maka akan mengiritasi dinding mukosa pada lambung. Inilah yang menyebabkan rasa perih dan mual, yang akhirnya memudarkan niat untuk berdiet.

Kurangi pemicu

Meski menderita gangguan lambung, prinsip menurunkan berat badan tetap sama, yaitu makan teratur, mengurangi asupan lemak, dan rutin berolahraga. Bedanya, penderita maag ada baiknya mengurangi makanan yang merangsang asam lambung, seperti durian, kopi, keju, makanan yang terlalu pedas, dan yang banyak mengandung gas.

Berikut tiga tips diet sehat bagi penderita maag :

  • Perkecil porsi
    Kurangi jumlah makanan hingga 1/3 atau 1/2 dari porsi yang biasa Anda makan. Ganti camilan dengan buah-buahan segar yang tidak asam. Minum susu MILKUMA atau teh hangat tanpa gula. Sebagai teman minum teh, Anda bisa memilih crackers sehat. Selain itu, hindari pengolahan makanan dengan minyak atau santan kental. Di tengah menjalani program diet ini, jika perlu berkonsultasilah dengan dokter untuk konsumsi obat maag.
  • Step by step
    Menurunkan berat badan sebaiknya tak dilakukan secara drastis. Capailah berat badan ideal dalam beberapa tahap. Misalnya, tahap pertama, tentukan target menurunkan berat badan sekitar 5-10 persen atau 4-9 kg dari berat badan saat ini. Setelah target pertama tercapai, barulah menentukan target kedua, dan selanjutnya.
  • Makan teratur
    Makan dengan jarak waktu teratur adalah prinsip utama bagi penderita maag. Makanlah dalam porsi kecil setiap 3 jam sekali. Jangan pernah membiarkan perut terlalu lama kosong. Selain mengurangi makan, cobalah lebih teratur berolahraga, misalnya jalan kaki 30 menit sehari.

Asupan Karbohidrat Berlebihan Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Posted: 05 Jun 2015 08:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit jantung telah menjadi penyakit paling berbahaya di dunia. Banyak orang yang merasa khawatir bahwa dirinya terkena penyakit mematikan yang satu ini.

Beragam carapun dilakukan untuk mengurangi resiko terserang penyakit jantung, mulai dari rajin melakukan olahraga (khususnya senam jantung), memeriksakan kondisi jantung secara rutin, dan menghindari asupan makanan yang disinyalir berpotensi dapat meningkatkan resiko terkena penyakit ini.

Namun, sayangnya belum banyak yang tahu bahwa salah satu jenis makanan yang cukup berbahaya karena mampu meningkatkan resiko terserang penyakit jantung apabila dikonsumsi secara berlebihan ialah konsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat semacam mie, nasi, roti tawar, dan lainnya.

Bukan tidak boleh sama sekali, melainkan perlu dilakukan pembatasan terhadap asupan makanan yang mengandung karbohidrat supaya tidak berlebihan. Banyak orang bahkan dokter sendiri menyebutkan bahwa lemak merupakan faktor yang menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung.

Namun selain lemak, memakan makanan yang mengandung karbohidrat secara berlebihan pun bisa meningkatkan resiko terkena jantung. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Washington, AS, dinyatakan bahwa seseorang yang melakukan diet kaya karbohidrat berpotensi dalam meningkatkan kadar gula dalam darah sekaligus juga meningkatkan resiko penyakit jantung.

Penelitian lainnya dilakukan di Israel, tepatnya di Pusat Penelitian Chaim Cheba yang melakukan evaluasi kepada sekitar 56 laki-laki dan perempuan sehat namun mengalami masalah dengan bobot tubuhnya (menderita obesitas).

Mereka yang dievaluasi memiliki rentang usia antara 35-60 tahun. Setiap sukarelawan yang tercatat tidak memiliki rekam medis menderita diabetes ataupun penyakit jantung. Setelah itu, mereka dibagi ke dalam dua kelompok dengan jenis sarapan yang berbeda.

Sukarelawan golongan yang pertama diberikan sarapan makanan yang mengandung glukosa, jagung, dan sereal yang merupakan makanan yang kaya akan serat dan air. Kemudian mereka dipantau melalui indeks pencatatan kandungan karbohidrat dalam tubuhnya (glycemic index).

Kemudian untuk kategori makanan rendah karbohidrat para sukarelawan diberikan makanan berupa gandum, buah-buahan, sayuran, dan juga kacang. Kemudian untuk makanan tinggi karbohidrat, sukarelawan diberikan kentang, roti tawar, dan juga jagung.

Sebelum dan sesudah makan, tim yang meneliti akan melakukan pengecekan terhadap fungsi endothelium yang merupakan lapisan pada sel dan menjadi pembatas dalam pembuluh darah. Jika kemudian fungsi endothelium tidak maksimal maka hal tersebut yang akan memicu terjadinya penyakit jantung.

