Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Hasil Diagnosa Glomerulopati
- Penyebab Divertikulitis
- Fungsi Sel Otot
- Waspada, Penyakit Ini Menyerang Testis Pria
- Tanda-Tanda Andropause Atau Menopause Pada Pria
- Penyebab Bau Mulut (Halitosis)
| Posted: 23 Oct 2014 04:53 AM PDT DokterSehat.Com – Glomerulopati merupakan peradangan pada glomeruli. Glomeruli adalah bagian pertama dari sistem penyaringan ginjal. Terdapat 4 jenis glomerulopati :
Jika glomerulus mengalami kerusakan, maka zat-zat dari aliran darah tidak disaring secara normal. Protein, darah, sel darah putih dan debris) dapat melewati glomerulus dan masuk ke dalam air kemih. Bekuan darah yang kecil (mikrotrombus) bisa terbentuk di dalam kapiler yang memperdarahi glomerlus, sehingga mengurangi jumlah air kemih yang dihasilkan. Selain itu, ginjal menjadi tidak mampu memekatkan air kemih, membuang asam dari tubuh atau menyeimbangkan pembuangan garam. Pada awalnya glomerulus bisa mengkompensasai sebagian dengan cara tumbuh lebih besar, tetapi hal ini akan semakin menambah kerusakan sehingga pembentukan air kemih berkurang dan limbah metabolik terkumpul di dalam darah. Penyebab Peradangan ginjal biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti yang terjadi pada pielonefritis atau sautu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal. Suatu reaksi kekebalan yang abnormal bisa terjadi melalui 2 cara :
Gejala Jika glomerulus mengalami kerusakan, maka zat-zat dari aliran darah tidak disaring seccara normal. Protein, darah, sel-sel darah putih dan debris bisa melewati glomerulus dan masuk ke dalam air kemih. Bekuan darah bisa terbentuk dan mengurangi jumlah air kemih yang di hasilkan. Selain itu, ginjal menjadi tidak mampu memekatkan air kemih, membuang asam dari tubuh atau menyeimbangkan pembuangan garam. Pada akhirnya, pembentukan air kemih semakin berkurang dan limbah metabolik terakumulasi di dalam darah. Diagnosa Diagnosis pasti untuk semua jenis glomerulopati adalah dengan biopsi ginjal. Diambil potongan kecil ginjal (biasanya dengan jarum yang dimasukkan melalui kulit) dan diperiksan dengan mikroskop. Urinalisis (pemeriksaan contoh air kemih) membantu memperkuat diagnosis dan pemeriksaan darah rutin bisa menunjukkan luasnya kerusakan fungsi ginjal. Pengukuran kadar antibodi dalam contoh darah membantu menentukan perkembangan penyakit; jika kadarnya tinggi maka keadaannya buruk, jika kadarnya rendah maka keadaannya membaik. Pengobatan Usaha untuk merubah reaksi kekebalan dengan membuang antigen, antibodi maupun kombinasi keduanya dilakukan melalui prosedur plasmaferesis, dimana zat-zat yang berbahaya dibuang dari dalam darah. Untuk menekan reaksi kekebalan diberikan obat anti peradangan dan obat imunosupresan (penekan sistem kekebalan) misalnya kortikosteroid, azatioprin dan siklofosfamid. Pada beberapa kasus, diberikan obat yang mencegah terbentuknya bekuan darah. Jika memungkinkan, diberikan pengobatan spesifik untuk penyakit yang mendasarinya; misalnya pemberian antibiotik untuk mengatasi suatu infeksi. |
| Posted: 23 Oct 2014 04:53 AM PDT DokterSehat.Com – Divertikulitis merupakan tipikal penyakit pencernaan yang terjadi diusus besar, dan jarang terjadi di usus kecil. Dinding usus terbagi atas kantong atau Diverticulae. Ketika diverticulae meradang akibat infeksi atau penyakit, kondisi ini disebut Divertikulitis. Penyebab Penyebab terjadinya infeksi pada divertikula masih belum pasti. Infeksi mungkin terjadi jika tinja atau bakteri terperangkap di dalam divertikula. Gejala Gejala awalnya adalah nyeri, nyeri tumpul (biasanya pada bagian kiri bawah perut) dan demam. Komplikasi Peradangan pada divertikula bisa menyebabkan terjadinya hubungan abnormal (fistula) antara usus besar dan organ lain. Kebanyakan fistula terbentuk diantara kolon sigmoid dan kandung kemih. Fistula ini lebih sering terjadi pada pria, tapi bila rahim sudah diangkat, resiko terbentuknya fistula pada wanita akan meningkat. Pada fistula tertentu, isi usus, termasuk bakteri normal, masuk ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih. Fistula lain dapat terjadi diantara usus besar dengan usus halus, rahim, vagina, dinding perut atau bahkan dengan paha atau dada. Komplikasi lainnya yang mungkin terjadi adalah :
Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pemeriksaan rontgen dengan barium enema dilakukan untuk memperkuat diagnosis atau untuk mengevaluasi masalah yang dapat merusak atau menembus usus yang meradang, sehingga pemeriksaan ini biasanya ditunda selama beberapa minggu. Radang usus buntu (apendisitis) dan kanker usus besar (kanker kolon) atau kanker indung telur (kanker ovarium), paling sering dikelirukan dengan divertikulitis. Pemeriksaan CT scan atau USG dilakukan untuk memastikan masalahnya bukan radang usus buntu atau abses. Untuk menyingkirkan dugaan kanker, bisa dilakukan kolonoskopi, terutama bila terjadi perdarahan. Pembedahan eksplorasi mungkin perlu dilakukan untuk memperkuat diagnosis. Pengobatan Divertikulitis yang ringan bisa diobati di rumah dengan istirahat, diet makanan cair dan antibiotik per-oral (melalui mulut). Gejala biasanya menghilang dengan cepat. Setelah beberapa hari, bisa diberikan diet rendah serat dan psilium. Setelah satu bulan, bisa mulai lagi diberikan diet tinggi serat. Penderita dengan gejala yang lebih berat, seperti nyeri perut yang terlokalisir, demam dan gejala lain dari infeksi serius atau komplikasi, umumnya dirawat di rumah sakit. Diberikan cairan infus dan antibiotik, istirahat total di tempat tidur dan tidak minum maupun makan apapun melalui mulut, sampai gejalanya menghilang. Bila keadaannya tidak membaik, terutama bila nyeri, nyeri tekan dan demam makin meningkat, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Hanya sekitar 20% penderita divertikulitis yang membutuhkan pembedahan karena keadaannya tidak membaik, dimana sekitar 70% mengalami nyeri dan peradangan, dan yang lainnya lagi mengalami perdarahan, fistula atau penyumbatan. Pembedahan darurat harus dilakukan pada penderita yang mengalami perforasi dan peritonitis. Bagian yang mengalami perforasi diangkat, dan dibuat saluran antara usus besar dan permukaan kulit (kolostomi). Jika terjadi perdarahan hebat, sumbernya dapat diidentifikasi dengan melakukan pemeriksaan angiografi (menyuntikan zat warna ke dalam pembuluh darah yang memasok darah ke usus besar lalu difoto rontgen). Penyuntikan vasopresin (obat yang menyempitkan pembuluh balik) dapat mengendalikan perdarahan namun berbahaya, terutama pada usia lanjut. Pada bebarapa kasus, perdarahan timbul lagi dalam beberapa hari, sehingga diperlukan pembedahan. Pengangkatan bagian usus yang terkena dimungkinkan hanya bila sumber perdarahannya diketahui. Jika tidak, bagian usus yang diangkat lebih banyak lagi (kolektomi subtotal). Bila tanpa pengobatan, perdarahan berhenti (atau berkurang), cara terbaik untuk menentukan penyebab perdarahan adalah dengan melakukan kolonoskopi. Pengobatan untuk fistula meliputi pengangkatan bagian usus besar dimana fistula dimulai dan menyatukan kembali ujung-ujungnya. |
| Posted: 22 Oct 2014 06:39 PM PDT DokterSehat.Com – Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi, otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan, sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Otot juga berfungsi dalam banyak proses biologis penting termasuk kontraksi jantung, gerakan makanan melalui sistem pencernaan dan aliran darah melalui pembuluh darah. Tiga jenis otot yang ada: rangka, polos dan jantung. Setiap jenis membutuhkan sel untuk melakukan fungsi yang berbeda. Gerakan Otot rangka menghasilkan gerakan, menjaga postur dan menghasilkan panas tubuh. Sel-sel otot, yang disebut miosit, berisi miofibril. Miofibril adalah bundel filamen yang menghubungkan salah satu ujung sel yang lain. Pada sel otot rangka Miofibril ini memungkinkan otot untuk berkontraksi. Sel otot rangka juga berfungsi untuk mengubah glukosa, gula sederhana yang dibuat dari pemecahan makanan, menjadi adenosin trifosfat, atau ATP. ATP adalah sumber utama energi tubuh. Meskipun sel-sel otot rangka dapat menyimpan sejumlah kecil ATP, aktivitas fisik sering membutuhkan lebih banyak. Untuk melakukan hal ini, protein dalam sel otot yang disebut mioglobin mengikat oksigen. Kemudian bercampur dengan glukosa untuk menghasilkan karbon dioksida — produk limbah dikeluarkan oleh paru-paru, air, panas dan ATP, seperti yang dijelaskan oleh Faqs.org Sel otot rangka berbeda dari sel-sel otot polos atau jantung karena mereka hanya berkontraksi jika dirangsang oleh sistem saraf. Hal ini memungkinkan otot rangka untuk melakukan gerakan sadar. Fungsi organ Sel otot polos juga berfungsi untuk kontraksi, tetapi sistem saraf otonom mengontrol kontraksi. Ini berarti bahwa otot-otot polos bergerak tanpa sadar. Sel otot polos menyerupai sel otot rangka, kecuali mereka mengandung protein yang lebih sedikit; Oleh karena itu, serat yang jauh lebih kecil, hanya berdiameter 2 sampai 10 mcg berbeda dengan otot rangka yang berdiameter 10 sampai 100 mcg, seperti yang dijelaskan oleh University of Illinois di Chicago. Sel otot polos melapisi organ internal seperti arteri, vena, kandung kemih, rahim, pria dan saluran reproduksi wanita, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Kelompok-kelompok sel otot polos secara mekanis terhubung bersama-sama, memungkinkan untuk kontraksi simultan dari sel. Sel otot polos berfungsi untuk menjaga dimensi organ dan mengatur diameter pembuluh darah. Selain kemampuan mereka untuk kontraksi berirama memungkinkan mereka untuk mendorong zat, termasuk makanan melalui sistem pencernaan, darah melalui pembuluh dan udara melalui saluran bronkial. Sel otot jantung ; pompa jantung Jantung berisi miosit khusus yang dikenal sebagai sel-sel otot jantung. sel otot Jantung berkontraksi tanpa stimulasi saraf. Sekelompok sel-sel khusus, yang dikenal sebagai sinus node, ditemukan di ruang kanan atas jantung atrium kanan menghasilkan impuls listrik. Impuls ini merangsang kontraksi sel otot jantung. Meskipun setiap miosit jantung dapat berkontraksi secara individual, diselingi pembentukan cakram ruang yang terbentuk di mana membran sel terhubung, memungkinkan sel-sel jantung berkontraksi serempak. The American Heart Association melaporkan bahwa kontraksi jantung manusia rata-rata 100.000 kali per hari. Sel-sel otot jantung juga berfungsi untuk pertukaran ion seperti natrium, kalium dan kalsium, yang mengatur kekuatan dan durasi kontraksi. |
| Waspada, Penyakit Ini Menyerang Testis Pria Posted: 22 Oct 2014 06:39 PM PDT DokterSehat.Com – Testis merupakan organ reproduksi terpenting bagi pria. Di testis, proses pembentukan sel sperma dan pembentukan hormon testosteron diproduksi. Sehingga, kesehatan testis amat perlu diperhatikan demi mencegah berbagai penyakit yang tak diinginkan. Secara anatomi, buah zakar alias testis sangat sensitif dan rentan terhadap cedera. Pelari atau ketika anda berjalan jauh dapat berisiko tinggi mengalami ketegangan di selangkangan, trauma langsung atau luka lain yang dapat menyebabkan nyeri testis. Nyeri testis bisa terjadi karena berbagai alasan, beberapa diantaranya tidak dapat diidentifikasikan. Meski sebagian besar kasus tidak serius, tapi nyeri testis kadang-kadang dapat menjadi bagian dari kondisi yang berbahaya. Namun, ada kalanya bagi kaum adam untuk mengetahui beberapa penyakit yang mungkin dapat terjadi pada testis. Tertarik untuk tahu? Ikuti penjelasannya berikut :
Untuk mengobatinya, dokter harus mengembalikan testis ke posisi semula untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Jika tak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan testis rusak, sehingga harus diangkat. Beberapa penyebabnya, antara lain adalah perubahan suhu udara mendadak (seperti saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, atau celana yang terlalu ketat. |
| Tanda-Tanda Andropause Atau Menopause Pada Pria Posted: 22 Oct 2014 06:39 PM PDT DokterSehat.Com – Andropause adalah kondisi pria usia tengah baya yang mempunyai gejala-gejala dan keluhan yang mirip dengan menopause pada wanita. Istilah andropause berasal dari bahasa Yunani, Andro artinya pria sedangkan Pause artinya penghentian. Jadi secara harfiah, andropause adalah berhentinya fungsi fisiologis pada pria. Berbeda dengan wanita yang mengalami menopause, dimana produksi ovum dan hormon estrogen serta siklus haid berhenti dengan cara yang relatif mendadak. Pada pria, penurunan produksi spermatozoa, hormon testosteron, dan hormon lainnya terjadi secara perlahan. Mekanisme terjadinya Andropause Mekanisme terjadinya andropause adalah karena menurunnya fungsi sistem reproduksi pria yang menyebabkan penurunan kadar testosteron sampai dibawah angka normal. Hormon yang turun pada pada andropause ternyata tidak hanya testosteron saja, melainkan penurunan multi hormonal yaitu hormon DHEA, DHEAS, Melantonin, Growth Hormon, dan IGFs (Insulin like growth factors). Oleh karena itu, banyak pakar yang menyebut andropause dengan sebutan lain seperti Adrenopause (defisiensi DHEA/ DHEAS), Somatopause (defisiensi GH/ Insulin like Growth Factor), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in Aging Male), PADAM (Partial Androgen Deficiency in Aging Male), Viropause, Climacterium pada pria, dan sebagainya. Tanda-Tanda Andropause Penyebab utama terjadinya Andropause sama seperti menopause, perubahan hormon. Perubahan ini akan berdampak pada beberapa hal. Pada pria, akan terjadi perubahan pada kesuburan dan hormon seks. Berbeda dengan wanita yang akan berhenti menstruasi, pria yang mengalami Andropause tetap memiliki kemampuan menghasilkan sperma, hanya saja terjadi penurunan libido dan penurunan kemampuan dalam hal keintiman dengan pasangan. Ada beberapa gejala yang bisa Anda lihat pada suami yang mengalami Andropause :
Jika pasangan Anda mulai menunjukkan gejala Andropause, hal itu wajar dan tidak bisa dicegah. Yang harus diperhatikan adalah pola makan yang harus lebih teratur, mulai kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan olahraga teratur, misalnya berjalan 30 menit setiap pagi. Beberapa pria lebih sensitif dan mudah marah pada masa ini, karena itu sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami Anddropause. |
| Penyebab Bau Mulut (Halitosis) Posted: 22 Oct 2014 06:38 PM PDT DokterSehat.Com – Bau Mulut (Halitosis) adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan nafasnya. Halitosis psikogenik merupakan suatu keyakinan bahwa nafas seseorang bau, padahal sebenarnya tidak. Masalah ini bisa terjadi pada orang yang cenderung untuk melebih-lebihkan sensasi tubuh yang normal. Kadang-kadang halitosis psikogenik disebabkan oleh kelainan jiwa yang serius, seperti skizofrenia. Seseorang dengan pikiran yang obsesif bisa memiliki perasaan kotor yang berlebihan. Seseorang yang paranoid bisa memiliki khayalan bahwa organnya rusak. Keduanya bisa beranggapan atau berkeyakinan bahwa nafas mereka bau. Penyebab
Gejala Tercium bau yang tidak sedap ketika penderita menghembuskan nafasnya. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Pengobatan Penyebab fisik dapat dikoreksi atau disingkirkan. Sebagai contoh, orang bisa berhenti makan bawang putih atau memperbaiki kebersihan mulutnya. Banyak pewangi mulut dan semprotan mulut yang bisa dipakai, yang terbaik adalah yang mengandung klorofil. Atau bisa juga dengan menggunakan arang yang diaktifkan yang akan menyerap bau. Dokter bisa membantu meyakinkan penderita halitosis psikogenik, bahwa nafas mereka tidak bau. Bila masalahnya berlanjut, mungkin diperlukan bantuan dari seorang prikoterapis. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments