Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Lawan Flu Dengan Sup Ayam
- Perlukah Si Kecil Tidur Ditemani Boneka?
- Perlukah Kepala Bayi Digunduli sampai Plontos
- Penyakit Seliak : Ancaman Besar Yang Masih Tersembunyi
- Jika Bayi Jatuh dari Tempat Tidur
- Cara Pengobatan Regurgitasi
| Posted: 03 Mar 2015 07:00 AM PST DokterSehat.Com – Saat terserang flu, kita tidak bisa makan sesuka hati jika ingin lekas sembuh. Minuman dingin dengan es bukanlah satu-satunya yang perlu dihindari, melainkan juga makanan yang digoreng, produk susu dan makanan yang serba manis. Untuk membangun daya tahan tubuh, Anda perlu mengonsumsi makanan yang banyak mengandung nutrisi. Sup ayam dapat menjadi salah satu pilihannya. Diperkirakan setiap tahunnya terdapat 1 miliar kasus orang yang terkena pilek atau flu di seluruh dunia. Walau banyak obat-obatan bebas yang bisa meringankan gejala flu dan pilek namun sebenarnya kita juga bisa mempersingkat masa sakit flu dengan makanan bergizi. Dalam sebuah artikel, The Science of Chicken Soup oleh Tara Parker-Pope, tim peneliti medis mengeksplorasi isi di balik kandungan kaldu ayam sebagai obat pilek. Dr Stephen Rennard, seorang ahli paru di University of Nebraska Medical Center di Omaha, menemukan kaldu ayam terbukti mengandung sifat anti-inflamasi yang mungkin bisa membantu mencegah efek samping yang tidak menyenangkan dari penyakit flu tersebut, contohnya hidung yang tersumbat. Selain itu, sup dapat meningkatkan rehidrasi dan nutrisi dalam tubuh. Dr. Rennard melakukan tes di laboratorium menggunakan sup ayam dan sampel darah buatan dari relawan. Hasil penelitian menunjukkan sup mampu menghambat pergerakan Europhiles, jenis yang paling umum dari sel darah putih dalam melawan infeksi. Namun tidak bisa diketahui bahan spesifik dalam sup yang membuatnya efektif terhadap pilek. Sup yang diuji mengandung ayam, bawang, ubi jalar, lobak, wortel, seledri, peterseli, garam dan merica. Selain itu, ia membandingkan dengan sup instan dan ternyata sup ini juga memiliki efek penghambatan yang sama. |
| Perlukah Si Kecil Tidur Ditemani Boneka? Posted: 03 Mar 2015 04:00 AM PST DokterSehat.Com – Sebagai orang tua terkadang memberikan teman tidur untuk membantu buah hati yang masih bayi maupun balita agar dapat tidur dengan nyaman, antara lain bantal kecil, boneka, maupun selimut. Nah, sebenarnya perlukah teman tidur tersebut dan adakah dampaknya? Menurut psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo Psi, bayi tidak mudah untuk tidur begitu saja tanpa bantuan. Hal ini berbeda dengan orang dewasa yang umumnya dapat tidur tanpa bantuan, meski ada yang perlu suasana atau kondisi khusus, seperti suasana tenang atau bantal yang empuk dan nyaman. Perlu dicatat bahwa bayi usia satu hingga 18 bulan membutuhkan tidur selama 15 hingga 18 jam setiap hari. Tidur yang cukup dapat menunjang perkembangan otak dan menyiapkan kebugaran bayi untuk menerima stimulasi ketika dia bangun. Namun, bayi masih membutuhkan bantuan untuk tertidur bahkan ketika mereka dalam kondisi sudah mengantuk sekalipun. Artinya, peran orang tua cukup besar dalam membantu bayi tidur. Ada bayi yang perlu ditimang dulu, atau diperdengarkan nyanyian, dan ada yang merasa nyaman tidur dengan teman tidur. Teman tidur ini dapat berupa boneka, guling atau bantal lembut yang dapat dipeluk bayi ketika tidur. Teman tidur akan membantu sang bayi ketika beranjak besar dan mulai belajar mengandalkan dirinya sendiri untuk mengatasi rasa cemas ketika tidur sendirian, imbuh Vera. Vera menjelaskan, kecemasan ini dapat berupa rasa takut terhadap gelap atau bunyi hujan di luar rumah. Namun, ibu perlu memastikan agar teman tidur ini tidak membahayakan Si Kecil. Untuk itu perlu dihindari objek yang terlalu besar atau lebar seperti selimut yang terlalu berat atau yang bertali. |
| Perlukah Kepala Bayi Digunduli sampai Plontos Posted: 03 Mar 2015 01:00 AM PST DokterSehat.Com – Perlukah kepala si kecil digunduli sampai plontos? Mau digunduli atau tidak, sebenarnya kembali pada pilihan masing-masing orangtua. Ada alasan kenapa rambut si kecil dipotong habis, yaitu :
|
| Penyakit Seliak : Ancaman Besar Yang Masih Tersembunyi Posted: 02 Mar 2015 10:00 PM PST DokterSehat.Com – Penyakit Seliak (Nontropical Sprue, Enteropati Gluten, Celiac Sprue) merupakan suatu penyakit keturunan, dimana terjadi alergi karena intoleransi terhadap gluten (sejenis protein), yang menyebabkan perubahan dalam usus sehingga terjadi malabsorbsi. Penyebab Penyakit keturunan ini disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten, yaitu protein yang terdapat dalam terigu dan gandum hitam, dan dalam jumlah yang lebih kecil terdapat dalam barley dan gandum. Pada kelainan ini, sebagian dari molekul gluten bergabung dengan antibodi di dalam usus halus, menyebabkan lapisan usus yang berjonjot-jonjot menjadi rata. Permukaan yang rata ini kurang mampu mencerna dan menyerap makanan. Jika makanan yang mengandung gluten ini dihindari, maka permukaan usus dan fungsinya akan kembali normal. Gejala Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala, diantaranya adalah penyakit diare dan tinja penderita yang mengandung lemak berlebihan. Jika yang menjadi penderitanya adalah anak-anak maka bisa mengalami kegagalan pertumbuhan, perut kembung dan sakit serta tinja pucat yang berbau busuk. Diagnosa Dicurigai suatu penyakit Seliak, bila seorang anak tampak pucat, bokongnya datar dan perutnya buncit meskipun makannya benar terutama jika ada riwayat penyakit ini dalam keluarganya. Pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen dapat membantu memperkuat diagnosis. Kadang dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengukur penyerapan xilosa, suatu gula sederhana. Diagnosis juga diperkuat dengan melakukan biopsi usus halus, yang menunjukkan permukaannya yang mendatar dan pemeriksaan diulang setelah makanan yang mengandung gluten dihentikan. Pengobatan Gluten mutlak harus dihindari, karena dengan hanya makan sedikit gluten saja sudah menimbulkan keluhan. Sebaiknya penderita berkonsultasi pada seorang ahli gizi untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat dimakannya, sebab gluten juga terdapat pada sup, saus, es krim dan hotdog. Kadang, anak-anak yang cukup serius menderita penyakit ini pada saat pertama kali didiagnosis, membutuhkan makanan yang diberikan melalui infus secara berkala. Tetapi hal ini jarang terjadi pada penderita dewasa. Sebagian penderita memberikan respon yang buruk atau gejalanya akan muncul lagi. Hal ini bisa terjadi karena diagnosis yang salah atau karena kelainan ini sudah masuk ke dalam fase yang tidak memberikan respon. Bila hal ini terjadi maka diberikan kortikosteroid. Pemberian makanan yang tidak mengandung gluten akan memperbaiki prognosis penyakit ini pada anak-anak maupun dewasa. Tetapi penyakit ini bisa berakibat fatal, terutama jika terjadi pada dewasa dan berat. Sebagian kecil penyakit seliak pada dewasa berkembang menjadi limfoma usus. |
| Jika Bayi Jatuh dari Tempat Tidur Posted: 02 Mar 2015 08:38 PM PST DokterSehat.Com – Bayi yang sudah mulai bisa tengkurap dan semakin aktif bergerak bisa saja jatuh dari tempat tidur ketika ia sedang tidur ataupun ketika sedang bermain. Coba, orangtua mana yang tidak khawatir? Apalagi tulang kepalanya masih lembek, dan di baliknya tersimpan otak yang sangat berharga. Berbagai pertanyaan pun muncul. Seberapa besar efek benturan pada otak bayi? Apa yang harus dilakukan kalau bayi terjatuh? Perlukah segera ke rumah sakit? Serta sederet pertanyaan lain yang menegaskan kekhawatiran kita akan akibatnya. Sebenarnya, orangtua tak perlu sampai terlalu khawatir. Meski berbahaya, sebagian besar benturan kepala yang dialami bayi tidaklah berdampak fatal. Walau teraba lembek atau lunak, struktur kepala bayi boleh dibilang relatif lebih aman terhadap trauma kepala. Mengapa? Karena sambungan antartulang kepala atau tengkorak bayi relatif masih elastis, ubun-ubunnya masih terbuka atau belum menutup secara menyeluruh, sehingga tekanan yang terjadi karena benturan tak berakibat fatal, apalagi sampai mencederai otak. Akan tetapi, bukan berarti benturan kepala si kecil dengan lantai tak perlu diwaspadai. Sebaliknya, berikut ini hal-hal yang mesti dilakukan : Amati kondisi bayi Bila setelah jatuh, bayi langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya, maka langsung gendong dan tenangkan. Setelah ia tenang, baru lakukan pengamatan lebih lanjut, yaitu :
|
| Posted: 02 Mar 2015 08:00 PM PST DokterSehat.Com – Regurgitasi adalah naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa disertai oleh rasa mual maupun kontraksi otot perut yang sangat kuat. Regurgitasi sering disebabkan oleh asam yang naik dari lambung (refluk asam). Regurgitasi juga bisa disebabkan oleh penyempitan (striktur) atau penyumbatan kerongkongan. Penyumbatan bisa terjadi karena beberapa penyebab, termasuk di dalamnya kanker kerongkongan. Penyumbatan juga bisa disebabkan oleh gangguan pengendalian saraf kerongkongan dan katupnya di mulut lambung. Regurgitasi tanpa penyebab fisik disebut ruminasi. Regurgitasi semacam ini sering terjadi pada bayi dan jarang ditemukan pada orang dewasa. Ruminasi pada orang dewasa lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelainan emosi, terutama selama mengalami stres. Gejala Asam yang berasal dari lambung menyebabkan regurgitasi dari bahan-bahan yang terasa asam atau pahit. Penyempitan atau penyumbatan kerongkongan menyebabkan regurgitasi cairan berlendir yang tidak berasa atau makanan yang belum dicerna. Pada ruminasi, penderita mengeluarkan sejumlah kecil makanan dari lambung, biasanya 15-30 menit setelah makan. Mereka kemudian mengunyah bahan-bahan tersebut dan menelannya lagi. Penderita tidak merasakan mual, nyeri atau kesulitan menelan. Diagnosa Diagnosis refluks asam ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen, pengukuran tekanan dan keasaman kerongkongan dan pemeriksaan lainnya. Diagnosis dari penyempitan atau penyumbatan kerongkongan ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen atau endoskopi. Pengobatan Pengobatan dari penyempitan atau penyumbatan kerongkongan tergantung dari penyebabnya. Bila tidak ditemukan penyebab fisik, bisa diberikan obat metoklopramid atau cisaprid, yang merangsang kerongkongan untuk berkontraksi secara normal. Pilihan lainnya adalah terapi relaksasi atau biofeedback. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments