Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Ketahuilah Rahasia Orang-orang Yang Jarang terkena Penyakit

Posted: 20 Feb 2015 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Ada beberapa orang yang tidak pernah atau jarang sekali mengalami sakit apa pun. Mungkin selama hidupnya, sakit yang dialami dapat dihitung dengan jari. Pernahkah Anda bertanya-tanya apa rahasia mereka? Bacalah di bawah ini 7 alasan paling umum mengapa beberapa orang tidak mudah terserang penyakit.

  • Mereka yang mengalami lebih sedikit stres
    Pada saat stres, tubuh, secara alami berada dalam kondisi wasapada, menghasilkan sejumlah besar adrenalin dan kortisol, dimana pada saat yang sama menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga kemampuannya untuk memerangi bakteri dan virus berkurang.

    Ketika terjadi gangguan permanen pada sistem kekebalan tubuh akibat stres yang diderita dan ditambah ada faktor-faktor lain, seperti predisposisi genetik, maka seringkali sistem kekebalan tubuh mulai memperlakukan tubuh sendiri sebagai benda asing dan berbalik melawan berbagai organ, menyebabkan penyakit autoimun (misalnya: rheumatoid arthritis, tiroiditis).

    Penelitian juga menunjukkan bahwa orang di bawah stres lebih rentan terhadap penyakit jantung, mereka lebih mungkin untuk menderita sindrom usus atau penyakit lain dari sistem gastro-intestinal (misalnya gastritis, ulkus) dan menghadapi peningkatan risiko gangguan mental, seperti depresi.

    Stres juga memiliki dampak pada kesuburan wanita, kesehatan kulit, mempengaruhi metabolisme dan berhubungan dengan gangguan ereksi. Selain itu stres sering memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada seperti osteoporosis dan asma bronkial.

  • Mereka mencintai bakteri
    Biarkan anak-anak anda bermain dengan kotoran, tidak mencuci tangan dengan sabun antibakteri sepanjang waktu, berhenti mencemaskan apakah rumah anda cukup bersih atau tidak. Dengan kata lain, menaruh sedikit kotoran dalam hidup Anda!

    Ini sesuai dengan apa yang para ahli sarankan, karena kini telah dibuktikan bahwa kebersihan yang berlebihan mungkin menjadi sebagian penyebab wabah asma, eczemas dan umumnya alergi, terutama untuk anak-anak.

    Bahkan, peneliti dari University of Brunel di London mengamati lebih dari 13.000 anak-anak dari usia janin mereka sampai setelah usia 16 tahun dan menemukan bahwa wanita yang menggunakan banyak produk pembersih rumah tangga selama kehamilan atau segera setelah lahir, akan meningkatkan risiko asma untuk anak-anak mereka.

    Bukan kebetulan juga bahwa persentase alergi pada orang yang tinggal di apartemen "steril" di kota lebih tinggi daripada mereka yang tinggal di rumah-rumah biasa di pinggiran kota. Kontak sejak usia dini dengan kuman membantu menciptakan antibodi, sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh kita untuk melawan penyakit.

  • Mereka lebih memilih perawatan alami dengan herbal
    Pengobatan ala Barat biasanya menjadi alternatif utama sebagai cara pengobatan untuk semua masalah kesehatan yang dialami, namun seharusnya kita tidak mengabaikan peran alam juga.

    Pertama, Hippocrates telah berbicara tentang kekuatan tanaman dan rempah-rempah yang, berkat sifat mereka, berkontribusi terhadap pengobatan banyak penyakit. Bahkan, dari sekitar 250 tanaman yang digunakan pada pasien-pasiennya, beberapa dari mereka adalah dasar untuk pengobatan modern.

    Menurut pengobatan tradisional Cina, semua orang dapat menemukan ramuan yang berharga untuk setiap masalah (misalnya, hipertensi, obesitas, pelemahan sistem kekebalan tubuh). Namun ini tentu saja bukan berarti bahwa kita harus membeli ramuan apa pun yang tersedia di pasar untuk tetap sehat.

    Sebuah perubahan kecil dalam kehidupan kita sehari-hari adalah dengan memulai. Konsumsi secara rutin teh hijau, misalnya, akan mengurangi tekanan darah dan lemak. Teh hijau juga memiliki kasiat anti-kanker karena mengandung polifenol, yang dikenal sebagai catechin.

  • Mereka mendapatkan lebih jam tidur
    Tidur yang cukup, tapi tidak berlebihan (lebih dari 8-9 jam sehari), dianggap sebagai faktor umur panjang. Bahkan, penelitian dari Harvard Medical School telah menunjukkan bahwa mereka yang tidur lebih dari 6 jam sehari memiliki kemungkinan untuk hidup lebih lama.

    Kurang tidur memiliki efek secara substansial setara dengan tubuh dengan situasi stres, karena lebih banyak kortisol diproduksi (dikenal sebagai "hormon stres"), yang pada gilirannya meningkatkan tekanan darah, meningkatkan kemungkinan serangan jantung dan stroke.

    Juga, studi tentang orang-orang yang bekerja di malam hari menunjukkan tingkat yang lebih tinggi terkena kanker payudara dan usus. Penelitian ini menyebutkan bahwa orang-orang ini terkena lebih banyak cahaya di malam hari, sehingga tubuh mereka memproduksi lebih sedikit melatonin, hormon yang diyakini memiliki efek protektif terhadap kanker.

    Para peneliti dari Columbia University juga membuktikan bahwa orang dewasa yang tidur beberapa jam setiap hari lebih mungkin untuk menjadi gemuk. Jumlah jam tidur juga berhubungan dengan masalah temperamen. Akhirnya, menurut para ahli, risiko penyakit bagaimanapun meningkat saat kita tidur kurang dari 6-7 jam.

  • Mereka makan lebih sedikit
    Selama beberapa dekade, para ilmuwan percaya bahwa konsumsi kalori lebih sedikit setiap hari akan menyebabkan tahun hidup bertambah.

    Para peneliti dari University of Wisconsin juga menemukan fakta bahwa konsumsi kalori yang lebih sedikit akan meminimalkan resiko orang-orang tekena kanker, penyakit jantung dan diabetes.

    Menurut spesialis, untuk memperpanjang hidup kita dan, tentu saja, untuk menghilangkan risiko penyakit yang berhubungan dengan berat badan yang berlebihan (misalnya, diabetes, hipertensi, peningkatan lemak dalam darah, dll), kita pertama-tama harus membatasi kalori yang berasal dari gula sederhana (seperti gula pasir), karena peningkatan insulin tampaknya berkaitan dengan penurunan harapan hidup.

  • Mereka sering melakukan detoksifikasi
    Banyak bahan kimia yang digunakan saat ini, seperti dioxin dan PCB, tidak ada dalam lingkungan pada satu abad terakhir. Ini mungkin yang menjadi alasan mengapa dalam beberapa dekade terakhir persentase terjadinya penyakit telah meningkat (misalnya kanker) yang terkait dengan paparan zat-zat beracun, begitu kata para ahli.

    Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mengkonfirmasi manfaat dari detoksifikasi, perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari akan membantu menyingkirkan akumulasi bahan kimia di dalam tubuh kita yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

  • Mereka mempertahankan keseimbangan PH mereka
    Tubuh akan sehat ketika mempertahankan keseimbangan asam dan basa (pH) ke tingkat normal (netral adalah 7). Jika kadar pH lebih rendah dari rata-rata, gejala yang akan muncul misalnya, perasaan kelelahan dan masalah pencernaan.

    Dengan memperkaya diet kita dengan sayuran, kita mengurangi risiko menciptakan lingkungan yang asam dalam tubuh dan kita menjaga kesehatan tubuh kita.

 

Manfaat Pelukan bagi Kesehatan Jiwa

Posted: 20 Feb 2015 01:00 AM PST

DokterSehat.Com - Manfaat berpelukan dengan orang-orang yang tersayang memberikan banyak hal yang bermanfaat baik itu bagi kesehatan jasmani maupun rohani kita yang menjalaninya. Karena itulah kita juga tidak menyepelekan dampak pengaruh pelukan untuk pasangan dan anak-anak kita yang begitu besar.

Pelukan adalah sebuah terapi yang ampuh untuk menyembuhkan aneka penyakit. Penelitian mengatakan seperti informasi yang dilansir dari Mindbodygreen bahwasannya memeluk dan juga tertawa sangat efektif dalam menyembuhkan depresi, kecemasan, dan salah satu tips menghilangkan stress dan beberapa penyakit yang erat kaitannya dengan stres.

Para ahli jiwa merekomendasikan setidaknya delapan pelukan sehari untuk lebih bahagia dan menikmati hubungan yang lebih baik. Sedangkan terapis keluarga Virginia Satir menyatakan bahwa kita membutuhkan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk kesehatan dan 12 pelukan untuk pertumbuhan.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa tindakan sederhana seperti memeluk dapat meningkatkan jumlah hormon oksitosin dalam tubuh. Hormon oksitosin merupakan hormon yang dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan diri, mengurangi rasa takut, serta meningkatkan kasih sayang dan ketenangan. Hormon oksitosin ini juga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan infeksi dan

kelelahan, serta mengurangi stres dan depresi. Sedangkan penelitian yang lain menyatakan bahwa pelukan pada anak dapat meningkatkan kecerdasan otak. Hasil penelitian ini menjadi alasan mengapa tindakan sederhana seperti memeluk tidak hanya memperkuat ikatan dengan orang lain, tetapi juga memperkuat fisik, emosi dan kesehatan.

Salah satu hal unik dari berpelukan adalah orang yang memeluk dan yang dipeluk sama-sama merasakan manfaat yang sama. Agar pelukan kita memiliki dampak lebih baik, diharapkan sebelum memeluk singkirkan hal-hal yang dapat mengganggu pikiran seperti urusan pekerjaan, urusan rumah dan lain-lain. Memberikan pelukan dengan kepala penuh berbagai pikiran dapat mengurangi energi positif dan kehangatan yang akan kita berikan. Bebaskan tangan kita dari benda-benda yang ada di tangan seperti telepon genggam, tas, kunci atau barang lainnya sehingga lebih leluasa untuk memeluk. Lakukan pelukan minimal tiga detik

untuk merasakan dampaknya pada tubuh.

Di Indonesia dan beberapa negara lainnya, berpelukan yang memberikan dampak positif dilakukan oleh pasangan suami istri, saudara, teman, dan orang tua pada anaknya. Pelukan dapat membawa dampak negatif jika dilakukan pada orang yang tidak suka melakukan

kontak fisik, terkait dengan perbedaan pandangan pribadi dan budaya. Pelukan juga perlu diberikan pada saat yang tepat, pada orang yang tepat dan sesegera mungkin.

Sayangnya, banyak yang belum mengetahui manfaat dari pelukan atau menganggap pelukan sebagai hal yang kurang lazim. Hal ini membuat kita tidak terbiasa dan tidak nyaman untuk minta dipeluk atau memeluk keluarga sendiri. Akhirnya, kita atau anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang kekurangan sentuhan dan kasih sayang. Jangan sampai kita mempercayai pendapat bahwa anak yang sering dipeluk akan tumbuh menjadi anak yang

cengeng dan manja. Sebaliknya, bayi atau anak yang sering disentuh atau dibelai orang tuanya akan tumbuh menjadi seseorang yang penyayang, tubuhnya menjadi lebih sehat, dan percaya diri.

Bisa jadi kurangnya pelukan diantara suami istri,

saudara, dan orang tua pada anak menjadi salah

satu faktor banyaknya masalah atau gangguan emosi yang muncul dalam masyarakat. Misalnya, tingginya angka kejahatan kriminalitas, narkoba dan kenakalan remaja. Kekerasan dalam rumah tangga juga dapat terjadi karena kekurangan pelukan, tidak ada sosok atau contoh yang dapat memberikan kasih sayang dan perhatian. Dan bisa jadi solusi untuk mengurangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memberikan pelukan kasih sayang diantara pasangan suami istri, saudara, teman dan orang tua-anak. Jadi, tunggu apalagi segera berikan pelukan terbaik bagi keluarga kita.

Tips dalam Menghadapi Tekanan

Posted: 19 Feb 2015 09:00 PM PST

DokterSehat.Com – Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh dan menjadi sukses.

Hidup kita memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai zaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari.

Lakukan hal-hal berikut yang bisa membuat kita bersemangat sehingga
siap menghadapi tekanan setiap harinya :

  • Bangun pagi, lakukan ibadah pagi sesuai dengan agama dan keyakinan kita, kemudian minum air putih dengan suhu normal 2 (dua) gelas langsung, lalu lakukan senam ringan dan jalan pagi di sekitar  rumah sambil menghirup udara pagi dalam-dalam. Nikmati udara yang kita hirup, pemandangan di sekitar rumah, dan suasana sekitar yg masih tenang di pagi hari.
  • Tulis 10 hal yang kita syukuri setiap pagi.
  • Jalani hari dengan semangat, jika ada hambatan dan pikiran negatif muncul, langsung ditantang, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran kita.
  • Lakukan relaksasi di sore hari dengan duduk di tempat yang tenang, melakukan rileksasi tubuh, tutup mata, dan bernafas perlahan (tidak terburu-buru), perkirakan dalam 1 menit kita menarik dan menghembuskan nafas sebanyak 10 kali. Fokuskan perhatian pada nafas dan nikmati setiap tarikan dan hembusan nafas sambil katakan (dalam hati) pada diri sendiri untuk rileks. Lalu lihat kembali daftar hal yang kita syukuri hari ini.
Advertisemen