Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Sering Bercinta Bikin Ereksi Makin Kuat

Posted: 01 May 2015 08:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Pria yang mengalami kesulitan mempertahankan ereksinya biasanya memang lebih jarang bercinta. Tetapi, benarkah frekuensi berhubungan seks yang rendah justru membuat ereksi semakin loyo?

Penelitian mengenai hal tersebut dilakukan tahun 2008 yang mengikuti 989 pria berusia 50,60 dan 70 tahun selama lima tahun. Diketahui pria yang bercinta kurang dari seminggu sekali ternyata beresiko dua kali lebih besar menderita disfungsi ereksi (DE), alias impotensi. Makin jarang bercinta, makin besar risikonya mengalami DE.

Hasil studi ini menunjukan bahwa hubungan seks secara teratur memiliki efek seperti olahraga rutin, yakni mempertahankan kapasitas fungsional, tulis para peneliti.

Memang dalam studi itu tidak disebutkan apakah masturbasi juga bisa menjaga fungsi seksual pria. Sepertinya efeknya akan sama karena baik hubungan seks dan masturbasi sama-sama melindungi fungsi saraf dan pembuluh darah yang berfungsi dalam ereksi, kata Juha Koskimaki, ahli urologi.

Walau begitu tak semua dokter setuju bahwa bercinta secara teratur bisa mencegah impotensi. Bercinta itu bagus, masturbasi juga baik, tapi konsep bahwa pria harus berhubungan seks untuk menjaga fungsi ereksinya masih diperdebatkan, kata Irwin Goldstein, direktur kedoktaran seksual di San Diego.

Para ahli sepakat bahwa ereksi adalah kunci mempertahankan fungsi seksual pria. Ereks ini bisa dilakukan dengan atau tanpa seks. Lagi pula, setiap pria mengalami ereksi spontan ketika mereka tidur. Jadi, walau tidak berhubungan seks sebagian besar pria sebenarnya sudah memiliki pencegahan terhadap terjadinya DE.

Bagaimana Cara Mengobati Mata Kering?

Posted: 01 May 2015 05:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Kondisi mata kering sudah menjadi keluhan umum bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Bukan berarti Anda yang masih muda tidak dapat mengalaminya, karena mata kering bisa juga disebabkan karena terlalu lama menatap layar komputer atau berada di dalam ruangan ber-AC. Kalau mengalaminya, bagaimana cara Anda mengobati mata kering?

Mata dilindungi oleh lapisan tipis cairan yaitu selaput air mata yang melembapkan mata dan menjernihkan penglihatan di setiap kedipan kelopak mata. Jika terjadi gangguan di selaput ini, mata pun cenderung menjadi kering.

Gangguan tersebut umumnya berkaitan dengan penurunan produksi cairan pada kelenjar air mata. Di samping akibat gangguan selaput air mata, mata kering juga dapat disebabkan oleh kualitas air mata yang buruk.

Beberapa jenis obat pun bisa turut memicu mata kering, misalnya antihistamin, obat tidur, dan obat tekanan darah tinggi.

Tanda dan gejala yang menyertai kondisi mata kering cukup beragam dan biasanya muncul di kedua mata. Beberapa di antaranya yaitu :

  • Pandangan menjadi kabur dan memburuk di malam hari
  • Air mata terus mengalir
  • Sulit memakai lensa kontak
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mata mudah menjadi lelah
  • Mata mudah teriritasi akibat asap atau angin
  • Mata mengeluarkan lendir yang tampak berserabut
  • Ada sensasi terbakar, tersengat, dan gatal di mata

Cara mengobati dan mengurangi gejala mata kering

  • Coba gunakan obat tetes mata yang dijual bebas. Tapi jangan gunakan obat tetes mata yang khusus mengobati mata merah, karena justru memperparah gejala. Kalau bisa pilih obat tetes mata yang tidak mengandung bahan pengawet. Jika mata Anda cenderung kering sepanjang malam, pakailah obat mata berbentuk gel sebelum tidur.

    Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui pilihan obat mata yang terbaik bagi Anda.

  • Hindari tiupan udara yang langsung mengenai mata. Jangan arahkan pengering rambut, pemanas mobil, penyejuk udara, atau kipas angin langsung ke mata Anda.
  • Ingatlah untuk sering-sering berkedip, terutama saat Anda harus berfokus atau menatap ke layar komputer dalam waktu yang lama.
  • Jangan biasakan menggosok mata, meskipun Anda merasa kelilipan.
  • Pakailah kacamata sebaliknya daripada kontak lensa, dan gunakan kacamata renang saat berenang.
  • Gunakan alat pelembap udara di dalam ruangan khususnya pada saat musim dingin.
  • Jangan menjadi perokok aktif maupun pasif. Hindari juga semua jenis asap, termasuk asap dari perapian atau pembakaran sampah.
  • Istirahatkan mata secara berkala, khususnya jika Anda harus membaca atau melakukan tugas lain yang membutuhkan mata untuk bekerja keras. Tutuplah mata selama beberapa menit agar air mata dapat membasahi seluruh bagian mata.

Jika cara-cara di atas tidak cukup efektif dalam mengobati mata kering dan gejalanya terus berlanjut atau bertambah parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis mata. Karena bisa jadi Anda mengalami masalah mata yang lebih serius.

Penyebab Trombosis Vena Dalam

Posted: 01 May 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com - Trombosis vena dalam ialah penggumpalan darah di vena dalam, biasanya terjadi di otot paha atau betis. Kondisi ini bisa menghambat sebagian maupun seluruh aliran darah, menyebabkan nyeri dan pembengkakan kronis. Ini juga bisa menimbulkan kerusakan katup pada pembuluh darah sehingga membuat Anda sulit bergerak.

Gumpalan darah juga bisa pecah dan berpindah bersama darah menuju organ-organ utama, misalnya paru-paru atau jantung. Jika sudah kejadian, hal tersebut dapat berakibat fatal karena mengakibatkan kerusakan organ dan bahkan kematian dalam beberapa jam saja.

Penyebab trombosis vena dalam akibat operasi

Beberapa operasi bedah tertentu bisa memicu penggumpalan darah, yakni diantaranya :

  • Operasi untuk mengurangi peredaran darah ke bagian-bagian tertentu di tubuh
  • Operasi besar pada pinggul, lutut, kaki, betis, perut, atau dada
  • Operasi bedah tulang, misalnya penggantian pinggul

Mengapa operasi-operasi demikian bisa memicu trombosis vena dalam? Ada beberapa alasan, yang diantaranya yaitu :

  • Rontokan-rontokan jaringan, protein, dan lemak akibat operasi bisa pindah menuju pembuluh darah dan menghambat aliran darah.
  • Dinding pembuluh vena bisa rusak akibat operasi sehingga dapat melepaskan zat-zat yang memicu penggumpalan darah.
  • Istirahat total yang lama setelah operasi bisa memungkinkan darah menumpuk di sejumlah area tubuh akibat tubuh tidak bergerak.

Kondisi dan pengobatan yang meningkatkan resiko trombosis vena dalam

Operasi bedah bukanlah satu-satunya penyebab trombosis vena dalam. Sejumlah kondisi medis atau pengobatan tertentu juga bisa menjadi pemicu. Misalnya kondisi apapun yang mengharuskan Anda istirahat total lebih dari 3 hari sudah cukup untuk meningkatkan risiko trombosis. Kondisi-kondisi medis lain yang turut meningkatkan risiko trombosis yaitu :

  • Cedera di kaki atau pinggul, misalnya patah tulang, yang memperlambat peredaran darah menuju bagian tersebut.
  • Kanker
  • Pernah sebelumnya mengalami trombosis vena dalam atau embolisme pulmonari
  • Penyakit keturunan yang membuat rentan terjadi penggumpalan darah
  • Kelumpuhan akibat cedera tulang belakang
  • Penggunaan terapi hormon, termasuk yang digunakan untuk mengatasi gejala menopause atau pil KB
  • Varises kondisi yang menyakitkan dimana pembuluh vena terpelintir dan bengkak.
  • Punya riwayat serangan jantung, stroke, atau gagal jantung kongestif
  • Penyakit radang usus

Penyebab trombosis vena dalam berkaitan dengan gaya hidup

Risiko mengalami trombosis vena dalam semakin meningkat seraya usia bertambah, khususnya setelah lewat usia 60 tahun. Risiko semakin bertambah apabila Anda menjalani gaya hidup yang: suka duduk atau tidak bergerak dalam waktu lama, sering berpergian jauh menggunakan kendaraan, kelebihan berat badan, serta merokok.

Pendengaran Berkurang Bisa Jadi Telinga Tersumbat Serumen

Posted: 30 Apr 2015 11:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Tubuh Anda secara alami memproduksi cairan (disebut serumen) yang berfungsi untuk melindungi saluran telinga dari kotoran. Namun, apa yang terjadi apabilan cairan serumen diproduksi secara berlebihan? Serumen dapat menumpuk dan mengeras sehingga saluran telinga jadi tersumbat. Akibatnya, telinga terasa sakit dan berdengung.

Serumen adalah bagian dari pertahanan alami tubuh Anda yang berperan dalam menjebak kotoran yang masuk ke telinga dan memperlambat pertumbuhan bakteri.

Apa yang menyebabkan telinga tersumbat serumen?

Normalnya cairan serumen secara rutin masuk ke saluran telinga Anda. Cairan ini kemudian disapu bersih dan digantikan oleh serumen baru. Jika cairan serumen diproduksi secara berlebihan atau jika tidak sepenuhnya dibersihkan dari saluran telinga, cairan ini bakal menumpuk dan menyumbat saluran telinga.

Selain itu, penyumbatan di saluran telinga dapat disebabkan oleh kebiasaan mengorek telinga terlalu dalam. Kebiasaan ini bukannya membersihkan kotoran, malah mendorong serumen semakin masuk ke dalam.

aluran telinga dan gendang telinga merupakan struktur yang sangat rapuh dan mudah rusak. Jangan tusuk telinga Anda dengan benda kapas, lidi, klip kertas, tutup pena, atau jepitan rambut. Benda tersebut justru mendorong serumen masuk lebih dalam dan bisa merusak lapisan saluran telinga atau gendang telinga.

Pengobatan telinga tersumbat serumen

Jika Anda telinga Anda tersumbat serumen, langkah di bawah ini mungkin akan membantu Anda untuk menghilangkannya. Sebelumnya, pastikan dulu Anda belum pernah menjalani pembedahan telinga.

  • Lunakkan sumbatan serumen dengan meneteskan beberapa tetes minyak bayi, minyak mineral, atau gliserin menggunakan alat tetes mata. Lakukan ini dua kali sehari selama 4-5 hari.
  • Ketika serumen telah melunak, tuang air yang cukup hangat ke dalam pipet yang berujung bola karet (bulb syringe). Usahakan agar suhu air tidak lebih panas atau dingin dari suhu tubuh.
  • Tegakkan kepala Anda, pegang bagian atas telinga dan tarik ke atas. Kemudian pencet pipet dengan hati-hati supaya air hangat secara perlahan masuk ke dalam saluran telinga. Setelahnya miringkan kepala Anda agar air tadi bisa kembali mengalir keluar. Ulangi proses ini beberapa kali sampai sumbatan serumen menghilang.
  • Sesudah Anda merasa sumbatan serumen menghilang, secara perlahan keringkan telinga bagian luar menggunakan handuk atau hair dryer.

Anda juga bisa menggunakan peralatan penghilang serumen yang dijual di apotik atau toko obat. Tanyakan kepada dokter atau profesional lain jika ragu peralatan mana yang terbaik bagi Anda.

Meskipun sudah menerapkan langkah di atas, masih ada kemungkinan sumbatan serumen belum sepenuhnya hilang dari saluran telinga. Jika telinga masih terasa sakit dan berdengung, Anda memerlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Penyakit Gangguan Neurosis Depresi

Posted: 30 Apr 2015 09:00 PM PDT

DokterSehat.Com - Gangguan Neurosis Depresi adalah pola pikir dan perilaku yang maladaptif dan berulang yang menyebabkan depresi. Pasien sering cemas, obsesif, dan rentan terhadap somatisasi.

penyebab

Penyebabnya kemungkinan faktor biologis yakni kelainan tidur.  Penyebab lain kesalahan perkembangan kepribadian dan ego, yang memuncak dan kesulitan beradaptasi pada masa remaja dan dewasa muda.

Gejala

Penderita biasanya muram, murung, sedih, atau kurang berminat beraktivitas. Pasien terkadang dapat sarkastik, nihilistik, gampang mengeluh, tegang kaku, dan menolak intervensi terapi. Gejala yang mengikuti adalah perubahan nafsu makan dan pola tifur, harga diri yang rendah, hilangnya energi, penurunan dorongan seksual, preokupasi obsesi dengan masalah kesehatan.

Pengobatan

Kira-kira 50 persen pasien mengalami timbulnya gejala yang samar-samar di usia 25 tahun. Sebab itu, kombinasi antara farmakoterapi dan terapi kognitif maupun perilaku mungkin merupakan pengobatan terefketif untuk gangguan ini.

Gairah Wanita Lebih Besar Saat Hamil Benarkah?

Posted: 30 Apr 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Umumnya gairah seksual wanita yang sedang mengandung akan kembali normal pada kehamilan trimester dua. Tapi, bukannya senang, banyak para calon ayah yang malah takut.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kembalinya gairah seksual ibu hamil. Pertama, trimester 1 sudah lewat, rasa khawatir pun berkurang sehingga ibu mulai nyaman dengan kehamilannya. Di fase ini, ibu merasa sebagai perempuan sempurna, maka itu tak heran bila keinginan seksualnya juga kembali seperti sebelum hamil.

Kedua, meningkatnya hormon libido. Ini dpicu adanya human Chorionic Gonadotropin (hCG), hormon yang diproduksi oleh plasenta. Dengan adanya hormon ini, bayi sudah kuat karena telah terbentuk plasenta dimana bayi mengambil makanan dari plasenta.

Ketiga, adanya perasaan aman lantaran ibu telah beberapa kali bertemu dokter dan berulang kali juga dokter mengatakan bahwa kandungan ibu aman sehingga tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual.

Sayangnya, kembalinya gairah seksual ibu tidak diimbangi dengan kondisi ayah. Alih-alih merasa senang bisa melakukan hubungan seks lagi dengan istrinya, para ayah justru enggan berintim-intim.

Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Salah satunya, penolakan istri di awal kehamilan manakala suami mengajak berhubungan seks. Bisa juga karena trauma lantaran pernah ada pengalaman keguguran/perdarahan setelah melakukan hubungan seks. Atau, kebingungan melihat sikap istri yang jadi lebih agresif, sehingga suami lebih berhati-hati.

Di sisi lain, ada pria yang beranggapan hubungan seks dapat menyakiti janin. Padahal, janin dilindungi oleh rahim, air ketuban, korion (selaput terluar pembungkus janin), dan amnion (selaput ketuban).

Dengan begitu, sehebat apa pun seks yang dilakukan, bahkan sampai orgasme sekalipun dan terjadi kontraksi, tidak akan mengganggu janin. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan.

Bagaimana soal perubahan bentuk tubuh ibu menjadi lebih gemuk atau berisi lantaran kehamilan? Ternyata, itu bukanlah faktor yang menjadi keengganan suami melakukan hubungan seks. Justru, banyak pria mengakui, tubuh ibu hamil di usia kehamilan 12-24 minggu, apalagi kehamilan awal, terlihat lebih seksi.

Advertisemen