Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Olahraga Terbaik Untuk Pasien Yang Baru Sembuh Dari Kanker Payudara
- Latar Belakang Kemunculan Diaper Rash
- Penyebab Utama Orang Susah Tidur Dimalam Hari
- Pola Hidup Sehat Ini Perlu Anda Terapkan Mulai Dari Sekarang
- Apa Itu Kanker Rahim? Kenapa Begitu Berbahaya?
- Vaksin MMR Bukan Penyebab Autisme
| Olahraga Terbaik Untuk Pasien Yang Baru Sembuh Dari Kanker Payudara Posted: 26 Apr 2015 08:00 AM PDT DokterSehat.Com – Setiap kaum wanita sangat berpotensi terserang penyakit kanker payudara karena jaringan menyusui pada wanita memang menjadi salah satu tempat yang paling sering diserang oleh sel kanker. Kanker payudara itu sendiri dapat muncul bahkan tanpa bisa diduga sehingga penting bagi kaum wanita untuk mewaspadainya dan menjaga kesehatan tubuh mereka terutama pada bagian payudara. Deteksi awal serta diagnosa sejak dini penyakit kanker payudara dapat mempermudah proses pengobatan sebelum akhirnya penyakit kanker payudara menyebar dan mengancam kaum wanita. Pada proses penyembuhan atau setelah pengobatan, ada beberapa olahraga yang bisa diterapkan oleh mereka yang baru saja sembuh dari penyakit kanker payudara. Berdasarkan penelitian, ada dua olahraga terbaik yang efektif dan cocok dilakukan demi mengembalikan kebugaran tubuh pasien setelah melakukan pengobatan kanker payudara. Olahraga yang penting untuk melatih tubuh tersebut diantaranya adalah jalan kaki dan yoga.
|
| Latar Belakang Kemunculan Diaper Rash Posted: 26 Apr 2015 05:00 AM PDT DokterSehat.Com – Diaper rash adalah istilah umum yang menggambarkan inflamasi akut yang terjadi pada area popok, lebih dikenal sebagai ruam popok pada bayi. Ruam ini kerap terjadi pada area lipatan kulit yang terbungkus oleh popok. Lebih sering terjadi pada bayi yang menggunakan popok sekali pakai, karena terlalu lama digunakan dan tidak segera diganti. Kotoran serta air seni yang terdiam lama akan mendukung perkembangan kuman dan bakteri yang menyebabkan kulit bayi teriritasi. Agar anda tidak mengalami hal ini terlalu sering maka penting sekali untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya. Berikut serba-serbi latar belakang kemunculan iritasi kulit pada bayi :
Ruam pada kulit bayi memang bukanlah gangguan baru dan sudah sering dialami oleh sebagian besar bayi di dunia. Meskipun demikian apabila tidak segera ditangani maka ruam ini akan semakin melebar dan justru akan membuat bayi lebih rewel dan kesakitan. Jika anda mengetahui ada kulit bayi yang mengalami diaper rash segera lakukan pengobatan, atau segera dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. |
| Penyebab Utama Orang Susah Tidur Dimalam Hari Posted: 26 Apr 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Apakah anda sering mengalami susah tidur di malam hari? Jika ya, bukan hanya anda yang sering mengalami hal ini. Penyakit susah tidur atau yang lebih dikenal dengan insomnia ini sering dialami oleh banyak orang dengan berbagai penyebab susah tidur. Akibat susah tidur biasanya menyebabkan seseorang menjadi kurang tidur dan nampak kurang sehat. Beikut penyebabnya :
|
| Pola Hidup Sehat Ini Perlu Anda Terapkan Mulai Dari Sekarang Posted: 25 Apr 2015 11:00 PM PDT DokterSehat.Com – Seperti apa pola hidup sehat yang perlu anda terapkan mulai dari sekarang? Tentu saja adalah pola hidup yang akan memberikan efek baik untuk kesehatan Anda dan juga kelangsungan hidup Anda sehingga pola hidup yang sehat akan menjadikan kehidupan Anda lebih sehat. Berikut pola hidup sehat ni perlu anda terapkan mulai dari sekarang :
|
| Apa Itu Kanker Rahim? Kenapa Begitu Berbahaya? Posted: 25 Apr 2015 09:00 PM PDT DokterSehat.Com – Kanker rahim adalah kanker yang terjadi saat sel abnormal muncul pada area rahim. Beberapa lokasi kanker seperti pada leher rahim atau pun mulut rahim, sebenarnya masih satu jenis kanker, yaitu kanker rahim. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai kanker serviks yang berasal dari istilah bahasa inggris yaitu cervical cancer. Jadi, sewaktu Anda membaca sebuah artikel dengan istilah-istilah yang disebutkan diatas, ketahuilah bahwa itu masih bentuk kanker yang sama. Kanker rahim dapat menimpa wanita yang berusia 20 hingga 30 tahun dan membutuhkan proses yang progresif. Kanker rahim menjadi salah satu penyakit yang menakutkan yang dapat terjadi pada seorang wanita. Dengan mengetahui penjelasan apa sebenarnya penyakit ini, dan bagaimana dampaknya, tentunya anda akan lebih jeli di dalam menjaga kesehatan yang anda miliki. Kanker rahim dan asalnya Menjadi seorang wanita tentu adalah sebuah anugrah. Dimana anda dapat memiliki kesempatan untuk bereproduksi. Dengan adanya rahim, kesempatan itu dapat dilakukan. Lalu apakah sebenarnya kanker rahim yang menjadi momok bagi wanita yang dapat terjadi di dalam rahimnya. Memang penyakit ini sangat ditakuti, karena berbagai macam dampak yang dimilikinya. Sementara itu, apa penyakit ini sendiri. Ini merupakan suatu penyakit yang diakibatka oleh Human Papilloma Virus. Atau lebih dikenal dengan singkatan HPV. Virus ini tentunya merupakan penyebab utama yang menyebabkan penyakit ini. Ada beberapa hal yang memang harus anda perhatikan :
Alasan tersebut menjadi sangat berbahaya bagi kanker rahim yang memang sering menjadi alasan bagaimana pertumbuhan yang dialami oleh penderita penyakit ini. Oleh karenanya, pengetahuan yang mendasar dan menyeluruh merupakan kunci di dalam pencegahan penyakit ini. Penyakit ini juga menjadi lebih berbahaya dikarenakan :
Oleh karenanya kanker rahim memang menjadi dasar mengapa anda harus benar-benar menjaga kesehatan anda dengan baik. Dengan berbagai macam hal yang menakutkan dan berbahaya yang sudah disinggung diatas, tentunya anda akan merasa jauh lebih sehat dengan mengetahuinya. |
| Vaksin MMR Bukan Penyebab Autisme Posted: 25 Apr 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Dalam studi mutakhir pada vaksin, peneliti menemukan bukti lagi bahwa imuniasi anak tidak ada hubungannya dengan autisme. Studi tersebut dilakukan oleh Dr Anjali Jain dari Lewin Group dan sudah diterbitkan di Journal of the American Medical Association. Lewin Group adalah organisasi konsultan perawatan kesehatan. Penelitian mereka menemukan adik dan kakak dari-anak dengan autisme tidak berisiko lebih tinggi ketika mereka divaksinasi, dibandingkan dengan adik dan kakak anak-anak tanpa autisme. Sebelumnya ada penelitian menemukan peningkatan risiko autisme pada anak dengan kakak penderita autisme. Lantas sejumlah orangtua percaya autisme pada si kakak ada hubungannya dengan vaksinasi, khususnya vaksin MMR. Mereka lalu ragu mengimunisasi adik-adiknya. Dalam penelitiannya Jain menemukan vaksinasi di kalangan anak yang punya kakak atau adik lebih rendah, 86 persen pada lima tahun dibandingkan 92 persen pada mereka yang tak punya kakak atau adik dengan autisme. Tetapi di antara 95 ribu anak-anak dengan kakak autisme yang terlibat dalam penelitian, anak yang mendapatkan vaksin MMR dan memiliki kakak dengan autisme ternyata tidak lebih berisiko terkena autisme dibandingkan anak yang mendapat vaksinasi dan tak punya kakak dengan autisme. Faktanya, risiko relatif autisme di antara yang punya kakak autisme lebih rendah bila mereka divaksinasi dibandingkan mereka yang tak divaksinasi. Penelitian kami mengonfirmasi bahwa anak-anak dengan kakak yang kita tahu mengalami peningkatan risiko terkena autisme, mereka ini kurang divaksinasi, kata Jain. Tetapi anak-anak yang menderita autisme yang divaksinasi, tidak ada peningkatan risiko dari vaksinasi dibandingkan anak yang tak mendapat vaksinasi, tambahnya. Hasilnya penelitian ini, kata Jain, seharusnya menghentikan kekhawatiran orang tua dengan anak-anak autistik bahwa memvaksinasi adiknya bakal meningkatkan risiko terkena autisme. Studi skala besar dan fakta vaksinasi, serta informasi autisme yang tidak dikumpulkan demi tujuan studi vaksin dan autisme tapi sebagai database asuransi kesehatan besar juga memperkuat penelitian terbaru itu. (Lewin Group yang membuat penelitian terbaru ini merupakan bagian mandiri dari Optum, yang mengumpulkan data). Kita belum mengerti penyebab autisme pada anak-anak atau keluarga-keluarga tertentu. Mungkin ada faktor-faktor genetik dan lingkungan. Tetapi kami mampu meneliti vaksin sendiri dan membuktikan tak ada kaitan antara vaksinasi dan autisme, tuturnya. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments