Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Waspada Masalah Kesehatan Gigi Pada Masa Kehamilan
- Cara Cepat Mengatasi Pilek
- Kandungan Hampir 40 Minggu, Kenapa Masih Belum Ada Tandda-tanda Persalinan?
- Harus Optimis Meski Menderita Penyakit Jantung Saat Hamil
- Mamnesia Jadi Sering Lupa Saat Hamil
- Bayi sering Muntah
- Pola Makan Untuk Anak Sehat
- Tidak Ereksi Dipagi Hari Pertanda Impotensi
| Waspada Masalah Kesehatan Gigi Pada Masa Kehamilan Posted: 07 Jul 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com – Jika anda sedang hamil maka Berhati-hatilah dengan kesehatan gigi Anda. Selama kehamilan, ada dua hal yang akan berdampak pada kesehatan gigi Anda.
Jika terjadi masalah gigi selama kehamilan, beritahu dokter gigi Anda jika Anda sedang hamil. Perawatan gigi selama trimester pertama harus dihindari sebisa mungkin. Itu adalah masa penting pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga sebaiknya menghindari tindakan pada ibu yang bisa berpengaruh pada bayi. Namun, perawatan gigi rutin boleh dilakukan selama trimester kedua. Semua tindakan gigi yang dapat ditunda sebaiknya ditunda sampai setelah melahirkan. Sebagian besar obat tidak dianjurkan selama kehamilan, termasuk obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin, atau piroksikam. Obat-obatan tertentu seperti tetrasiklin dapat memengaruhi perkembangan gigi anak Anda dan tidak boleh diberikan selama kehamilan. Beritahu dokter gigi Anda semua obat yang Anda pakai. Dokter gigi mungkin harus mengubah rencana perawatan gigi Anda berdasarkan informasi tersebut. Nutrisi sangat penting selama kehamilan karena bayi Anda mendapatkan nutrisi dari tubuh Anda. Dengan makan yang benar, Anda bisa mulai merawat gigi bayi dari sejak awal kehamilan. Gigi bayi Anda mulai berkembang pada sekitar tiga bulan usia kehamilan Anda. Pastikan untuk memasukkan makanan dengan kalsium dan vitamin D dalam menu Anda. Produk susu, keju dan yogurt merupakan sumber mineral yang penting dan baik untuk perkembagan gigi, gusi dan tulang bayi Anda. Dokter Anda dapat memberi informasi untuk membantu Anda makan dengan baik selama kehamilan. |
| Posted: 07 Jul 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com - Cuaca tidak menentu seperti yang terjadi akhir-akhir ini, tidak jarang membuat tubuh cenderung rentan terhadap pilek terlebih jika anda tengah melakukan aktivitas padat. Berbagai faktor seperti kecapean, virus dan stres merupakan faktor yang paling sering menimbulkan infeksi pada tenggorokan dan hidung yang berakibat munculnya gejala seperti hidung mampet, tenggorokan serak dan kepala terasa pusing. Tentu saja hal itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anda yang memiliki jadwal yang padat. Pilek sebenarnya bisa langsung diatasi asalkan kita mengobatinya sebelum terlambat. Ketika kita terserang gejala pilek, yang pertama kita lakukan ialah banyak mengkonsumsi air hangat. Air hangat akan membunuh bakteri dan kuman di tenggorokan hingga napas kita akan terasa lebih lega. Cara lain ialah dengan berkumur air garam. Air garam memang akan membuat tenggorokan agak sedikit perih, tetapi yakinlah bahwa virus flu rentan mati jika terkena garam. Rajin-rajinlah melakukan ritual ini disertai dengan istirahat yang cukup. Cara lain utuk mengatasi flu dan pilek ialah dengan meminum campuran kecap dan juga jeruk nipis. Kecap dan jeruk nipis ialah ramuan tradisional yang masih diteliti kandungan ilmiahnya. Tetapi cara ini cukup ampuh dan sering dipergunakan untuk obat zaman dahulu. Caranya ialah memberi kecap dengan perasan jeruk nipis kemudian menenggaknya seperti kita meminum sirup obat batuk. Dengan cara diatas, semoga pilek anda bisa cepat teratasi. |
| Kandungan Hampir 40 Minggu, Kenapa Masih Belum Ada Tandda-tanda Persalinan? Posted: 07 Jul 2015 02:15 AM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat sore dokter, usia kandungan saya sudah hampir 40minggu tetapi kenapa belum ada tanda-tanda persalinan? Hanya mules biasa sama perut terasa kencang, gerakan bayinya juga masih aktif aja. Kenapa ya d0kter? Terimakasih Ibu Shepty Shelovfa Jawaban Konsultasi Periksakan ke dokter kandungan anda segera. Terimaksih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Harus Optimis Meski Menderita Penyakit Jantung Saat Hamil Posted: 07 Jul 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Kecemasan seringkali melanda wanita dengan riwayat penyakit tertentu ketika sedang hamil. Di khawatirkan akan menimbulkan pengembangan dari penyakit yang diderita ketika ibu hamil. sehingga membahayakan kesehatan ibu dan janin. Ibu hamil tidak perlu cemas, bangun pemikiran positif di dalam diri anda bahwa anda dapat melewati masa kehamilan dengan sehat. Salah satu penyakit yang diderita ibu hamil dan dikhawatirkan akan menggangu kesehatan ibu dan janin adalah penyakit jantung. Bagaimana kondisi kesehatan ibu dan janin yang menderita penyakit jantung ?Ibu harus tetap optimis meski menderita penyakit jantung saat hamil. Pandangan yang keliru bahwa ibu yang menderita penyakit jantung tidak bisa hamil. Penyakit jantung dapat dikelola selama kehamilan. Dengan evaluasi kesehatan maka dapat menentukan kehamilan yang aman bagi ibu dan janin. Kesiapan secara fisik dan psikis pada ibu dengan riwayat kesehatan seperti mengalami penyakit jantung harus disiapkan lebih awal sebelum pembuahan. Persiapan ini meliputi cek kesehatan yang dilakukan oleh medis untuk memantau perkembangan kesehatan anda. Perawatan khusus untuk calon ibu dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. Dengan pemeriksaan medis, maka anda mengetahui kehamilan dapat dilanjutkan. Hal ini untuk mengurangi resiko karena beban jantung ibu hamil akan meningkat. Salah satu contohnya volume plasma dan curah jantung yang meningkat hingga 50 persen pada trimester ke 3. Selanjutnya pada proses persalinan peningkatan volume darah akan berisiko terjadi lagi, beban energi saat ibu mengedan membuat kerja jantung meningkat. Beberapa kondisi ibu hamil yang menderita penyakit jantung diantaranya adalah Merasa sakit dada seperti kehabisan napas. Meskipun berisiko kecil pada insiden serangan jantung pada ibu hamil yang meningkat akan tetapi anda harus memeriksakan sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan khusus dari ahli medis. Bagaimana agar selama hamil anda tetap optimis meskipun menderita penyakit jantung. Berikut cara yang bisa di lakukan :
Dengan demikian bagi anda yang memiliki riwayat kesehatan khusus harus tetap optimis dalam menghadapi kehamilan asalkan anda dapat menjaga hidup sehat, konsumsi makanan yang tepat dan berkonsutasi dengan dokter anda. |
| Mamnesia Jadi Sering Lupa Saat Hamil Posted: 07 Jul 2015 12:00 AM PDT DokterSehat.Com – Ketika anda sedang hamil terutama calon ibu baru sering sekali lupa serta kesulitan dalam berkonsentrasi. Gejala pelupa ini sering disebut sebagai mamnesia, pregnancy brain, dan mommy brain. Banyak para ibu yang sedang hamil menanyakan tentang kebenaran momnesia ini. Penyebab dari mamnesia ini diantaranya ialah berubahnya hormon serta menyusutnya ukuran yang terapat pada sel-sel otak ketika kehamilan berada pada trimester akhir. Sel-sel otak itu sendiri akan kembali lagi membesar pada 2 minggu ketika akan menjalani kelahiran serta akan kembali pada ukuran yang normal beberapa bulan kemudian setelah proses kelahiran. Istilah mamnesia ini berasal dari singkatan kata yang berasal dari kata mama dan amnesia. Hal ini sering sekali digunakan oleh ibu hamil yang sedang menggambarkan terjadinya perubahan pada keadaan mental yang terjadi selama kehamilan dan pada masa awal kelahiran. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya gangguan pada memori serta ketidakmampuan anda dalam berfikir logis, ataupun keduanya. Penurunan ingatan yang terjadi pada wanita yang sedang hamil biasanya terjadi pada trimester yang ke dua serta trimester ke tiga. Beberapa orang merasakan, ganguan yang terjadi tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah menginjak 2 tahun setelah kelahiran bayi anda, namun sebagian lagi ada yang tetap bertahan cukup lama. Kemungkinan anda mengalami mamnesia ketika anda sedikitnya mengalami tiga hal seperti berkali-kali anda kehilangan kunci ataupun dompet anda. Tidak ingat meletakan suatu barang yang baru saja dikerjakan beberapa menit. Anda sering melupakan janji anda untuk menemui seseorang. Anda sering berhenti berbicara secara tiba-tiba karena anda tidak ingat apa yang sedang dibicarakan. Kemudian anda juga sering lupa untu mematikan kompor, selain itu anda hampir tersesat untuk pulang ke rumah ketika anda pulang dari toko dekat dengan rumah anda. Bahkan anda lupa siapa nama suami anda, anak anda, anggota keluarga yang lainnya bahkan lupa atas nama diri anda sendiri. Berikut cara menghadapi mamnesia :
|
| Posted: 06 Jul 2015 10:00 PM PDT DokterSehat.Com – Bayi mengalami muntah setelah diberikan ASI? Bahkan pada bayi yang sudah diberikan MPASI pada suapan terakhir bayi anda ketika mulutnya terbuka dan makanannya tersembur keluar. Tentu saja anda khawatir terlebih apabila kondisi ini terus berulang pada bayi. Anda sebaiknya jangan panik terlebih dahulu dikarenakan pada usia bayi 3-6 bulan seringkali mengalami gumoh. Perbedaan yang harus anda ketahui bahwa gumoh terjadi pada bayi tanpa terdapat makanan biasanya hanya berupa air liur dan tidak banyak sedangkan muntah yaitu kondisi dimana makanan dan minuman keluar lebih banyak dan sedikit menyembur . Mengapa gumoh atau muntah lebih seringkali dialami oleh bayi ketimbangkan usia anak-anak? Salah satunya dikarenakan bayi memiliki refluks gastroesofagus (GER) atau yang lebih dikenal dengan refluks. Pada usia 3 bulan hampir 70% mengalami muntah hingga 3 kali sehari bahkan pada beberapa bayi hingga mencapai 10-12 kali.Meskipun demikian ini masih dinyatakan dalam kategori yang normal dikarenakan otot pada bagian bawahh esofagus yang terbuka dan juga tertutup dapat membiarkan makanan masuk ke dalam perut hingga masih sangat lemah pada usia ini dan akan dengan mudah keluar kembali. Pada umumnya kondisi gumoh akan dialami bayi setelah mendapatkan ASI/MPASI atau terjadi ketika bayi anda mengalami batuk atau menangis yang terlalu kuat. Perlu anda ketahui bahwa gumoh yang terjadi pada bayi merupakan tanda bahwa bayi anda sudah mulai kenyang. Adapula kondisi dimana bayi hingga muntah walaupun pada dasarnya ukurannya kurang dari satu sendok. Waspadai apabila bayi anda mulai menolaknya yang disebabkan karena refluks. Penyebabnya yaitu asam lambung yang naik ke atas lambung sehingga memerah dan membengkak. Bahkan kondisi kesehatan seperti kerongkongan yang iritasi dapat menjadi menjadi faktor penolakan makanan sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan apabila bayi anda menolak makan atau sering muntah beberapa kali ketika mendapatkan makan. Pada saat bayi anda gumoh atau muntah maka anda dapat meminimalkan jumlahnya. Pertama yang harus anda perhatikan adalah jangan memberi makanan yang terlalu banyak dan juga memberikan kesempatan udara berupa gelembung gas terperangkap di dalam perut bayi anda. Pastikan setiap selesai mendapatkan ASI atau MPASI bayi anda dapat bersendawa sehingga dapat mengurangi muntah. Tidak kalah penting untuk anda untuk dapat menjaga makanan anak anda tetap di perutnya denga cara membuat posisi badan tegak selama 30 menit sehingga mendukung dari lambung menuju usus halus.Sedangkan pada bayi yang seringkali mengalami muntah di malam hari maka dapat menaruh bantal di bawah kepalanya. Disarankan untuk tidak menaruh bantal tepat dikepalanya karena akan mengalami kesulitan dalam bernafas. Bagi orang tua sebaiknya jangan khawatir dikarenakan fase ini akan berakhir seiring dengan bertambahnya usia pada bayi anda . Pada usia 6 bulan maka sistem pencernaan semakin baik dan dapat duduk dengan tegak, bahkan pada usia 6 bulan bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI. Sehingga pada usia bayi 12 bulan maka kebiasaan bayi gumoh atau muntah akan berhenti. Dapat disimpulkan bahwa anda yang seringkali khawatir dikarenakan kebiasaan anak anda muntah setelah mendapatkan ASI/MPASI dapat dikurangi dengan cara memposisikan bayi tegak sehingga membantu kelancaran pencernaan makanan. Selain itu yang harus anda ingat bahwa gumoh memiliki perbedaan dengan muntah walaupun pada dasarnya akan terjadi pada usia bayi di bawah 6 bulan dan akan membaik seiring dengan berjalannya usia bayi anda. |
| Posted: 06 Jul 2015 08:00 PM PDT DokterSehat.Com – Pola makan berhubungan dengan pengaturan makanan yang seimbang dengan asupan gizi yang dibutuhkan. Gizi yang dibutuhkan tubuh dihasilkan dari sari makanan untuk menjaga kesehatan. Dengan demikian pola makan yang sehat berhubungan dengan aneka ragam makanan yang dapat memenuhi zat gizi yang diperlukan sesuai dengan usia anak. Kelebihan atau kekurang gizi akan menyebabkan masalah pada kesehatan anak. Pola makan yang ideal pada anak disesuaikan dengan usia anak. Sehingga pada uraian di bawah ini akan dikelompokan berdasarkan usia. Berikut penjelasannya :
Penyebab gangguan pola makan pada anak Pola makan anak yang terganggu dapat disebabkan oleh faktor psikologi maupun adanya gangguan kesehatan misalnya infeksi ataupun kelainan bawaan yang dialami anak. Meskipun infeksi ringan akan tetapi apabila mempengaruhi pola makan anak maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Berikut ini adalah penyebab anak mengalami gangguan pola makan :
|
| Tidak Ereksi Dipagi Hari Pertanda Impotensi Posted: 06 Jul 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com - Banyak pria baik yang remaja ataupun yang berusia lebih tua mengalami Morning Erection atau ereksi pagi, tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui penyebab ereksi tersebut dan hanya menganggapnya sebagai keinginan untuk buang air kecil saja. Ereksi pagi dianggap sesuatu yang biasa terjadi dan tidak memiliki hubungan dengan kesehatan seksual. Dikutip dari laman Sleep Disorders, ereksi atau penis membesar seperti bengkak terjadi pada fase tidur yang disebut fase tidur rapid eye movement (REM). Tidur merupakan keseimbangan dua bagian sistem saraf otonom, yang terbagi menjadi sistem simpatis dan parasimpatis. Selama laki-laki tidur sistem tersebut bekerja termasuk fungsi jaringan ereksi pada penis. Saraf parasimpatis memicu jaringan membesar karena darah, dan lalu menguat. Fenomena tersebut bahkan bisa diamati pada bayi. Akhir periode REM seringkali terjadi tepat setelah bangun, sehingga laki-laki sering terbangun dalam keadaan ereksi. Bagaimana jika ereksi pagi tidak terjadi? Ada beberapa alasan kenapa laki-laki tidak mengalami ereksi pagi. Pertama, laki-laki remaja yang tidak sepenuhnya mampu berereksi cenderung tidak mengalami ereksi pagi. Ereksi tersebut akan terjadi lebih sering ketika memasuki masa pubertas dan dewasa. Pada lelaki dewasa, sesekali tidak ereksi di pagi hari tidak selalu menandakan disfungsi ereksi. Laki-laki yang tidak keluar dari fase tidur REM juga tidak mengalami ereksi pagi. Tidur terjaga didahului oleh tahap tidur ringan saat ereksi belum terjadi. Memasuki fase tidur REM tanpa mengalami ereksi juga mungkin terjadi. Namun, bagi pria yang sangat jarang mengalami ereksi pagi patut diwaspadai adanya pertanda disfungsi ereksi atau impotensi. Laki-laki dengan disfungsi ereksi atau impotensi tidak dapat mengalami ereksi. Alternatifnya, mereka mengalami ereksi yang tidak cukup kuat untuk mencapai penetrasi. Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh fisiologis atau proses psikologis. Penyebab fisiologis impotensi berkaitan dengan ketidakmampuan mengisi penis dengan darah yang membuatnya tegak. Seringkali itu terjadi karena penyebab vaskular, artinya disfungsi pembuluh darah. Bisa pula terjadi karena efek samping obat, yang paling umum adalah antidepresan. Lelaki dengan penyebab fisiologis impotensi tidak dapat mengalami ereksi pagi. Beberapa laki-laki tidak dapat mengalami ereksi karena masalah psikologis. Kurangnya gairah seksual atau responsif bisa mengarah pada impotensi. Kecemasan juga bisa disalahkan. Laki-laki dengan penyebab psikologis disfungsi ereksi tetap bisa melakukan ereksi pagi karena secara fisik mereka memang dapat melakukannya. Jarang terjadinya ereksi pagi bukan berarti sebuah masalah. Bagaimana pun ereksi pagi tidak terjadi setiap hari pada setiap laki-laki karena alasan yang telah dijabarkan di atas. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments