Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Waspada 2 Jenis Kanker Yang Dapat Menyerang Ibu Hamil

Posted: 26 May 2015 06:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Siapa pun pasti menginginkan tubuhnya selalu sehat, apalagi bagi ibu hamil yang di dalam kandungannya berdiam janin. Bagaimana tidak? Ibu hamil akan selalu berusaha menjaga kesehatannya agar janin yang dikandungnya juga tetap sehat. Namun, apa yang terjadi jika kehamilan akan terganggu dengan datangnya sebuah penyakit, seperti kanker?

Kanker yang biasa disebut sebagai tumor ganas ini memang salah satu penyakit yang mematikan. Bahkan, obat ataupun operasi sering tidak berhasil saat melawan ganasnya penyakit ini. Lalu, apa yang sebaiknya ibu lakukan ketika kanker menyerang saat Anda menikmati proses kehamilan? Padahal kita tahu bahwa ibu hamil dilarang mengonsumsi obat-obatan kimia yang tentu berbahaya bagi perkembangan dan pertumbuhan janin.

Berkembangnya kanker pada tubuh ibu hamil akan menghambat perkembangan janin, seperti menyebabkan kelainan letak janin, menghalangi persalinan, meningkatkan risiko bayi lahir catat dan prematur, dan mengancam terjadinya keguguran (abortus).

Kita mengenal dua jenis kanker yang sangat ditakuti oleh kaum wanita, yaitu kanker serviks dan kanker payudara. Kedua jenis kanker tersebut merupakan jenis kanker mematikan.

  1. Kanker payudara
    Kanker payudara atau  Carcioma Mammae adalah kanker yang menyerang pada jaringan payudara. Risiko kanker payudara pada kehamilan akan otomatis berkurang seiring dengan usia kehamilan. Jika kanker payudara menyerang saat proses kehamilan makan pengobatannya akan disesuaikan dengan usia kehamilan. Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan dengan :
  • Kemoterapi
    Kemoterapi boleh dilakukan jika usia kandungan sudah melewati trimester pertama. Bagi ibu hamil yang melakukan kemoterapi, tidak boleh menyusui bayinya karena ASInya mengandung obat-obatan yang dapat membahayakan bayi.
  • Terapi radiasi
    Terapi ini tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Karena itu, terapi ini sebaiknya dilakukan setelah ibu melahirkan bayinya.
  1. Kanker serviks
    Kanker serviks adalah kanker yang menyerang serviks yang berada tepat di bawah kandungan atau uterus. Kanker ini merupakan kanker yang paling ditakuti oleh kaum wanita. Kemungkinan terburuk dari ibu hamil yang mengidap kanker serviks adalah janin dalam kandungannya akan diangkat. Pengobatan kanker serviks pada masa kehamilan dapat dilakukan dengan memperhatikan usia kehamilan dan tingkat keganasan sel kanker. Biasanya dokter akan menyarankan ibu hamil melakukan pengobatan seperti :
  • Kemoterapi
    Langkah kempoterapi boleh dilakukan setelah usia kehamilan melewati trimester pertama, yaitu saat janin sudah terbentuk.
  • Operasi
    Operasi ini dilakukan di bawah pengawasan ahli anestesi dan menggunakan jenis obat-obatan yang aman bagi janin.

Kanker serviks dan payudara menjadi dua penyakit yang menakutkan bagi perempuan. Karena itu untuk mencegahnya, selalu jaga kesehatan dan kebersihan organ kewanitaan Anda sebaik-baiknya. Dan, segeralah memeriksakan kondisi organ kewanitaan Anda kepada dokter jika dirasa muncul beberapa tanda-tanda timbulnya kanker.

Inilah Bahaya Mengkonsumsi Beras Plastik

Posted: 26 May 2015 04:00 AM PDT

DokterSehat.Com - Beras plastik yang saat ini sedang menjadi fenomena di berbagai media ternyata sangat membahayakan bagi kesehatan umat manusia, bahkan dari beberapa media disebutkan beras plastik ini sudah memakan korban sekitar 300 ribu orang menderita sakit dan bahkan sampai merenggut 6 nyawa balita. Itu terjadi sekitar tahun 2008 di negara asal beras ini di produksi.

