Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Macam-macam Penyakit tidak Menular
- Ciri ciri Penyakit Kelamin
- Penyakit Batu Ginjal
- Penyakit Kelamin pada Pria
- Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1
- Yuk, Kenali Gejala Penyakit Ginjal
- Diabetes Insipidus Nefrogenik
| Macam-macam Penyakit tidak Menular Posted: 24 Oct 2014 05:21 AM PDT DokterSehat.Com – Dalam pokok bahasan kali ini saya akan share tentang macam-macam penyakit tidak menular, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa dalam dunia kesehatan kita kenal 2 macam penyakit yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan ke orang lain. media penularannya dapat melalui udara, kontak body, alat-alat perlengkapan rumah tangga dan ada juga yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan kepada orang lain. Penyakit tidak menular biasnya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Meskipun kita dekat atau kontak body dengan si penderita tetapi kita tidak akan tertular penyakit tersebut. Macam-macan Penyakit tidak menular yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Penyakit diabetes Diabetes melitus merupakan penyakit di mana kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini di sebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi insulin. Bagi para penderita diabetes melitus, tubuh mereka tidak bisa memproduksi atau merespon hormon insulin yang di hasilkan oleh pankreas. Penyakit diabetes ini mengharuskan bagi setiap penderitanya agar tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat karbohidrat terlalu banyak. Untuk itu para penderita diabetes melitus harus mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar karbohidrat yang seimbang. Jika para penderita diabetes melitus mengkonsumsi asupan karbohidrat yang melebihi takaran, maka penyakit diabetes melitus yang di deritanya akan semakin parah. Hal ini di karenakan sedikitnya hormon insulin dan sistem kinerja dari hormon insulin itu sendiri mengalami gangguan yang berperan sebagai pembantu pengubah zat karbohidrat menjadi energi. Pada orang yang sehat karbohidrat yang di makan akan di olah menjadi energi dengan bantuan insulin, tapi jika pada orang yang menderita penyakit diabetes melitus, mereka kesulitan mengubah karbohidrat menjadi energi karena hormon insulin dan sistem kinerja insulin terganggu. 2. Penyakit rematik Rematik merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat. Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi, otot, tulang dan struktur disekitarnya. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, dewasa ataupun anak-anak. Rematik yang dikenal luas di masyarakat merupakan jenis penyakit rematik yang menyerang sendi atau yang dikenal dengan istilah arthritis. Penyakit rematik secara umum ditandai dengan gejala peradangan pada sendi berupa kemerahan, bengkak, terasa panas dan sendi sulit digerakkan. Rematik merupakan penyakit menahun dengan gejala serangan silih berganti. Ada masa ketika sendi menjadi lebih meradang yang terjadi secara tiba-tiba, disebut dengan flare, ada kalanya remisi atau masa-masa dengan sedikit peradangan. Rematik dapat menyebabkan kerusakan dan cacat permanen di persendian. Terdapat lebih dari 100 jenis penyakit rematik. Rematik yang paling banyak dikenal adalah Osteoarthritis (jenis penyakit rematik akibat gangguan immunitas tubuh/autoimmun), Gout arthritis / asam urat (jenis penyakit rematik akibat menumpuknya zat asam pada sendi), osteoporosis dan penyakit lupus sistemik. Hingga saat ini penyebab penyakit rematik belum diketahui secara pasti, namun diduga dipicu oleh kombinasi berbagai faktor termasuk kerentanan genetik, infeksi virus atau perubahan hormonal. rematik dapat memberikan dampak yang sangat luas. Pada penderita dapat menimbulkan kecacatan, sedangkan bagi keluarga dapat menyebabkan beban moril dan ekonomi disebabkan pengobatan penyakit rematik tsb. Oleh karena itu diperlukan cara mengatasi penyakit rematik yang tepat sasaran agar penyakit tersebut segera diobati. 3. Sariawan Seriawan (disebut pula sariawan) atau stomatitis aftosa (stomatitis aphtosa)[1] adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi. Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria. Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti luka tergigit, mengonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit. Seriawan di tempat yang sama selama dua minggu hingga satu bulan dapat dijadikan indikasi adanya kanker rongga mulut. Stomatitis Aphtous/Ulcer bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya SA dikenal disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dsb Penyakit kekurangan vitamin C sendiri adalah Scurvy atau kegagalan proses sintesis kolagen yang ditandai dengan gusi mudah berdarah, pendarahan kulit (purpura) dsb. 4. Hipertensi Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih. Hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar 90–95% kasus tergolong hipertensi primer, yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder). Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek. Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup. 5. Osteoporosis Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. 6. Depresi Depresi (psikologi), keadaan perasaan yang merosot seperti muram, sedih, dan perasaan tertekan, Gangguan suasana hati, sejenis gangguan jiwa yang ditandai dengan suasana hati yang merosot, Gangguan depresi mayor, salah satu gangguan suasana hati, Depresi (kinesiologi), salah satu gerakan anatomi. 7. Keracunan makanan atau minuman Oleh karena itu terapkanlah pola hidup sehat seperti menjaga kondisi tubuh dan menjaga kebersihan, merupakan suatu langkah bijak agar terhindar bahaya dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. Demikianlah artikel penyakit dan kesehatan tentang Macam-macam penyakit tidak menular semoga bermanfaat bagi kita semua. |
| Posted: 24 Oct 2014 04:19 AM PDT DokterSehat.Com – Penyakit kelamin atau dikenal sebagai penyakit menular seksual adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman. Jika tidak diatasi tepat waktu, gejala penyakit kelamin ini dapat menyebabkan kerusakan sebagian besar alat kelamin. Ciri-ciri penyakit kelamin 1. Keluarnya cairan Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan). Misalnya: Gonore, Trikomonas, Jamur Gonore (Kencing Nanah) 2. Rasa nyeri atau sakit pada saat kencing atau saat berhubungan seksual. Misainya: Gonore. 3. Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya. Contohnya: Jamur 4. Lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Misainya: Sipilis, Chancroid. 5. Timbul kelainan kulit di kelamin atau di sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol. Contohnya: Jengger (Kondiloma), Limpogranuloma, Granuloma Inguinale. 6. Perubahan warna kulit dan mata, misalnya pada Hepatitis B/C. Ciri-ciri penyakit kelamin pria Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin. Ciri-ciri penyakit kelamin wanita Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. Kadang penderita mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing. Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan. |
| Posted: 24 Oct 2014 04:19 AM PDT DokterSehat.Com – Penyakit batu ginjal adalah salah satu gangguan urologis yang paling menyakitkan dan lazim terjadi di masyarakat, lebih dari satu juta kasus batu ginjal didiagnosa setiap tahunnya dengan perkiraan 10 persen orang menderita batu ginjal pada beberapa titik dalam hidupnya. Untungnya, sebagian besar batu ginjal keluar dari tubuh tanpa intervensi apapun. Batu ginjal terbentuk dari mineral dan asam garam. Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada skenario yang umum, batu ginjal terbentuk ketika urin berkonsentrasi, mineral mengkristal dan menggumpal.Sakit batu ginjal biasanya dimulai pada sisi tubuh atau punggung, di bawah pinggul serta bergerak ke perut bagian bawah dan pangkal paha. Rasa nyeri berubah seiring dengan pergerakan batu ginjal pada saluran urin. Batu ginjal biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Pengobatan rasa sakit dan minum banyak air merupakan bagian dari pengobatan yang sering dibutuhkan. Bagaimanapun, pengobatan dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal pada mereka dengan peningkatan risiko. Gejala Batu ginjal dapat ataupun tidak menyebabkan tanda dan gejala sampai batu tersebut bergerak di dalam ureter pipa yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Pada satu titik, tanda dan gejala penyakit ginjal yang dapat terjadi adalah : 1. Nyeri yang parah pada sisi tubuh atau punggung, di bawah pinggul 2. Nyeri yang menyebar ke bagian bawah tubuh dan pangkal paha 3. Nyeri pada saat buang air kecil 4. Urin berwarna pink, merah atau coklat 5. Mual dan muntah 6. Sering buang air kecil 7. Demam dan menggigil saat infeksi terjadi Penyebab dan faktor resiko penyakit batu ginjal 1. Penyebab batu ginjal Batu ginjal sering tidak terdefinisikan dengan satu penyebab. Beberapa faktor yang sering berkombinasi, membuat kondisi dimana seseorang rentan mengalami batu ginjal. Batu ginjal terbentuk ketika komponen urin cairan dan berbagai mineral dan asam hilang keseimbangan. Ketika hal ini terjadi, urin anda terdapat lebih banyak zat yang mengkristal, seperti kalsium, oxalate dan uric acid, daripada cairan. Pada saat yang sama, pada urin anda terdapat zat yang mengkristal dan menggumpal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini membuat kondisi dimana batu ginjal lebih mungkin terbentuk. 2. Faktor resiko penyakit ginjal Faktor risiko yang dapat meningkatkan batu ginjal terjadi antara lain : 1. Memiliki seseorang dalam keluarga dengan kasus batu ginjal 2. Mereka yang berusia 40 tahun keatas, meskipun batu ginjal dapat terjadi pada usia berapapun 3. Laki-laki lebih cenderung mengalami batu ginjal 4. Dehidrasi, Makanan tertentu yang tinggi protein, tinggi sodium dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal 5. Obesitas, Memiliki penyakit atau operasi pada saluran pencernaan 6. Kondisi medis lain, antara lain renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism dan infeksi saluran urin tertentu Penyakit batu ginjal memiliki beberapa jenis berdasarkan sumber pembentuknya. 1. Batu kalsium 2. Batu struvite 3. Batu uric acid Ini terbentuk pada mereka yang mengalami dehidrasi, mereka yang makan makanan tinggi protein dan mereka yang memiliki encok. Faktor genetik tertentu dan kelainan pada jaringan penghasil darah juga dapat membuat anda cenderung mengalami batu uric acid. 4. Batu cystine Batu ginjal jenis ini memiliki kasus yang sedikit. Batu ini terbentuk pada mereka yang memiliki kelainan secara turun temurun yang menyebabkan ginjal menghasilkan asam amino (cystinuria) tertentu dalam jumlah banyak. 5. Batu lainnya Kasus batu ginjal langka lainnya juga dapat terjadi. Mengetahui jenis batu ginjal yang anda alami dapat membantu anda mengerti apa yang menyebabkan batu ginjal terbentuk dan dapat memberikan petunjuk apa yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami batu ginjal. Pencegahan Penyakit batu ginjal bisa dicegah dengan membiasakan diri mempraktekan pola hidup sehat. Lebih jelasnya seperti poin-poin di bawah ini : 1. Perubahan gaya hidup. 2. Minum cukup air setiap hari 3. Makan lebih sedikit makanan kaya oxalate, seperti bayam, ubi, teh, cokelat dan produk kedelai 4. Memilih makanan yang rendah garam dan protein hewani 5. Makan makanan kaya kalsium, akan tetapi membatasi penggunaan suplemen kalsium |
| Posted: 23 Oct 2014 10:53 PM PDT DokterSehat.Com – Penyakit kelamin merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman yang ditularkan melalui hubungan seks oral maupun melalui hubungan antar kelamin. Maka dari itu, untuk menghindari penyakit kelamin ini dianjurkan agar tidak melakukan hubungan seks secara sembarang dan tidak membabi buta. Setia pada pasangan atau menggunakan alat pengaman seperti kondom adalah alternatifnya. Tiga fungsi utama penis, yang pertama untuk membuang urine karena merupakan perpanjangan dari uretra, fungsi seksual, dan terakhir yang terpenting adalah fungsi reproduksi. Ketiga fungsi tersebut akan dapat berfungsi dengan baik hanya bila seorang pria memiliki penis yang sehat dan kuat. Di sisi lain, penis yang sehat dan kuat juga meningkatkan kepercayaan diri pria loh. Bila anda tak pintar-pintar menjaganya, organ kebanggaan anda tersebut bisa dengan mudah diserang penyakit. Berikut ini adalah beberapa penyakit kelamin yang bisa mengancam kesehatan dan kekuatan penis pria : 1. Penyakit kelamin penis loyo Banyak kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi saraf, otot atau aliran darah yang diperlukan untuk mendapatkan ereksi. Diabetes, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, cedera tulang belakang,dan multiple sclerosis dapat berkontribusi untuk terjadinya disfungsi ereksi. Selain itu, rokok, depresi, alkohol, obat-obatan tertentu, stres, emosi negatif, kecemasan, kegemukan dan gangguan hormon juga bisa membuat ereksi pria tak bisa maksimal. 2. Penyakit kelamin sakit saat ejakuasi Nyeri saat ejakulasi atau berkemih bisa disebabkan karena peradangan penis, testis atau prostat. Pada kasus yang sangat jarang, nyeri saat ejakulasi juga bisa disebabkan karena batu di prostat atau penyumbatan pada saluran-saluran sperma. 3. Penyakit menular seksual HPV genital, klamidia, herpes kelamin, gonore, sifilis, dan moluskum merupakan beberapa jenis penyakit menular seksual yang banyak menyerang penis. Meski mudah menular, penyakit-penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. 4. Penyakit kelamin peyronie Penyakit kelamin Peyronie atau penis bengkok ditandai oleh plak atau benjolan keras, yang terbentuk pada jaringan ereksi penis. Plak sering terbentuk karena suatu peradangan yang dapat berkembang menjadi jaringan fibrosa. Meskipun penyebab penyakit Peyronie tidak diketahui pasti, beberapa dokter berteori bahwa kelengkungan terjadi akibat adanya trauma pada penis. Pada kondisi normal, ereksi penis biasanya lurus seperti panah. Tapi pada penderita Peyronie, penis bisa melengkung tajam ke arah kiri, kanan, atas atau bawah, bahkan menjadi lebih pendek, sehingga membuat hubungan seksual tidak mungkin terjadi. 5. Penyakit kelamin priapism Priapism adalah kondisi ereksi yang berlangsung selama lebih dari 4 jam tanpa adanya rangsangan seksual dan biasanya bersifat menyakitkan. Kondisi ini terjadi jika darah di penis terjebak dan tidak mampu mengalir. Kondisi ini dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk bayi yang baru lahir. Jika tidak segera diobati maka bisa menyebabkan jaringan parut dan disfungsi ereksi permanen. 6. Penyakit kelamin phimosis Phimosis merupakan istilah yang menggambarkan keadaan kulup penis yang tak dapat ditarik. Normalnya kulit diujung penis dapat ditarik pada usia 10 tahun atau menginjak pubertas. Penyebabnya kemungkinan adalah kegagalan kulup melonggarkan diri selama pertumbuhan. Bisa juga karena infeksi balinitis, cacat atau penyakit alat kelamin. Phimosis dapat menyebabkan rasa sakit pada penderita saat berkemih jika kulup lengket dan menutup lubang penis. Penyumbatan ini disebabkan kotoran urine yang mengkristal dalam kulup. |
| Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1 Posted: 23 Oct 2014 06:48 PM PDT DokterSehat.Com – Bukan hanya kanker serviks saja penyakit yang ditakuti sebagian besar wanita, tapi begitu juga dengan kanker payudara. Kanker payudara atau karsinoma payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Jenis kanker ini biasanya dialami oleh wanita, tapi bisa juga dialami oleh pria walaupun sangat jarang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2020 nanti jumlah kasus kanker payudara akan meningkat. Frekuensi kasus penyakit kanker ini relatif tinggi di negara maju dan merupakan terbanyak diderita dari jenis kanker lainnya. Di Indonesia, kanker payudara menempati peringkat kedua setelah kanker serviks. Untuk itu, penyakit kanker ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi sejumlah wanita di Indonesia. Agar tak terkena kanker payudara, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan mengonsumsi beberapa makanan sehat untuk mencegah kanker payudara, seperti ikan salmon, sayur berdaun hijau, brokoli, buah delima, dan kacang brazil. Lalu apa penyebab terjadinya penyakit kanker payudara yang sering dialami oleh wanita? Faktor reproduksi mungkin menjadi penyebab timbulnya sel kanker payudara selain faktor penggunaan hormon terutama hormon astrogen. Selain kedua faktor di atas, penyakit fibrokistik, radiasi ionisasi, serta obesitas mengambil peranan penting sebagai penyebab timbulnya kanker payudara pada wanita. Makanan juga mengambil faktor penting timbulnya penyakit kanker payudara terutama makanan yang mengandung bahan pengawet seperti boraks, zat pewarna makanan tekstil. Ciri-ciri kanker payudara stadium 1 :
Setiap wanita dapat melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi gejala awal kanker payudara seminggu setelah menstruasi, waktu seminggu setelah menstruasi sangat tepat karena pada saat itu hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah. Hormon estrogen dan progesteron mengontrol dan mempengaruhi besar atau kecilnya payudara. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
Bagaimanakah mengenal ciri-ciri seorang wanita mengalami gangguan pada payudaranya ?
Penanganan Kanker Payudara Stadium 1 Jika ditemukan adanya gangguan atau masalah pada payudara, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa USG payudara, jika hasilnya masih meragukan maka akan dilanjutkan dengan mamografi untuk mengetahui apakah tumor jinak atau ganas. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada usia muda 20-30 tahun. Tapi bagi perempuan yang sudah menikah, mengonsumsi kontrasepsi hormonal, pakai silikon atau operasi plastik pada payudaranya, sebaiknya memberikan perhatian lebih untuk pemeriksaan tersebut. Dengan mengenal ciri-ciri kanker payudara stadium 1 di atas, hendaknya para wanita lebih waspada terhadap tanda-tanda yang timbul di sekitar payudara. |
| Yuk, Kenali Gejala Penyakit Ginjal Posted: 23 Oct 2014 06:47 PM PDT DokterSehat.Com – Gejala penyakit ginjal pada awalnya memang tidak begitu terlihat dan akan terlihat jelas ketika penyakit ginjal telah masuk ke stadium kronis, penyakit ginjal jika tidak segera ditangani akan berakibat pada gagal ginjal dimana organ ini tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai organ ekskresi. Sebagai organ vital, ginjal harus dirawat sebaik mungkin. Kalau tidak, penyakit gagal ginjal bukanlah suatu yang mustahil akan menyerang diempunya. Walau kecil, organ ginjal ini tergolong sangat vital sehingga masyarakat awam menyebutnya juga dengan buah pinggang. Gejala ginjal bermasalah untuk tiap orang berbeda dan tidak spesifik, bisa hanya terasa seperti panas di daerah pinggang, nyeri pinggang atau susah kencing, bahkan banyak yang tanpa gejala sama sekali. Banyak minum air putih, beraktivitas (olahraga), tidak duduk terlalu lama bisa menolong untuk menghindarkan gangguan ginjal. Bila diketahui penyakit ginjal masih dalam tahap awal atau dini, pengobatannya masih relatif mudah. Hati-hati dengan konsumsi obat-obatan sembarangan atau jamu, karena mungkin obat-obatan itu akan memperberat kerja ginjal. Jadi sebaiknya obat apapun yang akan dikonsumsi (terutama bagi orang dengan penyakit ginjal) sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Berikut ini daftar gejala-gejala penyakit ginjal yang harus Anda waspadai :
|
| Posted: 23 Oct 2014 06:47 PM PDT DokterSehat.Com – Diabetes Insipidus Nefrogenik adalah suatu kelainan dimana ginjal menghasilkan sejumlah besar air kemih yang encer karena ginjal gagal memberikan respon terhadap hormon antidiuretik dan tidak mampu memekatkan air kemih. Penyebab Dalam keadaan normal, ginjal mengatur konsentrasi air kemih sesuai dengan kebutuhan tubuh.Pengaturan ini merupakan respon terhadap kadar hormon antidiuretik di dalam darah.Hormon antidiuretik (yang dihasilkan dari kelenjar hipofisa), memberikan sinyal kepada ginjal untukmenahan air dan memekatkan air kemih. Terdapat 2 jenis diabetes insipidus.Pada diabetes insipidus nefrogenik, ginjal tidak memberikan respon terhadap hormon antidiuretiksehingga ginjal terus menerus mengeluarkan sejumlah besar air kemih yang encer.Pada diabetes insipidus lainnya, kelenjar hipofisa gagal menghasilkan hormon antidiuretik. Diabetes insipidus bisa merupakan penyakit keturunan.Gen yang menyebabkan penyakit ini bersifat resesif dan dibawa oleh kromosom X, karena itu hanyapria yang terserang penyakit ini.Wanita yang membawa gen ini bisa mewariskan penyakit ini kepada anak laki-lakinya Penyebab lain dari diabetes insipidus nefrogenik adalah obat-obat tertentu yang bisa menyebabkankerusakan pada ginjal :
gejala Jika merupakan penyakit keturunan, maka gejala biasanya mulai timbul segera setelah lahir. Gejalanya berupa rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang encer (poliuri). Bayi tidak dapat menyatakan rasa hausnya, sehingga mereka bisa mengalami dehidrasi. Bayi bisa mengalami demam tinggi yang disertai dengan muntah dan kejang-kejang. Jika tidak segera terdiagnosis dan diobati, bisa terjadi kerusakan otak, sehingga bayi mengalami keterbelakangan mental. Dehidrasi yang sering berulang juga akan menghambat perkembangan fisik. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar natrium yang tinggi dalam darah dan air kemih yangsangat encer. Fungsi ginjal lainnya tampak normal. Pengobatan Untuk mencegah dehidrasi, penderita harus selalu minum cairan dalam jumlah yang cukup ketika mereka merasa haus. Penderita bayi dan anak-anak harus sering diberi minum. Jika asupan cairan mencukupi, jarang terjadi dehidrasi. Obat-obat tertentu dapat membantu, seperti diuretik tiazid (misalnya hidrochlorothiazid/HCT) dan obat-obat anti peradangan non-steroid (misalnya indometacin atau tolmetin). |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments