Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Benarkah Bra Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Payudara?
- Kebiasaan Salah Yang Memperburuk Alergi
- Betis Terasa Sakit Ketika Berlalri
- Jaga Kesehatan Ya Saat Musim Hujan, Dengan 5 Tips Ini
- 4 Hal Yang Perlu diketahui Tentang ALS
- Lindungi Miss V dari Serangan Kutu Kelamin
- Bagaimana Cara Memberikan Edukasi Seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus
| Benarkah Bra Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Payudara? Posted: 30 Nov 2014 04:01 AM PST DokterSehat.Com – Setiap wanita mengenakan pakaian dalam berupa bra untuk menopang payudaranya, di masyarakat sendiri berkembang pernyataan bahwa memakai bra setiap hari akan menyebabkan kanker payudara. Tentu hal ini membuat para wanita panik karena semuanya menggunakan pakaian dalam tersebut. Tapi benarkah bra dapat menyebabkan kanker? Penelitian terbaru menyebutkan tidak ada hubungan antara pemakaian bra dengan kejadian kanker payudara pada wanita, penelitian ini melibatkan 1044 wanita pasca menopause yang terdiagnosa kanker payudara dan dibandingkan dengan 469 wanita pasca menopause yang tidak memiliki kanker payudara. Mereka ditanyai mengenai kebiasaan menggunakan bra dan juga riwayat kanker pada keluarga mereka. Hasilnya, disimpulkan menggunakan bra tidak beresiko menimbulkan kanker payudara dan tidak ada pengaruh antara lamanya menggunakan bra dengan kejadian kanker payudara, meskipun bra tersebut menggunakan kawat. Bra sebelumnya pernah dianggap menjadi salah satu penyebab kanker payudara, hal ini disebabkan oleh sebuah penelitian di tahun 1991 yang menemukan sedikit hubungan antara penggunaan bra dengan tingkat kejadian kanker. Namun, penelitian terbaru telah membantahnya, sehingga rumor tersebut tak perlu menyebar lagi. So, Ladies tidak perlu khawatir menggunakan bra, namun beri waktu istirahat dari bra di malam hari agar tetap sehat dan nyaman. |
| Kebiasaan Salah Yang Memperburuk Alergi Posted: 30 Nov 2014 02:04 AM PST DokterSehat.Com – Alergi debu memang sangat menyita perhatian Anda, banyak waktu yang digunakan hanya untuk menjaga alergi debu agar tidak timbul. Apalagi jika hidup dilingkup perkotaan yang penuh dengan polusi, terutama polusi debu, mau tidak mau Anda harus lebih berhati-hati lagi. Butuh persiaapan di pagi hari untuk menghadapi terjangan debu sepanjang hari, berangkat ke kantor atau kuliah membuat Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan teliti. Namun ada juga kebiasaan yang menurut Anda dapat meringankan alergi, tapi justru dapat memperburuk keadaan. Alergi bisa diatasi jika Anda tidak melakukan kesalahan di rumah, antara lain seperti berikut :
Nah Ladies, itu dia 4 kebiasaan salah yang bisa dihindari di rumah karena membuat alergi semakin memburuk. |
| Betis Terasa Sakit Ketika Berlalri Posted: 30 Nov 2014 12:10 AM PST Pertanyaan Konsultasi Sore dokter, 41 hari yang lalu kaki saya (betis dalam) terasa sakit ketika berlari dan saya berhenti sampai kemarin saya berlari lagi, nah hari ini nyeri di betis dalam saya terasa lagi. Penyebab dan solusinya apa, dokter? Terimakasih Salam Jawaban Konsultasi Lakukan pemanasan sebelum berolah raga dan peregangan otot setelah berolah raga. Jangan terlalu lama berolah raga dulu. Terimaksih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Jaga Kesehatan Ya Saat Musim Hujan, Dengan 5 Tips Ini Posted: 29 Nov 2014 11:43 PM PST DokterSehat.Com – Akhir tahun hingga menjelang bulan baru ditahun baru iklim di Indonesia biasanya terasa dingin, hujan yang terus menerus mengguyur dari pagi hingga malam terkadang menjadi rutinitas yang mau tidak mau harus kita hadapi. Pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini biasanya membuat tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan, hal ini disebabkan karena tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda daripada sebelumnya. Meski memang untuk beberapa orang, kehujanan beberapa kali tidak berpengaruh apa-apa pada tubuh mereka, namun ada pula beberapa orang yang hanya sekali terkena hujan, langsung ambruk esok harinya. Nah, agar kejadian ini tidak terjadi, yuk ikuti tips beriikut ini :
|
| 4 Hal Yang Perlu diketahui Tentang ALS Posted: 29 Nov 2014 10:15 PM PST DokterSehat.Com – Tren Ice Bucket Challenge dengan efek viralnya di internet membuat banyak orang ingin ikut-ikutan melakukannya. Sayangnya, dari sekian banyak video tantangan mandi es yang beredar, hanya sedikit yang menjelaskan tentang penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) itu sendiri. ALS adalah singkatan dari amyotrophic lateral sclerosis, yang merupakan penyakit neurologis fatal yang bisa mempengaruhi kehidupan Anda. Dalam Bahasa Indonesia, Anda bisa menyebutnya dengan sklerosis lateral amiotrofik. Memang agak susah mengucapkannya, namun penyakit ini adalah penyakit saraf yang menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik atau otot gerak. Jadi, jika Anda mengalami ALS, Anda kemungkinan akan kesulitan bergerak. Hal yang perlu Anda ketahui tentang ALS, antara lain :
Namun sepertinya Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena sebenarnya penyakit ini lebih sering menyerang pria dan orang kulit putih. Jadi apakah Anda mulai bersyukur? Kebanyakan penyakit ini menyerang pria dan orang dengan kulit putih. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Anda juga memiliki risiko terserang ALS. |
| Lindungi Miss V dari Serangan Kutu Kelamin Posted: 29 Nov 2014 08:54 PM PST DokterSehat.Com – Bunda dan Sista mungkin Anda sekalian sudah terbiasa mendengar kata kutu rambut, namun Anda pasti asing mendengar kata kutu kelamin. Kutu kelamin bisa disebut Pthirus pubis bisa juga pubic lice atau kutu pubic. Binatang ini merupakan sejenis serangga parasit penghisap darah yang hidup dikulit sekitar organ intim manusia. Kutu kelamin sering juga disebut sebagai crabs atau dalam bahasa Indonesia artinya kepiting. Karena jika diperbesar, bentuk kutu kelamin ini menyerupai kepiting lengkap dengan capitnya. Memang terdengar mengerikan dan menjijikkan, namun ladies tak perlu khawatir karena kutu kelamin tidak akan bisa masuk ke dalam Miss V. Kutu kelamin biasa hidup hanya pada rambut pubis Miss V, ia akan mati jika memaksa masuk ke dalam Miss V. Biasanya, jika ladies terkena kutu kelamin area Miss V jadi terasa gatal. Jika itu terjadi, jangan digaruk, karena akan menyebabkan luka dan infeksi di area sekitar Miss V. Pencegaha
|
| Bagaimana Cara Memberikan Edukasi Seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus Posted: 29 Nov 2014 08:54 PM PST DokterSehat.Com – Ladies, pendidikan seksual perlu diberikan kepada anak sejak usia dini. Tidak terkecuali kepada Anak Bekebutuhan Khusus (ABK). Sayangnya, pemberian pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus ini masih jarang dilakukan. Banyak yang masih berpikir pemberian pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus ini tidak penting ataupun masih tabu. Dalam memberikan pendidikan seksual diharapkan juga diimbangi dengan pendidikan moral, hal ini bertujuan selain menambah pengetahuan si anak juga agar si anak tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari moral. Pendidikan seksual terhadap anak berkebutuhan khusus tak kalah pentingnya dengan pemberian pendidikan seks terhadap anak normal, pendidikan seks bisa dilakukan dengan formal (sekolah) ataupun informal (orang tua). Direktur Pusat Riset Biomedik (Cebior) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Prof Sultana MH. Faradz mengatakan pada kompas.com bahwa sebaiknya dilakukan sejak usia 3 tahun dengan memberitahukan kepada anak tentang anatomi tubuh manusia, proses tumbuh kembang makhluk hidup dengan menjadikan binatang sbagai contoh ataupun memberikan pengertian tentang menstruasi kepada anak perempuan. Menurut Dra Dini Oktaufik dari yayasan ISADD (Intervention Service for Autism and Developmental Delay), orang tua lebih berperan ketimbang terapis dalam memberikan pendidikan seks kepada ABK. Orang tua diharapkan memiliki kesabaran ekstra saat memberikan edukasi karena ABK memiliki memiliki kadar emosional yang tidak stabil. Serta mengajarkan secara bertahap dan berulang saat memberikan pemahaman. Dalam hal ini orang tua memberikan pendidikan berdasarkan tingkat pemahaman anak dan dengan kata-kata positif, membuat rekayasa suasana sebelum anak diekspos keluar, Secara sederhana bunda dapat memberikan ilustrasi dan pemahaman tentang siapa saja yang boleh mendapatkan peluk dan cium. Bunda juga bisa menggunakan kekuatan reward (hadiah) jika anak mengerti apa yang bunda ajarkan dan bukan kekuatan hukuman jika anak masih belum memahami apa yang bunda ajarkan. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments