Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Stres Juga Bisa Menyebabkan Cegukan

Posted: 04 Mar 2015 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti pernah mengalami cegukan. Selain terjadi tiba-tiba, cegukan yang tak bisa berhenti bisa membuat jengkel. Seseorang kadang bisa sampai stres jika cegukan yang dialaminya tak kunjung hilang atau berhenti.

Dokter umum, dr Nydia Rena Benita mengatakan, sampai sekarang penyebab pasti cegukan belum diketahui secara pasti.

Tapi menurut beberapa pakar, cegukan muncul karena ada peregangan di rongga perut. Ada juga yg mengatakan karena ada iritasi atau radang di otot diafragma yakni otot di perut yang membantu gerak pernapasan.

Sebagian orang hanya tahu peregangan otot yang menyebabkan cegukan disebabkan cara makan dan minum yang terlalu terburu-buru. Namun ternyata banyak penyebab lainnya juga.

Yang paling sering dipahami orang memang karena makanan dan minuman. Bukan hanya makan dan minum yang terlalu terburu-buru tapi juga karena makan dan minum terlalu panas ataupun terlalu dingin, jelas dokter yang juga Duta Wisata Jateng 2014.

Ternyata, terkadang kondisi psikis seseorang juga memicu cegukan, misalnya saat sedang stres. Perubahan suhu juga bisa menyebabkan cegukan.

Biasanya, cegukan akan muncul tiba-tiba dan segera hilang, tidak lebih dari satu jam. Tetapi apabila seseorang cegukan sangat lama, melebihi enam jam bahkan hingga satu hari, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk segera diobati.

Karena ada penelitian yang menemukan bahwa cegukan merupakan indikasi suatu penyakit. Diantaranya gangguan syaraf dan penyakit jantung. Meski demikian kasus seperti ini sangat jarang terjadi.

Ini Bahayanya Terlalu Banyak Tidur

Posted: 04 Mar 2015 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Banyak orang berpikir tidur berlebih saat akhir pekan merupakan bonus bagi tubuh, sehingga orang berusaha untuk menikmati hal tersebut dan berpikir akan merasa lebih baik setelahnya. Orang yang biasa tidur sedikit pada hari kerja (sekitar 5 jam) dan tidur berlebih saat akhir pekan yaitu lebih dari 8 jam, akan merasa lelah pada beberapa fungsi tubuhnya sehingga membutuhkan waktu peregangan yang lebih lama ketika bangun tidur. Hal ini dikenal dengan sleep drunkenness, jika sangat parah bisa membuat orang sulit untuk mengambil keputusan. Tapi untuk kasus yang umum membuat orang pusing saat bangun.

Faktor yang memungkinkan seseorang tidur berlebihan atau hipersomnia adalah memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga tidak bisa mengatur jadwal tidur dengan baik. Serta diperkirakan faktor genetik juga memainkan peranannya. Jika sering merasa pusing ketika bangun tidur mungkin Anda tidur terlalu lama. Aturlah jadwal tidur sehingga memiliki waktu tidur dan bangun yang teratur setiap harinya. Sehingga dapat memulihkan kondisi tubuh, mudah konsentrasi, daya analisis dan kreativitas.

Inilah beberapa alasan kenapa kita tidak boleh tidur berlebihan :

  • Sulit untuk hamil
    Bagi wanita, terlalu banyak tidur juga meningkatkan risiko sulit hamil. Pada tahun 2013, sebuah tim peneliti Korea menganalisa kebiasaan tidur sekitar 650 wanita yang mengikuti program bayi tabung.

    Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kehamilan tertinggi terjadi pada perempuan yang tidur malam selama 7-8 jam. Sedangkan tingkat kehamilan terendah terjadi pada wanita yang tidur 9-11 jam pada malam hari.

  • Merusak otak
    Sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur dapat merusak fungsi otak. Peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam atau kurang dari lima jam, otaknya akan mengalami penuaan dua tahun lebih cepat.

    Sedangkan terhadap wanita lansia, tidur terlalu banyak tidur dapat memperburuk fungsi otak selama enam tahun.

  • Depresi
    Berdasarkan hasil studi tahun 2014, peneliti menemukan bahwa terlalu banyak tidur atau durasi tidur yang panjang dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi depresi. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang tidur dalam kurun waktu 7-9 jam pada malam hari berisiko 27 persen mengalami depresi. Sementara mereka yang tidur 9 jam atau lebih, berisiko 49 persen mengalami depresi.

Makanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan

Posted: 04 Mar 2015 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Ibu hamil harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisinya. Tidak hanya karena harus memberi makan janin di dalam kandungannya, ibu hamil juga bisa mencegah berbagai komplikasi kehamilan dengan menjaga asupan nutrisi yang seimbang.

Dengan makanan yang sehat anda dapat mencegah terjadinya komplikasi pada saat hamil. Mencegah terjadinya pendarahan. Pendarahan pada saat hamil ataupun setelah melahirkan dapat terjadi oleh berbagai sebab, anemia (kurang darah) adalah salah satunya. Untuk mengatasi anemia ini cukup dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, namun tidak perlu berlebihan pada trimester pertama dikarenakan dapat memancing rasa mual.

Zat besi ini bisa didapatkan dari sayuran, dan daging merah. Nutrisi  lainnya yang sangat di butuhkan untuk mengurangi  terjadinya resiko pendarahan pada saat hamil dan juga setelah melahirkan ialah asam foat, kalsium, vitamin A dan B kompleks. Mengurangi resiko pre-eklampsia. Darah tinggi atau yang disebut pre-ekslamsia dapat dicegah oleh makanan yang mengandung zat antioksidan. Antioksidan yang baik bisa di dapat pada sayuran dan buah. Sayuran dan buah itu juga mengandung banyak vitamin seperti A, C dan E. Susu juga sangat kaya akan kalsium, asam folat, seng, selenium, vitamin B dan vitamin B komleks.

Mencegah Infeksi. Nutrisi yang seimbang dapat meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil sehingga tidak gampang terserang infeksi. Jika ibu hamil mengalami infeksi, itu dapat langsung menular pada janin yang ada dalam kandungannya yang membuat terganggunya pertumbuhan janin. Jaga dan tingkatkan daya tahan tubuh anda dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin A zat besi, dan vitamin B kompleks. Zat mineral juga sangat bermanfaat banyak untuk menjaga kehamilan tetap berjalan prima.

Zat besi (fe) yang dibutuhkan oleh ibu hamil sebanyak 25 mg setiap harinya demi melancarkan pengangkutan oksigen menuju seluruh tubuh, sehingga ibu hamil tetap merasakan segar. Anemia juga dapat disebababkan oleh kurangnya zat besi, sehingga ibu hamil akan terlihat lesu, lemah, lebih gampang lelah dan sering sekali mengantuk. Dikhawatirkan jika terjadi anemia berat, dapat membahayakan pada saat persalinan, bahkan sampai mengalami pendarahan yang sulit untuk diehentikan. Zat besi (Fe) ini bisa di dapat pada daging merah, telur, kerang, hati, ikan, salmon, sayuran berwarna hijau, dan lain lain.

Kalsium (Ca). Kalsium ini tidak hanya berguna bagi pembentukan gigi dan tulang. Namun juga mineral ini berperan penting untuk kelancaran rangsangan pada saraf dan otot. Kurangnya kalsium ini dapat menyebabkan rapuhnya tulang dan gigi, serta munculnya rasa kesemutan pada tubuh dan bahkan terjadi kejang. Selama menjalani kehamilan, ibu hamil membutuhkan 1000-1200mg kalsium setiap harinya. Kelebihan dari kalsium tersebut akan terbuang melalui urin. Kalsium ini didapat dari susu, telur, kacang-kacangan, keju, jeruk dan juga wortel.

Magnesium (Mg). Magnesium dapat mengurangi terjadinya kemungkinan pre-ekslamsia dan gangguan dalam masa ertumbuhan janin. Ini dapat saja terjadi, karena seperti yang kita tau magnesium berperan banyak terhadap aktivitas beberapa enzim pada tubuh kita, serta sangat berpengaruh terhadap metabolisme protein juga karbohidrat. Setiap harinya 40 mg magnesium sangat dibuthkan oleh ibu hamil. Magnesium itu sendiri kita dapatkan dalam daging merah, ikan, sayur, dan susu.

Seng (Zn). Kekebalan tbuh ibu hamil akan menurun jika anda kekurangan mineral, yang berakibat ibu hamil mudah tertular penyakit. Kandungan Seng ini bisa kita dapatkan pada seafood.

Kenali Gejala Penyakit dari Kondisi Tangan

Posted: 03 Mar 2015 10:00 PM PST

DokterSehat.Com – Manusia tidak pernah lepas dari masalah kesehatan. Gangguan kesehatan muncul dari gejala atau perubahan dari tubuh manusia sehingga mereka bisa bisa tahu sedang sehat atau sakit. Salah satu cara mendeteksi adanya penyakit atau gangguan kesehatan melalui tangan. Menurut Yahoo, ada beberapa perubahan bentuk pada tangan manusia yang menunjukkan orang tersebut mengalami gangguan kesehatan. Simak penjelasannya dibawah ini :

  • Gemetar
    Jika tangan Anda gemetar tak terkontrol, pertama jangan panik. Salah satu alasan mengapa tangan mengalami tremor adalah terlalu banyak kafein. Beberapa jenis obat seperti obat asma dan antidepresi juga bisa menyebabkan tangan gemetar. Tetapi jika tremor yang dialami bukan karena penyebab itu dan terjadi cukup sering, periksakan ke dokter. Tremor juga bisa menjadi pertanda penyakit parkonson.
  • Kuku rapuh dan patah
    Kondisi kuku yang rapuh dan patah bisa menandakan Anda kurang zinc. Fungsi dari mineral ini adalah membantu pertumbuhan dan memperbaharui sel kulit.
  • Kulit mengelupas
    Jika kulit di area jari-jari mengelupas, ini bisa jadi pertanda kekurangan vitamin B. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B seperti niacin (B3) dan biotin (B7) seperti ikan, kacang-kacangan, alpukat, jamur, dan tuna.
  • Kulit kering dan gatal
    Sepertinya tak ada losion yang bisa mengatasi kondisi kulit tangan Anda yang kasar. Kondisi tersebut bisa juga disebabkan karena eksim, penyakit kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, atau ruam. Periksakan ke dokter, dan jika ternyata itu bukan karena eksim, gunakan pelembab kulit yang mengandung vitamin A.
  • Bintik coklat
    Kulit tangan sangat rentan pada kerusakan akibat sinar ultraviolet karena area ini menyerap tambahan sinar UV. Faktor usia juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik kecokelatan di kulit. Pastikan Anda menggunakan body lotion mengandung SPF untuk bagian kulit yang terpapar sinar matahari.
  • Ujung jari membiru
    Ujung jari atau kuku yang berubah warna dari putih ke biru atau merah bisa menandakan penyakit sindrom Raynaud. Kondisi ini menyebabkan rasa dingin di jari tangan dan kaki, juga rasa nyeri, baal, dan seperti kesemutan. Penyebab sindrom Raynaud adalah kejang pada aliran darah sehingga mengurangi sirkulasi darah. Lakukan pengobatan segera.

Jika Pendengaran Anda tidak Mau Rusak, Dengar Musik Jangan Keras-keras

Posted: 03 Mar 2015 08:00 PM PST

DokterSehat.Com – Bagi sejumlah orang, mendengarkan musik lebih senang dilakukan dengan volume suara yang keras. Termasuk ketika menggunakan earphone maupun headphone. Sehingga tak jarang, meski mereka memakai earphone, suara musiknya terdengar hingga ke orang yang ada di sampingnya.

Disebutkan 1,1 miliar remaja dan dewasa muda berisiko atas kerusakan pendengaran secara permanen dengan mendengarkan terlalu banyak dan terlalu sering. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 43 juta orang berusia 12-35 tahun mengalami kehilangan pendengaran. Dan prevalensinya terus meningkat.

Dalam kelompok usia tersebut, setengah dari orang-orang di negara dengan pendapatan tinggi dan menengah, terpapar tingkat suara yang tidak aman dari peralatan audio pribadinya. Sementara 40 persen terpapar oleh tingkat suara yang merusak dari klub dan bar. Pemutar audio, konser, dan bar inilah yang memberi ancaman serius terhadap kesehatan telinga.

Menurunkan volume serta membatasi penggunaan peralatan audio pribadi hingga kurang dari satu jam sehari akan banyak mengurangi paparan bising.

Itu adalah rekomendasi kasar bagi mereka yang menghabiskan waktu 10 jam sehari mendengarkan pemutar mp3. Meski demikian, satu jam bisa terlalu banyak bila volumenya terlalu kencang, jelas Dr. Etienne Krug, direktur untuk pencegahan cedera WHO.

Rekomendasi lain dari WHO adalah menjaga volume suara maksimum hingga 60 persen. Mereka yang berada di tempat bising disarankan menggunakan penyumbat telinga, menjauhkan diri sejenak dari tempat bising, serta berdiri jauh dari pengeras suara di tempat pertunjukan seperti saat menonton konser.

Memang, tidak mudah untuk melakukan perubahan tersebut. Tetapi, kita harus membuat orang lebih aware, tegas Dr. Krug.

Sementara itu, Paul Breckell, pimpinan eksekutif dari Action on Hearing Loss mengatakan, Agar tetap aman saat mendengarkan musik kencang, setiap kenaikan tiga desibel, waktu untuk mendengarkan dipangkas hingga setengahnya.

Panduan Ibu Hamil Sebelum Naik Pesawat

Posted: 03 Mar 2015 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Bagi anda yang merencanakan liburan ataupun kunjungan dinas dengan menggunakan pesawat, anda tidak perlu was was meskipun anda sedang mengandung.

Menurut Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG), seperti dilansir BBC, melakukan perjalanan udara tidak berbahaya pada kehamilan risiko rendah meskipun tetap ada kemungkinan efek sampingnya. Sebagai rekomendasi, pada perempuan dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu sebaiknya membawa catatan medik serta surat pemberitahuan dari dokter.

Kekhawatiran atas perubahan tekanan udara serta penurunan kelembapan di dalam pesawat, tidak perlu dirisaukan lagi. Karena kondisi tersebut tidak memiliki efek membahayakan terhadap kehamilan.

Disebutkan bahwa waktu teraman untuk melakukan penerbangan adalah di usia kehamilan sebelum 37 minggu. Namun kalau janin yang dikandung kembar, dianjurkan melakukan perjalanan dengan pesawat, sebelum usia kehamilan 32 minggu terkait dengan rekomendasi dari asosiasi transportasi udara internasional (IATA).

Meski demikian, dalam situasi tertentu, seperti perempuan yang memiliki peningkatan risiko untuk bersalin sebelum waktunya, mengalami anemia berat, penyakit sickle cell, mengalami perdarahan vagina sebelumnya atau mengalami kondisi jantung maupun paru yang serius, sebaiknya tidak naik pesawat terbang saat hamil.

Penyakit sickle cell atau sel sabit, disebutkan Sickle Cell Disease Association of America, merupakan gangguan darah yang diwariskan dan memengaruhi sel darah merah. Mereka dengan penyakit tersebut memiliki sel darah merah yang kebanyakan mengandung hemoglobin S, jenis hemoglobin abnormal. Kadangkala, sel darah merah ini berbentuk sabit dan mengalami kesulitan saat melewati pembuluh darah yang kecil.

Sebagai anjuran, Phillippa Marsden, ketua dari komite informasi pasien di RCOG, mengatakan agar perempuan hamil sebaiknya mempertimbangkan usia kehamilan, fasilitas yang tersedia di tempat tujuan, dan mempertimbangkan peningkatan risiko terhadap masalah medis ketika akan melakukan perjalanan udara.

Sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dulu atas masalah kesehatan atau komplikasi kehamilan yang dapat terjadi dengan bidan maupun dokter Anda sebelum naik pesawat terbang, lanjutnya.

Sebagai tambahan, ketika tetap melanjutkan penerbangan, ibu hamil sebaiknya tetap cukup mengonsumsi air guna mencegah terjadinya dehidrasi serta menggunakan pakaian longgar dan sepatu nyaman.

Tidak lupa untuk berjalan di lorong pesawat secara berkala dan melakukan peregangan di kursi setap 30 menit. Hal ini guna mencegah terjadinya deep vein thrombosis (DVT), sumbatan darah yang dapat terbentuk di kaki ataupun panggul, yang risikonya meningkat pada perempuan hamil.

Advertisemen