Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Advertisemen

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Mengenal Lebih Dekat Flu Singapura

Posted: 20 Oct 2014 07:10 PM PDT

DokterSehat.Com – Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia cukup diributkan dengan kejadian yang dikenal dengan nama penyakit flu singapura. Mungkin sebagian orang bertanya apakah flu singapura itu? Apakah sama dengan flu biasa? Apakah berbahaya dan mungkinkan muncul pertanyaan -pertanyaan lain lagi.

Jika dilihat dari sejarahnya, penyakit flu singapura sudah ada sejak tahun 1996. Dinamakan flu singapura karena awalnya berasal dari Singapura. Pada 2000, penyakit ini sempat mewabah di Singapura sehingga menyebabkan pemerintah setempat mengimbau seluruh restoran siap saji, kolam renang, dan tempat bermain anak-anak ditutup untuk sementara dan sekolah diliburkan.

Flu singapura dalam bidang kedokteran dikenal sebagai hand, foot and mouth disease (Penyakit tangan, kaki dan mulut/HFMD). Disebut sebagai penyakit tangan, kaki dan mulut karena penyakit ini menyerang ketiga organ tersebut. Penyakit ini disebakan oleh virus, ada beberapa virus yang berperan yaitu kelompok enterovirus diantaranya coxsackie viruses dan enterovirus 71. Coxsackievirus A16 merupakan penyebab umum terjadinya flu singapura. Sedangkan yang disebabkan oleh enterovirus 71 biasanya dapat menyebabkan komplikasi neurologi seperti aseptic meningitis dan encephalitis.

Gejala

Gejala flu Singapura dimulai dengan demam, kurang nafsu makan, lesu, dan sakit tenggorokan. Sekitar 1-2 hari setelah demam dimulai, penderita akan mengembangkan luka yang perih di rongga mulut, lidah, gusi, atau bagian dalam pipinya. Ruam kulit juga berkembang di telapak tangan dan kaki, dan mungkin juga di lutut, siku, daerah genital dan pantatnya. Ruam yang tidak gatal ini berkembang sebagai bintik-bintik kemerahan kecil datar yang dapat berubah menjadi lepuhan menonjol.

Komplikasi

Dalam kasus yang sangat jarang, flu Singapura dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak) atau ensefalitis (radang otak).

Penyebab atau faktor resiko

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Enterovirus, yang paling umum adalah virus coxsackie. Virus penyebab flu Singapura menular dari orang ke orang melalui sekresi hidung dan tenggorokan (air liur, dahak, atau ingus), cairan lepuhan, feses (tinja). Penularan terjadi saat melakukan kontak tubuh, batuk atau bersin, menceboki penderita tanpa membersihkan tangan dengan benar, atau menyetuh benda-benda dan permukaan yang terkontaminasi.

Umumnya, pasien paling dapat menularkan virus pada minggu pertama sakit. Namun, pasien masih bisa menularkan virus setelah berhari-hari atau berminggu-minggu gejalanya hilang. Pasien juga dapat terinfeksi virus penyebab flu Singapura tanpa mengalami gejala apapun namun bisa menularkannya ke orang lain.

Diagnosis

Diagnosis flu Singapura dapat dilakukan dengan melihat gejala dan mempertimbangkan umur pasien. Pemeriksaan lab untuk virus biasanya tidak diperlukan.

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk flu Singapura. Gejala penyakit dapat diringankan dengan pemberian obat penurun demam dan penghilang sakit (paracetamol) bila diperlukan. Jika pasien kesulitan atau tidak mau menelan cairan, infus diperlukan untuk menjaga hidrasi. Gunakan obat kumur atau semprotan untuk meringankan nyeri mulut. Lepuhan dan ruam akan menghilang sendiri tanpa pengobatan.

Pencegahan

Tidak ada vaksin untuk melindungi terhadap virus yang menyebabkan tangan, kaki, dan mulut. Anda dapat menurunkan risiko terinfeksi dengan :

  1. Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air, terutama setelah mengganti popok dan menceboki anak. Bersihkan permukaan perabotan, lantai dan barang-barang yang kotor, termasuk mainan, dengan desinfektan.
  1. Hindari kontak dekat seperti mencium, memeluk, atau berbagi peralatan makan dan minum dengan pasien.
  1. Menjaga anak yang sakit untuk tidak bersekolah atau bermain di luar rumah sampai sembuh.
  1. Mengajari anak etiket bersin, batuk dan membuang ingus yang benar (dengan tisu, tidak ke tangan).

Obat Tradisional Varikokel

Posted: 20 Oct 2014 07:10 PM PDT

DokterSehat.Com – Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum (buah zakar), umumnya varikokel mengenai skrotum yang sebelah kiri karena bentuk anatomisnya. Apa ciri dari varikokel dan bagaimana cara pengobatannya ?

Varikokel merupakan sakit nyeri testis pada kaum pria. Pada jaman sekarang penyakit varikokel ini banyak mengidap kaum pria, penyakit ini ada tingkatannya. Ada yang parah dan sedang, ada seorang pengidap varikokel yang bisa punya anak dan ada juga yang susah punya anak, ada yang bila lelah capek sedikit varikokel-nya kambuh sehingga terasa nyilu sakit di testis, bahkan ada yang bisa pingsan karena tidak bisa menahan sakitnya.

Cek apakah anda menpunyai cir-ciri dari varikokel :

  • Terasa ada kumpulan urat di testis, bisa bagian diatas telur atau dibawah telur. Ya intinya bila kantung testis dipegang seperti memegang sekumpulan cacing.
  • Lakukan membuang udara melalui mulut tapi udara tidak keluar dari mulut dan hidung (seperti gerakan meniup balon), kemudian anda raba testis anda bila ada kumpulan urat seperti cacing, berarti anda ada varikokel.
  • Terasa nyilu sakit pada testis anda, dengan rentan waktu yang tak menentu.
  • Varikokel dapat mengakibatkan fertilitas, oleh karena itu bila anda mempunyai ciri salah satu dari varikokle diatas dan mengalami gangguan fertilitas mungkin anda menderita varikokel.

Penyebab

berikut adalah beberapa penyebab terjadinya penyakit varikokel :

  • Genetika atau keturunan
  • Sering pake celana ketat
  • Gelombang elektromagnet,bagi orang yang bekerja di tower GSM,berhubungan dengan reaksi nuklir,hal-hal yang bertegangan tinggi
  • Sering naik motor sport,karena posisi testis nempel dengan tangki motor
  • Stres berlebihan pada penderita
  • Suhu daerah testis terlalu panas
  • Daerah testis selalu berkeringat

Gejala

berikut juga adalah beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita penyakit varikokel, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Terasa ada kumpulan urat ditestis,bisa bagian diatas telur atau dibawah telur. intinya bila kantung testis dipegang seperti memegan sekumpulan cacing.
  • Lakukan membuang udara melalui mulut tetapi udara tidak keluar dari mulut dan hidung (seperti gerakan meniup balon),kemudian anda raba testis anda ,bila ada kumpulan urat seperti cacing,berarti anda mempunyai penyakit varikokel.
  • Terasa nyilu sakit pada testis anda,dengan rentan waktu yang tak menentu.
  • Varikokel dapat mengakibatkan fertilitas,oleh karena itu bila anda mempunyai ciri salah satu dari varikokel diatas dan mengalami gangguan fertilitas mungkin anda menderita varikokel.

Pengobatan

Obat herbal Ace Maxs terbuat dari 100% bahan alami pilihan yang di jadikan bahan utamanaya yaitu dari kulit buah manggis dan daun sirsak, yang mana kedua bahan alami tersebut memiliki khasiat yang sangat luar biasa bisa mengobati berbagi macam penyakit di antaranya penyakit varikokel ini. Di dalam kulit manggis tersebut terdapat suatu zat yang bernama zat XANthone, di dalam XANthone tersebut terdapat antioksidan yang sangat tinggi berfungsi untuk memperlancar aliran pembuluh darah disekitar testis menuju ginjal serta memperbaiki kinerja katup pembuluh darah tersebut.

Selain itu, obat herbal Ace Maxs sebagai cara mengobati varikokel yang alami ini juga dapat meningkatkan kesuburan produksi sperma akan kembali normal, hal ini dikarenakan terdapat Anti-pyretic yang menjaga suhu tubuh terutama disekitar testis agar tetap normal.

kegunaanya  daun sirsak berdasarkan riset penelitian  yang telah dilakukan di berbagai institusi salah satunya penelitian di jepang membuktikan bahwa daun sirsak memiliki zat berupa anti-kanker yang akan berpungsi sebagai memperlambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. selain penelitian di jepang, koreapun ikut meneliti ada apa dengan daun sirsak. dan hasilnya sangat memuaskan bahwa daun sirsak dalam menumpaskan kanker memiliki kekuatan yang dahsyat yaitu sekitar 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan kemoterapi.

Penyakit Umum Sistem Ekskresi

Posted: 20 Oct 2014 06:03 AM PDT

DokterSehat.Com – Tubuh manusia terdiri dari jutaan sel, organ dan sistem yang bekerja terus menerus agar kita tetap hidup. Sel-sel dan organ cenderung melepaskan banyak produk sampingan, limbah beracun dan zat beracun lainnya sebagai bagian dari metabolisme dan pencernaan. Ini adalah sistem ekskresi dalam tubuh yang membantu dalam membilas limbah ini dari tubuh dan membantu kita untuk bertahan hidup tanpa efek merusak dari racun ini.

Organ dari sistem ekskresi termasuk paru-paru, kulit, organ reproduksi seperti rahim, ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Ketika organ ini tidak berfungsi, mereka gagal untuk mengeluarkan limbah dari sistem secara efektif. Hal ini menimbulkan beberapa penyakit umum ekskresi. Mari kita lihat pada penyakit umum yang mempengaruhi organ-organ dari sistem ekskresi.

Penyakit yang paling umum dari Sistem ekskresi Mempengaruhi Ginjal

Organ utama yang membantu dalam pembentukan urin adalah ginjal. Ginjal menyaring semua limbah dalam tubuh dan aliran darah. Hal ini menyebabkan pembentukan urin yang memerah keluar dari tubuh. Penyakit umum yang mempengaruhi ginjal adalah sebagai berikut :

  1. Diabetes Insipidus
    Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormon ADH ( Anti Diuretic Hormone ) yaitu hormon yang mempengaruhi proses reabsorpsi cairan pada ginjal. Bila kekurangan hormon ADH, jumlah urine dapat meningkat menjadi 30 kali lipat.
  1. Glukosuria
    Glukosuria adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit ini disebut juga kencing manis. Kadar gula dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.
  1. Batu ginjal
    Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, dan kantong kemih. Batu ginjal terbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut dapat menimbulkan hidronefosis ( membesarnya ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar ) hal itu akibat penyempitan aliranginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.
  1. Gagal ginjal
    Gagal ginjal adalah kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penyakit ini disebabkan karena kondisi yang mengganggu fungsi ginjal. Penyakit ini terbagi menjadi 2 yaitu penyakit ginjal semestara dan tetap. Penderita penyakit ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah. Sedangkan penderita penyakit ginjal tetap dapat ditong dengan cangkok ginjal.
  1. Nefritis
    Nefritis adalah peradangan pada ginjal yang terjadi karena infeksi bakteri penyakit pada nefron. Bakteri ini masuk melalui saluran pernafasan kemudian dibawa darah ke ginjal. Karena infeksi ini nefron mengalami peradangan sehingga protein dan sel – sel darah yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urine. Selain itu, nefritis dapat menyebabkan uremia, yaitu ureum yang masuk dalam darah melebihi kadar normal. Terdapatnya ureum di dalam darah dapat menyebabkan penyerapan air terganggu, selanjutnya air akan menumpuk di kaki atau organ tubuh yang lain. Selain itu, nefritis dapat diakibatkan karena suatu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal. Tanda-tanda dari nefritis adalah hematuria (darah di dalam air kemih), proteinuria (protein di dalam air kemih) dan kerusakan fungsi hati, yang tergantung kepada jenis, lokasi dan beratnya reaksi kekebalan.
  1. Albuminuria
    Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine penderita mengandung albumin. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi manusia karena berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar dari darah. Penyakit ini menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urine. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh kekurangan protein. Cara mencegahnya dengan cara pengendalian kadar gula darah dan mengurangi derajat albuminuria dengan pemberian diuretik dosis kecil dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram / kg berat badan per hari).

Penyakit yang paling umum dari Sistem ekskresi Mempengaruhi ureter

Ureter adalah tabung berotot yang membantu urin untuk lulus dari ginjal ke kandung kemih. Ini penyakit urin yang mempengaruhi ureter termasuk uretritis. Ini adalah suatu peradangan dari ureter akibat infeksi bakteri atau virus. Gejala-gejala uretritis berbeda pada pria dan wanita. Pria menunjukkan tanda-tanda darah dalam urin dan air mani, sensasi terbakar saat buang air kecil, sering buang air kecil, rasa sakit dan pembengkakan penis dan nyeri saat ejakulasi. Perempuan menunjukkan sakit perut, nyeri saat buang air kecil, demam, nyeri pada panggul dan vagina, keputihan, dan lain-lain.

Penyakit yang paling umum dari Sistem ekskresi Mempengaruhi Saluran Kemih

Kandung kemih menyimpan urin dari ginjal sampai mereka disemburkan melalui tubuh dari uretra. Kandung kemih dan uretra keduanya rentan terhadap berbagai infeksi. Infeksi menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan, darah dalam urin, nyeri di perut bagian bawah, urin yang berbau busuk, urin keruh, dll Jika tidak diobati, dapat menyebabkan banyak penyakit ginjal dan komplikasi reproduksi.

Penyakit yang paling umum dari Mempengaruhi Sistem ekskresi Paru-paru

Paru-paru merupakan bagian dari sistem pernapasan tubuh kita. Mereka bekerja seperti balon karet yang mengambil oksigen dan kemudian mengempis membuang karbon dioksida. Karbon dioksida adalah produk limbah gas tertinggal setelah pertukaran gas oksigen berlangsung. Ada beberapa penyakit umum yang mempengaruhi paru-paru :

  1. TBC
    Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya .Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.
  1. Pneumonia
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan. Pencegahnnya dengan cara selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.
  1. Asma
    Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.  Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
  1. Kanker paru-paru
    Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak. Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
  1. Emfisema
    Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru.
  1. Pleuritis
    Pleuritis adalah peradangan pada pleura, yang merupakan, lembab berlapis ganda membran yang mengelilingi paru-paru dan garis tulang rusuk. Kondisi ini dapat membuat napas sangat menyakitkan. Kadang-kadang dikaitkan dengan kondisi lain yang disebut efusi pleura, di mana kelebihan cairan mengisi daerah antara lapisan membran itu.

Penyakit yang paling umum dari Sistem ekskresi Mempengaruhi Kulit

Organ eksternal terbesar tubuh adalah kulit. Ini tidak hanya membantu melindungi organ internal dari infeksi dan bahaya fisik dan lingkungan lainnya, tetapi juga membantu mengeluarkan garam dan produk-produk limbah lainnya dari kulit. Mari kita lihat pada kondisi yang umum yang mempengaruhi kulit :

  1. Jerawat
    Jerawat atau bintil adalah infeksi kulit yang umum yang mempengaruhi remaja serta orang dewasa muda. Kulit terdiri dari pori-pori yang terhalang oleh produksi minyak berlebihan disekresikan oleh kelenjar minyak. Debu, kotoran, bakteri, dll terjebak dalam pori-pori dan ini menyebabkan erupsi jerawat. Jerawat berlebihan menunjukkan bahwa tubuh tidak mampu mengeluarkan racun dan limbah karena banyak masalah ginjal hormonal dan lainnya. Jadi, orang harus minum banyak air dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah jerawat.
  1. Kanker
    Salah satu kanker paling umum yang mempengaruhi orang di seluruh dunia adalah kanker kulit. Ada tiga jenis umum kanker kulit yang tergantung pada jenis sel kulit itu berasal dari. Ini termasuk melanoma, kanker sel skuamosa dan kanker sel basal. Paparan berlebih terhadap sinar UV yang menyebabkan kerusakan langsung atau tidak langsung pada DNA, merokok tembakau, predisposisi genetik, virus papiloma manusia, vitamin dan kekurangan mineral, dll dapat menyebabkan kanker kulit.

Penyakit yang paling umum dari Sistem ekskresi Mempengaruhi Organ Reproduksi

Anda mungkin tidak percaya, tapi organ reproduksi seperti rahim pada wanita, juga bertindak seperti organ ekskresi. Wanita cenderung mengalami menstruasi setiap bulan. Perdarahan menstruasi ini adalah jenis ekskresi sisa darah, jaringan dan tidak dibuahi sel telur dari tubuh. Jadi, dengan cara metaforis, rahim juga bertindak sebagai organ ekskresi pada wanita. Ada cukup beberapa penyakit yang mempengaruhi organ reproduksi. Dari jumlah tersebut, beberapa penyakit yang paling umum adalah sebagai berikut :

  1. Penyakit Menular Seksual
    Penyakit kelamin atau penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang ditularkan karena perilaku seksual yang tidak aman. Penyakit ini termasuk banyak bakteri, infeksi virus dan jamur seperti sifilis, gonore, herpes, HIV / AIDS, candidiasis, dll Hal ini sangat penting untuk mencegah infeksi penyakit menular seksual karena dapat menyebabkan banyak komplikasi serius sebagai akibat dari yang banyak komplikasi reproduksi serta infertilitas timbul. Sebagian besar infeksi STD sangat menular dan dapat ditransfer dari satu pasangan seksual dengan yang lain, dari ibu ke bayi saat melahirkan dan saat menyusui.
  1. Kanker
    Ada banyak kanker rahim yang mencakup sarkoma rahim, kanker serviks, dll Kanker ini menghancurkan hampir sepanjang waktu. Hal ini membutuhkan dokter untuk melakukan histerektomi dan kemoterapi untuk menyingkirkan sel-sel kanker. Hal ini menyebabkan kemandulan pada kebanyakan wanita.

Kita harus selalu mencari bantuan medis untuk menyingkirkan penyakit ini sesegera mungkin. Jika limbah dari tubuh tidak diekskresikan keluar, hal itu akan menyebabkan banyak komplikasi medis seperti kebingungan mental, delirium, gangguan tidur, toksisitas, dll Semoga informasi di atas telah berguna dalam memahami beberapa penyakit umum dan gangguan yang mempengaruhi organ sistem ekskresi.

Fakta yang perlu diketahui bunda tentang sembelit pada balita

Posted: 20 Oct 2014 06:03 AM PDT

DokterSehat.Com – Gangguan pencernaan yang sering menimpa si kecil salah satunya adalah sembelit atau konstipasi. Umumnya kasus sembelit pada anak  tidak dikategorikan sebagai gangguan berbahaya, meski demikian dalam beberapa kasus ayah bunda perlu memberikan penanganan khusus termasuk membawa si kecil ke dokter guna mendapatkan diagnosa dan penanganan medis.

Sembelit dapat terjaadi saat si kecil telat buang air besar (BAB). Dalam kondisi normal, si kecil  umumnya buang air besar 1-2 hari sekali, jika si kecil tidak BAB dalam waktu 2-3 hari, feses atau tinja dalam usus akan mengeras dan cenderung lebih susah untuk dikeluarkan dan menyebabkan otot-otot usus berkontraksi sehingga memicu sensasi sakit perut. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, tinja yang keras dapat melukai permukaan usus.

Penyebab

Sebagian besar sembelit disebabkan oleh pola makan yang kurang air dan serat. Air dan serat berfungsi untuk membantu pergerakan usus. Anak-anak yang sering makan makanan cepat saji  seperti burger, kentang goreng, milkshake, permen, kue, minuman ringan manis biasanya lebih sering sembelit. Pada bayi, sembelit dapat terjadi akibat transisi dari ASI ke susu formula bayi, atau dari makanan bayi ke makanan padat.

Perlu diingat bahwa beberapa anak menahan pergi ke kamar mandi karena tidak ingin meninggalkan keasyikan mereka bermain,  menggunakan toilet yang jauh dari rumah atau harus meminta ijin orang dewasa untuk pergi ke toilet. Bila hal ini berlanjut maka tinja akan makin mengeras dan terjadilah sembelit.

Stres juga dapat menyebabkan sembelit. Anak-anak bisa sembelit ketika mereka sedang cemas tentang sesuatu, seperti memulai di sekolah baru atau adanya masalah di rumah. Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan emosional dapat mempengaruhi fungsi usus sehingga menyebabkan sembelit maupun diare pada anak.

Beberapa anak bisa sembelit karena kondisi yang disebut sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome / IBS) yang dapat terjadi ketika mereka sedang stres atau makan makanan pemicu IBS misalnya makanan yang berlemak atau pedas. Seorang anak dengan IBS bisa sembelit atau diare dan disertai sakit perut atau banyak gas. Dalam kasus yang jarang, sembelit merupakan tanda penyakit medis lainnya. Hal tersebut ditandai dengan sembelit yang terjadi terus menerus atau berlangsung selama 2 – 3 minggu.

Gejala

Hampir sama dengan orang dewasa, gejala-gejala yang dialami si buah hati saat mengalami sembelit diantaranya adalah BAB tidak teratur atau sulit buang air besar, perut terasa lebih kembung dan keras, serta mengeluh sakit perut atau si kecil menjadi lebih rewel dan sering memegangi bagian perutnya. Dalam beberapa kasus, gejala sembelit dapat pula disertai dengan muntah.

Meski umumnya sembelit tidak terlalu serius, tidak ada salahnya untuk membawa si kecil ke dokter anak saat mereka mengeluhkan sakit perut terutama jika terjadi beberapa kali dalam seminggu. Ayah bunda juga harus curiga saat si kecil jarang BAB.

Langkah mengatasi sembelit pada anak

Jika si kecil divonis mengalami sembelit, biasanya dokter hanya akan menyarankan agar sikecil cukup mendapatkan asupan serat dari sayur dan buah-buahan. Cara mudah untuk menentukan porsi buah dan sayuran si kecil adalah dengan membandingkan dengan ukuran kepalan tangan si kecil. Para ahli merekomendasikan si buah hati mendapatkan asupan sayur dan buah sebanyak lima kali ukuran kepalan tangan si kecil per hari.

Dalam beberapa kasus yang dianggap cukup serius, dokter biasanya akan meresepkan obat pencahar khusus anak-abak untuk mempermudah pengeluaran tinja dari saluran pencernaan sibuah hati.

Kesehatan Gigi Yang Buruk Memicu Datangnya Penyakit Serius

Posted: 20 Oct 2014 06:03 AM PDT

DokterSehat.Com – Menjaga kesehatan mulut tampaknya sepele, Anda mungkin berpikir bahwa kesehatan mulut yang buruk hanya akan berakibat pada gigi keropos dan lainnya. Namun jangan salah, masalah kesehatan mulut juga bisa menyebabkan banyak penyakit lainnya.

Selain untuk mengunyah makanan, ternyata gigi bisa menjadi indikator kesehatan tubuh anda. Gigi yang sehat akan membuat tubuh secara keseluruhan juga ikut sehat. Begitu pula sebaliknya, apabila gigi tidak sehat, maka ada beberapa risiko kesehatan yang mengancam. Hal ini dikarenakan kesehatan gigi berhubungan dengan kesehatan tubuh hampir secara keseluruhan. Seperti apa keterkaitannya? Simak ulasan berikut ini :

  1. Stroke dan penyakit jantung
    Beberapa penelitian telah menunjukkan jika peradangan atau adanya bakteri di mulut dan gusi dapat terhubung dengan aliran darah. Hal ini akan menyebabkan penebalan arteri serta dapat meningkatkan risiko serangan jantung Adapun plak lemak yang terbangun di dalam dapat membuat pembuluh pecah sampai ke otak dan menyebabkan stroke. Sebuah penelitian baru yang diterbitkan pada British Journal meneliti data sebanyak 11.000 orang dewasa. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang jarang menyikat gigi memiliki peningkatan risiko penyakit jantung sebanyak 70 persen dibandingkan dengan mereka yang rajin sikat gigi dua kali sehari.
  1. Diabetes
    Dokter sudah lama mengetahui jika penderita diabetes tipe 2 juga mengalami peningkatan risiko terhadap penyakit yang berhubungan dengan gigi (periodental). Namun ternyata, mereka menemukan bahwa mencegah infeksi gusi adalah langkah awal untuk mencegah penyakit diabetes. Sebuah penelitian baru dari Columbia University yang melibatkan lebih dari 9000 peserta non-diabetes selama 20 tahun, menemukan bahwa mereka yang mempunyai penyakit periodental yang lebih tinggi, bersiko 2 kali terkena diabetes tipe 2 jika dibandingkan dengan mereka yang tingkat penyakit periodentalnya lebih rendah atau bahkan tidak mengalami infeksi gusi. Ada pendapat yang mengatakan jika infeksi mulut serius dapat menyebabkan peradangan tingkat rendah pada tubuh. Peradangan ini dapat mengganggu tubuh dalam memproses gula.
  1. Infeksi pernapasan
    Sebuah studi baru yang dipublikasikan di Journal of Periodontology menunjukkan bahwa menjaga mulut agar selalu bersih dan sehat dapat membantu melindungi paru-paru. Penelitian yang melibatkan 200 peserta berusia 20 hingga 60 tahun itu menemukan jika pasien yang mempunyai penyakit pernafasan seperti bronkitis akut, pneumonia, dan infeksi saluran pernapasan atas, mempunyai kualitas kesehatan periodental yang lebih buruk daripada mereka yang tidak mempunyai penyakit pernafasan. Hal ini dikarenakan adanya bakteri dari penyakit periodental yang ada pada tenggorokan bagian atas, yang kemudian akan mudah terhirup ke bagian saluran pernafasan bagian bawah. Hal tersebut dapat mengganggu pernafasan dan bahkan bisa berkembang menjadi masalah paru-paru yang serius.

Varicella (Chicken Pox)

Posted: 20 Oct 2014 06:03 AM PDT

DokterSehat.Com – Varicella atau yang dikenal juga secara awam sebagai cacar air adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Di Indonesia, penyakit ini disebut sebagai cacar air karena gelembung atau bisul yang terbentuk pada kulit apabila pecah mengeluarkan air. Penyakit ini sangat mudah untuk menyebar kepada orang lain, terutama anak-anak, yang belum pernah terkena varicella sebelumnya. Penyebaran dari virus Varicella Zoster terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Varicella paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 1-9 tahun. Angka kejadian penyakit ini sudah banyak berkurang terutama di negara-negara maju karena ditemukannya vaksinasi terhadap virus Varicella Zoster.

Gejala

Masa inkubasi antara terinfeksi varicella zoster sampai gejala muncul adalah 10 sampai 20 hari.

Keluhan pokok :

  • Demam sekitar 3 hari sampai ruam muncul
  • Kelesuan umum
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Keluhan lebih parah pada orang dewasa daripada anak-anak

Tanda penting :

  • Lesi bersifat memusat mulai dari wajah sampai ke ekstremitas (tangan dan kaki).
  • Mulai muncul bercak merah (makula) pada wajah dan badan yang terus bertambah jumlahnya dalam 3-6 hari. Jumlah bercak bervariasi antar orang. Dalam 12-24 jam bercak merah membesar menjadi cacar (vesikula) dan kemudian pecah dan meninggalkan keropeng (krusta). Lesi terasa gatal sehingga pasien seringkali tidak tahan untuk tidak menggaruk. Tanpa infeksi sekunder krusta akan menghilang dalam 7-10 hari.

Komplikasi

  • Infeksi sekunder luka.
  • Pneumonia
  • Cacat pada bayi bila ibu hamil terkena varicella pada saat dalam kandungan.

Penyebab atau faktor resiko

Virus varicella zoster yang juga bisa menyebabkan herpes zoster, yang lebih umum pada orang dewasa. Penyakit ini lebih umum pada anak usia di bawah 10 tahun dan jarang menjangkiti orang dewasa karena mereka umumnya sudah memiliki antibodi dari paparan sebelumnya di waktu kecil.

Diagnosis

Diagnosis biasanya cukup dengan pengamatan dan wawancara (anamnesa).

Pengobatan

  • Istirahat dan isolasi sampai semua keropeng menghilang sehingga pasien tidak menularkan ke orang lain.
  • Hindari menggaruk sampai lecet karena dapat membuat infeksi dan memudahkan penularan ke orang lain. Potong kuku sampai pendek atau memakai sapu tangan untuk mencegah hal ini.
  • Kebersihan pribadi

Pencegahan

Menghindari paparan dengan penderita. Penularan varicella dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan cacar dan melalui udara.

Cara Mengobati Abses Abdomen

Posted: 19 Oct 2014 07:24 PM PDT

DokterSehat.Com – Pada rongga perut bisa terjadi abses atau penumpukan nanah karena sebab tertentu. Abses abdomen ini bisa terjadi pada bagian pertengahan perut, di bawah diafragma, di rongga perut, atau pada organ tubuh yang berada di dalam rongga perut misalnya pankreas, limpa, hati, ginjal atau di dalam kelenjar prostat.

Penyebab abses abdomen

Penyebab terjadinya abses abdomen adalah akrena cedera, infeksi pada usus dan infeksi pada organ lain di alam tubuh.

Abses diafragna, penyebabnya adalah cairan infeksi yang tertarik ke atas, karena tekanan perut atau karena tarikan napas.

Abses pada pertengahan perut, penyebabnya bisa karena usus buntu yang pecah, infeksi usus besar, peradangan usus dan karena divertikulum. Ini juga bisa menyebabkan abses panggul yang juga bisa disebabkan juga karena infeksi kandungan.

Abses pada belakang rongga perut, penyebabnya adalah karena peradangan usus buntu, dan peradangan pankreas.

Penumpukan nanah pada ginjal, penyebabnya karena ada infeksi pada kandung kemih kemudian menjalar ke ginjal, atau karena ada infeksi yang terbawa aliran darah masuk ke dalam ginjal.

Abses yang terjadi pada limpa bisa karena infeksi pada limpa, atau menjalar dari organ lain serta karena cedera pada limpa. Sedangkan abses yang terjadi pada pankreas kebanyakan karena ada pankreasitis akut.

Penumpukan nanah pada hati, ini bisa terjadi karena infeksi bakteri. Bakteri bisa masuk ke dalam hati melaui aliran darah atau karena adanya cedera, seperti luka tusuk dan menembus masuk ke dalam hati, kemudian terjadi infeksi dan membentuk abses pada organ tersebut.

Abses yang terjadi pada prostat bisa terjadi akibat adanya infeksi tertentu yang menyebabkan terjadinya prostatitis, ini paling sering terjadi pada rentang umur 40 sampai 60 tahun.

Gejala abses abdomen

Beberapa gejala umum yang akan muncul karena abses abdomen adalah perut mual dan muntah, batuk, nyeri saat menarik napas, nyeri pada bahu, diare, seirng buang air kecil, kencing tercampur darah, rasa nyeri pada punggung bawah, demam, badan menggigil, dan nafsu makan menurun serta lainnya.

Pengobatan

Pada hampir semua kasus abses abdomen, nanah harus dibuang, baik melalui pembedahan maupun dengan bantuan sebuah jarum yang dimasukkan melalui kulit. Dilakukan analisa nanah di laboratorium guna menentukan organisme penyebab infeksi, sehingga bisa diberikan antibiotik yang paling efektif untuk organisme yang bersangkutan.

Advertisemen