Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Skoliosis – Kenali dan Segera Deteksi untuk Hasil yang Lebih Baik
- Penyakit Yang Bisa Diobati Dengan Akupuntur
- Insomnia Kronis Beresiko Alami Kematian
- Asap Dapur Saat Memasak Bisa Memicu Risiko Kanker Nasofaring
- Cara Agar Tetap Sehat Meski Banyak Kesibukan
- Akibat Jika Konsumsi Garam Berlebihan
- Jenis-jenis Kotoran Telinga
- Bahaya Makan Beras Sintetis, dari Gagal Ginjal hingga Kanker
| Skoliosis – Kenali dan Segera Deteksi untuk Hasil yang Lebih Baik Posted: 28 May 2015 09:43 AM PDT DokterSehat.com – Banyak dari kita yang masih belum sadar akan kesehatan tulang belakang. Kesehatan tulang belakang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Bukan hanya sekedar sebagai penopang atau pembentuk rangka tubuh, tulang belakang memiliki peran vital dalam tubuh kita. Syaraf utama berjalan di antara tulang belakang yang menghubungkan otak sebagai sistem syaraf pusat dengan berbagai organ di seluruh tubuh yang akhirnya bisa berfungsi dan bekerja sesuai dengan peranannya. Sedikit saja sistem syaraf tersebut terganggu dengan adanya penjepitan syaraf di tulang belakang telah dapat menyebabkan munculnya berbagai keluhan dikarenakan organ yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Penjepitan syaraf tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam masalah di tulang belakang. Salah satu masalah tulang belakang yang sering tidak kita sadari adalah skoliosis atau kelainan tulang belakang yang berubah bentuk dari lurus menjadi melengkung.
Skoliosis diderita oleh sekitar 2-3% dari populasi yang dapat terjadipada anak, remaja, dewasa muda maupun lanjut usia. Berdasarkan penelitian, skoliosis lebih banyak ditemukan pada wanita dengan perbandingan 2:1 dibandingkan pria. Sekitar 80% kasus skoliosis pada anak merupakan idiopatik yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa skoliosis idiopatik berkaitan dengan abnormalitas genetika yang berakibat pada pertumbuhan tulang belakang yang tidak seimbang. Perkembangan tulang belakang yang tidak sempurna telah muncul sejak lahir atau dikenal dengan sebutan kelainan kongenital. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya dapat disebabkan oleh trauma, kelainan hormon, distrofi otot, sindrom Down, penyakit Parkinson dan kondisi lainnya yang mempengaruhi otot dan syaraf (sistem muskuloskeletal). Mayoritas skoliosis pada anak tergolong kasus ringan dan seringkali dikatakan tidak memerlukan pengobatan. Namun, tidak kita sadari bahwa diagnosis dini amat lah penting untuk mencegah berbagai masalah lain akibat dari skoliosis yang terlambat ditangani. Banyak kasus skoliosis yang ditemukan berkembang sangat cepat dan agresif pada anak-anak setelah mereka menginjak usia pubertas seiring dengan percepatan pertumbuhan mereka. Karena itulah deteksi dan diagnosis dini skoliosis pada anak sangatlah penting. Terutama pada anak yang memiliki riwayat keluarga penderita skoliosis,seperti ibu, ayah, saudara kandung, maupun nenek, kakek, paman, bibi, atau saudara sepupu sekalipun. Skoliosis justru paling baik ditangani saat anak masih kecil karena respon tubuh anak lebih baik terhadap proses terapi saat tulang belakang mereka masih fleksibel dan tumbuh berkembang. Terdapat dua tipe utama skoliosis yang menyerang orang dewasa yakni Degenerative Adolescent Idiopathic Scoliosis dan De-novo Scoliosis. Hal yang perlu diperhatikan pada skoliosis dewasa adalah proses degenerasi atau proses penuaan yang terjadi. Tipe pertama berhubungan dengan skoliosis yang berkembang saat usia remaja yang mengalami degenerasi pada usia dewasa. Sedangkan tipe ke dua degenerasi pada skoliosis yang timbul secara spontan saat usia dewasa. Seringkali penderita yang telah mengetahui bahwa mereka menderita skoliosis tidak juga mencari tahu dan memeriksaan kondisi skoliosis mereka, atau malah ada saja yang tidak tahu harus bagaimana dan pergi mencari pertolongan kemana untuk menangani skoliosis yang telah lama mereka derita. Prinsipnya penanganan skoliosis didasarkan pada deformitas yang terjadi. Bila deformitasnya minimal masih belum diperlukan penanganan khusus dengan sebaiknya tetap dilakukan observasi secara medis. Namun bila deformitasnya menjadi progresif dan makin bertambah parah atau menimbulkan keluhan nyeri, terdapat dua tatalaksana pilihan yaitu dengan menggunakan brace tanpa tindakan invasif atau dilakukan tindakan operasi. Operasi pada tulang belakang merupakan prosedur khusus yang melibatkan berbagai dokter ahli dalam penanganannya baik sebelum maupun paska operasi. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh dokter ahli bedah orthopedi, kondisi skoliosis yang memerlukan tindakan operasi apabila telah mencapai lengkungan dengan derajat lebih dari 40. Tentunya hal tersebut bergantung pada berbagai kondisi penderitanya seperti usia, kondisi psikis, toleransi fisik secara umum terhadap tindakan operasi dan sebagainya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter ahli.
Terapi lain terhadap skoliosis yang terbukti efektif secara penelitian selain operasi adalah dengan penderita memakai brace. Brace sendiri saat ini terdiri dari dua macam berdasarkan bahan pembuat brace. Brace kaku yang terbuat dari bahan plastik ringan yang dapat membatasi atau menghentikan progresivitas bila dipakai 23 jam dalam sehari. Brace tipe ini meliputi Thermoplastic TLSO, Boston Brace, Cheneau Brace, Chaleston Brace dan Milwaukee Brace. Brace dinamis yang tidak kaku (SpineCor®) bila digunakan oleh anak-anak memberikan efisiensi yang sama seperti halnya brace kaku dalam meluruskan lengkungan skoliosis selama proses terapi namun memberikan hasil yang jauh lebih baik dan jangka waktu yang lebih lama setelah proses terapi, perbaikan penampilan, dan koreksi yang menetap setelah lepas dari brace. Bagi orang dewasa, tujuan utama SpineCor® brace adalah untuk menghilangkan nyeri, memperbaiki postur dan pencegahan progresi skoliosis. Tentunya dengan berbagai pilihan tatalaksana skoliosis, setiap individu berbeda dalam penanganannya. Seorang penderita skoliosis memerlukan pemeriksaan dan follow-up secara berkala. Dokter dalam pemeriksaannya akan menanyakan identitas penderita, keluhan dan semua riwayat penyakit yang berkaitan dengan skoliosis, melakukan pemeriksaan fisik dan merujuk untuk melakukan pemeriksaan penunjang seperti X-Ray guna menilai seberapa besar derajat lengkungan skoliosis yang nantinya akan menentukan pilihan terapi.
Dr. Irma Yunita Informasi lebih lanjut kunjungi www.benditwithbands.com atau hubungi 021 293 39295 atau email contact@spinebodycenter.com
Seluruh Gambar yang dipergunakan telah memperoleh izin dari Spine Body Center |
| Penyakit Yang Bisa Diobati Dengan Akupuntur Posted: 28 May 2015 06:00 AM PDT DokterSehat.Com - Akupunktur merupakan praktek penyembuhan kuno dari pengobatan Cina tradisional di mana jarum tipis ditempatkan pada titik-titik tertentu di dalam tubuh. Terutama digunakan untuk meredakan nyeri, tapi bisa juga digunakan untuk mengobati kondisi lain. Lebih dari 3 juta orang Amerika pernah melakukan akupunktur. Tetapi sesungguhnya pengobatan ini lebih populer di negara-negara Asia. Akupunktur bekerja dengan cara berusaha melepaskan aliran energi vital tubuh atau chi dengan merangsang titik sepanjang 14 jalur energi. Para ilmuwan mengatakan, jarum membantu tubuh melepaskan endorfin (obat penghilang rasa sakit alami) dan meningkatkan aliran darah serta mengubah aktivitas otak. Namun bagi kaum skeptis mengatakan, akupunktur bekerja hanya karena orang-orang percaya akan efek yang disebut efek plasebo. Jarum akupunktur sangat tipis dan kebanyakan orang mengaku tidak merasakan sakit atau hanya sedikit merasakan sakit ketika jarum ditusukkan ke tubuh mereka. Mereka yang sudah sudah atau sering melakukannya mengatakan, tubuhnya jadi lebih berenergi atau santai setelah perawatan. Berikut beberapa penyakit yang dipercaya bisa diobati dengan akupuntur :
|
| Insomnia Kronis Beresiko Alami Kematian Posted: 28 May 2015 04:00 AM PDT DokterSehat.Com – Kesimpulan sebuah studi yang terus dilakukan selama 40 tahun terakhir ini mengenai efek jangka panjang dari tidur malam, ternyata sangat mengejutkan. Studi itu menunjukkan, kurangnya kualitas dan kuantitas tidur malam pada seseorang akan membuat ia menggali lubang kuburnya sendiri. Wah! Masalah sulit tidur, terjaga sepanjang malam, atau terlalu sering terbangun di tengah malam, merupakan keluhan medis yang umum terjadi pada banyak orang dan biasa disebut dengan istilah insomnia. Namun waspadai bila Anda sudah mengalami yang namanya insomnia kronis. Pasalnya, bahaya insomnia bisa sebabkan kematian! Insomnia kronis adalah gangguan tidur yang terjadi setidaknya tiga malam per minggu dan berlangsung setidaknya selama tiga bulan. Sementara persistent insomnia adalah mengalami gangguan tidur selama enam tahun atau lebih. Menurut studi yang dilakukan para ilmuwan dari University of Arizona ditemukan fakta bahwa insomnia dikaitkan dengan 58 persen peningkatan pada risiko kematian. Tak hanya itu, berdasarkan studi tersebut, persistent insomnia juga amat terkait dengan tingkat yang lebih tinggi pada risiko mengalami peradangan dalam darah yang lekat dengan penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker, demensia, hingga depresi. Para peneliti AS juga menganalisis data yang berasal dari hasil studi pernapasan yang telah berjalan cukup lama yang dilakukan di Tucson Epidemiological Study of Airway Obstructive Disease, dimulai sejak tahun 1972 dan telah meneliti para partisipan selama beberapa dekade. Para ilmuwan ini menemukan, tak seperti masalah susah tidur ringan yang kerap terbangun sebentar-sebentar di malam hari, insomnia bisa sebabkan kematian bila sudah kronis dan berlangsung sedikitnya selama enam tahun. Para ilmuwan juga menemukan, insomnia yang parah ini dikaitkan dengan tingkat risiko yang lebih besar untuk mengalami peradangan dalam darah (diukur dengan biomarker dalam darah yang disebut protein C-reaktif). Pada penelitian sebelumnya bahkan ditemukan kesimpulan yang telah menyebutkan insomnia bisa sebabkan kematian. Akan tetapi, mekanisme yang mendasari mengapa itu bisa terjadi, masih belum ditampilkan secara gamblang. Dr Sairam Parthasarathy, penulis utama dari studi di Tucson mengatakan, Adanya pemahaman yang disempurnakan mengenai hubungan antara insomnia kronis atau parah dan berlangsung lama dengan kematian akan menginformasikan pengobatan bagi populasi yang berisiko. Sairam juga mengatakan pendapatnya mengenai alasan insomnia bisa sebabkan kematian, Kami menemukan, partisipan yang menderita insomnia persisten berada di tingkat risiko tinggi mengalami kematian akibat menderita penyakit jantung dan paru-paru, terlepas dari kondisi independen efek hipnotik, kesempatan untuk tidur (yang dibedakan dari kurang tidur), jenis kelamin, usia, dan faktor lain yang memengaruhiya. Sementara itu, penulis senior dari studi tersebut, Dr Stefano Guerra, mengatakan, Kendati ada tingkat yang lebih tinggi dan kenaikan tajam dalam peradangan pada individu dengan insomnia persisten dibandingkan mereka yang tidurnya terputus-putus atau tak ada insomnia, penelitian tentang masalah susah tidur kronis atau terus-menerus yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kematian masih perlu dieksplorasi lebih jauh. Penelitian lebih lanjut, kata Guerra dapat membantu memprediksi hasil yang lebih signifikan pada pasien yang memiliki masalah insomnia, terutama insomnia kronis. Namun demikian, sebagai kesimpulan awal, hasil penelitian sejumlah ilmuwan AS ini telah dipublikasikan secara online dalam American Journal of Medicine. |
| Asap Dapur Saat Memasak Bisa Memicu Risiko Kanker Nasofaring Posted: 28 May 2015 02:00 AM PDT DokterSehat.Com – Perlu Anda tahu, asap dapur saatmemasak picu risiko kanker nasofaring. Demikian seperti yang dipaparkan oleh dr. Lula Kamal di acara peluncuran merek perangkat dapur asal Cina, Fotile, di Bali Room Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (7/5). Perempuan yang dikenal berprofesi sebagai presenter dan model iklan mengatakan bahwa, asap dapur picu kanker nasofaring bila asap dihasilkan dari aktivitas seperti memasak dan mengolah makanan, di mana kondisi dapurnya kotor dan sirkulasi udara di ventilasi yang tak baik. Bahkan, pasca memasak, peralatan memasak di dapur belum tentu mampu menghilangkan asap yang kelewat mengumpul di dalam ruangan, sehingga memicu seseorang terkena kanker nasofaring. Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebab kanker nasofaring memang belum diketahui dengan pasti, namun kanker ini sering dikaitkan dengan adanya virus Epstein bair. Umumnya penderita kanker nasofating dijumpai di Cina bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, India, dan Indonesia. Kegiatan memasak pasti meninggalkan asap, noda, dan jamur yang menempel karena kondisi lembap dan kotor. Selain oksidan yang buruk bagi tubuh, asap dapur juga mengeluarkan tiga kandungan zat kimia berbahaya seperti CO2 (karbon dioksida), SO2 (sulfur dioksida), dan NO2 (nitrogen dioksida), ungkap Lula. Oleh sebab itu, Lula pun tak menampik jika peralatan dapur yang berkualitas, berteknologi canggih, dan mampu menjawab permasalahan dapur sangat dianjurkan sebagai tindakan preventif yang utama. Ia juga menambahkan bila kompor yang baik untuk mengurangi produksi asap dapur minimal dengan model HUB yang miring dan ramah pada penggunanya. Jangan hanya memasak makanan sehat atau pola memasak yang sehat, tapi perhatikan juga peralatan dapur yang dipakainya. Jangan sampai olahan makanan kita sudah benar, sehat dan tepat, namun tetap menghasilkan asap dapur pemicu kanker nasofaring, tutup Lula pada TabloidNova.com |
| Cara Agar Tetap Sehat Meski Banyak Kesibukan Posted: 28 May 2015 12:00 AM PDT DokterSehat.Com – Dinamika hidup di kota besar memang sulit ditebak. Waktu yang terasa sempit akibat aktivitas yang padat, membuat banyak hal penting pun terbengkalai, termasuk untuk memulai pola hidup sehat. Tak banyak yang menyadari, saat tubuh lemas dan mudah letih karena kebiasaan hidup yang tak sehat, malah bisa membuat bekerja pun jadi tak semangat. Pada acara Jakarta Health Week 2015 yang diadakan oleh label suplemen Brand's dari PT. Cerebos Indonesia, diumumkan hasil survei Brand's yang mengungkap pola hidup masyarakat di kota besar, khususnya Jakarta. Dari 1000 responden yang semuanya adalah seorang professional, baik dalam tingkat staf, manajer, dan direktur, ditemukan fakta yang menarik sekaligus ironis. Salah satu poin yang dibahas adalah mengenai pandangan para profesional terkait pola hidup sehat. Ternyata, 29 persen profesional di Jakarta peduli dengan kesehatannya. Tapi, mereka belum terlalu paham bagaimana caranya memulai pola hidup sehat. Jadi mereka ada kesadaran, tapi perlu arahan, terang Agus Setio Joewono, Vice President dan General Manager PT. Cerebos Indonesia, produsen dan pemasar Brands Indonesia. Menanggapi hasil survei tersebut, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik yang juga hadir sebagai pembicara ahli di Jakarta Health Week 2015 mengungkap 5 cara memulai pola hidup sehat. Lebih lanjut, pola hidup sehat ini akan sangat berpengaruh terhadap stamina tubuh dan produktivitas di tempat kerja.
|
| Akibat Jika Konsumsi Garam Berlebihan Posted: 27 May 2015 10:00 PM PDT DokterSehat.Com - Konsumsi garam tinggi bisa memperlambat pubertas menurut hasil riset peneliti di Amerika Serikat yang dipresentasikan dalam Kongres Endokrinologi Eropa di Dublin. Para peneliti dari Universitas Wyoming di Amerika Serikat yang dipimpin oleh Dori Pitynski meneliti efek diet garam dengan berbagai level terhadap awal pubertas pada tikus. Mereka menemukan bahwa tikus yang mendapat makanan tinggi garam (setara dengan tiga sampai empat kali konsumsi garam yang disarankan untuk manusia) secara signifikan lebih lambat mencapai pubertas dibandingkan dengan tikus yang mendapatkan asupan makanan dengan kandungan garam normal (rendah). Yang menarik, tikus-tikus yang mendapat makanan tanpa garam juga mengalami perlambatan pubertas. Para peneliti berkesimpulan, asupan garam penting di awal masa pubertas, namun asupan yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Pubertas yang terlambat bisa memicu munculnya masalah perilaku, stres dan penurunan kesuburan. Penelitian kami menunjukkan bahwa kadar lemak dan garam tinggi punya efek berlawanan pada kesehatan reproduksi, kata Pitynski. Diet tinggi lemak bisa mempercepat awal pubertas tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa tikus dengan diet tinggi garam, bahkan dengan lemak tinggi sekalipun, masih menunjukkan awal pubertas lambat, katanya seperti dilansir laman publikasi hasil riset alphagalileo.org. Panduan terkini Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa populasi di dunia mengonsumsi garam lebih banyak dari yang disarankan, yakni lima gram per hari untuk dewasa. Sodium secara alami ada dalam makanan seperti susu, krim dan telur, serta ada dalam kadar lebih tinggi pada makanan olahan seperti roti, olahan daging, kudapan dan saus, yang makin banyak digunakan dalam diet masyarakat Barat. Pitynski mengatakan diet tinggi garam populasi Barat saat ini berpotensi mempengaruhi kesehatan reproduksi secara drastis dan membutuhkan perhatian lebih lanjut. |
| Posted: 27 May 2015 08:00 PM PDT DokterSehat.Com – Anggapan bahwa tak membersihkan telinga bisa mengganggu pendengaran memang benar demikian, namun bukan berarti juga seseorang harus rutin membersihkannya. Tiap orang memiliki getah telinga/serumen yang berbeda sehingga frekuensi dibersihkannya juga berbeda. Dr Darnila Fachruddin, SpTHT, dari RS THT Bedah Prof Nizar mengatakan getah telinga atau yang dianggap juga kotoran telinga sebetulnya bisa keluar dengan sendiri tanpa perlu dibersihkan terlalu dalam. Bila seseorang salah membersihkannya ada kemungkinan kotoran semakin terdorong dan mengeras di dalam. Jadi getah telinga tidak selalu banyak dan tidak selalu menutup liang telinga, sehingga sebetulnya tidak perlu kita terlalu sering membersihkan telinga. Kalau rasanya gatal atau kelihatan di pintu telinga ada getah telinga yang keluar, boleh dibersihkan, ujar dr Darnila ketika ditemui di kediamannya di Jalan Potlot II/10 Duren Tiga, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Rabu (6/5/2015). Dr Darnila menjelaskan bahwa ada tiga jenis tekstur kotoran telinga yaitu cair, kering, dan keras. Apabila kotoran sudah mengeras maka harus dokter yang mengeluarkannya dengan alat pembersih khusus. Getah telinga keras teksturnya seperti dodol yang paling sulit untuk dikeluarkan. Kalau terlalu sering membersihkan dengan cotton bud, yang dikhawatirkan kotorannya malah masuk ke dalam. Mengeluarkan kotoran yang sudah terlanjurkan masuk ke dalam itu sangat sulit, karena area dalam itu lebih sensitif, papar dr Darnila. Selain berisiko membuat kotoran semakin terdorong, gesekan cotton bud yang biasa dipakai juga tak baik untuk saluran telinga. Bila terlalu sering kulit bisa teriritasi, luka dan membuat infeksi. Dikhawatirkan benturan dari cotton bud bisa menyebabkan luka dan infeksi. Sebelum infeksi tersebut dihinggapi kuman, maka akan mengeluarkan bau, tutup dr Darnila. |
| Bahaya Makan Beras Sintetis, dari Gagal Ginjal hingga Kanker Posted: 27 May 2015 06:00 PM PDT DokterSehat.Com – Beras plastik yang saat ini sedang menjadi fenomena di berbagai media ternyata sangat membahayakan bagi kesehatan umat manusia, bahkan dari beberapa media disebutkan beras plastik ini sudah memakan korban sekitar 300 ribu orang menderita sakit dan bahkan sampai merenggut 6 nyawa balita. Itu terjadi sekitar tahun 2008 di negara asal beras ini di produksi. Dokter spesialis gizi klinis Samuel Oetoro mengatakan, mengkonsumsi beras yang ada kandungan plastiknya dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang. Dampak akut atau dampak yang segera terasa jika kita makan cuma satu piring adalah mual, pusing sampai diare, kata dokter yang berpraktik di Siloam Hospitals Jakarta, Jumat (22/5/2015). Sementara, dampak kronis atau jangka panjang yang ditimbulkan jika mengonsumsi beras plastik adalah timbulnya kanker. Kalau kita mengonsumsi itu setiap hari, plastik kan bahan kimia, artinya tubuh akan sulit mencerna dan metabolisme akan jadi berat. Metabolisme kita kan terjadi di hati, nah kalau kita makan itu setiap hari nanti hati bisa rusak. Gagal hati, kalau sudah gagal hati maka bahaya sekali, katanya sebagaimana diberitakan Antara.com. Selain itu, kandungan plastik dalam beras plastik juga akan sulit diekskresi tubuh, sehingga bisa merusak ginjal yang menyebabkan gagal ginjal. Kalau sisa metabolisme itu susah keluar, maka di kemudian hari akan jadi karsionogenik an menimbulkan berbagai macam kanker, katanya. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memastikan membeli beras yang aman. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Add Comments