Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Waspadai Peredaran Beras Plastik
- Kenali Ciri-ciri Beras Plastik
- Dampak Buruk Yang Terjadi Bila Beras Plaastik Masuk Kedalam Tubuh
- Asupan Makanan Penunjang Kesehatan pria
- Apakah Penderita Lupus Dapat Disembuhkan?
- Hati-hati Ejakulasi Dini Bisa Menyerang Usia Muda
- Rutin Bercinta Bisa Bikin Ereksi Makin Kuat
- Pelukan Bagi Kesehatan Jiwa
| Waspadai Peredaran Beras Plastik Posted: 23 May 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com – Akhir-akhir ini ramai diberitakan adanya beras yang dioplos dengan beras sintetis yang terbuat dari plastik. Sebenarnya bagaimana ciri-ciri beras plastik? Terungkapnya beras sintetis yang terbuat dari plastik ini kontan membuat masyarakat khawatir. Isu ini sangat sensitif mengingat nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Chef Nurman dari Hotel Discovery Sky mengatakan, masyarakat harus lebih jeli saat memilih dan membeli beras. Jika dilihat sekilas, beras asli dan beras palsu memiliki tampilan yang mirip namun jika diperhatikan dengan seksama maka keduanya sangat berbeda, kata Chef Nurman kepada Okezone melalui pesan elektronik, Rabu (20/5/2015). Karenanya, Chef Nurman menyarankan agar masyarakat mengenali ciri beras sintetis agar terhindar membeli dan mengkonsumsi beras plastik. Chef Nurman menjelaskan beras plastik memiliki ciri yang bisa dikenali antara lain dari bentuk, warna serta teksturnya. Bentuk Chef Nurman mengatakan, beras sintetis memiliki bentuk yang lebih mulus dan bagus dibanding beras asli yang terkadang terlihat pecah-pecah dan gompal. Warna Sementara dari segi warna, beras sintetis memiliki warna yang lebih bening, hampir mirip dengan kaca. Sementara beras asli umumnya memiliki warna putih susu. Tekstur Dari teksturnya, lanjut Chef Nurman, beras sintetis ini lebih keras dari pada beras asli. Beras yang asli kalau digigit kan bulirnya cenderung mudah patah, pungkas Chef Nurman. |
| Kenali Ciri-ciri Beras Plastik Posted: 23 May 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Selain ramai dengan pemberitaan tentang orang tua yang menelantarkan anak dan pendaki yang jatuh dalam kawah gunung, media kita kini juga tengah dihebohkan dengan beras plastik. Ya, peredaran beras plastik dikabarkan telah sampai hingga Indonesia. Bila sebelumnya beras plastik dari Tiongkok beredar di Kerala, India, entah bagaimana ceritanya beras plastik ini (diduga) berhasil masuk ke Indonesia. Bagi yang senantiasa memberikan keluarganya gizi makanan terbaik untuk keluarga, jelas ini adalah mimpi buruk. Oleh karena itu, mari kita kenali ciri-ciri beras plastik berikut :
Jadi, gimana? Sudah tahu kan bedanya beras palsu plastik dan beras asli? Jangan berani-berani deh menukarkan investasi kesehatanmu di masa depan dengan beras plastik. Jangan pula tergiur dengan harga murah dibandingkan harga standar yang berlaku di pasar. Lebih baik keluar duit lebih banyak, tapi sehat. |
| Dampak Buruk Yang Terjadi Bila Beras Plaastik Masuk Kedalam Tubuh Posted: 23 May 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi di laboratorium Sucofindo, di Cibitung, Jawa Barat, menunjukkan bahwa sampel beras yang diambil dari Pasar Mutiara Gading Timur terbukti mengandung plastik. Lalu apa bahayanya bila beras sintetis tersebut tertelan dan masuk ke dalam tubuh? Kita harus tahu dulu apa kandungan di plastiknya. Tapi secara umum, plastik mengandung bahan berbahaya seperti resin dan bioksin, ujar Ari Fahrial Syam, dokter dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, kepada CNN Indonesia, Kamis (21/5). Menurut Ari, plastik merupakan suatu zat bukan makanan yang tidak memiliki nilai gizi dan sifatnya bisa merusak sel dan jaringan tubuh. Saat masuk ke dalam tubuh, efek buruk yang langsung terasa adalah pada sistem pencernaan. Pada orang yang hipersensitif, masuknya beras plastik ke dalam tubuh bisa langsung menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, seperti kembung, begah, mual, muntah, bahkan bisa menyebabkan diare atau sembelit. Zat-zat beracun itu juga bisa merusak ginjal dan liver, kata Ari menerangkan. Tak hanya itu, semua organ di dalam tubuh bisa terpengaruh. Kandungan berbahaya di dalam beras plastik bisa memengaruhi sistem reproduksi seperti ovarium, sperma, sistem saraf pusat, dan sel-sel kulit. Bahan berbahaya juga bisa merusak struktur jaringan yang bisa mengarah ke keganasan. Kalau dulu kasus yang di China tahun 2011 plastiknya terbukti mengandung bioksin yang bisa menyebabkan kanker. |
| Asupan Makanan Penunjang Kesehatan pria Posted: 23 May 2015 12:00 AM PDT DokterSehat.Com – Praktis, keterbatasan waktu atau tidak bisa memasak, seringkali menjadi alasan bagi Pria untuk mengkonsumsi makanan cepat saji walaupun mereka sudah mengetahui akibat buruk dari terlalu sering mengkonsumsi makanan tersebut. Padahal, makanan sehat tidak selamanya sulit didapat atau sulit dimasak. Simak beberapa contoh makanan sehat dibawah ini :
|
| Apakah Penderita Lupus Dapat Disembuhkan? Posted: 22 May 2015 11:02 PM PDT Pertanyaan Konsultasi Selamat siang dokter, saya punya kakak, awalnya beliau diagnosa anemia oleh dokter, tetapi seiring berjalannya waktu dokter mendiagnosa bahwa kakak saya mengidap penyakit lupus, itu bagaimana ya dokter? Dan solusi penyembuhannya bagaimana ya dokter? Terimakasih Ibu Yanti Jawaban Konsultasi Untuk lupus tidak dapat disembuhkan total, hanya dapat dikontrol gejala-gejalanya saja. Dengan daya tahan tubuh yang baik, maka Penderita lupus dapat beraktivitas seperti biasa. Dan tetap harus kontrol ke dokter yang menangani. Terimakasih Salam dr. Vanny Bernadus |
| Hati-hati Ejakulasi Dini Bisa Menyerang Usia Muda Posted: 22 May 2015 10:00 PM PDT DokterSehat.Com – Dalam aktivitas intim pasangan suami istri, masalah ejakulasi dini menjadi masalah yang paling di takuti semua pria. Karena tentunya masalah ejakulasi akan mempengaruhi kualitas hubungan khususnya aktivitas tersembunyi yang digemari tersebut. Umumnya masalah ejakulasi dini memang akan mulai terjadi seiring dengan pertambahan usia, pasalnya pertambahan usia akan menyebabkan menurunnya kadar testosterone dari seorang pria. Tapi tunggu dulu, karena dari hasil penelitian ternyata masalah ejakulasi dini bisa menyerang semua usia, termasuk usia muda. Faktanya, dari berbagai hasil penelitian memang menyebut jika pertambahan usia akan lebih berpengaruh terhadap masalah gairah pria. Karena secara alami penurunan kadar testosteron yang menjadi dorongan seksual akan terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, sekarang ini nyatanya tidak sedikit pria usia muda yang mengalami masalaj ejakulasi. Lantas, apa penyebab terjadinya masalah ejakulasi dini di usia muda? Menurut para pakar yang dilansir oleh salah satu sumber menyebut jika seperti umumnya masalah ejakulasi dini yang terjadi pada beberapa pria, masalah ejakulasi dini yang terjadi pada pria usia muda juga bisa di sebabkan banyak hal. Namun, faktor yang paling banyak berpengaruh adalah faktor kesibukan dan psikologi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah seorang pakar peneliti yang berasal dari University of Sydney, Benjamin. Dari hasil penelitiannya terhadap lebih dari 1000 pria, ia menemukan fakta bahwa kesibukan pria-pria usia muda dan juga faktor psikologis sangat berpengaruh terhadap penurunan libido mereka. Pasalnya, kesibukan mereka bekerja atau melakukan semua aktivitasnya sangat memeras stamina. Hasilnya, saat pulang mereka cenderung mengesampingkan hubungan intim dengan pasangannya. Tidak hanya itu, Benjamin juga mengatakan jika pria usia muda kini juga cenderung mengalami masalah stres yang berat. Bahkan beberapa diantaranya justru mengalami masalah stres dalam waktu yang lama. Sementara seperti yang sudah banyak di ungkapkan, stres adalah salah satu gangguan yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk ejakulasi dini. Karena tekanan psikologis dapat menurunkan kadar testosterone pria muda. Kurangnya aktivitas intim bersama pasangan adalah salah satu penyebab utama ejakulasi dini yang menimpa pria muda. Hal tersebut pula yang menjadi paduan sempurna saat stres melanda sehingga masalah ejakulasi menyerang di usia muda. Tapi ingat, hal ini tidak mengharuskan pria-pria muda khususnya yang belum menikah untuk melakukan hubungan seksual. Tunggu sudah nikah! |
| Rutin Bercinta Bisa Bikin Ereksi Makin Kuat Posted: 22 May 2015 08:00 PM PDT DokterSehat.Com – Pria yang mengalami kesulitan mempertahankan ereksinya biasanya memang lebih jarang bercinta. Tetapi, benarkah frekuensi berhubungan seks yang rendah justru membuat ereksi semakin loyo? Penelitian mengenai hal tersebut dilakukan tahun 2008 yang mengikuti 989 pria berusia 50,60 dan 70 tahun selama lima tahun . Diketahui pria yang bercinta kurang dari seminggu sekali ternyata beresiko dua kali lebih besar menderita disfungsi ereksi ( DE ), alias impotensi. Makin jarang bercinta, makin besar resikonya mengalami Disfungsi Ereksi. Hasil studi ini menunjukan bahwa hubungan seks secara teratur memiliki efek seperti olahraga rutin, yakni mempertahankan kapasitas fungsional, tulis para peneliti . Memang dalam studi itu tidak disebutkan apakah masturbasi juga bisa menjaga fungsi seksual pria. Sepertinya efeknya akan sama karena baik hubungan seks dan masturbasi sama-sama melindungi fungsi saraf dan pembuluh darah yang berfungsi dalam ereksi , kata Juha Koskimaki, ahli urologi. Walau begitu tak semua dokter setuju bahwa bercinta secara teratur bisa mencegah impotensi. Bercinta itu bagus, masturbasi juga baik, tapi konsep bahwa pria harus berhubungan seks untuk menjaga fungsi ereksinya masih diperdebatkan, kata Irwin Goldstein, direktur kedoktaran seksual di San Diego. Walau begitu tak semua dokter setuju bahwa bercinta secara teratur bisa mencegah impotensi. Bercinta itu bagus, masturbasi juga baik, tapi konsep bahwa pria harus berhubungan seks untuk menjaga fungsi ereksinya masih diperdebatkan, kata Irwin Goldstein, direktur kedoktaran seksual di San Diego. Para ahli sepakat bahwa ereksi adalah kunci mempertahankan fungsi seksual pria. Ereksi ini bisa dilakukan dengan atau tanpa seks. Lagi pula, setiap pria mengalami ereksi spontan ketika mereka tidur. Jadi, walau tidak berhubungan seks sebagian besar pria sebenarnya sudah memiliki pencegahan terhadap terjadinya Disfungsi Ereksi. |
| Posted: 22 May 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Para ahli jiwa merekomendasikan setidaknya delapan pelukan sehari untuk lebih bahagia dan menikmati hubungan yang lebih baik. Sedangkan terapis keluarga Virginia Satir menyatakan bahwa kita membutuhkan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk kesehatan dan 12 pelukan untuk pertumbuhan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tindakan sederhana seperti memeluk dapat meningkatkan jumlah hormon oksitosin dalam tubuh. Hormon oksitosin merupakan hormon yang dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan diri, mengurangi rasa takut, serta meningkatkan kasih sayang dan ketenangan. Hormon oksitosin ini juga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan infeksi dan kelelahan, serta mengurangi stres dan depresi. Sedangkan penelitian yang lain menyatakan bahwa pelukan pada anak dapat meningkatkan kecerdasan otak. Hasil penelitian ini menjadi alasan mengapa tindakan sederhana seperti memeluk tidak hanya memperkuat ikatan dengan orang lain, tetapi juga memperkuat fisik, emosi dan kesehatan. Salah satu hal unik dari berpelukan adalah orang yang memeluk dan yang dipeluk sama-sama merasakan manfaat yang sama. Agar pelukan kita memiliki dampak lebih baik, diharapkan sebelum memeluk singkirkan hal-hal yang dapat mengganggu pikiran seperti urusan pekerjaan, urusan rumah dan lain-lain. Memberikan pelukan dengan kepala penuh berbagai pikiran dapat mengurangi energi positif dan kehangatan yang akan kita berikan. Bebaskan tangan kita dari benda-benda yang ada di tangan seperti telepon genggam, tas, kunci atau barang lainnya sehingga lebih leluasa untuk memeluk. Lakukan pelukan minimal tiga detik untuk merasakan dampaknya pada tubuh. Di Indonesia dan beberapa negara lainnya, berpelukan yang memberikan dampak positif dilakukan oleh pasangan suami istri, saudara, teman, dan orang tua pada anaknya. Pelukan dapat membawa dampak negatif jika dilakukan pada orang yang tidak suka melakukan kontak fisik, terkait dengan perbedaan pandangan pribadi dan budaya. Pelukan juga perlu diberikan pada saat yang tepat, pada orang yang tepat dan sesegera mungkin. Sayangnya, banyak yang belum mengetahui manfaat dari pelukan atau menganggap pelukan sebagai hal yang kurang lazim. Hal ini membuat kita tidak terbiasa dan tidak nyaman untuk minta dipeluk atau memeluk keluarga sendiri. Akhirnya, kita atau anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang kekurangan sentuhan dan kasih sayang. Jangan sampai kita mempercayai pendapat bahwa anak yang sering dipeluk akan tumbuh menjadi anak yang cengeng dan manja. Sebaliknya, bayi atau anak yang sering disentuh atau dibelai orang tuanya akan tumbuh menjadi seseorang yang penyayang, tubuhnya menjadi lebih sehat, dan percaya diri. Bisa jadi kurangnya pelukan diantara suami istri, saudara, dan orang tua pada anak menjadi salah satu faktor banyaknya masalah atau gangguan emosi yang muncul dalam masyarakat. Misalnya, tingginya angka kejahatan kriminalitas, narkoba dan kenakalan remaja. Kekerasan dalam rumah tangga juga dapat terjadi karena kekurangan pelukan, tidak ada sosok atau contoh yang dapat memberikan kasih sayang dan perhatian. Dan bisa jadi solusi untuk mengurangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memberikan pelukan kasih sayang diantara pasangan suami istri, saudara, teman dan orang tua-anak. Jadi, tunggu apalagi segera berikan pelukan terbaik bagi keluarga kita. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments