Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Hati-hati Terhadap Penyakit Ini Disaat Puasa
- Pilek Dapat Menyebabkan Gangguan Pada Telinga
- Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Malaria
- Pegal Pada Seluruh Tubuh Apa Itu Ciri-ciri Kusta?
- Penyakit Radang Usus
- Penyakit Tukak Lambung
- Keracunan Makanan Serta Pertolongan Pertama
- Gastroenteritis Pada Anak Bagaimana Cara Penyembuhannya
| Hati-hati Terhadap Penyakit Ini Disaat Puasa Posted: 13 Jul 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com – Godaan apa lagi yang hadir di saat Anda menjalankan puasa dan biasanya sulit untuk diatasi? Ya, benar, sakit. Ada saja gangguan penyakit yang membuat tubuh jadi lemas saat berpuasa. Pun demikian, tidak boleh sampai dibiarkan menggagalkan puasa Anda kan? Berikut adalah penyakit-penyakit yang bisa menyerang anda disaat puasa :
|
| Pilek Dapat Menyebabkan Gangguan Pada Telinga Posted: 13 Jul 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Pilek adalah kondisi yang di tandai oleh adanya cairan encer atau kental (ingus) dalam hidung dan sering menyumbat hidung. Bila kita sedang pilek, maka produksi lendir saluran napas kita akan meningkat. Meningkatnya produksi lendir ini dapat menyebabkan sumbatan pada saluran tuba tadi. Hal ini bila tidak ditangani dengan segera dapat mengakibatkan infeksi telinga. Penumpukan lendir pada tuba dapat merupakan tempat bakteri untuk berkembang biak. Bila sudah terjadi infeksi, terjadi penumpukan nanah di dalam tuba. Penumpukan nanah tersebut akan mengganggu fungsi tuba untuk menyeimbangkan tekanan telinga tengah. Lama kelamaan tumpukan nanah tersebut akan keluar merobek gendang telinga, hal ini akan menimbulkan nyeri hebat pada telinga Anda. Selain nyeri, juga dapat timbul demam tinggi. Maka dari itu, janganlah menyepelekan pilek anda. Segera atasi pilek sebelum terjadi infeksi pada telinga. Bila sudah terjadi robekan pada gendang telinga, dokter akan melakukan operasi untuk mengembalikan keutuhan gendang telinga tersebut. |
| Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Malaria Posted: 13 Jul 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Malaria bahkan bisa mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Contoh kondisi penularan penyakit ini adalah jika terjadi kontak dengan darah penderita atau janin bisa terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu. Di Indonesia, terjadi sekitar 400.000 kasus positif malaria setiap tahunnya. Dari semua kasus yang terjadi, 4.000 kasus mengalami komplikasi atau bahkan berujung pada kematian. Sekitar 1 dari 4 kasus malaria yang terjadi menyerang anak-anak. Sebagian besar kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur.Terutama pada wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Penyebab Penyebab penyakit malaria ditemukan pertama kali oleh seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran. Atas jasanya itu Laveran mendapatkan Hadiah Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran pada 1907. Parasit plasmodium sebagai penyebab malaria terdiri dari empat spesies yaitu plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale. Plasmodium falciparum adalah jenis yang paling ganas karena dapat menyebabkan infeksi akut yang berujung dengan kematian.Satu jenis plasmodium lainnya yaitu plasmodium knowlesi kebanyakan ditemukan pada kera atau orang utan. Nyamuk yang menyebarkan parasit plasmodium ini adalah nyamuk anopheles betina. Saat anopheles menggigit orang yang telah terinfeksi plasmodium, maka nyamuk akan membawa parasit tersebut kedalam tubuhnya sendiri. Kemudian ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain yang baru, maka nyamuk akan menularkan parasit kedalam darah orang baru tersebut. Demikian seterusnya. Nyamuk anopheles mampu membawa parasit plasmodium dalam tubuhnya selama satu minggu. Selain melalui nyamuk anopheles, penularan penyakit malaria bisa juga melalui transfusi darah, jarum suntik, maupun transplantasi organ tubuh. Demikian juga penyakit malaria dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya. Gejala Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah tubuh terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang, gejala muncul setahun setelah gigitan nyamuk terjadi. Gejala-gejala malaria yang biasanya terjadi adalah munculnya demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot. Jika Anda sudah terlanjur mengalami gejala-gejala malaria, segera temui dokter agar bisa dilakukan diagnosis dan penanganan secepatnya. Diagnosis malaria dapat dilakukan dengan mudah melalui tes darah yang sederhana. Pencegahan Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan secara eksternal dan internal. Pencegahan secara eksternal misalnya memasang kelambu saat hendak tidur, membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk, serta pemakaian obat nyamuk semprot dan obat nyamuk bakar. Pencegahan secara internal, adalah dengan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Masing-masing obat memiliki aturan pemakaian yang berbeda-beda. Demikian pula dengan pemakaiannya pada kondisi masing-masing pasien. Harap selalu konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh keterangan yang lebih akurat. |
| Pegal Pada Seluruh Tubuh Apa Itu Ciri-ciri Kusta? Posted: 13 Jul 2015 12:43 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, teman saya katanya sekitar 3 tahun lalu mengidap kusta basah, dan sudah 2 kali kambuh. Akhir-akhir ini ia mengeluh, sepertinya penyakitnya itu akan kambuh lagi. Ia mengeluh pegal pada seluruh tubuhnya. Apa itu ciri-ciri kusta? Selain itu, pada kulit tangan nya terdapat bintik-bintik merah, tidak seperti panu, lebih mirip bekas luka, dan jumlahnya sangat banyak. Sejak 1 tahun lalu bintik-bintik itu sudah ada, tetapi akhir-akhir ini jumlahnya semakin banyak. Wajahnya dulu bengkak-bengkak hingga terlihat seperti memar, namun hilang setelah pengobatan. Beberapa hari ini wajahnya terlihat mulai membengkak lagi. Ibu Shira Jawaban Konsultasi Kusta memang bisa kambuh terutama bila daya tahan tubuhnya menurun. Gejala-gejala yang saat ini dialami bisa saja merupakan gejala kambuhnya. Kami sarankan sebaiknya segera periksakan kembali ke dokter yang menangani teman Anda. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Posted: 13 Jul 2015 12:00 AM PDT DokterSehat.Com – Radang usus adalah kondisi yang menyebabkan usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus sendiri terbagi menjadi dua, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kedua kondisi ini diakibatkan oleh peradangan kronis pada bagian gastrointestinal (sistem pencernaan). Kondisi ini muncul karena reaksi keliru dari sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat. Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terbatas pada usus besar atau kolon saja. Sedangkan penyakit Crohn sendiri adalah peradangan yang bisa terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus. Terdapat dua kondisi lain yang terkait dengan radang usus, yaitu kolitis collagenous dan kolitis limfosistik. Kedua kondisi ini lebih dikenal dengan istilah kolitis mikroskopik. Keduanya adalah jenis radang usus yang cukup langka. Gejala Radang usus menyebabkan rasa nyeri yang menyiksa dimulai dari sekitar pusar kemudian ke perut kanan bagian bawah yang perlahan-lahan akan semakin menyakitkan. Faktor penyebab terjadinya penyakit radang usus belum diketahui secara pasti. Namun, diduga kuat penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti infeksi, alergi, makanan, adanya polip, gangguan sistem kekebalan tubuh maupun faktor keturunan. Sedangkan untuk gejala radang usus yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut :
Apabila radang usus sudah kronis, gejala yang ditimbulkan akan seperti sakit maag dan terjadi pada daerah sekitar pusar. Selain itu, gejala yang sangat menyiksa adalah terjadinya pendarahan saat buang air besar. Feses yang keluar selain terdapat bercak darah juga tampak encer dan berlendir. Biasanya gejala tersebut disertai dengan kelelahan fisik dan kekurangan cairan karena seringnya buang air besar, yaitu terjadi sekitar 15-20 kali sehari. Apabila anda mengalami gejala radang usus seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan pengobatan radang usus yang tepat. Apabila radang usus sudah parah bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti usus buntu pecah maupun abses usus. Pengobatan Hingga kini, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan radang usus. Pengobatan dan penanganan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul atau untuk mencegah kambuhnya gejala. Untuk gejala ringan, mungkin tidak diperlukan pengobatan. Biasanya, gejala ringan akan menghilang dalam beberapa hari. Selain meredakan gejala yang muncul, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Penanganan yang dilakukan bisa berbentuk obat-obatan, terapi, maupun operasi. Obat-obatan yang akan diberikan untuk mengatasi radang usus adalah :
Jika penanganan yang dilakukan untuk meringankan gejala radang usus tidak bisa membantu, prosedur operasi mungkin perlu dilakukan. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang cukup parah biasanya tidak akan merespons penanganan dengan obat-obatan. Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian dari usus besar yang mengalami peradangan parah. Pada penderita penyakit Crohn, operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang sudah rusak dan menyambungkan kembali saluran pencernaan yang masih sehat. Setelah operasi, konsumsi obat-obatan perlu dilanjutkan untuk mencegahnya kambuh lagi. |
| Posted: 12 Jul 2015 10:00 PM PDT DokterSehat.Com – Penyakit tukak lambung adalah penyakit yang disebabkan dengan luka yang terjadi dilambung dan duodenum atau usus dua belas jari. Penyebab dari penyakit tukak lambung ini disebabkan karena terjadinya iritasi yang di timbulkan oleh cairan lambung yang ada pada mukosa lambung dan biasanya leinana ini terjadi akibat dari pertentangan antara cairan lambung sebagai salah satu faktor yang angresif dan resistensi mukosa lambung sebagai faktor protektif. Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, lansia di atas 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Gejala Gejala utama yang akan Anda rasakan jika mengalami tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang :
Di samping nyeri pada perut, ada beberapa gejala lain yang mungkin Anda alami, di antaranya nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual, serta gangguan pencernaan. Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, periksakan diri Anda ke dokter. Meski demikian, tukak lambung terkadang tidak menyebabkan gejala apa pun sampai akhirnya terjadi komplikasi. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya waspada dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat jika mengalami muntah darah, tinja dengan darah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan terjadinya pendarahan pada lambung. Penyebab Dinding lambung biasanya dilapisi selaput yang melindunginya dari asam lambung. Peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung berpotensi memicu munculnya tukak lambung. Penyebab umum yang dapat menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung meliputi infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat anti inflamasi non-steroid. Ibuprofen, aspirin, atau diclofenac adalah beberapa contoh obat anti inflamasi non-steroid yang sering digunakan. Infeksi akibat bakteri H. pylori termasuk kondisi yang umum dan sering kali tidak disadari penderitanya. Sementara konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang sering atau berkepanjangan akan meningkatkan risiko tukak lambung, terutama bagi lansia. Di samping bakteri dan obat, merokok dan konsumsi minuman keras juga dapat meningkatkan risiko tukak lambung. Rokok akan meningkatkan risiko tukak lambung pada orang yang sudah terinfeksi H. pylori. Kandungan alkohol dalam minuman keras juga dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung, sekaligus meningkatkan kadar asam lambung. Banyak yang menganggap makanan pedas atau kondisi stres sebagai penyebab tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung, tapi dapat memperparah gejalanya. Diagnosis Pada tahap awal diagnosis, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami. Jika diduga mengidap tukak lambung, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan yang lebih mendetail. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi endoskopi dan tes untuk memastikan ada atau tidak adanya bakteri H. pylori. Jika dokter menduga tukak lambung muncul akibat bakteri dan pasien tidak pernah mengonsumsi obat anti inflamasi non-steroid, pemeriksaan bakteri kemungkinan akan dilakukan melalui tes darah, tes sampel tinja, atau tes pernapasan. Endoskopi dilakukan dengan memasukkan kamera ke dalam lambung. Proses ini akan membantu dokter memeriksa dan memastikan keberadaaan luka pada dinding lambung secara langsung. Pengambilan sampel jaringan juga mungkin sekaligus dilakukan dalam endoskopi. Sampel tersebut kemudian akan diuji guna mendeteksi keberadaan H. pylori. Pengobatan Langkah pengobatan untuk tiap pasien tentu tidak sama. Dokter menentukannya berdasarkan pada penyebab tukak lambung yang dialami pasien. Beberapa jenis obat yang umumnya akan digunakan untuk menangani tukak lambung meliputi :
|
| Keracunan Makanan Serta Pertolongan Pertama Posted: 12 Jul 2015 08:00 PM PDT DokterSehat.Com – Keracunan makanan adalah kondisi yang muncul akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, seperti bakteri, virus, dan parasit. Selain itu bisa karena racun yang mereka keluarkan di makanan. Kontaminasi dapat terjadi saat makanan sedang diproses atau dimasak dengan tidak benar. Kontaminasi yang umumnya terjadi pada kasus keracunan makanan disebabkan oleh :
Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang mudah terkontaminasi jika tidak ditangani, disimpan, atau diolah dengan baik :
Gejala Gejala keracunan makanan bisa dimulai beberapa saat setelah makan hingga tiga hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala yang umumnya terjadi antara lain :
Penyebab keracunan makanan
Pertolongan pertama keracunan makanan
Untuk mencegah keracunan makanan, pastikan Anda selalu mencuci tangan sebelum makan, memperhatikan kebersihan alat makan dan memperhatikan kebersihan dan kesegaran makanan yang Anda makan. |
| Gastroenteritis Pada Anak Bagaimana Cara Penyembuhannya Posted: 12 Jul 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan yang menimbulkan muntah, diare, atau keduanya dan kadangkala disertai dengan demam atau kram perut. Gastroenteritis merupakan penyebab gangguan pencernaan paling sering pada anak-anak. Gastroenteritis berat menyebabkan dehidrasi dan tidak keseimbangan kimia darah (elektrolit) karena hilangnya cairan tubuh melalui muntah dan diare. Gastroenteritis paling sering terjadi di negara-negara berkembang yaitu pada anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun. Anak-anak dinegara berkembang lebih rentan terkena gastroenteritis, tetapi mereka seringali tidak memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan perawatan, akibatnya sekitar 1,5, juta anak meninggal setiap tahunnya karena diare yang disebabkan oleh gastroenteritis. Penyakit ini biasanya ditandai dengan diare pada anak. Namun jangan terlalu terburu-buru menyimpulkan bahwa buah hati Anda terkena gastroeneritis, karena tidak semua diare disebabkan oleh penyakit ini. Kenali dulu apa saja yang menjadi gejala-gejala dari penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini. Seperti yang dilansir dari laman www.healthline.com, bahwa gastroeneritis memiliki beberapa gejala salah satu diantaranya adalah diare dan muntah-muntah. Frekuensi muntah anak akan lebih sering terjadi dibandingankan dengan orang dewasa. Dan jika muntah-muntah ini terus berlanjut hingga dalam kurun waktu 24 jam, maka ini merupakan sebuah tanda jika anak memang terjangkit penyakit gastroeneritis. Cara yang paling mudah untuk merigankannya adalah dengan cara beristirahat. Sama seperti penyakit-penyakit lainnya, istirahat yang cukup mungkin akan dapat membantu meringankan sedikit keluhan. Karena tubuh anak-anak juga membutuhkan tenaga untuk melawan virus yang menyebabkan gastroeneritis. Dengan tidur atau beristirahat, maka tubuh anak akan membentuk perlawanan terhadap virus tersebut yang memungkinkan untuk memberika kesembuhan dari penyakit ini. Saat terjangkit penyakit gastroeneritis ini, tubuh anak akan banyak mengeluarkan cairan. Seperti halnya ketika ia muntah-muntah atau diare, maka tubuh anak akan mengalami dehidrasi. Untuk mencegah dehidrasi itu terjadi, maka pada saat seperti ini peran air sangatlah dibutuhkan. Berikan anak Anda minum yang lebih banyak dari biasanya agar cairang yang ada di dalam tubuhnya menjadi seimbang. Tapi ingat, hanya berikan air putih untuk anak Anda, karena minuman lain selain air putih, seperti teh atau jus buah, mungkin malah akan membuat penyakit tersebut malah semakin parah. Usahakan juga anak tetap makan. Karena jika tidak, maka tubuh anak akan semakin melemah. Jangan paksakan ia untuk makan-makanan yang macam-macam. Cukup dengan memberinya roti, atau bubur atau mungkin juga sereal. Sedikit pisang juga bisa membantu mengurangi diare anak. Tapi, jangan terlalu memaksakan anak untuk makan, jika memang ia merasa mual setelah makan. Jika anak bisa makan (tidak mual saat ia makan), maka hindari makanan yang mengandung kafein, susu, lemak tinggi dan makanan-makanan yang pedas. Karena makanan-makanan seperti ini dapat memperparah mual dan juga gejala muntah pada anak. Jika memang buah hati Anda masih saja belum menunjukkan perubahan yang positif, maka mungkin itulah saatnya Anda harus menghubungi dokter. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments