Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Fakta Penting Tentang Seks Ketika Hamil
- 7 Makanan Agar Anda Cepat Hamil
- Anak Batuk Dan Banyak Lendir
- Yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi
- Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik
- Apa Itu Kanker Kolorektal (Rektum)?
- Penyakit Reproduksi Wanita yang Mematikan
- Diet Seru Dengan 3 Langkah Mudah
- Bahaya Mencabut Bulu Hidung
| Fakta Penting Tentang Seks Ketika Hamil Posted: 01 Mar 2015 07:00 AM PST DokterSehat.Com – Seks ketika hamil tidaklah dilarang, tapi terkadang beberapa wanita merasa ragu untuk melakukannya. Padahal jika dilakukan dengan cara yang tepat seks saat hamil akan aman-aman saja. Sebagian besar dari wanita justru ketika hamil merasa lebih bergairah untuk bercinta. Berhubungan suami istri ketika hamil tentunya harus dilakukan dengan cara dan gaya yang tepat. Karena perut ibu hamil membesar sehingga hal ini membuat tidak nyaman bagi pasangan ketika melakukan seks. Tapi Anda tidak perlu khawatir karena ada tips agar Anda bisa menikmati seks hebat ketika hamil :
|
| 7 Makanan Agar Anda Cepat Hamil Posted: 01 Mar 2015 04:00 AM PST DokterSehat.Com – Salah satu upaya yang dapat anda lakukan untuk membantu dalam meningkatkan kesuburan pada istri maupun suami agar cepat hamil ialah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Jika saat ini anda sangat berusaha untuk menantikan kehamilan, sebaiknya anda lebih memperhatikan makanan dan asupan nutrisi yang baik untuk menunjang kesuburan anda dan pasangan anda. Sebelum anda mengkonsumsi vitamin-vitamin yang tidak jelas keamanannya, ada baiknya anda mencari tahu makanan apa saja yang bisa meningkatkan kesuburan dan mengkonsumsi makanan yang sehat untuk dijadikan makanan harian anda. Apa saja jenis makanan tersebut? Berikut adalah makanan sehat yang dapat membantu anda agar cepat hamil dan dapat anda jadikan menu yang berbeda setiap harinya :
|
| Posted: 01 Mar 2015 02:00 AM PST Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, anak saya sudah 1 bulan ini batuk flu, sudah dibawa kedokter dan dikasih obat tetapi batuk dan flu nya belum juga kunjung sembuh. Saya sangat khawatir dokter karena batuk anak saya berdahak dan sepeti banyak lendir didalam dada nya. Apa perlu anak saya di lakukan tes darah? Terimakasih Salam Ibu Vety Antika Arsyah Jawaban Konsultasi Bagaimana dengan aktivitas, pola makannya? Kami sarankan untuk diperiksakan dulu ke spesialis anak baru dapat ditentukan pemeriksaan lanjutan apa yg diperlukan. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi Posted: 01 Mar 2015 01:00 AM PST DokterSehat.Com – Saat sedang haid, sejumlah wanita biasanya merasakan kelelahan sehingga malas sekali untuk melakukan aktivitas. Belum lagi jika merasakan nyeri haid pada hari pertama dan kedua. Hal itu bisa membuat emosi seorang wanita jadi naik. Berikut ini, kami berikan tips terbaik dari makanan dan minuman yang sebaiknya Anda konsumsi selama masa menstruasi atau datang bulan, yang dapat menyeimbangkan hormon dan membuat tubuh Anda jauh lebih nyaman :
Silahkan mencoba tips di atas, semoga dapat membantu Anda dalam mengatasi sakit yang Anda alami selama masa menstruasi. |
| Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik Posted: 01 Mar 2015 12:54 AM PST DokterSehat.Com – Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik (adanya zat besi di dalam paru-paru) adalah penyakit yang jarang terjadi tetapi sering berakibat fatal, dimana darah dari kapiler masuk ke dalam paru-paru. Penyebab Penyebabnya tidak diketahui. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak, tapi juga dapat mengenai orang dewasa. Sebagian darah yang masuk ke paru-paru akan dibersihkan oleh sel pembersih di dalam paru-paru. Hasil penguraian darah akan mengiritasi paru-paru sehingga terbentuk jaringan parut. Gejala Gejala utama adalah batuk darah (hemoptisis). Frekuensi dan beratnya tergantung kepada seberapa sering kapiler bocor dan darahnya masuk ke dalam paru-paru. Setelah paru-paru menjadi jaringan parut, timbullah sesak nafas. Kehilangan banyak darah bisa memicu terjadinya anemia, sedangkan perdarahan yang hebat akan menyebabkan kematian. Pengobatan Corticosteroid dan obat sitotoksik seperti azathioprine diberikan untuk membantu mengurangi peradangan. Jika terjadi kehilangan banyak darah, mungkin perlu dilakukan transfusi. Untuk mengatasi rendahnya kadar oksigen dalam darah, diberikan terapi oksigen. |
| Apa Itu Kanker Kolorektal (Rektum)? Posted: 01 Mar 2015 12:16 AM PST DokterSehat.Com – Kanker kolorektal berasal dari jaringan usus besar (bagian terpanjang dari usus besar besar) atau rektum, (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus). Sebagian besar kanker kolorektal adalah tipe kanker adenocarcinomas (Kanker yang berasal dari sel yang membuat dan melepaskan lendir atau cairan lainnya). Penyebab Seseorang dengan riwayat keluarga menderita kanker kolon, memiliki resiko tinggi mengidap kanker. Riwayat poliposis keturunan atau penyakit yang serupa juga meningkatkan resiko kanker kolon. Penderita kolitis ulserativa atau penyakit Crohn memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker. Resikonya berhubungan dengan usia penderita pada saat kelainan ini timbul dan lamanya penderita mengalami kelainan ini. Makanan memegang perananan penting dalam resiko kanker kolon, tetapi bagaimana caranya, tidak diketahui. Di seluruh dunia, orang dengan resiko tertinggi adalah yang tinggal di perkotaan dan mengkonsumsi makanan khas orang-orang barat yang kaya. Makanan tersebut rendah serat dan tinggi protein hewan, lemak dan karbohidrat. Resiko agaknya menurun dengan diet tinggi kalsium, vitamin D dan sayuran seperti toge Brusel, kubis dan brokoli. Gejala Kanker kolorektal tumbuh perlahan dan memakan waktu yang lama sebelum menyebabkan gejala. Gejalanya tergantung kepada jenis, lokasi dan penyebaran kanker. Usus besar sebelah kanan (kolon asendens) memiliki diameter yang besar dan dinding yang tipis. Karena isinya berupa cairan, kolon asendens tidak akan tersumbat sampai terjadinya stadium akhir kanker. Tumor pada kolon asendens bisa begitu membesar sehingga dapat dirasakan melalui dinding perut. Lemah karena anemia yang berat mungkin merupakan satu-satunya gejala. Usus besar sebelah kiri (kolon desendens) memiliki diameter yang lebih kecil dan dinding yang lebih tebal dan tinjanya agak padat. Kanker cenderung mengelilingi bagian kolon ini, menyebabkan sembelit dan buang air besar yang sering, secara bergantian. Karena kolon desendens lebih sempit dan dindingnya lebih tebal, penyumbatan terjadi lebih awal. Penderita mengalami nyeri kram perut atau nyeri perut yang hebat dan sembelit. Tinja bisa berdarah, tetapi lebih sering darahnya tersembunyi, dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Kebanyakan kanker menyebabkan perdarahan, tapi biasanya perlahan. Pada kanker rektum, gejala pertama yang paling sering adalah perdarahan selama buang air besar. Jika rektum berdarah, bahkan bila penderita diketahui juga menderita wasir atau penyakit divertikel, juga harus difikirkan kemungkinan terjadinya kanker. Pada kanker rektum, penderita bisa merasakan nyeri saat buang air besar dan perasaan bahwa rektumnya belum sepenuhnya kosong. Duduk bisa terasa sakit. Tetapi biasanya penderita tidak merasakan nyeri karena kankernya, kecuali kanker sudah menyebar ke jaringan diluar rektum. Diagnosa Seperti kanker lainnya, pemeriksaan penyaring rutin, membantu penemuan dini dari kanker kolorektal. Tinja diperiksa secara mikroskopik untuk menghitung jumlah darah. Untuk membantu meyakinkan hasil pemeriksaan yang tepat, penderita memakan daging merah tinggi serat selama 3 hari sebelum pengambilan sampel tinja. Bila pemeriksaan penyaring ini menunjukan kemungkinan kanker, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan. Sebelum dilakukan endoskopi, usus dikosongkan, seringkali dengan menggunakan pencahar dan beberapa enema. Sekitar 65% kanker kolorektal dapat dilihat dengan sigmoidoskop. Bila terlihat polip yang mungkin ganas, seluruh usus besar diperiksa dengan kolonoskopi, yang daya jangkaunya lebih panjang. Beberapa pertumbuhan yang terlihat ganas diangkat dengan menggunakan alat bedah melalui kolonoskopi, pertumbuhan lainnya harus diangkat dengan pembedahan biasa. Pemeriksaan darah dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Pada 70% orang yang menderita kanker kolorektal, kadar antigen karsinoembriogenik dalam darahnya tinggi. Bila sebelum kanker diangkat kadar antigen ini tinggi, maka sesudah pembedahan kadarnya bisa turun. Pada kunjungan berikutnya, kadar antigen ini diukur kembali; jika kadarnya meningkat berarti kanker telah kambuh kembali. Bisa juga dilakukan pengukuran 2 antigen lainnya, yaitu CA19-9 dan CA 125, yang mirip dengan antigen karsinoembbriogenik. Pengobatan Pengobatan utama pada kanker kolorektal adalah pengangkatan bagian usus yang terkena dan sistem getah beningnya. 30% penderita tidak dapat mentoleransi pembedahan karena kesehatan yang buruk, sehingga beberapa tumor diangkat melalui elektrokoagulasi. Cara ini bisa meringankan gejala dan memperpanjang usia, tapi tidak menyembuhkan tumornya. Pada kebanyakan kasus kanker kolon, bagian usus yang ganas diangkat dengan pembedahan dan bagian yang tersisa disambungkan lagi. Untuk kanker rektum, jenis operasinya tergantung pada seberapa jauh jarak kanker ini dari anus dan seberapa dalam dia tumbuh ke dalam dinding rektum. Pengangkatan seluruh rektum dan anus mengharuskan penderita menjalani kolostomi menetap (pembuatan hubungan antara dinding perut dengan kolon). Dengan kolostomi, isi usus besar dikosongkan melalui lubang di dinding perut ke dalam suatu kantung, yang disebut kantung kolostomi. Bila memungkinkan, rektum yang diangkat hanya sebagian, dan menyisakan ujung rektum dan anus. Kemudian ujung rektum disambungkan ke bagian akhir dari kolon. Terapi penyinaran setelah pengangkatan tumor, bisa membantu mengendalikan pertumbuhan tumor yang tersisa, memperlambat kekambuhan dan meningkatkan harapan hidup. Pengangkatan tumor dan terapi penyinaran, efektif untuk penderita kanker rektum yang disertai 1-4 kanker kelenjar getah bening. Tetapi kurang efektif pada penderita kanker rektum yang memiliki lebih dari 4 kanker kelenjar kelenjar getah bening. Jika kanker kolorektal telah menyebar dan tampaknya pembedahan tidak membantu penyembuhan, bisa dilakukan kemoterapi dengan florouracil dan levamisole, yang bisa meningkatkan harapan hidup. Bila kanker kolorektal telah begitu menyebar sehingga tidak dapat diangkat seluruhnya, pembedahan untuk meringankan penyumbatan usus, bisa meringankan gejala. Tetapi harapan hidupnya hanya sekitar 7 bulan. Jika kanker telah menyebar hanya ke hati, obat kemoterapi dapat disuntikan langsung ke dalam pembuluh darah yang menuju ke hati. Meskipun mahal, pengobatan ini bisa memberikan lebih banyak keuntungan daripada kemoterapi yang biasa. Tetapi pengobatan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bila kanker telah menyebar di luar hati, pengobatan ini tidak efektif lagi. Setelah kanker kolorektal diangkat seluruhnya melalui pembedahan, dilakukan kolonoskopi untuk memeriksa usus yang tersisa, sebanyak 2-5 kali setiap tahunnya.Bila pemeriksaan ini tidak menunjukkan adanya kanker, pemeriksaan berikutnya dilakukan setiap 2-3 tahun sekali. |
| Penyakit Reproduksi Wanita yang Mematikan Posted: 28 Feb 2015 10:00 PM PST DokterSehat.Com – Ladies, sangat banyak jenis penyakit reproduksi wanita dari mulai ovarium, serviks, dan juga Miss V. Miss V merupakan organ vital pada wanita yang berbentuk saluran berotot. Saluran Miss V ini berlangsung dari rahim ke luar tubuh. Seperti disebutkan www.kaahe.org, Miss V tidak pernah lepas dari berbagai masalah. Beberapa di antaranya adalah disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kanker Miss V merupakan salah satu penyakit reproduksi wanita yang mematikan yang diduga disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang menginfeksi sel-sel kanker menyerang jaringan lain di seluruh tubuh. Ada dua jenis kanker Miss V, yakni kanker Miss V itu sendiri dan kanker vulva. Kanker Miss V merupakan jenis kanker langka yang cenderung mengakibatkan kematian pada penderitanya, meski masih bisa disembuhkan pada tahap awal. Jenis lain dari kanker Miss V adalah kanker vulva. Kanker vulva membutuhkan beberapa tahun untuk berkembang menjadi sel kanker mematikan dalam tubuh. Kanker Miss V dan kanker vulva umumnya terjadi pada wanita berusia 60 tahun atau lebih. Anda juga beresiko lebih tinggi terkena kedua jenis kanker ini jika Anda memiliki infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus). Pengobatan untuk kanker Miss V dan kanker vulva bisa berupa operasi, terapi radiasi, kemoterapi, atau bisa juga kombinasi dari perawatan-perawatan tersebut. Untuk kasus kanker vulva, kanker vulva dapat diatasi dengan terapi laser. Selain menyerang Miss V, kanker juga menyerang organ reproduksi wanita lainnya seperti mulut rahim. Kanker mulut rahim, atau lebih populer dengan sebutan kanker serviks, terjadi jika terdapat sel yang tumbuh secara abnormal di wilayah lapisan epitel mulut rahim. Pencegahan terhadap penyakit reproduksi wanita berupa kanker ini bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. |
| Diet Seru Dengan 3 Langkah Mudah Posted: 28 Feb 2015 08:00 PM PST DokterSehat.Com – Diet menjadi salah satu cara yang ditempuh banyak wanita apabila ingin mendapatkan berat badan ideal. Padahal, masih banyak hal-hal di luar itu yang dapat membantu Anda langsing secara alami. Oh ya? Jadi tidak perlu menahan lapar dan puasa makan ini itu? Yap benar, Moms! Cukup perhatikan asupan gizi Anda dan lakukan hal-hal berikut ini untuk dapatkan tubuh ideal.
Biar nyaman dalam bungkusan selimut tebal, cuci dulu dengan Molto pewangi pakaian, Moms. Anda akan diliputi keharuman parfum mahal yang tahan lama selama proses pelangsingan tubuh. Sederhana bukan? Menerapkan cara di atas akan mempercepat proses penurunan berat badan, sehingga Anda bisa berdiet dengan tenang. |
| Posted: 28 Feb 2015 05:00 PM PST DokterSehat.Com – Dalam tubuh kita terdapat bagian-bagian tertentu yang secara alami di tumbuhi bulu. Masing-masing dari bulu mempunyai fungsi yang berbeda yang diperlukan oleh tubuh kita, namun bagi beberapa orang tumbuhnya bulu pada tubuh membuat risih dan tidak percaya diri. Bulu hidung memiliki fungsi sebagai filter atau penyaring partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam hidung. Partikel-partikel tersebut dapat berupa bakteri, debu, jamur atau spora yang semuanya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Kegunaan bulu hidung memang sangat fital, tapi kadang kala dapat mengganggu penampilan karena tumbuh berlebih hingga melebihi rongga hidung. Hal ini dapat mengusik kenyamanan sehingga membuat kita mencabut bulu hidung tersebut. Padahal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut dr. Ababil Azhari, sebaiknya bulu hidung tidak dicabut. Karena jika dilakukan dapat menimbulkan infeksi di rongga hidung. Infeksi itu timbul karena bekas bulu hidung yang dicabut menimbulkan luka di rongga hidung. Lebih lanjut dr.Ababil menjelaskan bahwa setiap helai bulu hidung mengandung zat membran mukosa yang mampu mencegah bakteri dan juga virus masuk ke dalam tubuh. Jika Anda mencabut bulu hidung dan terdapat bekas luka maka dapat mengakibatkan terjangkit bakteri dan virus yang bisa menyebabkan infeksi pada hidung. Efek buruk yang dapat ditimbulkan oleh bekas luka tersebut adalah korban sakit kepala hingga sulit tidur. Jika tidak ditangani secara cepat maka bisa menyebabkan panyakit radang otak. Karena itu dr. Ababil mengingatkan agar Anda mulai mengurangi atau menghilangkan kebiasaan mencabut bulu hidung. Sebagai jalan keluarnya Anda bisa memotong untuk merapikan bulu hidung. Dengan memotong ujung bulu hidung akan lebih aman dan tidak mengganggu kesehatan. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments