Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Pembunuh Libido Yang Jaranf Diketahui
- Waspada Pil Pelangsing Mengandung Pestisida Dan Bahan Peledak
- Polusi Udara Tingkan Potensi Autis pada Bayi
- Payudara Sebelah Kanan Terdapat Benjolan Apakah Berbahaya?
- Mengapa Pemberian Vaksin Harus Diulang?
- Otomikosis, Infeksi Jamur Pada Telinga
- Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Kesehatan
| Pembunuh Libido Yang Jaranf Diketahui Posted: 24 Apr 2015 08:00 AM PDT DokterSehat.Com – Terkadang hubungan seks bisa terjadi seperti dalam film: Anda menutup pintu, membuka kancing baju dengan tergesa-gesa, dan beberapa menit kemudian sudah mencapai klimaks dengan suara erangan yang mungkin bisa didengar tetangga. Tapi, lebih sering hubungan seks tak berjalan mulus. Rutinitas sehari-hari merupakan pembunuh terbesar libido. Anak-anak yang energinya tak jua habis sampai malam, stres memikirkan tugas kantor yang belum selesai, dan masih banyak lagi. Satu hal yang perlu Anda tahu, hal-hal kecil tersebut sebenarnya normal. Anda bahkan bisa mengubahnya jadi hal positif sehingga lebih kreatif di tempat tidur untuk kembali menyalakan gairah, kata Megan Fleming, terapis seksual. Berikut adalah beberapa hal yang sering membuat gairah seksual lenyap :
|
| Waspada Pil Pelangsing Mengandung Pestisida Dan Bahan Peledak Posted: 24 Apr 2015 05:00 AM PDT DokterSehat.Com - Tak sedikit orang yang ingin menurunkan berat badannya secara instan. Mereka memilih mengonsumsi pil pelangsing sehingga tak perlu susah payah berdiet. Sayangnya, pil semacam itu seringkali mengandung bahan berbahaya. Di Inggris, pil pelangsing yang dijual secara online, yakni pil DNP, diduga telah menewaskan 6 remaja. Pil tersebut dijual seharga sekitar Rp 800.000. Obat-obatan penurun berat badan tersebut sangat mematikan dan berbahaya karena mengandung zat kimia beracun yang dapat ditemui dalam pestisida serta bahan peledak. Korban terbaru dari obat 2,4-Dinitrophenol (DNP) yaitu Eloise Aimee Parry, seorang perempuan berusia 21 tahun. Ia meninggal pada bulan April ini setelah membeli pil itu secara online untuk melangsingkan tubuhnya. Fiona, ibu Eloise memberi tahu bahwa kiriman obat itu tiba dengan bungkus plastik yang mencolok, dilabeli dengan stiker putih bertuliskan DNP dan ilustrasi formula zat kimianya. Ia menemukan obat tersebut di tas putrinya. Eloise yang berasal dari Shrewsbury, Inggris meninggal setelah meminum enam sampai delapan pil lebih dari dosis fatal. Ia sempat mengeluhkan merasa seperti terbakar dari dalam. Pada waktu kejadian, Eloise menyetir sendiri ke Instalasi Gawat Darurat usai menengguk 8 pil dan merasa kondisinya tak baik. Dalam waktu tiga jam, nyawanya tak tertolong. Fiona sama sekali tidak tahu bahwa putrinya mengonsumsi pil diet sampai ia tiba di IGD lalu diberi tahu dokter bahwa Eloise tidak selamat. Di Jual Murah Secara Online DNP, senyawa organik kuning, sebenarnya dipakai untuk menekan pertumbuhan tanaman dan juga sebagai bahan peledak. Senyawa ini sempat populer sebagai obat diet pada tahun 1930an, tetapi kemudian dilarang setelah ditemukan bahwa itu sangat beracun. Namun saat ini kembali populer, khususnya di antara para binaragawan. Cara kerja obat ini adalah dengan membuat tubuh memanas, meningkatkan metabolisme sehingga membakar lemak lebih banyak. Akan tetapi penggunaan obat ini akan menimbulkan dehidrasi, mual, muntah, keringat berlebihan, dan irama detak jantung abnormal. Bahkan fatalnya bisa berujung pada koma dan kematian. Penggunaan jangka panjang dapat memicu perkembangan katarak, lesi pada kulit, serta membahayakan jantung dan sistem saraf. Ada bukti bahwa DNP dapat menyebabkan kanker dan meningkatkan risiko cacat lahir. Tentu saja obat ini ilegal diperjualbelikan untuk konsumsi manusia, tetapi para pedagang obat tersebut mendapatkannya dengan cara mengaku hendak menggunakanya sebagai pestisida atau pewarna yang tidak ilegal, atau dengan peringatan. Di samping bahaya yang timbul, obat ini dibandrol dengan harga murah dan dijual secara online. Hanya dengan mencari di internet, puluhan perusahaan pemasaran dan penjualan menawarkan DNP sebagai pil diet ajaib yang bisa dikirim ke rumah dengan kemasan rahasia. Ada yang menjanjikan pengiriman secara cepat, sementara yang lainnya memberikan penawaran sampel gratis bagi yang ingin mencoba sebelum membelinya. Sementara itu perusahaan lain yang berdomisili di Tiongkok memasarkan bubuk dalam kapsul dalam jumlah besar, sehingga membuat siapapun dapat membuat pilnya dan dijual bebas di dunia internet. |
| Polusi Udara Tingkan Potensi Autis pada Bayi Posted: 24 Apr 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Anak-anak yang ketika ibunya saat hamil terpapar polusi udara beresiko dua kali lebih besar menderita autisme dibandingkan dengan ibu hamil yang hidup di lingkungan berudara bersih. Partikel halus yang dilepaskan dari pembakaran, kendaraan, dan asap pabrik merupakan zat berbahaya yang berkaitan erat dengan autisme. Demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan tim dari Harvard School of Public Health. Penelitian awal juga menemukan kaitan antara polusi dan autisme. Termasuk studi tahun 2010 yang menyebutkan bahwa risiko bayi mengalami autisme meningkat dua kali lipat jika saat hamil trimester tiga ibu hidup di dekat jalan raya yang polusi udaranya tinggi. Dalam studi yang dilakukan tim dari Harvard ini, ditemukan bukti tambahan kaitan antara polusi dan autisme itu. Pemerintah AS menemukan autisme di negeri tersebut meningkat pesat menjadi 1 dari 68 anak dari sebelumnya 1 dari 150 anak di tahun 2000. Para ahli meyakini peningkatan jumlah tersebut menggambarkan kesadaran masyarakat akan gangguan tumbuh kembang ini. Walau gangguan tersebut sangat terkait dengan genetik, peningkatan insiden ini membuat para ahli tertarik untuk menyelidiki apakah faktor lingkungan turut berperan. Studi tim Harvard melibatkan anak-anak dari 116.430 wanita dalam Nurse’s Health Study II yang dimulai tahun 2989. Tim peneliti mengumpulkan data di mana para wanita itu tinggal saat hamil dan level polusi. Kemudian dibandingkan dengan riwayat kelahiran dari 245 anak yang mengidap autisme dan 1.522 anak yang tumbuh kembangnya normal. Semua anak lahir antara tahun 1990-2002. Ternyata tidak ada kaitan antara autisme dengan polutan partikel halus sebelum atau usia kehamilan awal, atau setelah bayi lahir. Namun, paparan polusi yang tinggi saat ibu hamil trimester tiga meningkatkan risiko autisme dua kali lipat. Belum jelas bagaimana partikel halus itu memicu autisme, tetapi partikel polutan ini diselubungi banyak sekali kontaminan dan bisa masuk ke sel-sel sehingga mengganggu perkembangan otak bayi. |
| Payudara Sebelah Kanan Terdapat Benjolan Apakah Berbahaya? Posted: 24 Apr 2015 01:33 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, saya sekarang berusia 25tahun sudah menikah. Saya mau nanya, akhir-akhir ini dalam payudara saya sebelah kanan terdapat benjolan dan terasa sakit apalagi saat ditekan, sakitnya sudah tembus belakang dan tangan sebelah kanan agak nyeri. Benjolan itu terasa keras, namun tidak ada perubahan pada payudara serta kulitnya. Kira-kira dokter, itu bisa termasuk kanker? Terimakasih Ibu Nurhikmah Jawaban Konsultasi Dalam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan juga penunjang bila memang diperlukan. Sebaiknya periksakan langsung ke dokter. Terimaksih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Mengapa Pemberian Vaksin Harus Diulang? Posted: 23 Apr 2015 11:00 PM PDT DokterSehat.Com – Walau penyakit campak telah dinyatakan berhasil dibasmi pada tahun 2000, namun penyakit ini kembali mewabah akibat menurunnya tingkat vaksinasi di beberapa bagian di Amerika Serikat. Fenomena penurunan jumlah bayi dan anak yang divaksin itu bukan hanya terjadi di AS, tapi juga negara lain, termasuk Indonesia. Seharusnya tidak terjadi seperti ini, ujar dokter penyakit menular dan peneliti di Mayo Clinic, Pritish Tosh. Sebenarnya ini adalah penyakit yang dapat dicegah. Menurut Tosh, vaksin campak, gondok, dan rubella adalah vaksin fenomenal karena kemampuannya melindungi banyak orang dari satu populasi. Vaksin campak merupakan satu dari sekian banyak vaksin yang diberikan dalam beberapa dosis. Anak-anak menerima vaksin MMR pertamanya pada usia 12-15 bulan, lalu pemberian kedua pada usia 4-6 tahun. Pembuatan sebuah vaksin harus mengambil banyak variabel sebagai pertimbangan, termasuk patogen (sumber penyakit) individu atau penyakit, sistem kekebalan tubuh yang meresponnya, bagian dari patogen bisa menghasilkan kekebalan yang melindungi, serta seberapa lama responnya bertahan. Karena sangat kompleks, terkadang diperlukan pemberian dosis kedua atau ketiga dari vaksin. Kadang pada pemberian satu vaksinasi di kelompok besar populasi, kita mengharapkan efek perlindungan dari penyakit sampai 90 persen. Tapi dengan pemberian dosis kedua, perlindungannya naik jadi 98 persen, katanya. Oleh karena itu, menurut Tosh, dari pada mendapatkan 10 persen dari populasi yang belum terlindungi dari dosis pertama, strategi terbaik adalah pemberian dosis kedua sehingga kita mendapat perlindungan maksimal. Sistem kekebalan anak-anak belum berkembang dengan baik untuk menghasilkan respon imun berkepanjangan yang dibutuhkan dalam masa hidup mereka. Pemberian vaksin pun harus mempertimbangkan waktu yang tepat. Kurun waktu itu adalah ketika anak benar-benar menghasilkan sistem kekebalan protektif, kata Tosh. Namun di berbagai usia, vaksin kedua akan membantu meningkatkan perlindungan. Pertama kalinya tubuh kita terpapar patogen, tubuh Anda menghasilkan respon kekebalan, lanjutnya. Tetapi ketika Anda dihadapkan denagan penyakit yang sama beberapa tahun kemudian, sistem kekebalan Anda akan menghasilkan respon yang lebih spesifik dan tahan lama. Sebagai contoh, vaksin virus papilloma (HPV) untuk mencegah kanker serviks terdiri dari tiga dosis. Dosis kedua diberikan dua bulan setelah dosis pertama, dan ketiga yakni enam bulan setelah dosis awal. Vaksin ini direkomendasikan diberikan pada anak perempuan dan laki-laki usia 11-12 tahun, hingga usia 26 tahun pada wanita dan 21 tahun pada pria. Tosh menuturkan, pemberian pada usia yang ditentukan itu karena setelah lewat usia tersebut efek perlindungan dari vaksin itu kurang maksimal. Meski begitu, bukan berarti anak yang baru mendapat satu kali vaksin cacar tidak terlindungi. Beberapa orang mungkin hanya dengan satu dosis dapat memproduksi sistem kekebalan yang spesifik dan respon yang tahan lama. Tapi sebagian besar butuh dua kali vaksin, jelas Tosh. Sulit menentukan mana yang membutuhkan lebih dari satu kali. Maka dari itu saya menyarankan jika orang-orang belum mendapat vaksin sepenuhnya, segera dapatkan dosis yang Anda butuhkan, katanya. |
| Otomikosis, Infeksi Jamur Pada Telinga Posted: 23 Apr 2015 09:00 PM PDT DokterSehat.Com – Otomikosis adalah radang liang telinga akibat infeksi jamur. Jamur yang paling sering menyebabkan otomikosis yaitu Aspergilus. Kadang-kadang Candida albicans juga menjadi penyebabnya. Timbulnya otomikosis dipermudah oleh keadaan lingkungan liang telinga yang sangat lembab. Penyakit ini memang bukan penyakit yang mengancam jiwa tapi penyakit ini seringkali membuat panderita putus asa karena lamanya waktu yang diperlukan dalam pengobatan dan juga tingkat kekambuhannya yang tinggi bila tidak diobati dengan benar. Telinga luar terdiri dari daun telinga, liang telinga luar sampai ke gendang telinga. Kulit dalam liang telinga mengandung kelenjar khusus yang mengeluarkan sekresi seperti lilin (wax) yang disebut serumen (ear wax). Serumen ternyata juga mempunyai fungsi penting karena bersifat antibakteri, antimikotik (jamur) dan juga bersifat menolak serangga. Gejala awal Otomikosis yg sering ditemui adalah ketidaknyamanan pada telinga, rasa gatal, nyeri telinga dan perasaan penuh pada telinga. Bila infeksi meluas sampai ke gendang telinga maka akan dapat mengeluarkan cairan. Pada pemeriksaan telinga akan ditemukan kemerahan pada liang telinga, terdapat kumpulan massa putih dan pembengkakkan liang telinga. Penurunan pendengaran dan telinga berdenging (tinitus) juga dapat terjadi karena penyumbatan liang telinga yang disebabkan oleh pembengkakkan liang telinga dan penumpukan sekresi atau kumpulan massa putih. Umumnya Otomikosis dapat sembuh apabila diobati dengan tuntas. Untuk pengobatan sebaiknya mengunjungi Dokter Spesialis THT. Biasanya diperlukan beberapa kali kunjungan ke Dokter Spesialis THT. Dokter THT akan membersihkan jamur pada telinga dengan menggunakan alat vacum khusus dan biasanya akan dioleskan krim anti jamur. Resiko kekambuhan dari penyakit ini sangat tinggi, jika faktor pencetus yang menyebabkan infeksi tidak dihilangkan. Beberapa tips untuk mencegah terjadinya kekambuhan infeksi jamur pada telinga (otomikosis) adalah :
Salah satu cara untuk mengeringkan telinga adalah dengan cara menarik daun telinga keatas lalu kearah luar agar posisi liang telinga dalam keadaan lurus. Lalu gunakan pengering rambut (hair dryer) dengan temperature rendah atau tanpa panas (low/no heat) dari jarak kurang lebih 45-60 sentimeter selama kira-kira 30 detik. Mencegah tentu saja lebih baik dari mengobati. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan cara menghilangkan kebiasaan buruk seperti mengorek kuping dengan tangan atau cotton bud dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan telinga. |
| Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Kesehatan Posted: 23 Apr 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Belum terlambat untuk membalikkan kebiasaan buruk dalam hidup kita untuk memulai hidup lebih cerdas, dan lebih sehat. Dari duduk sepanjang hari hingga tertidur dalam kubikel kita, kebiasaan ini dapat merusak kesehatan kita. Berikut kebiasaan yang berbahaya bagi kesehatan :
|
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments