Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Bahaya Aborsi Bagi Kesehatan Fisik Dan Mental
- 5 Bahaya Ketika Melakukan Aborsi
- Badan Terasa Lemas Apakah Itu Tanda Gejala HIV?
- Mengerikan! Inilah yang Terjadi Saat Janin di Aborsi
- Pantangan Ketika Kurang Tidur
- Kenali Penyakit Yang Biasa Menyetang Vagina
| Bahaya Aborsi Bagi Kesehatan Fisik Dan Mental Posted: 22 Apr 2015 07:00 AM PDT DokterSehat.Com – Aborsi adalah jalan keluar yang selalu diambil pada saat seorang perempuan mengalami kehamilan yang tidak dinginkan, pasangan, keluarga ataupun dirinya sendiri. Sedangkan itu perbuatan yang sangat berbahaya dan memiliki efek kesehatan yang besar untuk si perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kejahatan aborsi ini diatur dalam KUHP pasal 299, 341, 342, 343, 346, 347, 348, dan 349, sehingga aborsi dilarang bagi siapapun. Pada umumnya aborsi dilakukan oleh siapa saja dengan motif yang bermacam-macam, misalnya karena rasa malu atau karena motif ekonomi. Saat ini banyak sekali kasus aborsi yang dilakukan karena para remaja yang berpacaran tanpa kenal batas, sehingga mereka berhubungan badan dan hamil. Untuk menutupinya maka dilakukanlah aborsi. Fenomena aborsi memang sulit dihilangkan karena masih banyaknya PEKAT (Penyakit Masyarakat) di antaranya hubungan badan tanpa status perkawinan. Padahal aborsi memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan pelakunya, baik gangguan kesehatan fisik maupun mental. Berikut ini bahaya-bahaya aborsi bagi kesehatan :
|
| 5 Bahaya Ketika Melakukan Aborsi Posted: 22 Apr 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Mendapatkan kehamilan yang tidak terduga memang kerap menimbulkan beban mental tersendiri. Akibatnya banyak praktik aborsi yang dilakukan meski itu terbilang ilegal. Apa saja bahaya dari aborsi? Aborsi bukanlah suatu prosedur medis yang sederhana. Jika dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Bahkan bagi beberapa perempuan hal ini dapat mempengaruhi fisik, emosional dan spiritualnya. Namun tidak semua orang tahu tentang risiko yang bisa dialami jika melakukan aborsi. Berikut ada beberapa efek samping yang bisa dialami oleh si wanita ketika melakukan aborsi :
|
| Badan Terasa Lemas Apakah Itu Tanda Gejala HIV? Posted: 22 Apr 2015 02:39 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, apakah saya terkena hiv atau tidak saya sudah cek darah hasilnya hematokrit 41 ,7 . mcv 85,6 , mch 30,3 , mchc 35,4 dan limfosit 42. Kira-kira penyakit apa ya dokter? Soalnya sendi dan badan saya selalu lemas. Tolong di jawab ya. Terimakasih Bapak Bens Jawaban Konsultasi Anda bisa bawa hasil lab ini ke dokter yang meminta pemeriksaan ini karena beliau yang mengetahui riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik lainnya. Tidak bisa mendiagnosa penyakit tanpa mengetahui anamnesa dan pemeriksaan fisiknya. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Mengerikan! Inilah yang Terjadi Saat Janin di Aborsi Posted: 22 Apr 2015 01:21 AM PDT DokterSehat.Com – Pernahkah anda terpikir apa yang terjadi tatkala sebuah janin yang tidak berdosa di aborsi? Semoga kita bukan sekelompok orang yang menganggap aborsi adalah hal yang lumrah. Coba Anda perhatikan bayi-bayi yang wajahnya begitu bersinar, senyumnya membuat hati kita merasa damai dan tangisannya yang seringkali membuat ibunya semakin rindu. Ya, keindahan tersebut kadang tak begitu diterima oleh sebagian orang. Hati mereka tertutupi oleh ketakutan lain yang membuat mereka memilih mengorbankan janin tak berdosa yang bisa jadi begitu janin itu tumbuh dewasa akan mengangkat martabat sang ibu. Yah, artikel kali ini memang membahas mengenai apa yang terjadi pada janin di dalam rahim ketika dia diaborsi. Diaborsi dengan cara apapun, hasilnya tetap sama! Membunuh nyawa yang seharusnya memiliki hak untuk hidup. Aborsi dikehamilan muda Aborsi memang sering kali menjadi pilihan utama ketika seseorang tidak mau menanggung malu akan perbuatanya sendiri. Untuk menutupi itu, mereka mengorbankan janin yang tidak berdosa. Banyak orang masih memegang anggapan bahwa melakukan aborsi di usia kehamilan yang masih muda tidak masalah untuk dilakukan karena bayi belum memiliki ruh atau jantungnya belum terbentuk. Ya, janin didalam rahim memang baru ditiupkan ruh oleh sang kuasa di usia 40 hari perkembangannya. Sayangnya sebagian calon ibu sering kali baru menyadari kehamilan mereka setelah lewat dari 40 hari. Janin sudah berkembang. Gumpalan darah sudah membentuk jantung, dan jantung sudah berdetak. Meskipun begitu, tidak ada yang bisa dipilih selain menggugurkanya. Orang-orang yang lebih percaya dengan ramuan-ramuan alternatif akan memilih mengkonsumsi jamu dan makanan-makanan keras yang dapat meluruhkan gumpalan darah tersebut. Sedangkan mereka yang mempercayakan pada medis akan mengguggurkan kandungan dengan sebuah alat yang disebut suction. Dan inilah yang terjadi saat janin di aborsi, gumpalan-gumpalan darah yang berkumpul tersebut akan luruh tersedot oleh alat ganas tersebut. Jantung kecil mungil yang berdetak seirama dengan denyut jantung ibunya akan hancur lebur turut serta berjatuhan. Di luar alat suction akan tampak gumpalan-gumpalan darah calon janin tidak berdosa. Aborsi kehamilan usia 1-3 bulan kehamilan Begitu usia janin sudah mencapai usia antara 1-3 bulan, tubuh-tubuh janin sudah terbentuk lengkap. Hanya saja ukurannya yang masih kecil mungil dan menggemaskan. Di kondisi seperti ini, dia tak mampu melawan gangguan apa saja yang menyerang mereka. Karena meskipun tubuh sudah terbentuk, mereka belum memiliki cukup kekuatan untuk menghindar dari bahaya, dia percayakan keamanannya kepada ibunya, ibunya yang seharusnya melindunginya dan membiarkannya tumbuh sehat hingga menatap langit dunia. Disaat itulah, alat khusus seperti tang dipilih untuk menghancurkanya. Alat tersebut dimasukan secara perlahan, sembari dokter melihat perjalanan alat tersebut melalui monitor. Alat tersebut dimasukkan, terus masuk hingga mencapai dan menyentuh salah satu bagian tubuh janin. Tak peduli bagian tubuh mana, alat tersebut akan di tusukan, dan digerak-geraknya mengoyak-ngoyak tubuh janin yang masih ringkih. Begitu bagian tubuh hancur, dan tertinggal tulang tengkoraknya, mulailah alat tersebut melebar mencari tulang tengkorak janin, menjepitnya dan memecahkanya seperti memecah kacang. Sungguh, siapa yang ingin diperlakukan seperti ini. Dia yang masih sangat kecil harus mengalami semua hal kesakitan tersebut demi melindungi menyembunyikan aib ibunya yang tak akan mampu disembunyikan selamanya. Aborsi usia 3-6 bulan di usia kehamilan Semakin janin berkembang akan semakin menyakitkan yang ia rasakan ketika harus di aborsi. Janin yang sudah berusia 3 bulan keatas, sudah banyak perkembangan yang ia capai. Tangannya sudah mampu menggenggam, dan syarafnya sudah mampu menghantarkan impuls sehingga bisa merasakan sakit, ukuran badannya pun sudah semakin besar. Di usia ini, sulit jika harus menyedot maupun menghacurkanya. Maka dari itu, satu-satunya cara yang dilakukan oleh para tangan-tangan tak bertanggung jawab adalah membunuh janin tersebut dengan sangat menyakitkan. Sebuah obat kimia berbahaya di suntikan kedalam ketuban janin. Obat tersebut menyebar, menyentuh kulit lembut janin. Tetapi apa yang terjadi? Bukannya membuat nyaman, cairan tersebut justru membakar kulit janin, menyempitkan jalan nafasnya, janin yang sedang tidur pulas itu memberontak meminta pertolongan mencari perlindungan. sayangnya nasibnya harus berakhir mengenaskan akibat manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Janin tersebut akhirnya meninggal setelah merasakan kesakitan tiada tara, dan baru kemudian dikeluarkan dari dalam rahim. Aborsi usia 6-9 bulan usia kehamilan 6-9 bulan merupakan usia kehamilan yang sudah bisa dibilang kehamilan tua. Janin sudah terbentuk, sudah nampak jenis kelaminnya, sudah terlihat guratan-guratan ekspresi dari wajahnya, pergerakannya sudah aktif tak sabar untuk keluar dan bertemu dengan sang ibu. Ya, dia memang segera dikeluarkan, sayangnya dia tak diberi pelukan sang ibu seperti harapannya. Dia diaborsi dengan cara dikeluarkan paksa, kemudian dibunuh hidup-hidup. tak jarang malaikat hatinya sendiri, ibunya yang melakukan itu. Sungguh surga terindah yang sudah menanti si janin. Tetapi bayangan tangisan janin tak berdosa yang akan menemani sang ibu seumur hidupnya. Sebagai wanita, pahamilah. Sebagai pria, mengertilah inilah yang terjadi saat janin di aborsi. |
| Posted: 21 Apr 2015 09:00 PM PDT DokterSehat.Com – Tidur adalah suatu kebutuhan bagi setiap manusia karena seseorang yang kurang tidur bisa menggangu kesehatan dan mengacaukan sistem didalam tubuh manusia. Menurut sebuah penelitian bahwa manusia diwajibkan untuk tidur 8 jam dalam sehari agar tubuh tetap sehat dan bugar. Berikut ini 5 Pantangan Ketika Kurang Tidur yang wajib anda baca, jika anda selama ini selalu mengalami kurang tidur :
|
| Kenali Penyakit Yang Biasa Menyetang Vagina Posted: 21 Apr 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Dengan mengetahui sedikit dari kebiasaan penyakit tersebut, maka akan membuat seorang wanita akan menjadi lebih waspada. Sehingga bisa lebih dini untuk melakukan pengobatan dan bahkan untuk melakukan pencegahan. Karena bila terlambat biaya pengobatan bisa menjadi lebih tinggi,apalagi ini adalah organ vital seorang wanita. Berikut beberapa penyakit yang lazim menyerang wanita :
Akan tetapi jika Anda menemukan Kista Brtholin pada vagina sebaiknya Anda waspada. Kista Brtholin adalah kelenjar yang sering mengeluarkan lendir. Akiba dari penyakit ini adalah Vagina akan terasa seperti bengkak karena sumbatan lendir. Ini adalah masalah yang serius, jika menemukan yang seperti ini,sebaiknya segera untuk memeriksakan diri kepada Dokter spesialis. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments