Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Hati-hati Terhadap Penyakit Ini Disaat Puasa

Posted: 13 Jul 2015 06:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Godaan apa lagi yang hadir di saat Anda menjalankan puasa dan biasanya sulit untuk diatasi? Ya, benar, sakit. Ada saja gangguan penyakit yang membuat tubuh jadi lemas saat berpuasa. Pun demikian, tidak boleh sampai dibiarkan menggagalkan puasa Anda kan?

Berikut adalah penyakit-penyakit yang bisa menyerang anda disaat puasa :

  • Diare
    Selama bulan puasa, banyak orang akan menghabiskan waktu makannya diluar rumah, baik untuk berbuka bersama teman atau keluarga. Makan di tempat makan umum memiliki risiko infeksi saluran cerna, khususnya jika tempat makanan yang Anda kunjungi tidak menjaga kebersihan dengan baik. Jadi plihlah tempat makan yang menjaga kebersihan. Selain itu, hindari makanan yang terlalu pedas saat berpuasa, khususnya saat perut masih kosong. Cucilah tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Sakit maag
    Apakah Anda memiliki sakit maag? Penyakit ini merupakan penyakit yang sering menjadi kendala saat berpuasa. Namun sakit maag bukanlah kendala Anda untuk berpuasa. Makan sahur wajib untuk dilakukan, dan hindari makan dalam jumlah besar saat berbuka. Jangan langsung tidur setelah berbuka puasa. Karena hal ini dapat meningkatkan sekresi asam lambung. Selain itu, hindari stress pikiran, karena stress cenderung meningkatkan produksi asam lambung.
  • Radang tenggorokan
    Peradangan tenggorokan dapat terjadi karena asupan cairan yang berkurang, sehingga tenggorokan akan cenderung menjadi lebih kering. Konsumsilah cairan yang cukup saat berbuka. Selain itu, hindari konsumsi makanan yang digoreng dan terlalu manis dalam jumlah banyak.
  • Dehidrasi
    Dehidrasi berarti kekurangan cairan tubuh. Hal ini umum ditemui akibat berkurangnya volume cairan yang dikonsumsi selama berpuasa. Tips yang dapat diikuti adalah dengan memastikan jumlah cairan yang cukup selama berbuka. Selain itu, hindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari yang menyebabkan keringat berlebihan. Cara mudah memastikan tubuh memiliki cairan yang cukup adalah dengan melihat warna dan jumlah cairan urin Anda.

    Urin yang baik berwarna kuning muda dan jernih, dengan volume berkisar 12 cc/kgBB/ hari. Jadi jika berat badan Anda 50 kg, maka volume urin yang seharusnya keluar sebanyak 600 cc setiap hari.

Pilek Dapat Menyebabkan Gangguan Pada Telinga

Posted: 13 Jul 2015 04:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Pilek adalah kondisi yang di tandai oleh adanya cairan encer atau kental (ingus) dalam hidung dan sering menyumbat hidung.

Bila kita sedang pilek, maka produksi lendir saluran napas kita akan meningkat. Meningkatnya produksi lendir ini dapat menyebabkan sumbatan pada saluran tuba tadi. Hal ini bila tidak ditangani dengan segera dapat mengakibatkan infeksi telinga. Penumpukan lendir pada tuba dapat merupakan tempat bakteri untuk berkembang biak. Bila sudah terjadi infeksi, terjadi penumpukan nanah di dalam tuba.

Penumpukan nanah tersebut akan mengganggu fungsi tuba untuk menyeimbangkan tekanan telinga tengah. Lama kelamaan tumpukan nanah tersebut akan keluar merobek gendang telinga, hal ini akan menimbulkan nyeri hebat pada telinga Anda. Selain nyeri, juga dapat timbul demam tinggi.

Maka dari itu, janganlah menyepelekan pilek anda. Segera atasi pilek sebelum terjadi infeksi pada telinga. Bila sudah terjadi robekan pada gendang telinga, dokter akan melakukan operasi untuk mengembalikan keutuhan gendang telinga tersebut.

Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Malaria

Posted: 13 Jul 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Malaria bahkan bisa mematikan jika tidak ditangani dengan benar.

Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Contoh kondisi penularan penyakit ini adalah jika terjadi kontak dengan darah penderita atau janin bisa terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu.

Di Indonesia, terjadi sekitar 400.000 kasus positif malaria setiap tahunnya. Dari semua kasus yang terjadi, 4.000 kasus mengalami komplikasi atau bahkan berujung pada kematian. Sekitar 1 dari 4 kasus malaria yang terjadi menyerang anak-anak.

Sebagian besar kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur.Terutama pada wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Penyebab

Penyebab penyakit malaria ditemukan pertama kali oleh seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran.  Atas jasanya itu Laveran mendapatkan Hadiah Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran pada 1907.

Parasit plasmodium sebagai penyebab malaria terdiri dari empat spesies yaitu plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale. Plasmodium falciparum adalah jenis yang paling ganas karena dapat menyebabkan infeksi akut yang berujung dengan kematian.Satu jenis plasmodium lainnya yaitu plasmodium knowlesi kebanyakan ditemukan pada kera atau orang utan.

Nyamuk yang menyebarkan parasit plasmodium ini adalah nyamuk anopheles betina. Saat anopheles menggigit orang yang telah terinfeksi plasmodium, maka nyamuk akan membawa parasit tersebut kedalam tubuhnya sendiri. Kemudian ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain yang baru, maka nyamuk akan menularkan parasit kedalam darah orang baru tersebut. Demikian seterusnya. Nyamuk anopheles  mampu membawa parasit plasmodium dalam tubuhnya selama satu minggu.

Selain melalui nyamuk anopheles, penularan penyakit malaria bisa juga melalui transfusi darah, jarum suntik, maupun transplantasi organ tubuh. Demikian juga penyakit malaria dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya.

Gejala

Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah tubuh terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang, gejala muncul setahun setelah gigitan nyamuk terjadi. Gejala-gejala malaria yang biasanya terjadi adalah munculnya demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot.

Jika Anda sudah terlanjur mengalami gejala-gejala malaria, segera temui dokter agar bisa dilakukan diagnosis dan penanganan secepatnya. Diagnosis malaria dapat dilakukan dengan mudah melalui tes darah yang sederhana.

Pencegahan

Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan secara eksternal dan internal. Pencegahan secara eksternal misalnya memasang kelambu saat hendak tidur, membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk, serta pemakaian obat nyamuk semprot dan obat nyamuk bakar.

Pencegahan secara internal, adalah dengan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Masing-masing obat memiliki aturan pemakaian yang berbeda-beda. Demikian pula dengan pemakaiannya pada kondisi masing-masing pasien. Harap selalu konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh keterangan yang lebih akurat.

Pegal Pada Seluruh Tubuh Apa Itu Ciri-ciri Kusta?

Posted: 13 Jul 2015 12:43 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, teman saya katanya sekitar 3 tahun lalu mengidap kusta basah, dan sudah 2 kali kambuh. Akhir-akhir ini ia mengeluh, sepertinya penyakitnya itu akan kambuh lagi. Ia mengeluh pegal pada seluruh tubuhnya. Apa itu ciri-ciri kusta?

Selain itu, pada kulit tangan nya terdapat bintik-bintik merah, tidak seperti panu, lebih mirip bekas luka, dan jumlahnya sangat banyak. Sejak 1 tahun lalu bintik-bintik itu sudah ada, tetapi akhir-akhir ini jumlahnya semakin banyak. Wajahnya dulu bengkak-bengkak hingga terlihat seperti memar, namun hilang setelah pengobatan. Beberapa hari ini wajahnya terlihat mulai membengkak lagi.
Apa itu juga termasuk gejala kusta? Terimakasih

Ibu Shira

Jawaban Konsultasi

Kusta memang bisa kambuh terutama bila daya tahan tubuhnya menurun. Gejala-gejala yang saat ini dialami bisa saja merupakan gejala kambuhnya.

Kami sarankan sebaiknya segera periksakan kembali ke dokter yang menangani teman Anda. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Penyakit Radang Usus

Posted: 13 Jul 2015 12:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Radang usus adalah kondisi yang menyebabkan usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus sendiri terbagi menjadi dua, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kedua kondisi ini diakibatkan oleh peradangan kronis pada bagian gastrointestinal (sistem pencernaan). Kondisi ini muncul karena reaksi keliru dari sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat.

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terbatas pada usus besar atau kolon saja. Sedangkan penyakit Crohn sendiri adalah peradangan yang bisa terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus.

Terdapat dua kondisi lain yang terkait dengan radang usus, yaitu kolitis collagenous dan kolitis limfosistik. Kedua kondisi ini lebih dikenal dengan istilah kolitis mikroskopik. Keduanya adalah jenis radang usus yang cukup langka.

Gejala

Radang usus menyebabkan rasa nyeri yang menyiksa dimulai dari sekitar pusar kemudian ke perut kanan bagian bawah yang perlahan-lahan akan semakin menyakitkan. Faktor penyebab terjadinya penyakit radang usus belum diketahui secara pasti. Namun, diduga kuat penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti infeksi, alergi, makanan, adanya polip, gangguan sistem kekebalan tubuh maupun faktor keturunan. Sedangkan untuk gejala radang usus yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut :

  • Demam tinggi dan badan menggigil
  • Diare hebat
  • Pada saat buang air besar perut terasa perih
  • Terdapat benjolan pada perut
  • Anemia
  • Mual-mual
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun

Apabila radang usus sudah kronis, gejala yang ditimbulkan akan seperti sakit maag dan terjadi pada daerah sekitar pusar. Selain itu, gejala yang sangat menyiksa adalah terjadinya pendarahan saat buang air besar. Feses yang keluar selain terdapat bercak darah juga tampak encer dan berlendir. Biasanya gejala tersebut disertai dengan kelelahan fisik dan kekurangan cairan karena seringnya buang air besar, yaitu terjadi sekitar 15-20 kali sehari. Apabila anda mengalami gejala radang usus seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan pengobatan radang usus yang tepat. Apabila radang usus sudah parah bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti usus buntu pecah maupun abses usus.

Pengobatan

Hingga kini, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan radang usus. Pengobatan dan penanganan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul atau untuk mencegah kambuhnya gejala. Untuk gejala ringan, mungkin tidak diperlukan pengobatan. Biasanya, gejala ringan akan menghilang dalam beberapa hari.

Selain meredakan gejala yang muncul, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Penanganan yang dilakukan bisa berbentuk obat-obatan, terapi, maupun operasi.

Obat-obatan yang akan diberikan untuk mengatasi radang usus adalah :

  • Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS)
    Obat ini biasanya akan diberikan pertama kali untuk mengatasi radang usus. Obat ini berfungsi mengurangi inflamasi yang terjadi. Obat yang biasanya digunakan adalah aminosalicylate dan kortikosteroid.
  • Obat imunosupresan
    Obat ini berfungsi untuk menghalangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak atau membahayakan. Obat ini akan mengurangi inflamasi yang terjadi. Beberapa contoh obat imunosupresan adalah azathioprine, cyclosporine, dan infliximab. Bagi beberapa orang, kombinasi beberapa obat berfungsi lebih baik daripada hanya mengonsumsi satu jenis obat saja.
  • Antibiotik
    Obat ini bisa diberikan sebagai tambahan dari obat-obatan lainnya, terutama apabila terjadi infeksi. Penderita kolitis ulseratif mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan infeksi yang terjadi. Contoh obat antibiotik yang umumnya digunakan adalah metronidazole dan ciprofloxacin.
  • Obat-obatan lain
    Terdapat obat-obatan lain untuk mengatasi gejala yang muncul akibat radang usus selain terjadinya inflamasi. Tanyakan pada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat bebas yang bisa dibeli di apotek. Obat anti-diare, pereda rasa sakit, suplemen zat besi, suplemen vitamin, dan kalsium mungkin akan diberikan tergantung kondisi dan gejala yang muncul.

Jika penanganan yang dilakukan untuk meringankan gejala radang usus tidak bisa membantu, prosedur operasi mungkin perlu dilakukan. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang cukup parah biasanya tidak akan merespons penanganan dengan obat-obatan. Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian dari usus besar yang mengalami peradangan parah.

Pada penderita penyakit Crohn, operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang sudah rusak dan menyambungkan kembali saluran pencernaan yang masih sehat. Setelah operasi, konsumsi obat-obatan perlu dilanjutkan untuk mencegahnya kambuh lagi.

Penyakit Tukak Lambung

Posted: 12 Jul 2015 10:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit tukak lambung adalah penyakit yang disebabkan dengan luka yang terjadi dilambung dan duodenum atau usus dua belas jari. Penyebab dari penyakit tukak lambung ini disebabkan karena terjadinya iritasi yang di timbulkan oleh cairan lambung yang ada pada mukosa lambung dan biasanya leinana ini terjadi akibat dari pertentangan antara cairan lambung sebagai salah satu faktor yang angresif dan resistensi mukosa lambung sebagai faktor protektif.

Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, lansia di atas 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Gejala

Gejala utama yang akan Anda rasakan jika mengalami tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang :

  • Menyebar ke leher, pusar, hingga punggung.
  • Muncul pada malam hari.
  • Terasa makin parah saat perut kosong.
  • Umumnya berkurang untuk sementara jika Anda makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung.
  • Hilang lalu kambuh beberapa hari atau minggu kemudian.

Di samping nyeri pada perut, ada beberapa gejala lain yang mungkin Anda alami, di antaranya nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual, serta gangguan pencernaan.

Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, periksakan diri Anda ke dokter. Meski demikian, tukak lambung terkadang tidak menyebabkan gejala apa pun sampai akhirnya terjadi komplikasi.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya waspada dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat jika mengalami muntah darah, tinja dengan darah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan terjadinya pendarahan pada lambung.

Penyebab

Dinding lambung biasanya dilapisi selaput yang melindunginya dari asam lambung. Peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung berpotensi memicu munculnya tukak lambung.

Penyebab umum yang dapat menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung meliputi infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat anti inflamasi non-steroid. Ibuprofen, aspirin, atau diclofenac adalah beberapa contoh obat anti inflamasi non-steroid yang sering digunakan.

Infeksi akibat bakteri H. pylori termasuk kondisi yang umum dan sering kali tidak disadari penderitanya. Sementara konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang sering atau berkepanjangan akan meningkatkan risiko tukak lambung, terutama bagi lansia.

Di samping bakteri dan obat, merokok dan konsumsi minuman keras juga dapat meningkatkan risiko tukak lambung. Rokok akan meningkatkan risiko tukak lambung pada orang yang sudah terinfeksi H. pylori. Kandungan alkohol dalam minuman keras juga dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung, sekaligus meningkatkan kadar asam lambung.

Banyak yang menganggap makanan pedas atau kondisi stres sebagai penyebab tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung, tapi dapat memperparah gejalanya.

Diagnosis

Pada tahap awal diagnosis, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami. Jika diduga mengidap tukak lambung, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan yang lebih mendetail. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi endoskopi dan tes untuk memastikan ada atau tidak adanya bakteri H. pylori.

Jika dokter menduga tukak lambung muncul akibat bakteri dan pasien tidak pernah mengonsumsi obat anti inflamasi non-steroid, pemeriksaan bakteri kemungkinan akan dilakukan melalui tes darah, tes sampel tinja, atau tes pernapasan.

Endoskopi dilakukan dengan memasukkan kamera ke dalam lambung. Proses ini akan membantu dokter memeriksa dan memastikan keberadaaan luka pada dinding lambung secara langsung.

Pengambilan sampel jaringan juga mungkin sekaligus dilakukan dalam endoskopi. Sampel tersebut kemudian akan diuji guna mendeteksi keberadaan H. pylori.

Pengobatan

Langkah pengobatan untuk tiap pasien tentu tidak sama. Dokter menentukannya berdasarkan pada penyebab tukak lambung yang dialami pasien. Beberapa jenis obat yang umumnya akan digunakan untuk menangani tukak lambung meliputi :

  • Antibiotik
    Tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori akan ditangani dengan kombinasi dari beberapa antibiotik. Amoxicillin, metronidazole dan clarithromycin adalah contoh antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter.
  • Penghambat pompa proton
    Jika Anda mengidap tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, dokter akan menyarankan penggunaan penghambat pompa proton. Obat ini akan mengurangi kadar asam lambung dengan menghalangi kinerja sel-sel yang memproduksi asam lambung. Lansoprazola adalah jenis penghambat pompa proton yang sering digunakan.
  • Obat penghambat reseptor H2
    Fungsi obat ini sama dengan penghambat pompa proton, yaitu menurunkan kadar asam lambung.
  • Antasida dan alginat
    Antasida akan menetralisasi asam lambung untuk waktu singkat, sedangkan alginat akan melindungi dinding lambung. Karena itu, kedua obat ini diberikan untuk mengurangi rasa nyeri secara cepat sebelum obat-obatan lainnya mulai bekerja. Tetapi jika Anda menggunakan penghambat pompa proton atau ranitidin, Anda sebaiknya menunggu 1-2 jam sebelum mengonsumsi antasida dan alginat. Buah pisang juga dapat dikonsumsi sebagai alternatif jika Anda enggan menggunakan kedua obat ini.

Keracunan Makanan Serta Pertolongan Pertama

Posted: 12 Jul 2015 08:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Keracunan makanan adalah kondisi yang muncul akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, seperti bakteri, virus, dan parasit. Selain itu bisa karena racun yang mereka keluarkan di makanan. Kontaminasi dapat terjadi saat makanan sedang diproses atau dimasak dengan tidak benar.

Kontaminasi yang umumnya terjadi pada kasus keracunan makanan disebabkan oleh :

  • Bakteri, contohnya Campylobacter, salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, dan Shigella.
  • Virus, contohnya norovirus dan rotavirus.
  • Parasit, contohnya cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan giardia.

Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang mudah terkontaminasi jika tidak ditangani, disimpan, atau diolah dengan baik :

  • Daging mentah
  • Susu
  • Makanan siap saji, misalnya potongan daging matang, keju lembek, dan roti isi kemasan.
  • Telur mentah
  • Kerang-kerangan mentah

Gejala

Gejala keracunan makanan bisa dimulai beberapa saat setelah makan hingga tiga hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala yang umumnya terjadi antara lain :

  • Merasa mual dan muntah-muntah
  • Mengalami diare
  • Sakit atau kram perut

Penyebab keracunan makanan

  • Tidak menyimpan makanan dengan suhu yang tepat, misalnya tidak disimpan di kulkas, terutama produk daging dan produk olahan susu.
  • Tidak memasak makanan secara merata, terutama daging unggas, burger, dan sosis.
  • Meninggalkan makanan matang di ruangan dengan suhu hangat terlalu lama.
  • Mengonsumsi makanan yang sudah melewati masa kedaluarsa.
  • Kontaminasi silang, misalnya memakai pisau pemotong daging mentah untuk mengiris roti, menyimpan daging mentah di atas makanan siap makan sehingga cairan dari daging menetes ke makanan di bawahnya.
  • Orang yang sakit atau dengan tangan yang kotor menyentuh makanan.

Pertolongan pertama keracunan makanan

  • Bila penderita keracunan makanan banyak muntah dan diare, berikan cairan pengganti yang cukup seperti air putih, oralit atau campuran air putih-gula 2 sendok teh-garam ½ sendok teh atau air kelapa untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang.
  • Berikan tablet karbon aktif untuk menyerap racun di dalam saluran pencernaan yang diminum dengan air putih.
  • Bila tidak ada tablet karbon aktif, bisa mengkonsumsi susu untuk mengikat racun dalam saluran pencernaan dan merangsang penderita untuk muntah sehingga racun keluar dan tidak beredar dalam tubuh. Namun , jika penderita mengalami diare, sebaiknya tidak diberikan susu.
  • Bila penderita keracunan makanan hendak muntah, usahakan agar penderita muntah dalam keadaan kepala menunduk agar cairan muntah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
  • Pada anak-anak, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.

Untuk mencegah keracunan makanan, pastikan Anda selalu mencuci tangan sebelum makan, memperhatikan kebersihan alat makan dan memperhatikan kebersihan dan kesegaran makanan yang Anda makan.

Gastroenteritis Pada Anak Bagaimana Cara Penyembuhannya

Posted: 12 Jul 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan yang menimbulkan muntah, diare, atau keduanya dan kadangkala disertai dengan demam atau kram perut.

Gastroenteritis merupakan penyebab gangguan pencernaan paling sering pada anak-anak. Gastroenteritis berat menyebabkan dehidrasi dan tidak keseimbangan kimia darah (elektrolit) karena hilangnya cairan tubuh melalui muntah dan diare.

Gastroenteritis paling sering terjadi di negara-negara berkembang yaitu pada anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun. Anak-anak dinegara berkembang lebih rentan terkena gastroenteritis, tetapi mereka seringali tidak memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan perawatan, akibatnya sekitar 1,5, juta anak meninggal setiap tahunnya karena diare yang disebabkan oleh gastroenteritis.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan diare pada anak. Namun jangan terlalu terburu-buru menyimpulkan bahwa buah hati Anda terkena gastroeneritis, karena tidak semua diare disebabkan oleh penyakit ini.

Kenali dulu apa saja yang menjadi gejala-gejala dari penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini. Seperti yang dilansir dari laman www.healthline.com, bahwa gastroeneritis memiliki beberapa gejala salah satu diantaranya adalah diare dan muntah-muntah. Frekuensi muntah anak akan lebih sering terjadi dibandingankan dengan orang dewasa. Dan jika muntah-muntah ini terus berlanjut hingga dalam kurun waktu 24 jam, maka ini merupakan sebuah tanda jika anak memang terjangkit penyakit gastroeneritis.

Cara yang paling mudah untuk merigankannya adalah dengan cara beristirahat. Sama seperti penyakit-penyakit lainnya, istirahat yang cukup mungkin akan dapat membantu meringankan sedikit keluhan.

Karena tubuh anak-anak juga membutuhkan tenaga untuk melawan virus yang menyebabkan gastroeneritis. Dengan tidur atau beristirahat, maka tubuh anak akan membentuk perlawanan terhadap virus tersebut yang memungkinkan untuk memberika kesembuhan dari penyakit ini.

Saat terjangkit penyakit gastroeneritis ini, tubuh anak akan banyak mengeluarkan cairan. Seperti halnya ketika ia muntah-muntah atau diare, maka tubuh anak akan mengalami dehidrasi. Untuk mencegah dehidrasi itu terjadi, maka pada saat seperti ini peran air sangatlah dibutuhkan. Berikan anak Anda minum yang lebih banyak dari biasanya agar cairang yang ada di dalam tubuhnya menjadi seimbang. Tapi ingat, hanya berikan air putih untuk anak Anda, karena minuman lain selain air putih, seperti teh atau jus buah, mungkin malah akan membuat penyakit tersebut malah semakin parah.

Usahakan juga anak tetap makan. Karena jika tidak, maka tubuh anak akan semakin melemah. Jangan paksakan ia untuk makan-makanan yang macam-macam. Cukup dengan memberinya roti, atau bubur atau mungkin juga sereal. Sedikit pisang juga bisa membantu mengurangi diare anak.

Tapi, jangan terlalu memaksakan anak untuk makan, jika memang ia merasa mual setelah makan. Jika anak bisa makan (tidak mual saat ia makan), maka hindari makanan yang mengandung kafein, susu, lemak tinggi dan makanan-makanan yang pedas. Karena makanan-makanan seperti ini dapat memperparah mual dan juga gejala muntah pada anak. Jika memang buah hati Anda masih saja belum menunjukkan perubahan yang positif, maka mungkin itulah saatnya Anda harus menghubungi dokter.

Advertisemen