Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Diet Rendah Karbohidrat Menurunkan kecerdasan

Posted: 29 Apr 2015 08:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Menghilangkan karbohidrat dalam diet harian memang dapat mengurangi berat badan, namun efek sampingnya cukup mengejutkan, yakni menurunnya daya ingat. Hal ini dibuktikan oleh percobaan yang dilakukan Holly A. Taylor, PhD, dan rekan-rekannya.

Mereka meneliti 19 wanita berusia antara 22-55 tahun yang diperintahkan untuk melakukan diet rendah karbohidrat atau diet rendah kalori (banyak buah, sayuran, dan biji-bijian). Sebelum menjalani diet, peserta percobaan tersebut diuji ingatannya baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Uji ini diulangi lagi satu, dua, dan tiga minggu setelah diet dimulai.

Pada uji memori minggu kesatu, para peserta diet rendah karbohidrat menunjukkan hasil yang lebih buruk dibandingkan dengan hasil yang dicapai peserta diet rendah kalori. Peserta diet rendah karbohidrat memiliki reaksi yang lebih lambat dan ingatan visual-spasial yang lebih buruk. Namun mereka menunjukkan hasil yang lebih baik pada uji perhatian dan kemampuan untuk tetap dalam tugas yang diberikan.

Kemampuan daya ingat peserta diet rendah karbohidrat menunjukkan perbaikan setelah minggu pertama ketika mereka diminta untuk memakan makanan yang mengandung karbohidrat dalam jumlah terbatas.

Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa diet tidak hanya berpengaruh pada berat badan. Otak membutuhkan glukosa (yang diperoleh dari pemecahan karbohidrat) sebagai energi, oleh karena itu diet rendah karbohidrat dapat menurunkan kemampuan belajar, daya ingat, dan berpikir. Demikian dikatakan Taylor. Namun percobaan ini hanya membuktikan pengaruh jangka pendek diet rendah karbohidrat, untuk itu penelitian lain hendaknya dilakukan untuk melihat pengaruh diet jangka panjang terhadap daya ingat.

Sakit Infeksi Dapat Dicegah Dengan Tidur Yang Cukup

Posted: 29 Apr 2015 05:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Lebih dari sepertiga peserta penelitian ini mengalami demam. Mereka yang memiliki efisiensi tidur lebih rendah, yakni 92%, berisiko lebih tinggi terjangkit demam dibandingkan mereka yang memiliki efisiensi tidur sebesar 98% atau lebih. Efisiensi tidur diartikan sebagai total waktu peserta tertidur pulas dibagi jumlah waktu yang dihabiskan di tempat tidur.

Hasil penelitian ini dicantumkan pada Archives of Internal Medicine.

Tidur berkaitan erat dengan kekuatan sistem kekebalan tubuh, inilah mengapa orang yang terjangkit infeksi akan merasa lelah.

Penelitian ini dilakukan terhadap 153 orang yang sehat, berusia rata-rata 37 tahun. Mereka kemudian dikarantina dan diberi semprot hidung yang berisi rhinovirus, yakni jenis virus yang biasa menyebabkan demam.

Aspirin Tidak Direkomendasikan Untuk Cegah Stroke

Posted: 29 Apr 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Aspirin yang digunakan dalam dosis rendah untuk mencegah stroke dan serangan jantung nampaknya tidak direkomendasikan lagi untuk digunakan. Hal ini terkait dengan sebuah review paper yang diterbitkan oleh Drug and Therapeutics Bulletin, jurnal bulanan yang menyediakan pengkajian independen dan petunjuk dalam hal pengobatan dan pengelolaan penyakit.

Di dalam jurnal tersebut dikatakan bahwa bukti terkini tidak membenarkan penggunaan rutin aspirin dosis rendah untuk pencegahan primer CVD (cardiovascular disease), atau penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, pada pasien yang nampak sehat, bahkan bagi yang memiliki kenaikan tekanan darah atau juga diabetes. Hal ini disebabkan potensi risiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan aspirin lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh pasien.

Review paper ini juga menyatakan bahwa sejumlah referensi yang diterbitkan antara tahun 2005 hingga 2008 menganjurkan penggunaan aspirin dosis rendah sebagai pencegahan primer CVD pada sejumlah pasien (misalnya pasien yang berumur 50 tahun ke atas, pengidap diabetes tipe 2, dan penderita tekanan darah tinggi); akan tetapi tidak ada bukti yang memadai untuk mendukung terapi dengan aspirin tersebut, malahan ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa aspirin tidak berguna untuk pencegahan primer CVD.

Salah satu contohnya adalah sebuah meta analisis yang baru-baru ini diterbitkan di the Lancet. Analisis ini membuktikan bahwa semua kematian yang terjadi akibat penyakit jantung koroner dan stroke tidak menunjukkan perbedaan antara kelompok pengguna aspirin dan kelompok kontrol, malah kelompok yang menggunakan aspirin lebih berisiko terkena pendarahan saluran pencernaan dan extracranial [Lancet 2009;373:1849-60].

Obat Antipsikotik Baru Yang Rawan Bagi Jantung

Posted: 28 Apr 2015 11:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Kaitan antara penggunaan obat antipsikotik lama, seperti haloperidol dan thioridazine, dan kematian mendadak akibat jantung telah dipahami dengan baik. Obat-obatan ini meningkatkan risiko kematian mendadak akibat jantung sebanyak 2 kali lipat.

Namun karena obat antipsikotik lama tersebut menyebabkan kelainan gerak pada pasien, maka penggunaannya cenderung digantikan oleh obat antipsikotik generasi kedua, seperti Zyprexa, Risperdal, serta Seroquel.

Penelitian tersebut menguatkan fakta sebelumnya bahwa pengguna obat-obatan antipsikotik lama (haloperidol dan thioridazine) memiliki risiko sebesar 2 kali lebih besar terkena kematian mendadak akibat jantung dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat-obat tersebut.

Akan tetapi penelitian ini juga menemukan fakta lain bahwa para pengguna obat-obat antipsikotik baru pun memiliki risiko serupa, bahkan lebih besar lagi (melebihi 2 kali lipat). Risiko kematian mendadak ini meningkat sebanding dengan dosis yang diberikan.

Untuk mengatasinya, para peneliti menyarankan untuk mengadakan pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) pada waktu sebelum dan setelah pasien menggunakan obat antipsikotik. Diharapkan kondisi jantung pasien dapat termonitor dengan baik sehingga risiko kematian mendadak dapat diturunkan.

Selama tahun 1990 hingga 2005, para peneliti di Vanderbilt University School of Medicine dan Geriatric Research, Education, and Clinic Center di Nashville memeriksa data medis 93.300 orang yang menggunakan obat-obatan antipsikotik baru dan lama, serta sebanyak 186.600 orang yang tidak menggunakan obat antipsikotik.

Buah Untuk Mengobati Penyakit Jantung

Posted: 28 Apr 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Jantung adalah salah satu organ tubuh sebagai pusat dari organ vital di dalam tubuh adalah penting untuk di jaga sejak dini, kesehatan jantung akan anda rasakan ketika anda melihat orang sebaya yang bernasib kurang baik, untuk menghidari penyakit jantung, ada beberapa buah yang bagus untuk obat penyakit jantung. Tapi disini hanya diulas 2 jenis buah yang paling bagus untuk obat sakit jantung :

  • Buah manggis
    Buah manggis merupakan buah yang sudah akrab disekitar kita, tidak sulit dan sangat mudah untuk menemukan buah manggis. Harganya yang terjangkau membuat siapa saja dapat mengkonsumsi buah ini sebagai penutup makanan atau pelengkap gizi makanan sehari-hari. Dengan mengkonsumsinya secara rutin setiap hari, dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi kesehatan kita sehari-hari.

    Tetapi sesuai hasil dari beberapa penelitian ilmiah menyatakan bahwa yang paling berkhasiat untuk mengobati penyakit jantung adalah kulit manggis bukan isinya. Tapi tidak gampang untuk mendapatkan zat yang berkhasiat dalam kulit manggis ini yang bernama Xanthones. Perlu proses ekstrak di pabrik dengan alat yang mutakhir untuk memisahkannya. Zat Xanthone inilah yang mengandung antioksidan super yang sangat bagus untuk obat penyakit jantung.

    Khasiat kulit manggis untuk pengobatan jantung koroner adalah dengan melebarkan pembuluh darah dan melancarkan peradaran darah sehingga mengurangi penumpukan lemak yang menjadi penyebab jantung koroner.

    Saat ini sudah ada produk herbal kulit manggis yang berbentuk cair atau jus yang bernama XAMthone Plus untuk pengobatan penyakit jantung. XAMthone Plus inilah pelopor jus kulit manggis di Indonesia yang diproduksi PT UFO BKB Syariah sejak tahun 2008 dan satu-satunya sudah lolos uji Badan POM dan bersertifikat ISO 9001. Jadi mengkonsumsi jus kulit manggis XAMthone Plus ini sangatlah aman.

  • Buah bengkudu (pace)
    Buah mengkudu terkenal karena kemampuannya menjaga tekanan darah tetap stabil. Karena itu jus mengkudu sering dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi, dan dengan demikian mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke. Buah Mengkudu memiliki kandungan xeronin, juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral lainnya, y

    ang bisa memperbaiki fungsi tubuh sehingga bisa digunakan untuk terapi penyakit jantung dan stroke.Tapi buah mengkudu ini baunya sangat menyengat dan tidak enak. Rasanya juga perlu perjuangan untuk memakan langsung. Meskipun buah mengkudu tidak menarik baik dari segi bentuk dan aroma, namun buah mengkudu adalah salah satu buah dengan sumber antioksidan yang cukup besar. Antioksidan ini dapat menangkal radikal yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

    Mengkudu mengandung antioksidan yang dapat memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Dengan demikian jantung tidak bekerja terlalu keras untuk memompa darah, dan tekanan darah dapat kembali normal.

    Untunglah saat ini sudah ada produk herbal yang mengandung mengkudu yaitu Jus Madu Mengkudu B5 produksi PT UFO BKB Syariah. Jus mengkudu ini dicampur dengan madu murni sehinggan rasanya sangat enak dan baunya tidak menyengat lagi. Untuk pengobatan penyakit jantung konsumsi 2 sendok makan 3 kali sehari. Lihat perubahannya setelah konsumsi selama 1 bulan.

Pengobatan Pada Penyakit Kuning

Posted: 28 Apr 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyakit kuning sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada abad V sebelum masehi di babbilonia. Seorang tabib kuno, Hippocrates, menemukan bahwa penyakit kuning adalah penyakit menular sehingga dinamakan iterus infectiosa. Pada saat itu, penyakit kuning mewabah di kalangan prnduduk sipil dan serdadu.

penyebab

Penyakit kuning dapat disebabkan oleh virus. Virus merupakan penyebab hepatitis A,B,C,D,E,F, dan G. Disamping itu, Penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh bakteri, prasit, obat-obatan, bahan kimiaatau sintetis yang merusak hati, alkohol, gizi yang buruk, serta penyakit autommun, Virus hepatitis B lebih sering menjadikan penyakit kuning berlanjut menjadi menahun ini dampak jinak, dapat pula ganas atau berubah menjadi cirrhosis atau malah kanker hati. Lebih dari 80% kanker hati sekunder bermula dari pirus hepatitis B.

Gejala

Gejala sakit kuning mudah sekali terlihat oleh mata adalah adanya perubahan pada warna kulit tubuh dan warna putih mata yang terlihat menguning. Warna kuning ini disebabkan oleh kandungan bilirubin yang dalam tubuh melebihi kapasitas normal dan meningkat, jika bilirubin meningkat kemudian di bawa ke dalam organ hati sehingga menyebabkan terganggunya fungsi kerja dari organ hati. Gangguan tersebutlah yang menyebabkan sakit kuning yang ditandai perubahan warna kulit tubuh berwarna kuning termasuk bagian putih mata

Sakit Kuning juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya yang diakibatkan dari peningkatan bilirubin, seperti :

  • Hepatitis
  • Cirrhosis
  • Batu Empedu
  • Anemia tertentu
  • Malaria
  • Siphilis
  • Penyakit godgkin
  • Liver immatur pada bayi baru lahir

Diagnosis

Diagnosis penyakit kuning dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik yang sederhana misalnya melihat kulit, putih mata dan telapak tangan apakah menguning. Tapi diagnosis tidak berhenti di situ. Penyebab penyakit kuning perlu dicari tahu. Pada awal pemeriksaan, dokter akan mencoba mencari petunjuk melalui keterangan langsung dari pasien perihal gejala dan riwayat kesehatannya.

Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, misalnya memeriksa adanya pembengkakan pada hati sebagai tanda-tanda hepatitis, atau memeriksa adanya pembengkakan pada kaki sebagai tanda-tanda sirosis.

Setelah petunjuk didapat, maka untuk benar-benar memastikan penyebab penyakit kuning, biasanya dokter dapat melakukan pemeriksaan atau tes lanjutan, seperti pemeriksaan darah, tes urin, biopsi hati, dan pemeriksaan melalui gambar.

Pengobatan

Pengobatan penyakit kuning tergantung kepada jenis penyakit kuning itu sendiri, penyebab, dan tingkat keparahannya. Diagnosis yang tepat akan membantu dokter dalam memberikan penanganan yang tepat pula.

Pencegahan penyakit kuning

Banyak kondisi atau faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kuning, salah satunya adalah hepatitis. Upaya pencegahan yang bisa kita lakukan adalah dengan meminimalisasi risiko terkena kondisi tersebut.

Selain itu, berolahraga secara teratur, mengontrol konsumsi alkohol, dan menjaga berat badan juga penting untuk diterapkan sebagai upaya mencegah penyakit kuning.

Advertisemen