Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Waspada Tubuh Ramping Belum Tentu Sehat

Posted: 08 Jun 2015 12:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Kelebihan berat badan memang tidak sehat. Apalagi, obesitas rentan dengan berbagai penyakit, seperti jantung dan diabetes. Sedangkan, tubuh ramping dianggap lebih sehat. Namun, nyatanya menurut hasil penelitian, orang bertubuh ramping tak berarti bebas dari penyakit.

Tubuh gemuk selalu dikaitkan dengan hipertensi, kolesterol tidak normal, hingga timbunan lemak jahat di dalam tubuh yang dikategorikan tidak sehat. Untuk menghindari kondisi tersebut, berbagai cara dan berbagai program diet dilakukan, demi menurunkan berat badan. Bahkan, tak sedikit yang terobsesi memiliki badan ramping, hingga akhirnya menggunakan cara instan yang tak sehat untuk menurunkan berat badan.

Padahal, faktanya mereka yang berbadan kurus atau ramping belum tentu sehat. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Diseases menyebutkan, bahwa diperkirakan, satu dari empat orang yang memiliki tubuh kurus atau ramping memiliki presentase lemak tubuh yang sama dengan orang-orang yang mengalami kegemukan.

Fenomena semacam ini disebut Thin Outside, Fat Inside (TOFI). Penelitian dari Kanada membuktikan bahwa orang-orang yang TOFI, memiliki kadar trigliserida, kadar gula darah puasa, serta tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki badan ramping dengan massa lemak rendah di dalam tubuh.

Tiga hal tersebut merupakan faktor risiko yang berpotensi mengakibatkan serangan jantung dan diabetes. Lalu, apa yang menyebabkan seorang  dengan badan kurus, memiliki risiko yang sama dengan mereka yang kegemukan? Penyebabnya adalah gaya Hidup.

Gaya hidup yang tidak sehatlah yang menjadi penyebabnya, misalnya merokok, kurang olahraga, atau berperilaku tidak sehat lainnya. Umumnya, ini terjadi pada mereka yang tetap bertubuh ramping, meski mengonsumsi banyak makanan, termasuk makanan tidak sehat. Kondisi tubuh yang tetap ramping inilah yang justru membuat mereka sering lupa mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Karena, mereka merasa aman berat badannya tak mudah bertambah.

Terpenting adalah konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan jalani gaya hidup sehat agar kesehatan tubuh terjaga dan jauh dari penyakit.

ASI Bisa Turunkan Resiko Leukimia

Posted: 07 Jun 2015 10:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Air Susu Ibu (ASI) memang dipercaya mengandung antibodi terbaik untuk anak. Tak hanya itu, ASI dipercaya memiliki sederet manfaat lain. Bahkan menurut sebuah penelitian, anak-anak yang diberi ASI setidaknya selama enam bulan pertama kehidupannya, berisiko lebih rendah terkena leukemia dibanding anak-anak yang tidak diberi ASI.

Dari 18 studi, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI selama enam bulan pertama atau lebih,  memiliki 19% resiko lebih rendah terkena leukemia dibanding anak-anak yang tidak disusui atau disusui kurang dari enam bulan.

Penyakit leukemia pada anak-anak sebenarnya cukup jarang. Namun, penyakit tersebut meningkat setiap tahunnya. Kami masih belum tahu apa yang menyebabkan anak-anak terkena leukemia, yang pasti ada kaitan antara ASI dengan leukemia, kata Efrat Amitay, PhD, dari University of Haifa's School of Public Health in Israel.

Sebanyak 18 studi yang dianalisa oleh Amitay, ada lebih dari 10.000 kasus leukemia dan ada 17.500 anak-anak yang tidak menederita leukemia. Meski leukemia adalah penyakit yang jarang, leukemia adalah penyakit kanker yang paling umum. Menurut American Cancer Society, satu dari tiga penyakit kanker pada anak dan remaja adalah leukemia.

ASI adalah zat hidup, ujar Amitay. ASI memiliki kandungan bakteri baik, zat yang memberi kekebalan tubuh serta anti inflamasi. Melihat kandungannya, tak ada susu yang lebih baik dari ASI. Penelitian menemukan fakta, bahwa bayi yang diberikan ASI memiliki sel-sel pembunuh alami, semacam sistem kekebalan tubuh yang bisa menghancurkan sel kanker, dibanding dengan anak-anak yang minum susu formula.

Cara Mengatasi Tulang Bengkok

Posted: 07 Jun 2015 08:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit Tulang bengkok atau skoliosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kelengkungan yang terjadu secara tidak normal ke arah samping, yang dapat terjadi pada segmen sevikal (leher), torakal (dada), maupun lumbal (pinggang). Sekitar 4% dari seluruh anak-anak yang berusia 10 sampai 14 tahun mengalami kelainan pada tulang bengkok yang disebut dengan skoliosis, dan 40-60 % diantaranya terjadi pad anak perempuan.

Penyebab

  • Idiopatik, tidak diketahui
  • Osteoporosis jenevil
  • Polio
  • distrofi otot
  • Cerebral palsy
  • Kengenital (bawaan)

Gejala

  • Skoliosis yang berat (dengan kelengkungan yang lebih besar dari 60) serta bisa mengakibatkan gangguan pernafasan.
  • Kelelahan pada tulang belakang setelah duduk atau berdiri dalam waktu yang cukup lama
  • Nyeri punggung
  • Bahu atau pinggul kiri dan kanan tidak sama tingginya
  • Tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping

Kebanyakan pada punggung bagian atas, tulang belakang membengkok ke arah kanan dan pada punggung bagian bawah, tulang belakang membengkok ke kiri, sehingga bahu kanan lebih tinggi daripada bahu kiri, pinggul kanan juga mungkin lebih tinggi dari pinggul kiri.

Mengatasi tulang bengkok

Obat herbal untuk mengatasi tulang bengkok Ace Max’s terbuat dari kulit buah manggis, buah apel, buah anggur, madu murni, bunga roselle, dan ekstrak daun sirsak yang telah diproses melalui serangkaian penelitian dan pengujian para ilmuwan di berbagai lembaga kesehatan di dunia.

Buah manggis memiliki kandungan vitamin B1, B2, dan C serta Kalsium, potassium, sodium, dan zat besi. Manggis juga mengandung Xanthone, mangostin, garsinon, flavonoid, epicatechin, spingomyolinase, dan gartanin. Xanthone memiliki manfaat untuk membantu gangguan jantung, anterosklorosis (plak di pembuluh darah), hipertensi, dan trombosis.

Xanthone dalam kulit manggis adalah senyawa kimia yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh kita, daintaranya : antibiotik, antijamur, antikanker, antipoliferasi yaitu penghambat pertumbuhan sel kanker. Xanthone sebagai antibakteri dapat menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tubercolosis (TBC) dan Staphylococcus aureus (bakteri penyebab infeksi dan gangguan pencernaan). Kulit manggis dapat dipercaya sebagai obat herbal penyembuh penyakit skoliosis atau tulang bengkok, asma, jerawat, alzheimer, disentri, usus buntu, sariawan, diare, bronchitis, dan berbagai penyakit kronis lainnya termasuk kanker dan tumor.

Daun sirsak dalam ace max’s obat penyakit skoliosis memiliki kandungan zat antikanker 10.000 kali lebih efektif melawan dan menghambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan kemoterapi. Hal ini telah dibuktikan kebenarannya melalui penelitian di kurang lebih 20 laboratorium pada tahun 1970, khasiat daun sirsak dalam ace max’s cara mengatasi penyakit tulang bengkok ini memang mampu menghambat dan membasmi pertumbuhan sel-sel abnormal tumor dan mampu menyembuhkan dan membunuh sel-sel jahat daru 12 tipe kanker yang berbeda.

Dengan fakta ilmiah yang kita dapatkan melalui penelitian yang dilakukan para ilmuwan tersebut, kita sudah tidak perlu meragukan manfaat dan khasiat ace max’s dalam menyembuhkan penyakit skoliosis atau penyakit tulang bengkok. Dengan konsumsi rutin dan disertai dengan do’a, insya Alloh keluhan tulang bengkok anda akan segera teratasi.

Ternyata Sarapan Dengan Buah-buahan Lebih Sehat

Posted: 07 Jun 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Padatnya kesibukan, membuat banyak orang mengabaikan pentingnya sarapan. Padahal, sarapan diperlukan sebagai persiapan energi dan otak untuk beraktifitas. Bahkan, disarankan mengonsumsi sarapan dengan asupan lengkap, termasuk melengkapinya dengan buah-buahan.

Umumnya, makanan terakhir  sebelum sarapan adalah makan malam, yang dikonsumsi sekitar 11 jam sebelum sarapan. Sayangnya, cadangan energi yang dapat cepat diubah hanya bertahan sekitar 10 jam. Ini berarti, jika melewatkan sarapan, tubuh akan kekuranngan energi. Sarapan pun sebaiknya, tidak hanya sekedar kenyang. Tapi, juga dengan mengonsumsi menu lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur, cairan, vitamin dan mineral, serta buah-buahan. Ini penting, agar energi yang diperlukan tubuh terpenuhi.

Menurut dokter spesialis gizi klinik FKUI Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS.  Sp.GK, sarapan mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan konsentrasi. Setiap orang membutuhkan jumlah kalori yang berbeda, jadi makanlah sesuai kebutuhan. Konsumsi oatmeal, buah, dan yoghurt bisa jadi pilihan sarapan sehat. Sayangnya, tak sedikit orang yang beranggapan mengonsumsi buah di pagi hari membuat sakit perut. Padahal, buah justru menjaga kesehatan pencernaan dan bisa membuat kenyang lebih lama, ujarnya saat ditemui dalam acara Start Your Day with Zespri Kiwifruit di Jakarta (4/6 2015).

Karena itu, konsumsi buah secara rutin setiap hari sangat baik, apalagi bagi mereka yang sedang dalam program menurunkan berat badan. Sesuai Pedoman Gizi  Seimbang, Undang-Undang Kesehatan No. 36,2009, dalam sehari disarankan mengonsumsi 3-5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah.

Buah dan sayuran mengandung banyak vitamin, mineral, serat, dan anti oksidan. Selain tubuh lebih sehat, konsumsi buah dan sayur  juga membuat kulit sehat dan awet muda, karena kandungan anti oksidannya, ungkap dr. Fiastuti.

Ia juga menambahkan, tak ada aturan khusus dalam mengonsumsi buah, terpenting disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk anak-anak yang sedang dalam masa sulit makan, sebaiknya konsumsi makanan besar dulu baru ditutup dengan buah. Namun, bagi yang sedang menjalankan program penurunan berat badan, lebih baik konsumsi buah dulu, baru dilanjut dengan makan besar. Pasalnya, buah akan mengenyangkan, sehingga Anda akan terhindar mengonsumsi makan besar dalam jumlah banyak.

Advertisemen