Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Hasil Diagnosa Glomerulopati

Posted: 23 Oct 2014 04:53 AM PDT

DokterSehat.Com – Glomerulopati merupakan peradangan pada glomeruli. Glomeruli adalah bagian pertama dari sistem penyaringan ginjal.

Terdapat 4 jenis glomerulopati :

  1. Sindroma Nefritik Akut, timbul secara mendadak dan biasanya cepat sembuh
  1. Sindroma Nefritik Progresif, timbul secara mendadak dan segera memburuk
  1. Sindroma Nefrotik, menyebabkan hilangnya sejumlah besar protein dalam air kemih
  1. Sindroma Nefrotik Kronik, timbul secara bertahap dan memburuk secara perlahan, seringkali selama bertahun-tahun.

Jika glomerulus mengalami kerusakan, maka zat-zat dari aliran darah tidak disaring secara normal. Protein, darah, sel darah putih dan debris) dapat melewati glomerulus dan masuk ke dalam air kemih. Bekuan darah yang kecil (mikrotrombus) bisa terbentuk di dalam kapiler yang memperdarahi glomerlus, sehingga mengurangi jumlah air kemih yang dihasilkan.

Selain itu, ginjal menjadi tidak mampu memekatkan air kemih, membuang asam dari tubuh atau menyeimbangkan pembuangan garam. Pada awalnya glomerulus bisa mengkompensasai sebagian dengan cara tumbuh lebih besar, tetapi hal ini akan semakin menambah kerusakan sehingga pembentukan air kemih berkurang dan limbah metabolik terkumpul di dalam darah.

Penyebab

Peradangan ginjal biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti yang terjadi pada pielonefritis atau sautu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal.

Suatu reaksi kekebalan yang abnormal bisa terjadi melalui 2 cara :

  1. Suatu antibodi dapat menyerang ginjalnya sendiri atau suatu antigen (zat yang merangsang reaksi kekebalan) menempel pada ginjal.
  1. Antigen dan antibodi bergabung di bagian tubuh yang lain dan kemudian menempel pada sel-sel di dalam ginjal.

Gejala

Jika glomerulus mengalami kerusakan, maka zat-zat dari aliran darah tidak disaring seccara normal. Protein, darah, sel-sel darah putih dan debris bisa melewati glomerulus dan masuk ke dalam air kemih. Bekuan darah bisa terbentuk dan mengurangi jumlah air kemih yang di hasilkan. Selain itu, ginjal menjadi tidak mampu memekatkan air kemih, membuang asam dari tubuh atau menyeimbangkan pembuangan garam. Pada akhirnya, pembentukan air kemih semakin berkurang dan limbah metabolik terakumulasi di dalam darah.

Diagnosa

Diagnosis pasti untuk semua jenis glomerulopati adalah dengan biopsi ginjal. Diambil potongan kecil ginjal (biasanya dengan jarum yang dimasukkan melalui kulit) dan diperiksan dengan mikroskop. Urinalisis (pemeriksaan contoh air kemih) membantu memperkuat diagnosis dan pemeriksaan darah rutin bisa menunjukkan luasnya kerusakan fungsi ginjal. Pengukuran kadar antibodi dalam contoh darah membantu menentukan perkembangan penyakit; jika kadarnya tinggi maka keadaannya buruk, jika kadarnya rendah maka keadaannya membaik.

Pengobatan

Usaha untuk merubah reaksi kekebalan dengan membuang antigen, antibodi maupun kombinasi keduanya dilakukan melalui prosedur plasmaferesis, dimana zat-zat yang berbahaya dibuang dari dalam darah. Untuk menekan reaksi kekebalan diberikan obat anti peradangan dan obat imunosupresan (penekan sistem kekebalan) misalnya kortikosteroid, azatioprin dan siklofosfamid. Pada beberapa kasus, diberikan obat yang mencegah terbentuknya bekuan darah. Jika memungkinkan, diberikan pengobatan spesifik untuk penyakit yang mendasarinya; misalnya pemberian antibiotik untuk mengatasi suatu infeksi.

