Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Mencicipi Masakan, Kebiasaan Makan Yang Buat Anda Gemuk

Posted: 30 Jan 2015 01:35 AM PST

DokterSehat.Com – Makanan menjadi bahan satu-satunya untuk bisa sehat dan mendapatkan energi. Memasak di rumah sepertinya menjadi solusi terbaik untuk bisa mengawasi apa saja yang Anda makan dan seberapa bersih dan sehatnya makanan yang Anda konsumsi. Saat Anda sedang diet, menyiapkan dan memasak makanan Anda sendiri merupakan salah satu yang harus diterapkan. Namun seringkali memasak sendiri itu tidak mudah dan malah membuat Anda gemuk.

Bukan aktivitas memasaknya yang membuat Anda gemuk, namun kebiasaan yang biasa muncul selama memasak lah yang menjadikan tujuan diet Anda gagal. Seperti dikutip dari health.com, salah satu kebiasaan yang bisa membuat Anda cepat gemuk adalah mencicipi makanan.

Seringkali, saat menyiapkan makanan, Anda akan secara tidak sengaja ngemil makanan yang Anda buat. Tidak masalah jika mencicipi makanan bertujuan untuk memastikan rasa makanannya dan hanya dilakukan 1-2 kali saja. Namun terkadang, selagi memasak, perut sudah keroncongan dan ingin segera diisi.

Dengan mencium aroma sedap dari makanan, Anda jadi tergoda mencicipi lagi dan lagi atau malah mencari pelampiasan lapar dengan cemilan yang bisa mengganjal perut Anda sembari menunggu masakan matang. Nah, inilah yang tidak sehat. Inilah yang kemudian menjadi penyebab Anda susah kurus.

Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya sebelum mulai memasak, minum air putih dulu 1-2 gelas untuk menjaga perut tetap kenyang. Jika tidak, Anda juga bisa mencoba mengganjal perut dengan makan buah-buahan saja, misalnya satu buah apel.

Dengan begini, acara mencicipi dan ngemil saat memasak jadi teralihkan dan tidak berisiko menggagalkan diet Anda.

Sering Merasa Lelah dan Lesu

Posted: 29 Jan 2015 11:30 PM PST

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saya sering merasa lelah atau lesu. Mungkin apa yang harus saya lakukan dokter dan minum obat apa sebaiknya? Terimakasih

Salam

Bapak Yand

Jawaban Konsultasi

Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, bila perlu minum suplemen seperti vitamin C. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Jarang Orgasme Tandai Kanker Payudara pada Pria

Posted: 29 Jan 2015 10:29 PM PST

DokterSehat.Com – Siapa bilang pria tidak mungkin terkena kanker payudara? Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa pria yang jarang mendapatkan orgasme memiliki resiko terkena kanker payudara lebih besar daripada pria yang aktif secara seksual.

Dilansir dari news.bbc.co.uk, terdapat sebuah penelitian yang diikuti oleh 23 pria didiagnosa kanker payudara, dan 76 pria sehat bebsa kanker payudara. Dalam penelitian itu, para partisipan menceritakan kehidupan seksualitas mereka sebagai data penelitian.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pria yang mengalami orgasme kurang dari 6 kali dalam sebulan memiliki resiko tinggi untuk terkena kanker payudara.

Hal tersebut berhubungan dengan hormon pria dan hormon orgasme. Menurut Professor Dimitrios Trichopoulos dari Harvard University of Massachusetts, frekuensi orgasme pada pria berhubungan dengan produksi testosteron yang merupakan sumber libido pria.

Dengan kata lain, pria yang jarang merasakan orgasme memiliki kelainan pada hormon orgasme mereka.

Tidak hanya itu, namun kanker payudara juga bisa dideteksi dari perubahan ukuran testis pria. Testis yang membesar atau mengkerut menandakan bahwa terdapat sel asing dalam organ tubuh tersebut.

Berkaitan hal itu, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu kanker testis, atau kanker payudara yang telah bermetastatis dan menyerang testis.

Sayangnya, masih banyak pria yang merasa bahwa kanker payudara merupakan hal yang mustahil bagi mereka. Pemikiran bahwa pria tidak memiliki jaringan susu membuat para pria cenderung meremehkan penelitian tersebut.

Di Amerika Serikat, dari 250 kasus kanker payudara pada pria, 100 diantarany berakhir dengan kematian setiap tahunnya.

Perubahan Testis Tandai Munculnya Kanker Payudara dan Testikel

Posted: 29 Jan 2015 09:00 PM PST

DokterSehat.Com – Fakta bahwa kanker payudara bisa saja menyerang pria merupakan sebuah hal yang dianggap remeh, karena penyakit tersebut identik dengan perempuan. Oleh sebab itu, sosialisasi mengenai gejala kanker payudara pada pria masih sangat diperlukan.

Salah satu gejala yang bisa disosialisasikan untuk menarik kepedulian terhadap kanker payudara pada pria adalah dengan memberi tahu bahwa testis yang mengalami perubahan, baik mengkerut atau membesar, bisa jadi mengandung sel kanker di dalamnya.

Sayangnya, apabila seorang pria telah didiagnosa menderita kanker pada testikel, maka terdapat kemungkinan bahwa kanker payudara telah menyebar di sekujur tubuhnya sehingga tumbuh pada testis juga.

Dikutip dari m.webmd.com, kanker testikular sering ditemukan pada pria yang berumur 20 hingga 39 tahun. Oleh sebab itu, para dokter merekomendasikan para pria untuk melakukan tes rutin untuk mengetahui resiko kanker payudara dan kanker testikular.

Tidak hanya itu, para pria juga diwajibkan untuk memeriksa kesehatan testis mereka setiap bulannya.

Tidak hanya memeriksa testi saja, namun melakukan pemeriksaan pada daerah selangkangan juga sangat dianjurkan. Pasalnya, kanker payudara dan kanker testis juga bisa muncul sebagai benjolan pada daerah selangkangan.

Kemudian, apabila serang pria diprediksi memiliki kanker pada daerah testikel atau skortum, maka pria tersebut akan menjalani tes darah untuk mengetahui secara lebih pasti. Apabila hasil tes tersebut positif, maka pencegahan penyebaran bisa dilakukan dengan memotong jaringan terkontaminasi.

Hal Penyebab Turunnya Kemampuan Seks Pria

Posted: 29 Jan 2015 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria :

  • Merokok
    Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.
  • Obat-obatan
    Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.
  • Penyakit infeksi
    Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.
  • Faktor psikis
    Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.
  • Trauma
    Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.
  • Gangguan saraf
    Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.
  • Kadar kolesterol tinggi
    Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.
  • Hipertensi
    Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.
  • Diabetes
    Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.
  • Usia
    Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.
Advertisemen