Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Bahaya Aborsi Bagi Kesehatan Fisik Dan Mental

Posted: 22 Apr 2015 07:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Aborsi adalah jalan keluar yang selalu diambil pada saat seorang perempuan mengalami kehamilan yang tidak dinginkan, pasangan, keluarga ataupun dirinya sendiri. Sedangkan itu perbuatan yang sangat berbahaya dan memiliki efek kesehatan yang besar untuk si perempuan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kejahatan aborsi ini diatur dalam KUHP pasal 299, 341, 342, 343, 346, 347, 348, dan 349, sehingga aborsi dilarang bagi siapapun. Pada umumnya aborsi dilakukan oleh siapa saja dengan motif yang bermacam-macam, misalnya karena rasa malu atau karena motif ekonomi. Saat ini banyak sekali kasus aborsi yang dilakukan karena para remaja yang berpacaran tanpa kenal batas, sehingga mereka berhubungan badan dan hamil. Untuk menutupinya maka dilakukanlah aborsi.

Fenomena aborsi memang sulit dihilangkan karena masih banyaknya PEKAT (Penyakit Masyarakat) di antaranya hubungan badan tanpa status perkawinan. Padahal aborsi memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan pelakunya, baik gangguan kesehatan fisik maupun mental.

Berikut ini bahaya-bahaya aborsi bagi kesehatan :

  • Dampak psikologis
    Selain dampak kesehatan fisik, aborsi juga berdampak pada psikologi pelakuknya. Di antara dampak psikologis bagi para pelaku aborsi di antaranya trauma, depresi, sedih dan merasa berdosa, dan masih banyak lagi yang akan mengganggu kesehatan jiwanya.

    Janin dalam kandungan merupakan anugerah dari Tuhan YME dan hasil dari perbuatan pelaku itu sendiri. Jadi jangan sampai anda melakukan praktik aborsi karena selain banyak merugikan anda di dunia, pun di akhirat juga akan mendapatkan dosa yang teramat besar. Belajarlah untuk bertanggung jawab di depan manusia maupun di depan Tuhan, karena itulah keputusan yang anda buat.

  • Pendarahan parah
    Pendarahan bisa mengakibatkan seseorang kehabisan darah dan jika tidak segera ditangani secara medis akan berujung pada kematian. Aborsi dapat mengakibatkan pelakunya (wanita yang hamil) mengalami pendarahan karena leher rahimnya robek dan terbuka lebar. Aborsi memang upaya yang tidak alamiah karena keluar dari siklus / jalurnya sehingga sangat berbahaya.
  • Terkena resiko kanker
    Bagi para pelaku aborsi, ketahuilah bahwa praktik ini dapat membuat meningkatnya risiko terkena kanker, misalnya kanker serviks, kanker, indung telur, kanker payudara dan lain sebagainya. Kanker serviks sendiri adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini biasanya akan mengakibatkan pendarahan pada organ vital wanita, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh. Hmmm, betapa berbahayanya aborsi bagi kesehatan.
  • Menyebabkan infeksi
    Banyak orang yang melakukan aborsi menggunakan alat medis yang tidak steril dan terdapat banyak bakteri sehingga sangat berpotensi menyebabkan infeksi pada organ vital dan organ dalam lainnya. Infeksi sendiri bukan hanya bisa terjadi karena tidak sterilnya alat medis tetapi bisa juga karena mungkin ada bagian janin yang tertinggal di dalam rahim. Dan inilah yang sering diabaikan oleh para pelaku aborsi.
  • Resiko kematian
    Kematian karena aborsi sering terjadi, karena memang umumnya para pelaku hanya berpikir bagaimana menggugurkan kandungan tanpa memikirkan kesehatannya. Tidak jarang para pelaku aborsi yang meninggal karena pendarahan, infeksi maupun human error lain.

5 Bahaya Ketika Melakukan Aborsi

Posted: 22 Apr 2015 04:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Mendapatkan kehamilan yang tidak terduga memang kerap menimbulkan beban mental tersendiri. Akibatnya banyak praktik aborsi yang dilakukan meski itu terbilang ilegal. Apa saja bahaya dari aborsi?

Aborsi bukanlah suatu prosedur medis yang sederhana. Jika dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Bahkan bagi beberapa perempuan hal ini dapat mempengaruhi fisik, emosional dan spiritualnya. Namun tidak semua orang tahu tentang risiko yang bisa dialami jika melakukan aborsi.

Berikut ada beberapa efek samping yang bisa dialami oleh si wanita ketika melakukan aborsi :

  • Meninggalkan resiko lahir prematur
    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pernah melakukan aborsi akan memiliki risiko melahirkan secara prematur di kehamilan selanjutnya. Melakukan aborsi bisa merusak organ reproduksi wanita, meningkatnya trauma, dan merusak leher rahim yang mengarah pada kelahiran prematur.
  • Kematian
    Melakukan aborsi bisa menyebabkan infeksi tubuh secara total yang kemungkinan terburuknya menyebabkan kematian.
  • Kerusakan leher rahim
    Kerusakan leher rahim bisa terjadi akibat leher rahim yang terpotong, robek, atau rusak akibat alat-alat aborsi yang digunakan.
  • Infeksi
    Infeksi bisa disebabkan oleh alat medis yang tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau bisa juga disebabkan ada bagian janin yang tersisa di dalam rahim atau bisa dikatakan aborsi tidak sempurna.
  • Pendarahan hebat
    Jika leher rahim robek atau terbuka lebar, maka akan menimbulkan pendarahan yang bisa membahayakan keselamatan si wanita. Untuk menghentikan pendarahan tersebut, terkadang dibutuhkan pembedahan.

Badan Terasa Lemas Apakah Itu Tanda Gejala HIV?

Posted: 22 Apr 2015 02:39 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, apakah saya terkena hiv atau tidak saya sudah cek darah hasilnya hematokrit 41 ,7 . mcv 85,6 , mch 30,3 , mchc 35,4 dan limfosit 42. Kira-kira penyakit apa ya dokter? Soalnya sendi dan badan saya selalu lemas. Tolong di jawab ya. Terimakasih

Bapak Bens

Jawaban Konsultasi

Anda bisa bawa hasil lab ini ke dokter yang meminta pemeriksaan ini karena beliau yang mengetahui riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan fisik lainnya. Tidak bisa mendiagnosa penyakit tanpa mengetahui anamnesa dan pemeriksaan fisiknya. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Mengerikan! Inilah yang Terjadi Saat Janin di Aborsi

Posted: 22 Apr 2015 01:21 AM PDT

DokterSehat.Com – Pernahkah anda terpikir apa yang terjadi tatkala sebuah janin yang tidak berdosa di aborsi? Semoga kita bukan sekelompok orang yang menganggap aborsi adalah hal yang lumrah. Coba Anda perhatikan bayi-bayi yang wajahnya begitu bersinar, senyumnya membuat hati kita merasa damai dan tangisannya yang seringkali membuat ibunya semakin rindu.

Ya, keindahan tersebut kadang tak begitu diterima oleh sebagian orang. Hati mereka tertutupi oleh ketakutan lain yang membuat mereka memilih mengorbankan janin tak berdosa yang bisa jadi begitu janin itu tumbuh dewasa akan mengangkat martabat sang ibu. Yah, artikel kali ini memang membahas mengenai apa yang terjadi pada janin di dalam rahim ketika dia diaborsi. Diaborsi dengan cara apapun, hasilnya tetap sama! Membunuh nyawa yang seharusnya memiliki hak untuk hidup.

Aborsi dikehamilan muda

Aborsi memang sering kali menjadi pilihan utama ketika seseorang tidak mau menanggung malu akan perbuatanya sendiri. Untuk menutupi itu, mereka mengorbankan janin yang tidak berdosa. Banyak orang masih memegang anggapan bahwa melakukan aborsi di usia kehamilan yang masih muda tidak masalah untuk dilakukan karena bayi belum memiliki ruh atau jantungnya belum terbentuk.

Ya, janin didalam rahim memang baru ditiupkan ruh oleh sang kuasa di usia 40 hari perkembangannya. Sayangnya sebagian calon ibu sering kali baru menyadari kehamilan mereka setelah lewat dari 40 hari. Janin sudah berkembang. Gumpalan darah sudah membentuk jantung, dan jantung sudah berdetak.

Meskipun begitu, tidak ada yang bisa dipilih selain menggugurkanya. Orang-orang yang lebih percaya dengan ramuan-ramuan alternatif akan memilih mengkonsumsi jamu dan makanan-makanan keras yang dapat meluruhkan gumpalan darah tersebut.

Sedangkan mereka yang mempercayakan pada medis akan mengguggurkan kandungan dengan sebuah alat yang disebut suction. Dan inilah yang terjadi saat janin di aborsi, gumpalan-gumpalan darah yang berkumpul tersebut akan luruh tersedot oleh alat ganas tersebut. Jantung kecil mungil yang berdetak seirama dengan denyut jantung ibunya akan hancur lebur turut serta berjatuhan. Di luar alat suction akan tampak gumpalan-gumpalan darah calon janin tidak berdosa.

Aborsi kehamilan usia 1-3 bulan kehamilan

Begitu usia janin sudah mencapai usia antara 1-3 bulan, tubuh-tubuh janin sudah terbentuk lengkap. Hanya saja ukurannya yang masih kecil mungil dan menggemaskan. Di kondisi seperti ini, dia tak mampu melawan gangguan apa saja yang menyerang mereka.

Karena meskipun tubuh sudah terbentuk, mereka belum memiliki cukup kekuatan untuk menghindar dari bahaya, dia percayakan keamanannya kepada ibunya, ibunya yang seharusnya melindunginya dan membiarkannya tumbuh sehat hingga menatap langit dunia. Disaat itulah, alat khusus seperti tang dipilih untuk menghancurkanya.

Alat tersebut dimasukan secara perlahan, sembari dokter melihat perjalanan alat tersebut melalui monitor. Alat tersebut dimasukkan, terus masuk hingga mencapai dan menyentuh salah satu bagian tubuh janin. Tak peduli bagian tubuh mana, alat tersebut akan di tusukan, dan digerak-geraknya mengoyak-ngoyak tubuh janin yang masih ringkih.

Begitu bagian tubuh hancur, dan tertinggal tulang tengkoraknya, mulailah alat tersebut melebar mencari tulang tengkorak janin, menjepitnya dan memecahkanya seperti memecah kacang. Sungguh, siapa yang ingin diperlakukan seperti ini. Dia yang masih sangat kecil harus mengalami semua hal kesakitan tersebut demi melindungi menyembunyikan aib ibunya yang tak akan mampu disembunyikan selamanya.

Aborsi usia 3-6 bulan di usia kehamilan

Semakin janin berkembang akan semakin menyakitkan yang ia rasakan ketika harus di aborsi. Janin yang sudah berusia 3 bulan keatas, sudah banyak perkembangan yang ia capai. Tangannya sudah mampu menggenggam, dan syarafnya sudah mampu menghantarkan impuls sehingga bisa merasakan sakit, ukuran badannya pun sudah semakin besar. Di usia ini, sulit jika harus menyedot maupun menghacurkanya.

Maka dari itu, satu-satunya cara yang dilakukan oleh para tangan-tangan tak bertanggung jawab adalah membunuh janin tersebut dengan sangat menyakitkan. Sebuah obat kimia berbahaya di suntikan kedalam ketuban janin.

Obat tersebut menyebar, menyentuh kulit lembut janin. Tetapi apa yang terjadi? Bukannya membuat nyaman, cairan tersebut justru membakar kulit janin, menyempitkan jalan nafasnya, janin yang sedang tidur pulas itu memberontak meminta pertolongan mencari perlindungan.

sayangnya nasibnya harus berakhir mengenaskan akibat manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Janin tersebut akhirnya meninggal setelah merasakan kesakitan tiada tara, dan baru kemudian dikeluarkan dari dalam rahim.

Aborsi usia 6-9 bulan usia kehamilan

6-9 bulan merupakan usia kehamilan yang sudah bisa dibilang kehamilan tua. Janin sudah terbentuk, sudah nampak jenis kelaminnya, sudah terlihat guratan-guratan ekspresi dari wajahnya, pergerakannya sudah aktif tak sabar untuk keluar dan bertemu dengan sang ibu.

Ya, dia memang segera dikeluarkan, sayangnya dia tak diberi pelukan sang ibu seperti harapannya. Dia diaborsi dengan cara dikeluarkan paksa, kemudian dibunuh hidup-hidup. tak jarang malaikat hatinya sendiri, ibunya yang melakukan itu. Sungguh surga terindah yang sudah menanti si janin. Tetapi bayangan tangisan janin tak berdosa yang akan menemani sang ibu seumur hidupnya.

Sebagai wanita, pahamilah. Sebagai pria, mengertilah inilah yang terjadi saat janin di aborsi.

Pantangan Ketika Kurang Tidur

Posted: 21 Apr 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Tidur adalah suatu kebutuhan bagi setiap manusia karena seseorang yang kurang tidur bisa menggangu kesehatan dan mengacaukan sistem didalam tubuh manusia. Menurut sebuah penelitian bahwa manusia diwajibkan untuk tidur 8 jam dalam sehari agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Berikut ini 5 Pantangan Ketika Kurang Tidur yang wajib anda baca, jika anda selama ini selalu mengalami kurang tidur :

  • Minum lebih banyak kopi
    Kafein memang bisa membuat mata lebih melek tetapi ketika Anda kurang tidur, bukan berarti harus menyeruput kopi sampai sore. Efek dari kafein umumnya akan bertahan selama 8-10 jam. Nah, jika ingin mendapat waktu tidur yang cukup, batasi waktu minum kopi setidaknya sampai pukul 1 siang.

    Sehingga, efek kafein yang dialami hanya sampai jam 9-11 malam. Akan lebih baik jika batas waktu minum kopi lebih dimajukan.

  • Mengonsumsi makanan berat sebelum waktu tidur
    Jika seseorang kurang tidur, daya tahan tubuh akan menurun dan mudah terserang penyakit. Apalagi, kurang tidur bisa membuat hormon ghrelin dan leptin berubah sehingga sehingga nafsu makan meningkat dan otak memerintahkan tubuh untuk mencari makanan yang cenderung asin, manis, dan gurih.

    Akibatnya orang jadi nggak kontrol lagi makanannya dan sistem pencernaannya berisiko terganggu, kata pakar kesehatan tidur dr Andreas Prasadja, RSPGT.

    Apalagi, jika yang dikonsumsi adalah makanan utama seperti nasi, mi, dan hamburger, sistem pencernaan akan bekerja lebih keras meski tubuh dalam keadaan tidur. Akibatnya, saat bangun di keesokan harinya, tubuh bisa terasa tidak nyaman dan pastinya risiko badan menggemuk pun makin besar.

  • Melakukan yoga dengan posisi salah
    Breus tidak menampik jika yoga memang bisa membuat tubuh lebih rileks. Namun, ia mengingatkan hindari posisi di mana kepala lebih rendah daripada jantung. Sehingga, Breus lebih menyarankan gunakan posisi yoga yang tidak meningkatkan detak jantung kemudian terapkan posisi itu selama 10-30 kali napas.
  • Terus-terusan buka media sosial
    Dalam kondisi kurang tidur, jangan sekali-sekali justru asyik dengan media sosial. Sebab, Anda malah akan lebih sulit tertidur sebab otak terus bekerja sehingga sulit merasa ngantuk. Bahkan, kemampuan kognitif otak lebih banyak digunakan ketika seseorang aktif di media sosial ketimbang pasif menonton video.

    Pancaran warna biru dari layar perangkat elektronik akan merusak ritme alami tubuh yang sering kita sebut dengan ritme sikardian atau jam biologis tubuh. Jam biologis inilah yang akan mensinkronkan seluruh fungsi tubuh kita dalam 24 jam, terang pakar tidur dari The Pennsylvania State University, Dr Anne-Marie Chang.

  • Balas dendam diakhir pekan
    Akhir pekan sering dijadikan momen untuk bermalas-malasan dan bangun siang. Namun, pakar tidur bersertifikat Michael Breus, PhD mengatakan hal ini malah tidak baik untuk jam tidur. Sebab, jam tidur akan menyesuaikan walaupun kebiasaan tidur berubah hanya satu hari saja.

    Bahkan hanya bangum tidur 30 menit lebih lama dari waktu biasanya selama dua hari saja sudah bisa menimbulkan pergeseran jam tidur. Baiknya, ganti waktu tidur dengan tidur siang yang tidak terlalu lama, dan waktu tidur yang cukup di malam harinya, kata Breus.

Kenali Penyakit Yang Biasa Menyetang Vagina

Posted: 21 Apr 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Dengan mengetahui sedikit dari kebiasaan penyakit tersebut, maka akan membuat seorang wanita akan menjadi lebih waspada. Sehingga bisa lebih dini untuk melakukan pengobatan dan bahkan untuk melakukan pencegahan. Karena bila terlambat biaya pengobatan bisa menjadi lebih tinggi,apalagi ini adalah organ vital seorang wanita.

Berikut beberapa penyakit yang lazim menyerang wanita :

  • Gatal
    Gatal adalah rasa yang mendorong seseorang menggaruknya agar gatal segera mereda.Namun jika yang gatal pada vagina apalagi saat berada dilingkungan orang orang,menggaruknya bukanlah satu hal yang baik menyangkut estetika. Tentu hal ini akan semakin membuat anda akan merasa tidak nyaman. Kebersihan organ intim bagi wanita sangatlah penting, agar alat wanita terjaga dari jamur penyebab gatal. Rasa gatal dan terbakar sering disebabkan oleh infeksi di daerah vagina, dan infeksi tersebut salah satunya disebabkan oleh jamur. Dalam kondisi tertentu, jamur dapat tumbuh berkembang cepat dalam vagina.
  • Infeksi
    Infeksi yang terjadi pada vagina bisa juga disebabkan oleh penyakit kelamin, seperti herpes, gonorhea, dan klamidia. Selain itu tingkat rendahnya estrogen saat menopause akan memicu penipisan kulit vagina sehingga menimbulkan rasa gatal.
  • Benjolan
    Masalah umum lainnya yang sering terjadi pada bagian vagina adalah adanya benjolan. Benjolan ini dinamakan folliculitis. Hal ini juga diakibatkan oleh infeksi kulit yang berada pada dasar folikel rambut, mirip seperti jerawat. Benjolan seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, dan bukan merupakan masalah besar.

Akan tetapi jika Anda menemukan Kista Brtholin pada vagina sebaiknya Anda waspada. Kista Brtholin adalah kelenjar yang sering mengeluarkan lendir. Akiba dari penyakit ini adalah Vagina akan terasa seperti bengkak karena sumbatan lendir. Ini adalah masalah yang serius, jika menemukan yang seperti ini,sebaiknya segera untuk memeriksakan diri kepada Dokter spesialis.

Advertisemen