Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Awas! Diet Yang Salah Bisa Menjebak Anda!

Posted: 28 Feb 2015 07:00 AM PST

DokterSehat.Com – Pasti rasanya kesal dan sedih saat sudah berjuang keras menjalankan diet namun tidak ada hasilnya. Anda tidak sendirian, karena banyak orang lain yan mengalaminya. Bisa jadi ini dikarenakan Anda terkena jebakan diet seperti ini moms.

  • Tujuan tidak jelas
    Tidak mungkin Anda bisa mencapai tujuan jika Anda belum menetapkan satu tujuan yang pasti. Set tujuan yang realistis dan jelas, misalnya jangan hanya mengatakan, Aku akan kehilangan berat badan. Namun, tetapkan tujuan seperti, Aku akan kehilangan 2 kg pada tanggal 1 Juni. Tujuan Anda akan lebih konkret, realistis, dan terukur. Sempurna!
  • Tidak cukup perencanaan
    Diet yang sukses mencakup banyak perencanaan daripada yang Anda kira pada awalnya. Anda harus merencanakan makanan, sehingga Anda juga perlu mengatur apa yang akan Anda beli untuk memasak. Termasuk camilan dan merencanakan jadwal olahraga.
  • Menjalani sendirian
    Diet kurang seru jika dilakukan sendirian, carilah teman yang bisa mendukung satu sama lain dan mengingatkan jika Anda akan menyerah dalam diet Anda. Lagipula diet akan terasa lebih menyenangkan jika Anda memiliki teman pendamping saat berolahraga maupun menikmati menu makan sehat.
  • Melewatkan latihan atau olahraga
    Faktanya, Anda tidak akan berhasil diet kecuali Anda berolahraga secara teratur. Luangkan waktu sekitar 30 menit untuk melatih kardio seperti berjalan kaki atau berlari. Kombinasikan pula dengan mengonsumsi banyak sayuran agar bentuk tubuh yang ramping dan sehat segera tercapai.

3 Kebiasaan Mengejutkan Yang Bisa Merusak Gigi

Posted: 28 Feb 2015 04:00 AM PST

DokterSehat.Com – Setiap dari kita pasti mendambakan gigi dan gusi yang sehat, kuat dan menawan. Sayangnya, belum banyak yang peduli soal perawatan si putih ini. Asalkan sudah sikat gigi 3 kali sehari rasanya sudah cukup. Padahal, sikat gigi saja tidak cukup untuk merawatnya.

Moms, tanpa disadari, hal-hal kecil yang sering dilakukan ternyata bisa mengancam cantiknya gigi Anda. Wah lebih baik mulai berhenti melakukannya deh daripada gigi jadi rusak dan hilang pesonanya. Apa saja?

  • Menyikat gigi sekuat tenaga
    Seringkali Anda menyikat gigi dengan kekuatan penuh untuk menghilangkan plak yang menempel. Sebenarnya hal ini malah akan merusak gigi Anda, Moms. Enamel yang melapisi gigi akan terkikis dan gigi jadi mudah sekali berlubang. Terbayangkan bagaimana sakitnya gigi kalau sudah berlubang? Maka dari itu hentikan hal ini sekarang juga supaya gigi tetap sehat dan cantik.
  • Mengunyah es batu
    Sepertinya sayang kalau membeli es serut tapi es batunya dibiarkan begitu saja. Sayangnya, mengunyah es tidak bagus untuk kesehatan gigi. Jaringan yang ada dalam gigi jadi teriritasi dan gigi jadi gampang ngilu. Wah kalau sudah begini sakit gigi tidak bisa dielakkan lagi.
  • Membuka sesuatu menggunakan gigi
    Hayooo, sering sekali dilakukan di rumah, betul tidak? Tanpa disadari, membuka plastik atau botol dengan gigi bisa menyebabkan keretakan. Lebih baik hentikan kebiasaan ini. Pakailah gunting dan pembuka tutup botol untuk memudahkan Anda membuka barang-barang tersebut.

Normalkah Haid Seminggu Dua Kali?

Posted: 28 Feb 2015 01:24 AM PST

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saya mau tanya, ada anak perempuan yang umurnya masih 10 tahun saat haid pertama, dan haidnya hampir setiap 2 minggu sekali, apa itu normal? Makannya baik, berat badannya juga baik. Terimakasih

Salam

Ibu Sryharyati

Jawaban Konsultasi

Biasanya karena hormon yang belum stabil. Bila berulang, periksakan ke dokter spesialis kandungan. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Tips Mengatasi Takut Gelap pada Anak

Posted: 28 Feb 2015 01:00 AM PST

DokterSehat.Com – Kebanyakan anak-anak ketika mereka dalam keadaan sendirian sedikit takut gelap, dan kadang-kadang ketakutan tersebut terus ada sampai mereka menjadi dewasa. Jadi di sini adalah beberapa tips untuk membuat Anda tidak takut lagi pada kegelapan :

  • Kenali penyebab ketakutan gelap pada anak
    Mulailah dengan mengidentifikasi rasa takut gelap pada anak. Biarkan anak anda bercerita ketakutannya, sebagai orang tua sebaiknya anda mendengarkan cerita anak anda. Tanyakan pula pertanyaan terbuka untuk memungkinkan anak untuk memberitahu anda apa yang membuat dia takut pada tidur. Jangan mengolok-olok ketakutan anak Anda. Apa yang mungkin tampak lucu atau sepele untuk Anda sangat nyata untuk anak Anda. Jangan mendukung kepercayaan makhluk imajinatif anak Anda.
  • Berikan keyakinan gelap akan tetap memberikan kenyamanan
    Beberapa anak sering kali mengalami kesulitan dalam waktu tidur malamnya salah satunya dikarenakan ketakutan gelap. Bahkan beberapa anak tidak bisa menghabiskan malamnya di kamar sendiri. Kecemasan yang sering kali dirasakan oleh anak di waktu malam dikarenakan kegelapan sebaiknya dapat anda kurangi. Kemudian memberitahu anak anda bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa dia aman, tidak ada yang akan mengganggu dia, dan bahwa mereka dapat tidur dengan nyaman di tempat tidur mereka sendiri sepanjang malam. Menceritakan anak Anda untuk tinggal di tempat tidur sendiri dan bahwa segala sesuatu baik-baik saja akan mengajarkan anak Anda untuk percaya bahwa tempat tidur sendiri adalah tempat yang aman.
  • Membangun kepercayaan diri anak
    Pada siang hari anda dapat mengajak anak anda dalam mengatasi ketakutan gelap, bangunlah rasa percaya diri anak anda. Salah satunya dengan berbicara tentang ketakutan gelap dan pengalaman anak anda, sehingga anda dapat membahas cara-cara alternatif untuk menanggapi kekhawatiran atau mengatasi dengan membantu anak mengurangi rasa takutnya.
  • Ajarkan anak untuk mengontrol situasi
    Sebaiknya anda mengantisipasi rasa takut anak anda dengan memberikan penanganan situasi sehingga anak anda dapat mengontrolnya dengan baik. Salah satunya dapat dengan cara meletakan lampu tidur di dekat tempat tidur yang berbentuk tokoh favoritnya sehingga dapat dengan mudah menyalakan lampu ketika merasakan takut gelap di kamarnya.
  • Lakukan latihan pada suasana gelap
    Secara perlahan lahan anda dapat melatih anak anda dengan mencoba mengajaknya melakukan beberapa aktivitas di keadaan yang gelap sehingga rasa takut akan kegelapannya akan berkurang, salah satunya dengan mengajak mendengarkan musik di tempat gelap, makan malam hanya dari pencahayaan lilin sehingga merasakan ketentraman, kemudian bermain bersamanya di tempat gelap, permainan yang membuatnya mengasikan adalah dengan mengajak bermain bayangan. Pada awal-awal, anak anda akan ketakutan, peluk dan nyalakan lampu kembali jika anak anda sangat ketakutan. Lakukan dengan perlahan-lahan, mungkin anda membutuhkan waktu untuk bisa melatih anak anda dalam mengatasi takut gelap.

Semua permasalahan ketakutan gelap yang dihadapi oleh anak anda sebaiknya dapat anda sikapi, sebagai peranan orang tua yang memberikan stimulai positif sehingga rasa takut gelap dapat tertangani.

Hemangioma Pada Anak, Apakah Berbahaya?

Posted: 27 Feb 2015 10:00 PM PST

DokterSehat.Com – Tumor jinak pembuluh darah yang sering ditemukan pada bayi dan anak biasanya disebut Infantile hemangioma. Tumor ini pada awalnya dapat berupa bercak kemerahan yang tampak seperti bekas gigitan nyamuk, yang kemudian membesar.

Pada saat awal kemunculannya, hemangioma ini akan terlihat benjolan berwarna merah seperti tanda lahir. Dan biasanya akan mulai nampak setelah usia bayi satu minggu sampai dengan 4 minggu setelah lahir. Bahkan tak jarang 1 sampai 2 bulan setelah kelahirannya. Pada banyak kasus, umumnya benjolan memiliki diameter sekitar 1 hingga 4 cm. Pada usia 1 hingga 7 tahun biasanya hemangioma ini akan mulai menyusut bentuknya dan biasanya akan menciut pada usia anak berusia 10 hingga 12 tahun. Bahkan ada beberapa kasus menemukan, hemangioma ini akan menghilang pada usia anak 10 hingga 13 tahun.

Lalu faktor apakah yang menyebabkan hemangioma ini muncul?

Hingga saat ini belum diketahui secara jelas, ha dan faktor apa sajakah yang dapat menyebabkan timbulnya hemangioma atau bercak merah pada anak ini. Namun hal yang baru diketahui hingga saat ini bahwa hemangioma :

  • Lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak dibandingkan pada remaja dan orang dewasa.
  • Kasus Hemangioma lebih banyak dijumpai pada anak-anak kembar.
  • Hasil studi kasus menyatakan, hemangioma ini banyak ditemukan di ras Kaukasia, seperti Asia dan Afrika.

Apakah hemangioma ini berbahaya?

Satu hal yang perlu diketahui hemangioma ini bukanlah sebuah penyakit yang ganas, karena pada umumnya hemangioma ini bisa hilang dengan sendirinya. Hanya saja meski digolongkan tidak berbahaya, sebaikya penderitanya memeriksakan diri kedokter untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan kesehatan yang terjadi akibat hemangioma ini. Namun demikian, ada beberapa kasus hemangioma yang membutuhkan penanganan khusus yang lebih lanjut.

Hemangioma ini memang tidak berbahaya, hanya saja karena pertumbuhannya bisa menyerang bagian tubuh manapun, maka hal ini akan menurunkan estetika kecantikan tubuh dan membuat para penderitanya menjadi tidak percaya diri. Hemangioma kemungkinan akan sulit dideteksi sejak dini. Apabila ditemukan tanda-tanda dan kelainana kulit pada anak atau ketika hemangioma tersebut mengalami gangguan aneh seperti pendarahan atau hal lainnya ada baiknya segera bawa anak anda kedokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Stop Jangan Lakukan Hukuman Fisik Pada Anak

Posted: 27 Feb 2015 08:00 PM PST

DokterSehat.Com – orang tua memilih banyak cara untuk menghukum anaknya. Yang salah satunya orang tua memberi hukuman fisik dengan menjewer ataupun memukul pada anaknya. Duh, ternyata cara ini justru tak bisa menyelesaikan masalah, bahkan merusak masa depannya.

Hasil ini ditemukan oleh penelitian yang ditulis dalam Canadian Medical Association Journal yang menyebutkan bahwa cara orang tua dalam membentuk disiplin anak ternyata mempengaruhi perkembangannya. Apapun alasannya, hukuman fisik yang diberikan tetaplah bukan teknik yang benar dalam mengasuh buah hati.

Hasil yang sama juga ditemukan oleh peneliti dari Children's Hospital of Eastern Ontario di Ottawa yang mengungkapkan hukuman fisik hanya membuat anak jadi lebih mudah trauma dan anti sosial. Teknik pembelajaran semacam ini juga menyebabkan gangguan kognitif serta mempengaruhi pertumbuhannya.

Jika terlalu sering memberikan hukuman fisik pada anak dapat mempengaruhi perkembangan materi abu-abu pada otak yang erat kaitannya dengan intelijen atau IQ. Menurut Joan Durant selaku kepala penelitian mengungkapkan bahwa cara tegas seperti ini hanya mengakibatkan sikap agresif pada anak.

Moms, masih banyak cara lainnya agar si kecil mau belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Percayalah, mereka juga bisa memahaminya apabila Anda memberikannya dengan cara yang baik. Justru teknik inilah yang dinilai sangat berperan mempengaruhi kepribadiannya nanti ketika dewasa.

Pemicu Anda Gagal Diet

Posted: 27 Feb 2015 05:00 PM PST

DokterSehat.Com – Diet menjadi salah satu cara yang ditempuh banyak wanita apabila ingin mendapatkan berat badan ideal. Mungkin dengan membaca beberapa artikel, melakukan program ini terlihat cukup mudah. Sayangnya, penerapannya justru tidak semudah yang Anda baca lho.

Kebanyakan program penurunan berat badan mengalami kegagalan karena penyebab umum. Lalu, apa sih yang memicu terjadinya kegagalan tersebut?

  • Tidak tahan godaan makanan enak
    Siapa sih yang tahan godaan makan enak, apalagi jika sedang liburan? Melihat segarnya es krim, ayam goreng plus sambal dan keripik kentang favorit. Niatnya hanya ingin menyantap setengah porsi saja, tapi kok tiba-tiba habis lebih dari dua porsi ya?
  • Sering lapar
    Ini salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi setiap pelaku program diet. Namun, Anda juga harus pintar membedakan mana yang memang butuh makan, mana yang hanya lapar semu. Misalnya, saat mendapati aroma lezat dari nasi goreng, pasti rasanya ingin menyantapnya padahal belum satu jam yang lalu Anda sudah menghabiskan sepiring nasi padang. Nah, inilah yang disebut lapar semu, Moms.
  • Tubuh Melawan
    Diet pastinya akan membatasi asupan kalori dan sejumlah hidangan tertentu. Jika biasanya Anda hobi ngemil, maka bukan hal mudah tentunya menerapkan program ini. Ada perasaan lapar, mual, pusing, hingga tekanan darah turun. Kalau sudah begini, tidak sedikit yang akhirnya menyerah di awal menerapkan diet.
Advertisemen