Menurut Ketua Tim Pangan dan Gizi Jatim Andriyanto,beras plastik ini jika di konsumsi bisa menjadi penyebab rusaknya organ seperti hati dan gagal ginjal. Bukan itu saja plastik yang terkandung dalam beras palsu ini bersifat karsinogen dan bila dikonsumsi dalam jangka panjang bukan tidak mungkin akan menyebabkan kanker bahkan kematian.

Gejala awal yang ditimbulkan dari mengonsumsi beras plastik adalah :

  • Mual, rasa ini muncul karena kandungan plastik yang termakan tadi menempel pada saluran pencernaan. Nah efek jangka panjang bisa menyebabkan kangker kolom dan lambung.

    Rasa yang  ditimbulkan hampir mirip ketika orang menderita sakit maag.

  • Pusing, rasa in muncul seiring adanya gangguan pada saluran pencernaan tadi.

    Nah bagaimana cara mudah membedakan beras asli dan beras plastik (palsu) supaya kita bisa terhindar dari bahaya yang akan ditimbulkan.

Berikut sedikit tips membedakan beras asli dan beras palsu :

  • Vitamin B1 yang terkandung dalam beras tentu tidak dimiliki oleh beras plastik, nah vit B1 ini lah yang akan menyebabkan warna beras asli berwarna putih pudar. Dan memberikan aroma khas beras serta saat kita mengambil beras pasti akan meninggalkan kotor pada tangan.

    Sedang beras plastik warnanya lebih menarik,cenderung bersih.

  • Sebelum memasak coba ambil sesendok dan bakar bagian bawah sendok, jika tercium aroma plastik maka bisa dipastikan itu palsu. Sedang kalo beras asli akan menimbulkan aroma yang khas sedikit gurih.
  • Bila terlanjur dimasak maka beras sintetik ini akan menggumpal mirip nasi liwet atau nasi yang kebanyakan air serta bila di pegang terasa kenyal dan jika dimakan akan terasa sedikit pahit.
  • Beras mempunyai berat yang khas nah maka waspadai jika anda membeli beras jika volumenya berbeda dari biasanya

Saat Berhubungan Intim Mr.p Keluar Darah, Apakah Berbahaya

Posted: 26 May 2015 03:18 AM PDT

Pertanyaan Konsultasi

Selamat sore dokter, saat saya berhubungan dengan pacar saya yang keluar bukan air mani dari mr.p nya tetapi adalah darah. Saya takut dok kalau dia terkena penyakit berbahaya apa penanggulangan untuk saya dokter? Terimakasih

Ibu Meli

Jawaban Konsultasi

Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin baik pada anda maupun pasangan anda. Dan hindari hubungan sex saat terapi karena bisa menimbulkan infeksi berulang. Terimakasih

Salam

dr. Vanny Bernadus
Team DokterSehat.com

Isap Ganja Bisa Menghambat Pertumbuhan Remaja

Posted: 26 May 2015 02:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Saat anak memasuki awal masa puber, tingkat pertumbuhan mereka mengalami peningkatan. Namun, peneliti menunjukkan bahwa remaja yang menggunakan ganja akan mengalami penurunan laju pertumbuhan.

Peneliti dari perguruan tinggi di Pakistan meneliti darah dari 217 anak laki-laki pengguna ganja dan 220 yang tidak. Mereka mengamati tingkat hormon yang dikaitkan dengan pertumbuhan dan pubertas.

Seperti dikutip dari Fox News pada Jumat (22/5/2015), peneliti menemukan bahwa tingkat hormon testosteron dan luteinising yang berhubungan dengan pubertas lebih tinggi ditemukan pada pengguna ganja. Namun, tingkat hormon pertumbuhan pada pengguna ganja tersebut menurun secara signifikan.

Peneliti juga melakukan pengecekan terhadap laki-laki berusia 20 tahun. Hasil yang ditemukan adalah laki-laki yang tidak menghisap ganja 4 kg lebih berat dan sekitar 10 cm lebih tinggi daripada mereka yang menghisap

Pengguna ganja mungkin berpikir bahwa obat-obatan tersebut mampu membuat mereka menjadi tenang. Padahal, peneliti menelusuri bahwa ganja malah menambah stres kepada tubuh. Pada pengujian air liur yang diambil dari 10 pecandu ganja, peneliti menemukan tingginya tingkat hormon stres kortisol, seperti yang dilaporkan Belfast Telegraph.

Penggunaan ganja dapat membangkitkan respons stres yang distimulasi pada awal masa puber dan mampu menekan laju pertumbuhan, ucap ketua penelitian. Awal pubertas adalah masa saat remaja mulai mencoba minuman keras dan merokok, dan tingginya penyalahgunaan obat-obatan. Hal ini disebabkan mereka memasuki masa awal dari kematangan emosional, imbuhnya.

Daily Telegraph juga melaporkan terdapat sekitar 7% dari remaja berusia 11 hingga 15 di Inggris yang berjumlah 250 ribu yang menggunakan ganja di tahun 2013. Dan untuk pengguna ganja terbanyak berasal dari kelompok usia 15 hingga 24 tahun.

Peneliti menyatakan bahwa penelitian tersebut akan dipresentasikan pada konferensi di Dublin, yang akan memberikan insight mengenai efek penggunaan narkoba pada pertumbuhan dan perkembangan remaja.

Berhati-hatilah Dalam Membeli Obat Di Warung

Posted: 26 May 2015 12:00 AM PDT

DokterSehat.Com – Tanpa Resep Apapun, Warung tentunya lebih menyimpan lama obat daripada Apotik. Hal tersebut tentunya warung tidak tahu kapan berakhir kadaluarsa obat tersebut akibatnya kita membelinya akan terkena dampak dari obat yang sudah usang tersebut. Obat bukannya menyembuhkan malah menambah penyakit nantinya.

Jadi Perhatikan baik-baik jika anda hendak membeli obat di warung karena jika tidak peduli dengan keadaan dan kondisi obat tersebut akan mendatangkan malapetaka untuk kesehatan anda. Lebih baik anda membeli obat yang ada resep dkoternya atau memang tempat pembelian obat karena lebih terjamin keamananya dan l;ebih aman untuk kita gunakan nantinya.

Ingat kesehatan kita patut kita jaga dengan baik karena kesehatan ini aset yang paling berharga dalam hidup anda. Jadi jangan biarkan kesehatan anda terganggu hanya karena obat yang tidak baik dan hanya menambah penyakit pada tubuh anda.

Apalgi saat ini kondisi ekonomi lagi sedang tidak baik, Mereka yang tidak peduli dengan orang lain sudah pasti akan mencari jalan pintas untuk meraup keuntungan sesaat dengan menjual obat-obatan yang dicampur dengan bahan yang berbahaya untuk kesehatan kita nantinya. Jadi tetaplah waspada dan jagalah kesehatan anda dengan baik. semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

Ciri Urine Penderita Penyakit Ginjal

Posted: 25 May 2015 10:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Ciri urine penderita penyakit ginjal mungkin bagi sebagian orang terdengar asing dan belum mengetahuinya. Maka dari itu, kami akan membahasnya pada artikel kali ini. Untuk anda yang ingin tahu tentang Ciri Urine Penderita Penyakit Ginjal silahkan simak informasinya berikut ini :

Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia. Penyakit ini bertanggung jawab atas meninggalnya jutaan orang di seluruh dunia. Memang sampai saat ini penyakit ginjal menjadi salah satu penyakit yang berbahaya. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada terhadap penyakit ginjal ini. Seiring berjalannya waktu, penderita penyakit ginjal semakin bertambah dan sebagian besar dari mereka tidak mampu mengantisipasi akan datangnya penyakit ini karena kebanyakan penyakit ginjal datang tanpa gejala.

Sebenarnya, anda dapat mengetahui apabila anda sedang terkena penyakit ginjal. Banyak cara untuk mengetahuinya, contohnya kita dapat mengetahui penderita penyakit ginjal dari beberapa ciri yang ditunjukan penyakit ini seperti sering sakit pinggang dan masih banyak lagi. Selain dengan mengenali ciri-ciri tersebut, kini anda dapat mendeteksi penyakit ginjal dengan cara lain yaitu dengan mengenali ciri-ciri dari urine kita.

Bagaimana cara mengetahui penyakit ginjal lewat urine? Kita bisa mengetahui apabila kita terkena penyakit ginjal dengan cara tes urine. Tes urine saat ini diyakini sebagai tes yang sederhana dan dapat dipercaya asalkan tes ini dilakukan di laboratorium. Di labiratorium, pasien akan diperiksa  apakah ada eritrosit dan leukosit dalam urine, juga kreatinin atau kotoran yang bisa dikeluarkan oleh ginjal yang sehat.

Ciri-ciri urine yang ginjalnya bermasalah diantaranya bisa dilihat dari warnanya yang kemerah-merahan atau seperti coca cola. Hal itu disebabkan urine bercampur dengan darah yang disebabkan infkesi didalam ginjal. Selain itu, orang yang ginjalnya bermasalah akan mengeluarkan urine yang berbusa. Itu disebabkan karena ada kebocoran protein di dalam ginjal. Penderita penyakit ginjal juga akan mengeluarkan urine yang lebih sedikit dibanding orang yang ginjalnya sehat. Tapi, gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi tidak berlaku pada gangguan ginjal tahap awal karena biasanya gangguan ginjal tahap awal tidak akan menimbulkan gejala apa-apa.

Makanan Yang Baik Untuk Penderita Kelenjar Tiroid

Posted: 25 May 2015 08:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Makanan sehat untuk penderita kelenjar tiroid memang belum banyak orang yang mengetahui, maka dari itu kami akan memberikan informasinya untuk anda untuk menambah wawasan kita tentang penyakit kelenjar tiroid. Langsung saja kita simak informasinya berikut ini.

Seperti yang diketahui, penyakit kelenjar tiroid adalah penyakit yang menyerang kelenjar pada bagian leher. Kelenjar tiroid membengkak karena disebabkan kelebihan hormon tiroid (hipertiroid). Penyakit kelenjar tiroid sering juga disebut penyakit gondok. Penyakit ini menyebabkan rasa tidak nyaman dan sulit untuk menelan makanan karena akan terasa sakit. Penderita tiroid disarankan untuk pandai dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi agar penyakit kelenjar tiroid tidak bertambah buruk. Sebagai referensi, kami telah merangkum makanan yang  apa saja yang sehat untuk penderita penyakit kelenjar tiroid seperti berikut ini :

  • Makanan yang mengandung zat besi
    Meskipun manusia hanya membutuhkan sejumlah kecil zat besi di dalam tubuhnya, namun zat besi penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat. Contoh dari makanan yang kaya akan zat besi adalah kacang-kacangan, sereal, dan biji-bijian.
  • Makanan yang mengandung zat antioksidan
    Kerusakan radikal bebas di dalam tubuh dapat dikaitkan dengan peningkatan hormon tiroid. Untuk melawannya, konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan seperti beta karoten, vitamin C, dan vitamin E.
  • Makanan yang mengandung vitamin D
    Penelitian menunjukkan saat tubuh kekurangan vitamin D maka akan mudah terkena penyakit hipertiroid dan kepadatan mineral tulang Anda akan berkurang. Oleh karena itu coba konsumsi sereal, ikan, dan jamur yang kaya akan vitamin D.
  • Makanan yang mengandung kalsium
    Makanan yang kaya akan kalsium mampu membantu tubuh Anda dalam melawan hipertiroid. Sebab saat Anda menderita hipertiroid, vitamin dan nutrisi yang ada di dalam tubuh Anda akan terkuras dan dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh. Makanan yang kaya akan kalsium adalah susu, brokoli, bayam, kacang-kcangan, dan ikan.

Awas Ini Penyebab Payudara Gatal

Posted: 25 May 2015 06:00 PM PDT

DokterSehat.Com – Payudara atau area sekitar puting memang seringkali menimbulkan rasa gatal. Penyebabnya pun beragam, mulai dari iritasi pada kulit hingga yang terparah  adalah kanker payudara. Akan tetapi, penyebab paling umum gatal pada payudara dikarenakan oleh kondisi atopic dermatitis atau eczema yang tak lain adalah kondisi kulit mengalami peradangan. Penyebab timbulnya atopic dermatitis dapat menyebabkan terjadinya kulit kering, kulit gatal hingga ruam.

Namun, ada beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada payudara dan putingnya, seperti misalnya :

  • Kulit di payudara mengalami alergi terhadap bahan pakaian dalam Anda
  • Adanya ketidakcocokan antara kulit payudara dengan serat kain wol
  • Kandungan dalam sabun mandi yang tak cocok dengan kulit
  • Adanya tambahan kandungan pada pewangi buatan yang bersentuhan dengan kulit
  • Deterjen atau sabun pembersih yang digunakan untuk mencuci pakaian maupun pakaian dalam

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa gatal pada payudara tidak hanya berasal dari luar, kondisi hamil juga dapat menyebabkan payudara mengalami pembesaran. Hal tersebut dapat membuat kulit tertarik dan meregang sehingga menimbulkan rasa gatal dan kulit pecah-pecah.

Tak hanya itu, infeksi jaringan di payudara yang dikenal sebagai Mastitis juga dapat menyebabkan timbulnya gatal pada payudara dan puting. Kondisi ini paling berisiko dialami oleh ibu yang baru melahirkan dan sedang dalam masa menyusui. Para ibu yang menyusui dapat mengalami penyumbatan aliran ASI atau terpapar bakteri yang menjadi penyebab timbulnya mastitis. Gejala lain terjadinya mastitis meliputi adanya payudara yang membengkak, terasa lunak, memerah serta terasa sakit dan terasa terbakar saat menyusui.

Gatal pada payudara yang perlu Anda waspadai adalah jika puting tertarik ke dalam, payudara kemerahan, adanya benjolan, cairan yang keluar dari puting serta adanya perubahan abnormal pada puting maupun payudara. Gejala awal gatal payudara adalah ditandai dengan keinginan untuk menggaruk kulit di sekitar payudara yang diikuti dengan rasa tak nyaman.

Karena terasa gatal, Anda pun otomatis menggaruk kulit yang halus di sekitar payudara, sehingga dapat mengakibatkan kulit berubah warna menjadi kemerahan, membengkak, pecah-pecah atau bersisik tebal. Meski menggaruk membantu sedikit menghilangkan rasa gatal, namun kerusakan kulit menjadi salah satu dampaknya.

Saat payudara dan sekitar payudara terasa gatal, cara merawatnya adalah dengan membasuh air hangat dengan sabun berbahan lembut untuk mengurangi rasa gatal. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim tanpa tambahan pewangi maupun pewarna atau krim corticosteroids ( atas petunjuk dokter pemeriksa ) juga dapat meredakan radang pada kulit. Selain itu, hindari bahan yang dapat menimbulkan alergi karena dapat membuat gatal semakin parah.

Namun, jika rasa gatal tak kunjung hilang setelah beberapa hari atau semakin memburuk, maka segera lah periksakan ke dokter. Terlebih lagi jika disertai dengan keluarnya cairan kekuningan, kecokelatan maupun kemerahan, rasa sakit, puting yang tertarik ke dalam, perubahan kulit yang membuat kulit tampak seperti kulit jeruk, jaringan payudara yang tampak menebal serta jika muncul gejala seperti kondisi mastitis.

Advertisemen