Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Hal Yang Dapat Mengganggu Daya Tahan Tubuh
- 5 Hal Yang Dapat Mengganggu Fungsi Ginjal
- Penderita Asma Menyebabkan Telat Hamil
- Hati-hati Wanita Yang Sering Menghirup Asap Rokok Rentan Keguguran
- Kulit Anak Bersisik Dan Kering
- Kiat Mencegah Terjadinya Kanker Prostat
- Sekilas Tentang Kanker Paru-paru
| Hal Yang Dapat Mengganggu Daya Tahan Tubuh Posted: 09 Jun 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com – Sistem imunitas adalah hal yang penting untuk kelangsungan tubuh. Sistem imunitas yang baik akan membantu kita mencegah adanya serangan yang berasal dari bakteri, virus, ataupun jamur yang bisa mengakibatkan penyakit serius pada tubuh. Oleh sebab itu, merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar selalu tetap pada kondisi terbaiknya. Selain dengan menerapkan pola hidup sehat, kita juga dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu daya tahan tubuh. Apa saja itu? simak ulasannya berikut ini :
|
| 5 Hal Yang Dapat Mengganggu Fungsi Ginjal Posted: 09 Jun 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Ginjal merupakan organ yang sangat penting dan mempunyai peran vital untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Apabila kondisi ginjal terganggu, maka hal tersebut juga akan mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan. Oleh sebab itu, menjaga kondisi ginjal agar tetap berfungsi dengan baik adalah suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan menerapkan pola hidup yang baik dan menghindari hal-hal yang dapat merusak ginjal. Ada beberapa hal yang dapat mengganggu kinerja ginjal, diantaranya adalah :
|
| Penderita Asma Menyebabkan Telat Hamil Posted: 09 Jun 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Wanita yang memiliki asma tampaknya akan mengalami keterlambatan hamil, demikian laporan dari peneliti Denmark menunjukkan. Apakah kecenderungan ini dikarenakan asma memiliki efek biologis secara langsung pada kesuburan ataukah karena asma dapat mengurangi frekunsi hubungan suami-istri, masih belum diketahui dengan jelas. Namun para peneliti mengatakan bahwa ada hubungan antara asma dengan ketidaksuburan karena peningkatan waktu untuk hamil. Pemimpin peneliti, Dr Elisabeth Juul Gade, mengatakan saat ini, temuan kami hanya dapat menunjukkan kecenderungan saja. Ada kebutuhan untuk studi klinis yang meneliti masalah ini secara umum. Temuan ini diterbitkan pada tanggal 14 November di jurnal European Respiratory edisi online. Hubungan antara asma dan keterlambatan hamil Dr. Len Horovitz, seorang spesialis paru-paru di Rumah Sakit Lenox Hill di New York, mengatakan bahwa hubungan antara asma dan keterlambatan kehamilan cukup jelas. Asma adalah penyakit inflamasi dan peradangan yang dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Bagian radang dari asma tidak hanya mempengaruhi tabung bronkial, namun juga tuba falopi, ujar Horovitz. Teori ini didukung oleh fakta bahwa wanita penderita asma yang telah dirawat dengan baik mengalami peningkatan kemampuan untuk hamil. Dr Avner Hershlag , kepala dari Pusat Reproduksi Manusia di North Shore University Hospital, Manhasse, N.Y., mengutip sebuah penelitian di Inggris yang melibatkan lebih dari 500 ribu wanita. Ia mengatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam tingkat kesuburan antara wanita yang memiliki asma ataupun yang tidak. Penelitian dari Denmark ini tidak menyoroti tingkat kesuburan yang sebenarnya, namun lebih pada keterlambatan untuk hamil, kata Hershlag. Secara keseluruhan, pasien yang mengalami atau tidak mengalami asma memiliki kesuburan yang sama. Jadi, pasien yang memiliki penyakit asma tidak perlu merasa cemas. Penelitian ini berdasarkan data lebih dari 15.200 wanita kembar Denmark yang berusia di bawah 42 tahun. Para wanita diminta mengisi kuesioner yang menanyakan hal-hal terkait asma dan kesuburan. Data tersebut tidak hanya berlaku bagi mereka yang kembar, namun juga digunakan untuk orang lain secara keseluruhan. Para partisipan kemudian dibagi menjadi dua, yakni yang memiliki asma dan yang tidak memilikinya, serta mereka yang asmanya sedang dirawat ataupun yang tidak dirawat. Kemudian mereka ditanya apakah mereka telah mencoba untuk hamil selama lebih dari satu tahun ini, dan apakah hasilnya gagal atau sebaliknya. Para peneliti menemukan bahwa hampir 1.000 wanita menderita asma. Kebanyakan dari mereka memiliki waktu yang lebih sulit untuk hamil dibandingkan wanita yang tidak memiliki asma ( 27 persen versus 21,6 persen ). Tertundanya kehamilan secara signifikan jauh lebih lama pada wanita asma yang tidak diobati/dirawat (30,5 %) dibandingkan dengan wanita asma yang dirawat (23,8 %), kata para peneliti. Selain itu, wanita penderita asma di atas 30 tahun lebih mungkin untuk mengalami keterlambatan kehamilan (32,2 %) dibandingkan dengan wanita penderita asma di bawah usia 30 tahun (24,9 %). Bagaimanapun juga, para peneliti menegaskan bahwa wanita penderita asma pada akhirnya juga bisa memiliki jumlah rata-rata anak yang sama seperti wanita yang tidak mempunyai asma, hanya masalah waktu yang membedakan, di mana wanita penderita asma cenderung lebih terlambat untuk hamil dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki penyakit asma. |
| Hati-hati Wanita Yang Sering Menghirup Asap Rokok Rentan Keguguran Posted: 09 Jun 2015 12:00 AM PDT DokterSehat.Com – Wanita yang menghirup asap rokok berada dalam peningkatan risiko untuk mengalami keguguran, kelahiran mati, atau komplikasi lainnya, sebuah studi menunjukkan. Penelitian tersebut menemukan bahwa semakin lama wanita terkena paparan asap rokok, maka akan semakin besar pula risikonya. Asap rokok dan komplikasi kehamilan Para peneliti yang dipimpin oleh Andrew Hyland dari Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, NY, menganalisa lebih dari 80 ribu data wanita pascamenopause yang telah mengambil bagian dari penelitian landmark Women's Health Initiative. Semua wanita pernah hamil setidaknya sekali. Dari seluruh wanita-wanita ini, 6,3 persennya pernah merokok, 43 persen mantan perokok, dan sekitar 51 persen bukanlah perokok. Tim peneliti menilai seberapa banyak asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif terutama wanita, baik di rumah maupun di tempat kerja. Hampir satu dari tiga peserta telah mengalami setidaknya satu kali keguguran. Dari semua wanita, 4,4 persen mengalami kelahiran mati dan 2,5 persen telah mengalami kehamilan ektopik tuba, di mana telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim. Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok, wanita yang dulunya merokok bertahun-tahun selama masa reproduksi mereka adalah 16 persen lebih mungkin mengalami keguguran, 44 persen lebih mungkin memiliki anak lahir mati, dan 43 persen lebih mungkin untuk mengalami kehamilan ektopik. Penulis penelitian mencatat ada juga hubungan antara paparan asap rokok dan komplikasi kehamilan pada wanita yang tidak pernah merokok. Semakin lama merokok terkena asap rokok, maka semakin besar risikonya. Tim peneliti juga memfokuskan pada wanita dengan tingkat tertinggi terkena paparan asam rokok seumur hidupnya. Ini juga termasuk wanita yang menghabiskan lebih dari 10 tahun terkena asap rokok sebagai anak, lebih dari 10 tahun sebagai orang dewasa yang bekerja di lingkungan penuh asap, atau lebih dari 20 tahun sebagai orang dewasa yang terpapar asap rokok di rumah. Wanita-wanita ini adalah 17 persen lebih mungkin untuk mengalami keguguran, 55 persen lebih mungkin untuk mengalami kelahiran mati dan 61 persen lebih mungkin untuk mengalami kehamilan ektopik, dibandingkan dengan wanita yang tidak terpapar asap rokok. Wanita yang lebih muda dan berpendidikan memiliki risiko kemungkinan yang lebih kecil untuk mengalami komplikasi kehamilan daripada wanita kulit hitam dan orang-orang dari etnis minoritas lainnya, serta wanita yang kelebihan berat badan. Sementara penelitian mampu menunjukkan hubungan antara asap rokok dan komplikasi kehamilan, namun hal tersebut tidak menunjukkan sebab-akibat. Temuan ini dipublikasikan secara online tanggal 26 Februari kemarin dalam jurnal Tobacco Control. |
| Kulit Anak Bersisik Dan Kering Posted: 08 Jun 2015 10:40 PM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat siang dokter, saya punya keponakan usia 8 bulan dari tasikmalaya. Sejak lahir kulitnya kering dan bersisik, sudah dibawa ke dokter anak sama dokter kulit juga tetapi tidak membuahkan hasil. Apa penyakit yang di derita oleh keponakan saya dokter? Apakah itu bisa disembuhkan? Terimakasih Ibu Yuniati Nurhanifah Jawaban Konsultasi Mohon maaf, sulit bagi kami untuk mendiagnosa apa penyakitnya tanpa melihat langsung. Sebaiknya periksakan kembali ke dokter atau rumah sakit yang lebih besar. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Kiat Mencegah Terjadinya Kanker Prostat Posted: 08 Jun 2015 09:38 PM PDT DokterSehat.Com – Kanker prostat merupakan jenis kanker yang berkembang di prostat. Prostat adalah kelenjar yang ada dalam sistem reproduksi laki-laki dan terletak di bawah kandung kemih. Kanker prostat dapat terjadi saat sel prostat mengalami mutasi dan berkembang tak terkendali. Sel ini bisa menyebar dari prostat menuju bagian tubuh lainnya terutama tulang. Kanker prostat bisa menyebabkan rasa sakit, disfungsi erektil, kesulitan buang air kecil, dan gejala lainnya. Kanker prostat dipengaruhi oleh keturunan, etnis, dan pertambahan usia. Kanker prostat jarang terjadi pada pria Asia dan sering terjadi pada pria di Amerika Serikat serta Eropa. Kanker ini paling sering menyerang orang berkulit hitam. Walau kanker prostat jarang terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kanker ini bukan berarti tidak bisa menghampiri anda yang notabene orang Asia. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati, maka tidak ada salahnya jika anda mencegah kanker ini sebelum ia menghampiri anda. Memang tidak ada pencegahan kanker prostat secara mutlak, namun bukti menunjukkan jika makanan sangat memainkan peran yang besar terhadap kanker ini. Berikut adalah tips-tips dalam mencegah kanker prostat, diantaranya adalah :
|
| Sekilas Tentang Kanker Paru-paru Posted: 08 Jun 2015 07:38 PM PDT DokterSehat.Com - Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian manusia baik laki-laki ataupun wanita. Walaupun kondisi ini jarang terjadi, namun bahayanya tetap akan selalu mengancam. Sebelum banyaknya merk rokok yang bertebaran di muka bumi ini, kejadian akan kanker paru-paru terbilang cukup langka dan jarang terjadi. Dewasa ini, merokok telah menyebabkan hampir 9 dari 10 kematian akibat kanker paru-paru. Sedangkan polusi, gas radon, dan paparan bahan kimia lainnya hanya memainkan peranan yang lebih kecil. Sejumlah obat telah dikembangkan untuk memberikan harapan baru bagi mereka yang didiagnosis kanker paru-paru. Bagaimana merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru? Rokok tidak hanya dikemas dengan bahan kimia penyebab kanker, namun juga bisa menyerang sistem pertahanan alami paru-paru yang dikenal dengan nama silia. Silia adalah saluran udara yang dilapisi dengan bulu-bulu halus. Bulu-bulu ini berperan dalam melindungi paru-paru dengan cara menyapu racun, bakteri, dan virus. Asap tembakau dapat melumpuhkan silia, membuatnya tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Hal ini akan menyebabkan terkumpulnya karsinogen (zat penyebab kanker) di paru-paru. Gejala Kanker paru-paru dimulai dalam mode siluman. Biasanya tidak ada gejala atau tanda-tanda peringatan pada tahap awal. Karena hal itulah, gejala-gejala kanker paru-paru biasanya tidak spesifik, namun yang sering dijumpai adalah sebagai berikut :
Mendiagnosa Dalam kebanyakan kasus, kanker paru-paru tidak dicurigai sampai menyebabkan gejala seperti batuk kronis atau mengi(sesak napas). Pada saat itu, kemungkinan besar dokter akan melakukan proses sinar-X di dada. Dokter biasanya juga akan meminta pasien untuk tes dahak (sputum). Jika salah satu dari tes-tes tersebut menunjukkan adanya kanker, kemungkinan besar pasien akan menjalani biopsi (pengambilan jaringan tubuh yang bertujuan untuk pemeriksaan laboratorium). Hasil biopsi paru-paru Jika tumor diduga telah terlihat pada X-ray (sinar-X), atau sel-sel kanker muncul dalam tes dahak, maka biopsi digunakan untuk mendiagnosis penyakit. Ahli patologi memeriksa sebuah sampel kecil yang telah dicurigai sebagai tumor melalui mikroskop. Dengan meneliti sampel tersebut, ahli patologi bisa menentukan apakah tumor itu adalah kanker paru-paru atau bukan. Jenis kanker paru-paru Ada dua jenis utama kanker paru-paru yang dibedakan dari bentuk sel-sel kanker yang diteliti melalui mikroskop, yaitu small-cell lung carcinoma (SCLC) dan non-small-cell lung carcinoma (NSCLC). Karsinoma paru-paru sel kecil (SCLC) adalah yang paling agresif dan dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh yang lain. Hal ini sangat terkait dengan merokok, dan jarang sekali terjadi pada orang yang bukan perokok. Sedangkan karsinoma paru-paru bukan sel kecil (NSCLC) diketahui lebih lambat penyebarannya dan umum terjadi, sekitar 90 persen dari semua kejadian kanker paru-paru. Stadium kanker paru-paru Stadium atau tingkat digunakan untuk menggambarkan seberapa jauh kanker pasien telah menyebar. Ada sistem yang berbeda untuk dua jenis utama kanker paru-paru. Kanker paru-paru sel kecil (SCLC) dibagi menjadi dua tingkatan yakni : Terbatas (Limited), berarti kanker terbatas hanya pada satu paru-paru dan mungkin dekat dengan kelenjar getah bening. Yang kedua adalah luas (Extensive), berarti kanker telah menyebar ke paru-paru lain atau di luar itu. Sedangkan untuk kanker paru-paru bukan sel kecil diberikan tingkatan(stadium) satu sampai empat, tergantung pada seberapa jauh penyebarannya. Angka kelangsungan hidup pasien kanker paru-paru Angka kelangsungan hidup penderita kanker paru-paru tergantung pada diagnosa stadiumnya. Kemungkinan pasien hidup setidaknya lima tahun setelah diagnosa berkisar antara 1% sampai 49% bagi penderita kanker paru-paru bukan sel kecil. Namun pengobatan kanker ini telah berkembang dengan baik selama satu dekade terakhir, sehingga prospek ke depannya juga akan lebih baik. Mengobati kanker paru-paru tahap awal Ketika kanker paru bukan sel kecil telah dideteksi sebelum menyebar hingga lebih dari satu paru-paru, operasi biasanya bisa menjadi solusi penyembuhan. Ahli bedah dapat mengeluarkan bagian dari paru-paru yang mengandung tumor, atau jika perlu, seluruhnya. Beberapa pasien diberikan terapi radiasi dan atau kemoterapi setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Operasi biasanya bukan pilihan untuk pasien dengan kanker paru-paru sel kecil karena biasanya telah menyebar pada saat didiagnosa. Mengobati kanker paru-paru tingkat lanjut Ketika kanker paru-paru terlalu sulit untuk disembuhkan, pengobatan masih dapat membantu pasien hidup lebih lama dan mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik. Terapi radiasi dan kemoterapi dapat mengecilkan tumor dan membantu mengendalikan gejala-gejala seperti nyeri tulang atau penyumbatan saluran udara. Kemoterapi biasanya merupakan pengobatan utama untuk kanker paru-paru sel kecil. Kehidupan setelah diagnosa Didiagnosa menderita kanker paru-paru memang sangat mengejutkan, dan jika itu terkait dengan merokok, pasti ada perasaan bersalah juga. Namun sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan diri sendiri. Sebaliknya, para ahli menyarankan untuk melihat ke depan. Tidak terlalu terlambat untuk membuat perubahan gaya hidup sehat. Ada bukti bahwa pasien yang berhenti merokok setelah mengetahui mereka mengidap kanker paru-paru mengalami perubahan kondisi yang lebih baik daripada mereka yang terus merokok. Kanker paru-paru dan perokok pasif Kanker paru-paru tidak hanya disebabkan oleh merokok saja. Sering menghirup asap rokok di rumah atau tempat-tempat umum juga bisa terkena dampaknya. Perokok pasif juga bisa mengembangkan risiko terkena kanker paru-paru hingga 30 persen dibandingkan dengan orang yang jarang terkena paparan atau menghirup asap rokok. Kanker paru-paru dan pekerjaan tertentu Pekerjaan tertentu dapat juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru baik pada perokok maupun yang bukan. Orang-orang yang setiap harinya bekerja dengan uranium, arsenik, dan bahan kimia industri lainnya harus membatasi dirinya terhadap paparan bahan-bahan tersebut. Asbes juga merupakan bahan industri yang bisa menyebabkan kanker paru-paru. Kanker paru-paru dan polusi udara Polusi udara juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker paru-paru. Para ahli percaya bahwa polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik, dan pembangkit listrik dapat mempengaruhi risiko terjadinya kanker paru-paru dengan cara yang hampir sama layaknya asap rokok. Di seluruh dunia, polusi udara diperkirakan telah menyebabkan sekitar 5% dari kematian akibat kanker paru-paru. Faktor resiko lainnya Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker paru-paru adalah adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker paru-paru. Selain itu, minum air yang tinggi arsenik juga dapat menyebabkan risiko terjadinya kanker paru-paru. Pencegahan Kanker paru-paru mungkin menjadi salah satu bentuk kanker yang paling mematikan, tetapi juga salah satu yang paling dapat dicegah. Caranya adalah dengan tidak merokok. Dan jika anda seorang perokok, maka segeralah berhenti merokok. Dalam waktu lima tahun anda berhenti merokok, risiko kematian akibat kanker paru-paru akan turun menjadi setengah dari orang yang merokok sebanyak satu bungkus sehari. Dan 10 tahun setelah berhenti, risiko kematian akibat kanker paru-paru akan hampir sama seperti orang yang tidak pernah merokok. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments