Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Psikologis Kesehatan Mental Gangguan Neurosis

Posted: 30 Apr 2015 08:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Neurosis kadang-kadang disebut psikoneurosis dan gangguan jiwa (untuk membedakannya dengan psikosis atau penyakit jiwa. Konsep neurosis berhubungan dengan bidang psikoanalisis, suatu aliran pemikiran dalam psikologi atau psikiatri. Psychoneuroses merupakan kekacauan kepribadian yang relatif lebih ringan namun meresahkan dan tidak menyenangkan pasien tetapi tidak sampai merusak penyesuaiannya dengan kehidupan sosialnya atau mengganggu aktivitas sehari-harinya sehigga tidak membutuhkan pengawasan atau diharuskan masuk ke rumah sakit jiwa. Ciri-ciri gejala secara umum meliputi keinginan yang berlebihan, merasa selalu dalam ketegangan, gelisah, selalu merasa kekurangan, ketakutan yang berlebihan, kelelahan yang berlebihan.

Bentuk lain dari psychoneurosis ini, sebagaimana dikemukakan oleh James D. Page dalam bukunya Abnormal Psychology, adalah hysteria (bisa berupa gangguan kontrol anggota tubuh, ketidakmampuan sensorik hipersensitif, sensasi yang berlebihan ketidakmampuan motorik kelumpuhan sebagian anggota badan, tidak mampu berdiri atau berjalan pada posisi tertentu, pergerakan yang hiperaktif, bicara gagap, hilang suara, kulit mengelupas, keringat berlebihan, dan lain sebagainya), anxiety (degup jantung kacau, instabilitas emosi, perasaan rendah diri atau kalah, sakit kepala yang sangat, kebingungan, intoleransi, ingin bunuh diri, ketakutan yang aneh, dsb.), neurastenia (adalah akibat perasaan emosional yang berlebihan karena kegagalan memecahkan masalah pribadi, merasa bodoh dan depresi, hilangnya interes, sangat sulit untuk berpikir), obsesive yang luar biasa, compulsvei (tidak mampu mengontrol aktifitas, mengulang-ulang suatu tindakan secara otomatis, seperti mencuci tangan, mengangkat bahu, mengusap wajah seolah-olah selalu ebrdebu, dsb.), pobia (ketakutan yang berlebihan tanpa alasan), trauma, dan sebagainya, Nervouse (sangat mudah resah dan gelisah, sangat menderita, mudah tersinggung dan marah, dsb.), traumatic (gejala-gejala psychoneuroses yang menyertai sakit fisk yang dialami atau kecelakaan, dsb.).

Termasuk juga dalam kategori ini adalah Hypochondria (kerisauan hati yang dibesar-besarkan atau dilebih-lebihkan pada kesehatan pribadi, merasa yakin betul bahwa dirinya mengidap suatu penyakit yang serius, setiap kesakitan dirasakan sebagai bencana yang hebat, menganggapnya sebagai tragedi yang besar dan bisa menyebabkan kematiannya), psychosomatisme (bentuk-bentuk penyakit jasmani yang disebabkan oleh kombinasi faktor organis dan psikologis, merupakan kegagalan sistem saraf dan sistem fisik, kecemasan-kecemasan dan gangguan mental), misalnya hipertensi, effort syndrome (merasa sangat kelelahan meski hanya sedikit bekerja, kesulitan bernafas, dan perasaan mau jatuh pingsan), Post Power Syndrome (sindrom purna kuasa), dan Peptic Ulcer (luka pada lambung akibat asam lambung yang terlalu banyak yang disebabkan oleh konflik batin, kegagalan sistem organik akibat gangguan sistem saraf).

Menurut Fahmi, psiko-neurosa ini merupakan penyakit jiwa dalam taraf sebagai gangguan jiwa. Orang yang mengalami psiko-neurosa ini mengalami gejala jiwa yang mempengaruhi perilakunya, namun tidak sampai mengganggu kehidupan dan sosialnya, mereka juga menyadari akan permasalahannya tersebut. Bentuk gangguan ini bersifat lunak dan tidak berbahaya. Dengan demikian, psikoneurosa merupakan bentuk gangguan jiwa berada pada taraf biasa namun bisa mengganggu stabiltas kesehatan fisik. Konsep individu dalam menghadapi kehidupan nampak sangat dominan dalam menciptakan konflik batin yang pada akhirnya menjadi gangguan jiwa.

Psychoses Penyimpangan mental yang mengkhawatirkan yang cenderung menghancur-kan integritas kepribadian dan mengganggu hubungan sosial individu. Bentuk-bentuknya antara lain: Schizophrenia, yaitu gejala-gejala yang muncul meliputi penyimpangan emosional reaksi emosional yang menunjukkan kebencian, bahkan dia tidak mau bergaul atau berhubungan dengan masyarakat umumnya, halusinasi merasa mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang bisa diakuinya sebgaai keluarga, teman, atau bahkan Tuhan. Gangguan berbicara ketidakmampuan mengontrol pembicaraannya, antara stimuli dan respon pembicaraan tidak sambung, kesulitan menulis, menggambar, atau mengkonsentrasikan gerakan tangan, penyimpangan berpikir, tidak bisa fokus, tidak bisa mengurutkan sesuatu kerusakan atau kelemahan intelegensi.

Bentuk lain adalah Manic-depressive psychosis, misalnya adalah maniac psychomotor activity perilaku yang sangat berlebihan ide-ide dan halusinasi yang berlebihan, keinginan-keinginan, gangguan emosionalyang ekstrim, suasana yang terus bergerak antara menangis dan tertawa, sampai pada depresi, sedih, putus asa, dsb. Bentuk berikutnya adalah paranoia bisa mengendalikan diri, akan tetapi pada kondisi-kondisi tertentu ia bisa sangat membahayakan, diantaranya disebabkan karena kegagalan-kegagalan yang dialaminya alcoholic Mental disorder penggunaan obat-obatan terlarang, dan Epilepsy. Dengan demikian, psikosa merupakan suatu penyakit mental yang parah, dimana ditandai dengan disorientasi pikiran, gangguan emosional, disorientasi ruang dan waktu, serta pribadi dan pada beberpa kasus disertai halusinasi dan delusi-delusi.

Dari uraian di atas, bila dibandingkan antara psiko-neurosa dan psikosa, maka kondisi psikosa jauh lebih berat dari pada psiko-neurosa. Perbedaan penting antara psychoneouroses dengan psychoses diantaranya bisa dilihat pada tabel berikut ini psychoneouroes Psychoses.

Berpikir dengan ucapan wajar, logis dan padu tidak ada khayalan, halusinasi, dan kebingungan mental berpikir dengan ucapan tidak logis atau tidak bertautan, kebingungan mental, khayalan, dan halusinasi yang dominan mampu mengendalikan diri baik secara parsial atau sepenuhnya, kondisi diri mendukung jarang ada kasus bunuh diri tidak mampu mengendalikan diri; sering ada komitmen untuk bunuh diri, wajib dibawa ke rumah sakit jiwa.

Hubungan dengan kelompok sosial masih bisa bertahan, Perilaku di dalam penyesuaian umum dengan standard masyarakat bisa diterima Kebiasaan sosial hilang perilaku tidak sesuai dengan standard masyarakat pada umumnya mencapai ciri kemandirian yang sesuai dengan potensi yang dimiliki, diantaranya menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, menumbuhkan kemampuan menentukan pilihan dan mengambil keputusan sendiri, menumbuhkan kemampuan mengendalikan emosi, materi pelajaran bina diri, dan keterampilan.

Hati-Hati Kekurangan Vitamin D Memicu Penyakit Jantung

Posted: 30 Apr 2015 05:00 AM PDT

DokterSehat.Com - Sebuah penelitian yang dilakukan tentang penyakit jantung, menemukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D, maka akan menghadapi segala peningkatan resiko penyakit jantung. Temuan yang sangat berguna ini ditampilkan oleh American College of Cardiology.

Pada hasil penelitian menunjukan bahwa vitamin D dari sinar matahari akan dapat meningkatkan kesehatan jantung seseorang, dan selain itu juga mengurangi resiko dari penyakit arteri koroner.

Untuk itu, sebuah kesalahan beberapa orang menghindari paparan sinar matahari, padahal saat tersebut masih pagi hari, sehingga sinarnya sangat baik untuk kesehatan.

Paparan sinar matahari pagi, akan dapat menjauhkan seseorang dari resiko penyakit jantung.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti asaI Negara Italia, dimana dia melakukan evaluasi hubungan antara kadar vitamin D dan penyakit arteri koroner.

Seorang ahli jantung yang bernama Monica Verdoia dari the Department of Cardiology, Italia, menyimpulkan bahwa kekurangan vitamin D dapat memberikan resiko 32 persen lebih tinggi terkena penyakit arteri koroner, sekaligus juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung (yang berat) sebanyak 20 persen.

Pasien dengan kadar vitamin D yang sangat rendah (kekurangan vitamin D), hampir dua kali lipat terkena resiko aterosklerosis koroner, ujar Monica Verdoia, seperti yang dilansir dari Newsmax Health.

Dr. Verdoia juga menyarankan bahwa para dokter harus memberikan rekomendasi pada pasien jantung untuk mengikuti diet kaya vitamin D.

Menurutnya, vitamin dapat bertindak sebagai regulator untuk fungsi sistem kekebalan tubuh, dan juga mengatasi terjadinya peradangan serta dapat bermanfaat untuk penurunan resiko penyakit jantung.

Banyak Pikiran, Bisa Menyebabkan Gangguan Haid

Posted: 30 Apr 2015 02:37 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, misalnya saya haid tanggal 20 tetapi aku selesainya lama, bisa sampai 2 minggu. Terus pas sudah selasai, 2 minggu seterusnya haidnya datang lagi. Terkadang suka mikirin tugas, ngelamun, atau apalah yang bikin stress. Apakah fikiran juga bisa mengganggu, lantas apakah itu salah satu bagian dari penyakit. Lalu, bagaimana cara mengatasinya supaya haidnya normal (7 hari)? Terimakasih

Ibu Nurasiah

Jawaban Konsultasi

Stress memang bisa jadi penyebab gangguan mens. Periksakan ke dokter spesialis kandungan. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Kafein Membunuh Sel Kanker Kulit

Posted: 30 Apr 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Penelitian terakhir mengemukakan fakta terbaru mengenai manfaat tambahan kopi disamping sebagai pendongkrak mood untuk kerja di pagi hari. Sebuah penelitian di University of Washington menemukan  bahwa kafein pada kopi berfungsi dalam membunuh sejumlah kecil sel-sel yang berpotensi menjadi kanker (precancerous cells) akibat paparan sinar matahari. Bahkan pada penelitian yang sama, ditemukan pula kafein dapat membunuh sel yang sedang dalam proses pembelahan pada saat terpapar sinar matahari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam AACR (American Association for Cancer Research) oleh Yao-Ping Lu, You-Rong Lou, Qing-Yun Peng, Paul Nghiem, dan Allan H. Conney ini mengemukakan penemuan mereka hanya berlaku pada kasus kanker kulit basal cell carcinoma. Yaitu salah satu dari tiga jenis kanker kulit yang paling banyak diderita para pasien kanker kulit didunia, yang disebabkan rusaknya DNA pada kulit akibat sinar UVB matahari.

Kafein pada kopi bekerja dengan cara menghalangi protein ATR (ataxia telangiectasia & Rad3- enzim terkait) yang memberikan efek dari paparan UV ke DNA sehingga menjadikan replikasi DNA tidak sempurna bahkan kebanyakan menjadi rusak dan menjadi tahap awal perubahan sell precancerous cells yang dapat terus berkembang menjadi kanker kulit seiring paparan matahari.

Penelitian yang awalnya berhasil dilakukan pada tikus ini diawal tahun, ternyata memberikan hasil yang sama pada 110.000 partisipan dengan rata-rata usia 22-24 tahun. Dari keseluruhan partisipan, terdapat penderita kanker kulit dengan variasi jumlah berdasarkan jenisnya. yaitu 22.786 basal cell carcinoma, 1.953 squamous cell carcinomas dan 741 melanomas yang kemudian hasilnya dipublikasikan kembali pada pertemuan 10thAnnual AACR International di Boston, Amerika Serikat, Minggu lalu (23/10).

Dengan perbandingan penurunan resiko munculnya basal cell carcinoma 20% pada wanita dan 9% pada pria yang meminum kopi lebih dari 3 cangkir perhari. Namun dikatakan pula bahwa akumulatif meminum kopi tidak bisa menjadi acuan, melainkan beberapa saat sebelum kulit terkena paparan sinar matahari, barulah kafein dapat bekerja secara optimal membunuh sel-sel yang rusak pada kulit. Sehingga tidak ayal akan kegunaan kafein yang dapat ditambahkan kedalam losion anti sinar matahari dalam meningkatkan efektifitasnya melawan kanker kulit, seperti yang akan dibuktikan selanjutnya oleh Paul Nghiem beserta timnya.

Gel Vagina Mencegah Infeksi HIV

Posted: 29 Apr 2015 11:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Untuk pertama kalinya, gel vagina terbukti efektif mencegah virus AIDS. Para ilmuwan menyebutnya sebagai terobosan yang selama ini dicari untuk membantu kaum perempuan, terutama yang pasangannya menolak menggunakan kondom.

Hasil penelitian yang dilakukan di Afrika Selatan ini memang masih harus dibuktikan oleh riset lain, tetapi para ahli optimistis. Kami ingin memberi harapan kepada kaum perempuan sebagai kelompok yang tertular HIV baru yang paling banyak, kata Michel Sidibe, Direktur Eksekutif WHO untuk Program UNAIDS.

Gel vagina ini yang diberikan bersama dengan obat AIDS tenofoir mampu mengurangi risiko penularan HIV hingga 50 persen setelah dipakai selama satu tahun dan mengurangi risiko hingga 39 persen setelah digunakan selama 2,5 tahun.

Untuk bisa dipasarkan di Amerika Serikat, gel ini harus memberikan paling tidak 80 persen perlindungan. Namun, menurut Dr Anthony Fauci dari US National Institute of Health, apabila gel ini dipakai secara konsisten, mungkin efek proteksinya akan lebih besar. Mengingat dalam penelitian di Afrika Selatan ini tingkat kepatuhan para partisipan hanya 60 persen.

Keputusan tiap negara mengenai efek proteksi gel vagina ini mungkin berbeda. Di Afrika Selatan, yang satu dari tiga perempuannya terinfeksi HIV di usia 20 tahun, gel vagina ini akan mencegah 1,3 juta penularan dan 826.000 kematian dalam dua dekade mendatang.

Hasil penelitian mengenai gel vagina ini rencananya akan dipresentasikan dalam pertemuan internasional mengenai AIDS di Vienna pada minggu ini. Sekarang kita memiliki produk yang sangat potensial mencegah epidemi dan menyelamatkan jutaan nyawa, kata Dr Quarraisha Abdool Karim, ketua peneliti.

Efek Negatif Rokok Lebih Besar pada Wanita

Posted: 29 Apr 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Kaum perempuan, ini saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada rokok. Meski merokok lebih sedikit dibanding pria, perempuan ternyata lebih rentan pada efek kerusakan paru akibat zat karsinogen yang terdapat dalam sebatang rokok.

Kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 700 pasien kanker paru. Para peneliti menemukan, meski wanita merokok secara kuantitas lebih sedikit dibanding pria, ternyata mereka cenderung berusia lebih muda saat didiagnosis terkena kanker paru.

Penelitian lain yang dilakukan para ahli dari Universitas Harvard, AS, dan Universitas Bergen di Norwegia terhadap 950 pria dan wanita yang menderita penyakit paru obstruktif kronik (COPD), penyakit akibat rokok, menemukan hasil yang hampir sama.

Diketahui, pasien COPD wanita umumnya berusia lebih muda ketika mereka didiagnosis memiliki penyakit tersebut, dan mereka merokok lebih sedikit dibanding pria. Wanita lebih rentan terhadap efek kerusakan paru-paru akibat rokok, kata dr Inga-Cecilie Soerheim, peneliti tamu di Harvard yang hasil penelitiannya dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Thoraric Society’s.

Tipe kanker paru-paru berbeda

Fakta dari sejumlah penelitian dalam 20 tahun lalu telah menyatakan bahwa perokok wanita lebih rentan terkena kanker paru-paru dibanding perokok pria.

Soerheim dan rekannya, dr Dawn L DeMeo, asisten profesor obat-obatan pada Sekolah Harvard Medical dan Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston, menemukan bahwa pada tahun 2000, angka kematian wanita terhadap COPD melebihi pria, meski para peneliti belum mengetahui alasannya.

Namun, dr Michael Thun, mantan Direktur Penelitian Epidemiologi di American Cancer Society, tidak menerima secara cepat teori tesebut. Bukti sebenarnya menunjukkan bahwa wanita dan pria sama-sama berisiko terkena kanker paru-paru, dengan atau tanpa merokok, katanya.

Namun, Thun menambahkan, tipe kanker paru-paru mereka berbeda, mengacu pada daerah paru-paru yang memiliki kemungkinan bahwa kanker terjadi pada wanita dan pria.

Terkait dengan penelitian baru COPD, yang menyatakan wanita lebih rentan, Thun berpendapat, ada faktor lain yang memicu, seperti harapan hidup wanita yang lebih lama. Selain itu, fokus pada kemungkinan perbedaan jender mungkin dilupakan. Sebaliknya, ia menekankan agar ahli kesehatan dan masyarakat umum perlu fokus jika merokok adalah kontribusi terbesar pada kanker paru-paru dan COPD.

Jika mereka berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun, maka sebagian besar risiko tersebut bisa dihindari, ujarnya, mengutip penelitian yang sudah dipublikasikan. Kemudian ketika mereka berhenti, wanita dan pria dapat mencari cara lain untuk mengurangi risiko terhadap kanker paru-paru, seperti menghindari asap rokok.

Menurut American Cancer Society, kanker paru-paru menjadi penyebab tertinggi terhadap kematian pria dan wanita di Amerika Serikat. Lebih banyak orang yang meninggal akibat kanker paru-paru dibanding dengan kanker kolon, serta kombinasi kanker payudara dan prostat.

Lembaga ini memperkirakan, lebih dari 219.000 kasus baru kanker paru-paru akan terdiagnosis tahun ini, dan 159.390 orang akan meninggal akibat penyakit tersebut.

Gangguan psikosomatis

Posted: 29 Apr 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.

Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional.

Gangguan psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan gangguan fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya.

Menurut pakar, gangguan Psikosomatis berasal dari “psycho” yang artinya pikiran dan “soma” yang berarti tubuh, dan dalam bidang di mana keduanya berkaitan. Secara khusus ini merupakan penelitian mengenai berapa penyakit yang dimulai dari pikiran dan akhirnya mempengaruhi tubuh. Ini berhubungan dengan kekacauan yang menyeluruh secara mental dan bukan secara fisik. Ini juga berhubungan dengan interaksi pikiran pada tubuh. Meskipun banyak mencapai titik terang melalui penelitian baru-baru ini, tetapi masih ada daerah besar yang masih menjadi misteri dan banyak hal yang belum dimengerti. Kenyataan yang telah jelas dan telah dibangun adalah bahwa pikiran memiliki pengaruh yang sangat kuat pada tubuh dan kekacauan secara psikologis sering memanifestasikan dirinya dalam gejala fisik.

Ketika emosi negatif sedang melanda pikiran, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin, jantung berdebar lebih cepat, timbul keringat, dan akan timbul rasa nyeri di dada maupun di perut.  Emosi negatif, seperti ketakutan, kecemasan, amarah, perasaan bersalah dan kesedihan.  Hal ini dapat dipicu oleh stres, tekanan, kehilangan anggota keluarga, dan berbagai macam perubahan dalam kehidupan lainnya.

Selain itu perlu disadari juga bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika seseorang takut atau cemas dapat memacu detak jantung yang cepat, jantung berdebar, merasa sakit, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, dan bernafas cepat. Gejala-gejala fisik tersebut melalui saraf otak mengirim impuls tersebut ke berbagai bagian tubuh, dan pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah.

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?

Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.

Rasa sakit di kepala (seperti migrain), nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.

Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.

Gangguan pikiran dan emosi mungkin melempar ke atas semua akibat dari gejala yang menakutkan. Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi atau pikiran penyebab sakit itu tidak disadari, namun gejalanya terus berlangsung. Mereka tidak mengada-ada, atau pasien dari hypochondriac yang membayangkan dirinya menjadi sakit padahal mereka tidak sakit. Mereka adalah korban dari fenomena psikosomatis yang aneh yang merupakan akibat langsung dari gangguan pikiran dan emosi

Gejala penyakit fisik tanpa sebab banyak terjadi pada kaum hawa, terutama pada saat menjelang usia senja, saat anak sudah beranjak dewasa dan meninggalkan rumah (sindrom empty nest), atau mungkin saat pasangan hidup sudah tiada.  Sedangkan pada kaum laki-laki biasanya hal ini terjadi karena beban pekerjaan atau pada saat akan memasuki masa pensiun.

Pengobatan

Lalu apakah penderita psikosomatis ini dapat sembuh? sebetulnya jika mereka menginginkannya mereka dapat sembuh, dengan bersikap ikhlas, menerima kenyataan, menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya, dan senantiasa bersikap positif maka semua penyakit fisik itu akan sirna dengan sendirinya.  Namun adakalanya beberapa orang tidak dapat beranjak dari satu poin penting dalam hidupnya, oleh karena itu sebetulnya mereka sangat memerlukan bantuan dalam menyembuhkan penyakit mentalnya ini.

Ada dua macam pengobatan untuk gangguan psikosomatik, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Sedangkan perawatan mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi, obat, atau dengan bantuan psikolog.

Terapi psikolog, hipnoterapi adalah contoh penyembuhan untuk penderita psikosomatis, namun jika orang tersebut tidak dapat atau tidak mau menyelesaikan permasalahannya, maka apa semua terapi itu dapat menyembuhkannya.

Advertisemen