Penyebab Divertikulitis

Posted: 23 Oct 2014 04:53 AM PDT

DokterSehat.Com – Divertikulitis merupakan tipikal penyakit pencernaan yang terjadi diusus besar, dan jarang terjadi di usus kecil. Dinding usus terbagi atas kantong atau Diverticulae. Ketika diverticulae meradang akibat infeksi atau penyakit, kondisi ini disebut Divertikulitis.

Penyebab

Penyebab terjadinya infeksi pada divertikula masih belum pasti. Infeksi mungkin terjadi jika tinja atau bakteri terperangkap di dalam divertikula.

Gejala

Gejala awalnya adalah nyeri, nyeri tumpul (biasanya pada bagian kiri bawah perut) dan demam.

Komplikasi

Peradangan pada divertikula bisa menyebabkan terjadinya hubungan abnormal (fistula) antara usus besar dan organ lain. Kebanyakan fistula terbentuk diantara kolon sigmoid dan kandung kemih. Fistula ini lebih sering terjadi pada pria, tapi bila rahim sudah diangkat, resiko terbentuknya fistula pada wanita akan meningkat. Pada fistula tertentu, isi usus, termasuk bakteri normal, masuk ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih. Fistula lain dapat terjadi diantara usus besar dengan usus halus, rahim, vagina, dinding perut atau bahkan dengan paha atau dada.

Komplikasi lainnya yang mungkin terjadi adalah :

  1. peradangan di jaringan sekitarnya
  1. penyebaran peradangan ke dinding usus
  1. pecahnya dinding divertikula
  1. abses
  1. infeksi perut (peritonitis)
  1. perdarahan

 

  1. penyumbatan usus.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pemeriksaan rontgen dengan barium enema dilakukan untuk memperkuat diagnosis atau untuk mengevaluasi masalah yang dapat merusak atau menembus usus yang meradang, sehingga pemeriksaan ini biasanya ditunda selama beberapa minggu.

Radang usus buntu (apendisitis) dan kanker usus besar (kanker kolon) atau kanker indung telur (kanker ovarium), paling sering dikelirukan dengan divertikulitis. Pemeriksaan CT scan atau USG dilakukan untuk memastikan masalahnya bukan radang usus buntu atau abses. Untuk menyingkirkan dugaan kanker, bisa dilakukan kolonoskopi, terutama bila terjadi perdarahan. Pembedahan eksplorasi mungkin perlu dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

Pengobatan

Divertikulitis yang ringan bisa diobati di rumah dengan istirahat, diet makanan cair dan antibiotik per-oral (melalui mulut). Gejala biasanya menghilang dengan cepat. Setelah beberapa hari, bisa diberikan diet rendah serat dan psilium. Setelah satu bulan, bisa mulai lagi diberikan diet tinggi serat.

Penderita dengan gejala yang lebih berat, seperti nyeri perut yang terlokalisir, demam dan gejala lain dari infeksi serius atau komplikasi, umumnya dirawat di rumah sakit. Diberikan cairan infus dan antibiotik, istirahat total di tempat tidur dan tidak minum maupun makan apapun melalui mulut, sampai gejalanya menghilang.

Bila keadaannya tidak membaik, terutama bila nyeri, nyeri tekan dan demam makin meningkat, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Hanya sekitar 20% penderita divertikulitis yang membutuhkan pembedahan karena keadaannya tidak membaik, dimana sekitar 70% mengalami nyeri dan peradangan, dan yang lainnya lagi mengalami perdarahan, fistula atau penyumbatan. Pembedahan darurat harus dilakukan pada penderita yang mengalami perforasi dan peritonitis. Bagian yang mengalami perforasi diangkat, dan dibuat saluran antara usus besar dan permukaan kulit (kolostomi).

Jika terjadi perdarahan hebat, sumbernya dapat diidentifikasi dengan melakukan pemeriksaan angiografi (menyuntikan zat warna ke dalam pembuluh darah yang memasok darah ke usus besar lalu difoto rontgen). Penyuntikan vasopresin (obat yang menyempitkan pembuluh balik) dapat mengendalikan perdarahan namun berbahaya, terutama pada usia lanjut.

Pada bebarapa kasus, perdarahan timbul lagi dalam beberapa hari, sehingga diperlukan pembedahan. Pengangkatan bagian usus yang terkena dimungkinkan hanya bila sumber perdarahannya diketahui. Jika tidak, bagian usus yang diangkat lebih banyak lagi (kolektomi subtotal). Bila tanpa pengobatan, perdarahan berhenti (atau berkurang), cara terbaik untuk menentukan penyebab perdarahan adalah dengan melakukan kolonoskopi. Pengobatan untuk fistula meliputi pengangkatan bagian usus besar dimana fistula dimulai dan menyatukan kembali ujung-ujungnya.

Fungsi Sel Otot

Posted: 22 Oct 2014 06:39 PM PDT

DokterSehat.Com – Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi, otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan, sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat.

Otot juga berfungsi dalam banyak proses biologis penting termasuk kontraksi jantung, gerakan makanan melalui sistem pencernaan dan aliran darah melalui pembuluh darah. Tiga jenis otot yang ada: rangka, polos dan jantung. Setiap jenis membutuhkan sel untuk melakukan fungsi yang berbeda.

Gerakan

Otot rangka menghasilkan gerakan, menjaga postur dan menghasilkan panas tubuh. Sel-sel otot, yang disebut miosit, berisi miofibril. Miofibril adalah bundel filamen yang menghubungkan salah satu ujung sel yang lain. Pada sel otot rangka Miofibril ini memungkinkan otot untuk berkontraksi.

Sel otot rangka juga berfungsi untuk mengubah glukosa, gula sederhana yang dibuat dari pemecahan makanan, menjadi adenosin trifosfat, atau ATP. ATP adalah sumber utama energi tubuh. Meskipun sel-sel otot rangka dapat menyimpan sejumlah kecil ATP, aktivitas fisik sering membutuhkan lebih banyak. Untuk melakukan hal ini, protein dalam sel otot yang disebut mioglobin mengikat oksigen. Kemudian bercampur dengan glukosa untuk menghasilkan karbon dioksida — produk limbah dikeluarkan oleh paru-paru, air, panas dan ATP, seperti yang dijelaskan oleh Faqs.org

Sel otot rangka berbeda dari sel-sel otot polos atau jantung karena mereka hanya berkontraksi jika dirangsang oleh sistem saraf. Hal ini memungkinkan otot rangka untuk melakukan gerakan sadar.

Fungsi organ

Sel otot polos juga berfungsi untuk kontraksi, tetapi sistem saraf otonom mengontrol kontraksi. Ini berarti bahwa otot-otot polos bergerak tanpa sadar. Sel otot polos menyerupai sel otot rangka, kecuali mereka mengandung protein yang lebih sedikit; Oleh karena itu, serat yang jauh lebih kecil, hanya berdiameter 2 sampai 10 mcg berbeda dengan otot rangka yang berdiameter 10 sampai 100 mcg, seperti yang dijelaskan oleh University of Illinois di Chicago.

Sel otot polos melapisi organ internal seperti arteri, vena, kandung kemih, rahim, pria dan saluran reproduksi wanita, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Kelompok-kelompok sel otot polos secara mekanis terhubung bersama-sama, memungkinkan untuk kontraksi simultan dari sel. Sel otot polos berfungsi untuk menjaga dimensi organ dan mengatur diameter pembuluh darah. Selain kemampuan mereka untuk kontraksi berirama memungkinkan mereka untuk mendorong zat, termasuk makanan melalui sistem pencernaan, darah melalui pembuluh dan udara melalui saluran bronkial.

Sel otot jantung ; pompa jantung

Jantung berisi miosit khusus yang dikenal sebagai sel-sel otot jantung. sel otot Jantung berkontraksi tanpa stimulasi saraf. Sekelompok sel-sel khusus, yang dikenal sebagai sinus node, ditemukan di ruang kanan atas jantung atrium kanan menghasilkan impuls listrik. Impuls ini merangsang kontraksi sel otot jantung. Meskipun setiap miosit jantung dapat berkontraksi secara individual, diselingi pembentukan cakram ruang yang terbentuk di mana membran sel terhubung, memungkinkan sel-sel jantung berkontraksi serempak. The American Heart Association melaporkan bahwa kontraksi jantung manusia rata-rata 100.000 kali per hari. Sel-sel otot jantung juga berfungsi untuk pertukaran ion seperti natrium, kalium dan kalsium, yang mengatur kekuatan dan durasi kontraksi.

Waspada, Penyakit Ini Menyerang Testis Pria

Posted: 22 Oct 2014 06:39 PM PDT

DokterSehat.Com – Testis merupakan organ reproduksi terpenting bagi pria. Di testis, proses pembentukan sel sperma dan pembentukan hormon testosteron diproduksi. Sehingga, kesehatan testis amat perlu diperhatikan demi mencegah berbagai penyakit yang tak diinginkan.

Secara anatomi, buah zakar alias testis sangat sensitif dan rentan terhadap cedera. Pelari atau ketika anda berjalan jauh dapat berisiko tinggi mengalami ketegangan di selangkangan, trauma langsung atau luka lain yang dapat menyebabkan nyeri testis. Nyeri testis bisa terjadi karena berbagai alasan, beberapa diantaranya tidak dapat diidentifikasikan. Meski sebagian besar kasus tidak serius, tapi nyeri testis kadang-kadang dapat menjadi bagian dari kondisi yang berbahaya.

Namun, ada kalanya bagi kaum adam untuk mengetahui beberapa penyakit yang mungkin dapat terjadi pada testis. Tertarik untuk tahu? Ikuti penjelasannya berikut :

  • Kista di sekitar skrotum
    Kista di sekitar skrotum (kantung kemaluan) dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Ketika ukurannnya masih kecil, biasanya dokter tidak melakukan tindakan karena pertumbuhan kista tersebut dianggap tidak berbahaya. Namun, kista yang sudah besar justru lebih menyakitkan dan mengganggu, dan harus diangkat dengan operasi. Pria bisa merasakan adanya kista di sekitar skrotum testis saat meraba bagian tersebut. Kista ini seperti benjolan, rasa nyeri di testis dan pembuluh vena terasa tegang saat disentuh. Kista ini berisikan cairan jenih dan tidak berwarna.
  • Hidrokel
    Istilah hidrokel berasal dari Yunani dan itu berarti kantong air. Penyakit ini terjadi berupa pembengkakan tanpa rasa sakit dari skrotum yang disebabkan pengumpalan cairan di sekitar testis. Hidrokel primer (alami) mulai terlihat sejak usia 2 tahun, sedangkan hidrokel sekunder kerap terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Penyakit ini sungguh menyakitkan, dan biasanya timbul akibat adanya cedera, peradangan atau infeksi. Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah skrotum membesar, sehingga membuat penderitanya merasa memiliki testisnya berat. Karena mengganggu dan menyakitkan, dokter akan memompa cairan untuk dikeluarkan. Biasanya, pembesaran lebih sering terjadi pada bagian kanan.
  • Orkitis
    Orkitis adalah peradangan pada kedua sisi testis, atau hanya satu sisi saja, sehingga menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri dan demam. Orkitis dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri dan virus. Jika disebabkan oleh virus, orkitis bisa disembuhkan dengan antibiotik. Gejalanya berupa pembengkakan testis, testis terasa berat, demam, sekresi penis dan rasa sakit saat melakukan hubungan seks, kencing atau ejakulasi. Dalam kasus ekstrim, darah bisa keluar dari air mani. Mengobati orkitis bisa dilakukan dengan suntikan. Untuk pencegahan bisa menggunakan kondom karena penyakit ini bisa timbul karena melakukan hubungan seksual berisiko.
  • Torsio testis
    Penyakit ini kerap terjadi pada anak laki-laki atau remaja, namun pria dewasa juga berisiko mengalaminya. Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus (selaput yang membungkus testis). Akibatnya testis mudah melintir atau berputar, sehingga akan menghentikan aliran darah ke testis.

Untuk mengobatinya, dokter harus mengembalikan testis ke posisi semula untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Jika tak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan testis rusak, sehingga harus diangkat. Beberapa penyebabnya, antara lain adalah perubahan suhu udara mendadak (seperti saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, atau celana yang terlalu ketat.

Tanda-Tanda Andropause Atau Menopause Pada Pria

Posted: 22 Oct 2014 06:39 PM PDT

DokterSehat.Com – Andropause adalah kondisi pria usia tengah baya yang mempunyai gejala-gejala dan keluhan yang mirip dengan menopause pada wanita. Istilah andropause berasal dari bahasa Yunani, Andro artinya pria sedangkan Pause artinya penghentian. Jadi secara harfiah, andropause adalah berhentinya fungsi fisiologis pada pria. Berbeda dengan wanita yang mengalami menopause, dimana produksi ovum dan hormon estrogen serta siklus haid berhenti dengan cara yang relatif mendadak. Pada pria, penurunan produksi spermatozoa, hormon testosteron, dan hormon lainnya terjadi secara perlahan.

Mekanisme terjadinya Andropause

Mekanisme terjadinya andropause adalah karena menurunnya fungsi sistem reproduksi pria yang menyebabkan penurunan kadar testosteron sampai dibawah angka normal. Hormon yang turun pada pada andropause ternyata tidak hanya testosteron saja, melainkan penurunan multi hormonal yaitu hormon DHEA, DHEAS, Melantonin, Growth Hormon, dan IGFs (Insulin like growth factors). Oleh karena itu, banyak pakar yang menyebut andropause dengan sebutan lain seperti Adrenopause (defisiensi DHEA/ DHEAS), Somatopause (defisiensi GH/ Insulin like Growth Factor), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in Aging Male), PADAM (Partial Androgen Deficiency in Aging Male), Viropause, Climacterium pada pria, dan sebagainya.

Tanda-Tanda Andropause

Penyebab utama terjadinya Andropause sama seperti menopause, perubahan hormon. Perubahan ini akan berdampak pada beberapa hal. Pada pria, akan terjadi perubahan pada kesuburan dan hormon seks. Berbeda dengan wanita yang akan berhenti menstruasi, pria yang mengalami Andropause tetap memiliki kemampuan menghasilkan sperma, hanya saja terjadi penurunan libido dan penurunan kemampuan dalam hal keintiman dengan pasangan.

Ada beberapa gejala yang bisa Anda lihat pada suami yang mengalami Andropause :

  • Penurunan libido atau hasrat seksual
  • Disfungsi ereksi atau sulit ereksi
  • Sering buang air kecil
  • Susah tidur
  • Mudah lelah
  • Mudah marah walaupun untuk hal kecil atau marah tanpa sebab
  • Sering tidak percaya atau curiga pada orang lain, termasuk pada pasangan
  • Kinerja menurun, sering tidak fokus
  • Sering pusing
  • Tiba-tiba merasa panas tanpa aktivitas berat
  • Sering sulit bernapas
  • Perut dan paha makin besar
  • Berat badan naik
  • Nyeri punggung
  • Keringat berlebih

Jika pasangan Anda mulai menunjukkan gejala Andropause, hal itu wajar dan tidak bisa dicegah. Yang harus diperhatikan adalah pola makan yang harus lebih teratur, mulai kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan olahraga teratur, misalnya berjalan 30 menit setiap pagi. Beberapa pria lebih sensitif dan mudah marah pada masa ini, karena itu sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami Anddropause.

Penyebab Bau Mulut (Halitosis)

Posted: 22 Oct 2014 06:38 PM PDT

DokterSehat.Com – Bau Mulut (Halitosis) adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan nafasnya.

Halitosis psikogenik merupakan suatu keyakinan bahwa nafas seseorang bau, padahal sebenarnya tidak. Masalah ini bisa terjadi pada orang yang cenderung untuk melebih-lebihkan sensasi tubuh yang normal. Kadang-kadang halitosis psikogenik disebabkan oleh kelainan jiwa yang serius, seperti skizofrenia. Seseorang dengan pikiran yang obsesif bisa memiliki perasaan kotor yang berlebihan. Seseorang yang paranoid bisa memiliki khayalan bahwa organnya rusak. Keduanya bisa beranggapan atau berkeyakinan bahwa nafas mereka bau.

Penyebab

  1. Makanan
    Konsumsi makanan seperti bawang putih, bawang merah, atau petai dapat menyebabkan bau mulut. Kandungan makanan tersebut diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan. Di dalam paru-paru, bau tajam lantas ditransfer ke udara yang kemudian dihembuskan melalui hidung. Bau mulut yang disebabkan makanan mungkin bertahan hingga 72 jam.
  1. Kebersihan mulut yang tidak terjaga dan penyakit periodontal
    Kebersihan mulut yang buruk mengakibatkan akumulasi sisa makanan dalam mulut. Berbagai jenis bakteri dalam mulut kemudian menguraikan sisa makanan dan melepaskan gas hidrogen sulfida yang menyebabkan bau busuk. Jarang menyikat gigi menyebabkan bakteri dan partikel makanan membentuk lapisan lengket tidak berwarna pada gigi. Seiring waktu, lapisan ini semakin menumpuk sehingga membentuk plak dan memicu kerusakan gigi serta penyakit periodontal.
  1. Hidung dan tenggorokan
    Penyebab bau mulut mungkin berhubungan dengan hidung. Setiap zat asing yang terjebak dalam hidung dapat menimbulkan bau mulut. Infeksi sinus, misalnya, menyebabkan keluarnya cairan dari sinus yang melewati bagian belakang tenggorokan sehingga menimbulkan bau busuk. Beberapa jenis infeksi tenggorokan juga memicu bau mulut. Aktivitas bakteri di tonsil bisa pula menyebabkan bau mulut ringan.
  1. Tembakau dan alkohol
    Tembakau dan alkohol menyebabkan mulut kering yang berakhir dengan bau mulut. Selain itu, zat pada rokok seperti tar dan nikotin bisa menumpuk di dalam mulut dan memicu penyakit periodontal serta bau mulut. Demikian juga, konsumsi alkohol berpotensi mengakibatkan masalah pencernaan yang juga dihubungkan dengan bau mulut.
  1. Mulut kering dan puasa
    Bau mulut umum dirasakan saat bangun pagi. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi air liur selama tidur. Oleh karena itu, air liur memiliki peran yang sangat penting dalam membersihkan dan melembabkan mulut. Selain itu, air liur memiliki kemampuan membunuh bakteri di dalam mulut. Itu sebab, penurunan produksi air liur akan menyebabkan bau mulut. Puasa juga memicu bau mulut akibat terjadinya pemecahan bahan kimia (ketoasidosis).
  1. Penyakit dan penyebab lain
    Beberapa jenis kanker bisa menyebabkan bau mulut, begitu juga dengan infeksi paru-paru dan abses. Selain itu, gagal ginjal menghasilkan napas berbau seperti urin, sedangkan bau amis menandakan adanya masalah pada hati. Diabetes dan asam refluks kronis dapat pula menyebabkan bau mulut. Sebagian orang mungkin mengalami bau mulut karena intoleransi laktosa. Dehidrasi menyebabkan masalah pencernaan dan sembelit juga merupakan salah satu penyebab bau mulut. Gigi palsu dapat pula memicu halitosis jika tidak dibersihkan dengan benar.

Gejala

Tercium bau yang tidak sedap ketika penderita menghembuskan nafasnya.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

Pengobatan

Penyebab fisik dapat dikoreksi atau disingkirkan. Sebagai contoh, orang bisa berhenti makan bawang putih atau memperbaiki kebersihan mulutnya. Banyak pewangi mulut dan semprotan mulut yang bisa dipakai, yang terbaik adalah yang mengandung klorofil. Atau bisa juga dengan menggunakan arang yang diaktifkan yang akan menyerap bau.

Dokter bisa membantu meyakinkan penderita halitosis psikogenik, bahwa nafas mereka tidak bau. Bila masalahnya berlanjut, mungkin diperlukan bantuan dari seorang prikoterapis.

Advertisemen