Brachial Arter Flow-Mediated Dilation (FMD) yang berfungsi untuk mendeteksi fungsi endothelium digunakan sebagai alat pengecekan. Kadar gula dalam darah pun tak luput dari pemeriksaan tim peneliti yang pemeriksaannya dilakukan sebelum dan dua jam sesudah makan.

Sukarelawan banyak yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darah setelah mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat. Dan secara garis besar tim peneliti menemukan bahwa makanan yang mengandung karbohidrat tinggi berpotensi dalam merusak fungsi endothelial.

Waspadai makanan yang kaya glukosa

Penelitian sebelumnya juga menemukan, kandungan gula dalam darah usai mengkonsumsi makanan kaya glukosa merupakan faktor resiko penyakit jantung, tidak hanya bagi pasien dengan penyakit diabetes tapi juga kebanyakan masyarakat.

Menurunnya fungsi endothilial menjadi kunci utama perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah. Studi ini telah dipulikasikan dalam Jurnal Kardiologi Universitas di Amerika. Pakar lain berpendapat, penelitian yang dilakukan sungguh menarik.

Tapi perlu digaris bawahi penelitian masih memerlukan konfirmasi lebih jauh lagi. Studi dengan desain lintas batas memang sungguh aneh, tutur Direktur Laboratorium Metabolisme, Universitas Massachusset di Amrhest, AS. Tapi dia mengatakan penelitian tersebut seharusnya dilakukan berkelanjutan.

Studi lain yang dilakukan di Universitas Alabama Birmingham, AS mempertanyakan apakah mengurangi karbohidrat bisa menahan rasa kenyang usai makan. Dipimpin oleh pakar nutrisi, Barbara Gower pada penelitian lain mencatat warga Amerika 55 % pada umumnya mendapat kadar kalori harian dari gula, serat dan tepung. Hal ini yang perlu dikontrol dalam diet.

Tim peneliti juga mengambil sampel penelitian dari diet karbohidrat mencatat 43 % kadar kalori datang dari karbohidrat. Pemasukan protein bernilai sama untuk setiap diet tapi untuk diet moderat menghindari lebih banyak lemak sebagai perbedaan.

Hasilnya, setelah sebulan, 16 sukarelawan diet moderat memiliki kandungan insulin renadah, kadar gula dalam darah lebih stabil dan rasa kenyang lebih lama usai mengkonsumsi makanan ketimbang 14 sukrelawan yang melakukan diet pada kontrol makanan. Mengurangi kadar karbohidrat akan membantu minimalisir konsumsi energi dan kehilangan berat badan, kata Gower.

Penting Untuk Diketahui Puting Payudara Yang Normal

Posted: 05 Jun 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Seperti halnya bentuk payudara, bentuk puting payudara juga cenderung tidak sama. Antara puting kanan dan kiri, jarang ada yang benar-benar sama ukuran dan bentuknya.

Bicara soal puting payudara, menurut penelitian, di dunia ini ada beberapa jenis puting payudara. Seperti dikutip dari Jezebel.com, inilah secara garis besar bentuk puting payudara yang dimiliki wanita :

  • Puting payudara flat
    Puting payudara berbentuk flat sebenarnya masih termasuk puting normal, bagian puting agak masuk ke dalam payudara. Dan biasanya tidak menonjol keluar sekalipun ada stimulasi.

    Di beberapa kasus, puting jenis ini akan keluar saat menyusui.

  • Puting payudara normal
    Ciri-cirinya adalah puting terletak beberapa milimeter dari areola (daerah yang melingkari puting). Puting ini akan berubah mengeras dan tegang ketika ada stimulasi.
  • Puting payudara puffy
    Puffy artinya gemuk dan berisi, dan terlihat menonjol serta ukurannya agak besar. Namun, puting jenis puffy ini berarti bagian areolanya yang jauh lebih gemuk dan berisi.
  • Puting payudara inverted
    Inverted atau disebut juga terbalik, yang artinya dia masuk ke dalam. Puting jenis ini dibagi lagi menjadi tiga jenis :
  1. Yang bisa keluar dengan normal saat ada stimulasi atau saat menyusui.
  1. Yang bisa ditarik keluar melalui operasi.
  1. Yang tidak bisa ditarik keluar sekalipun telah menjalani operasi. Umumnya pada kasus ini akan dibuat puting baru dengan cara operasi.

Merawat puting yang cenderung masuk ke dalam bisa dilakukan dengan cara massage menggunakan air hangat. Lakukan massage lembut memutar searah jarum jam kemudian mengangkat ke atas, sehingga perlahan puting akan keluar secara alami.

Advertisemen